Kenapa Menjadi Orang Baik Adalah Ide Bagus di Dunia Bisnis? | GaryVee (Text Experience)


Saya ingin warisan saya menjadi sesuatu yang disebut The Honey Empire (Kerajaan Madu).


Ambisi besar saya dalam hidup adalah membeli The New York Jets yang artinya, saya harus menjadi multi-miliuner.


Jika saya dapat membangun kekayaan bersih multi-miliar dolar dengan menjadi manusia yang baik, dan mengajari generasi mendatang bahwa Anda dapat mencapai semua keinginan finansial yang Anda miliki dengan bersikap baik, itu akan menjadi warisan yang jauh lebih besar daripada saya membeli The New York Jets.


Saya sangat terpengaruh oleh dua hal.


Nomor 1, Sasha Vaynerchuk.


Ayah saya berusia 22 tahun ketika dia datang ke Amerika. Dia dibesarkan di Uni Soviet. Ini bukan tempat yang bagus. Saya benci ketika orang membandingkan Amerika dengan apapun tentang tempatmu.


Dan ayah saya dilatih seperti itu. Dia memperlakukan karyawannya seperti mereka adalah musuh. Jadi, saya masuk ke bisnis keluarga di mana 11 karyawannya membenci ayah saya.


Saya sangat dekat dengan itu dengan DNA saya sendiri, yang menjadikan saya orang yang berbeda dengan beliau. Saya suka disukai.


Nomor 2, saya besar di Silicon Valley.


Era 2.0 dimana semua orang mengidolakan Steve Jobs.


Narasi tentang Steve Jobs adalah dia orang yang “tangguh”. Saya melihat banyak orang manufaktur bersikap kejam kepada karyawan mereka karena mereka mengira mereka adalah Steve Jobs.


Jadi, menurut saya penting untuk memberikan nilai lebih pada sesuatu yang baik.


Itulah mengapa saya ingin membangun sebuah kerajaan. Kerajaan madu.


***


Alasan saya dapat meningkatkan bisnis monster adalah karena saya lebih peduli pada orang-orang saya daripada mereka peduli pada saya.


Saya harus.


Saya tertawa ketika teman saya memberi tahu saya, "Bagaimana Anda membuat karyawan Anda bekerja sekeras Anda?"


Anda tidak bisa.


Cara Anda membuat mereka bekerja sekeras Anda adalah dengan memberi mereka nilai ekonomi yang sama dengan Anda. Tapi, bukan itu yang ingin dilakukan sebagian besar pemilik.


Saya hanya peduli apa yang diinginkan karyawan saya dalam hidup mereka. Jika mereka menginginkan uang, bagus. Saya akan memberi mereka itu. Jika mereka menginginkan keseimbangan kehidupan kerja, bagus. Saya akan memberi mereka itu.


Saya mencoba untuk mencari tahu apa yang mereka pedulikan setiap hari.


Sally yang berusia 23 tahun baru saja pindah dari Alabama untuk berada di kota besar, di New York. Dia akan menjadi wanita yang berbeda dalam 6 tahun dan pada saat itu, dia akan menginginkan hal yang berbeda.


Begitulah cara saya berpikir tentang The Honey Empire (Kerajaan Madu).




- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 





Why Being A Good Human Being is A Good Idea #GaryVee (Text Experience)


0:00


I want my legacy to be something called The Honey Empire.


My great ambition in life is to buy The New York Jets which mean, I’ll have to become multi-billionaire. 


If I can build a multi-billion dollar net worth on the back of being a good human, and teaching the future generations that you can achieve all the financial wants you have by being nice, and being honey over vinegar, that far greater legacy than me buying  The New York Jets.


I was very affected by two major things. 


Number 1, Sasha Vaynerchuk. 


My dad was 22 years old when he came to America. He grew up in Soviet Union. It’s not a good place. I hate when people compare America to anything about it. 


And my dad got trained that way. He treated his employees like they were the enemy. So, I came into a family business where the 11 employees hated my dad. 


I was visceral to that with my own DNA, I like being liked.


Number 2, I grew up in Silicon Valley.


That era of 2.0 when everybody idolize Steve Jobs.


The narrative on Steve Jobs was he got a lot out people, but he was tough. I watched a lot of people manufacturing being mean to their employees because they thought they were Steve Jobs.


So, I think it’s important to bring more value to something that’s good.


That’s why I want to build an empire. Honey empire.


***


3:38


So, yes I do think the reason I’m able to scale monster businesses is because I give a s*** about my people more than they care about me.


I should. 


I laugh when my friends tell me, “How do you get your employees to work as hard as you?”


You don’t.


The way you get them to work as hard as you is you give them equal economics to you. Which is not what most owners want to do.


I only cares what my employees want in their lives. If they want money, great. I give them that. If they want work life balance, great. I give them that.


I try to figure out what they care about every day because it changes 23 year old Sally who just moved from Alabama to be in the big city, in New York. She is gonna be a different woman in 6 years and she’s gonna want different stuff. 


That’s how I think about The Honey Empire.



Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin & Selasa = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen
Minggu = Sneakers

Follow my blog: aldypradana.com
Instagram: @aldy_pradana17
FB Page: Aldy Pradana

Youtube: Aldy Pradana 
https://www.tokopedia.com/arseniosneakers (tempat menjual sneakers murah)

Apa Rencana Masa Depanmu?

 



Berbeda dengan interview sebelumnya, pada kali ini sebenarnya adalah obrolan random. Saya tanya kabar ke murid-murid yang dulu pernah saya ajari. Nah, ada satu obrolan murid yang ternyata panjang banget. Dan kalo saya rapikan obrolannya, bisa jadi tanya jawab yang utuh,


Ini ada Livia. Dia itu murid pertama saya di Sekolah Alam Bambu Item. Saya menjadi guru Livia dari dia kelas 5-6. 


A: Aldy

L: Livia


A: Sekarang udah masuk SMK ya? Jurusan apa?


L: Akuntansi. 


A: Bakal banyak ketemu angka, dong. 


L: Pecah, kak, otak disuruh ngitung-ngitung, hehe


A: Lha kan kamu sendiri yang pilih akuntansi? Kenapa nggak pilih yang lain?


L: Kalo SMA pasti IPA, mumet, kak. Pusing, hehe. Jadi, mending langsung aja ngambilnya itu.


A: IPA zaman SMA itu susah banget, sih.


L: Iya, kak. Belum fisika, kimia, biologi, dan lain-lain.


A: Kalo udah sekolah tingkat menengah itu termasuk susah pelajarannya. 


L: Makanya, aku mulai masuk les pas kelas 1. Biar enak.


A: Kamu les apa?


L: Les privat, hehe. Kalo les privat lebih fokus. Aku pengen ikut program beasiswa


A: Wah, semangat ya. Kamu dulu SD nggak semangat kayak gini.


L: SD masih kayak gitu, kak. Masih kecil, belum terlalu mikirin. Pas SMP baru belajar serius. SMK ini mau lebih serius lagi.


A: Kalo nggak salah ya, kak Aldy pernah ngelesin kamu bentar doang. Pelajaran bahasa Inggris pas SD 6. Diminta sama ibumu. 


L: Oh iya, inget. Pas dulu SD aku bahasa Inggris tuh sama sekali nggak ngerti lho. Dulu jarang belajar. Sekarang mah udah terbiasa sama bahasa Inggris. 


A: Widih, udah jago ya.


L: Jago mah nggak kali, ya. Nilaiku nggak gede banget juga sih. Soalnya kan di sekolah harus ngomong Inggris. Wajib, kak.


A: Gapapa. Nilai kan kepake di rapor. Yang penting dipelajari terus. Biar kepake terus di keseharian. Terus abis SMK, kamu udah ada rencana ke depannya? Kuliah atau gimana gitu?


L: Iya, ada. Kuliah sambil pengen buka usaha gitu sih, kak. Seenggaknya, entar aku nggak pake uang ortu. 


A: Kamu keren banget sekarang.  


L: Hehehehe. 


A: Mau kuliah apa?


L: Kuliahnya ekonomi. Kalo bisnis pengen lanjutan rumah makan mama, nanti di franchise in gitu.


A: Oke,oke. Bagus banget rencananya. Ini sekarang kamu kelas online ya?


L: Iya, kak. 


A: Ada berita zona hijau mau ada pembelajaran tatap muka. Kalo di sekolahmu gimana?


L: Nggak tau, kak. Kemarin mau tatap muka tapi nggak jadi. Terus orang tua poling gitu setuju apa nggak buat tatap muka.


A: Terus hasilnya apa?


L: Belum tau deh, kak. Belum dibagiin. 


A: Kalo kamu pengennya?


L: Aku sih terserah sekolahnya. Tapi papaku nggak ngebolehin. Nanti kalo bakal ada paling cuma pelajaran produktif. Kayak administrasi umum, perbankan, ya kayak gitu semacamnya.



Sekian obrolan random yang dirapikan menjadi sesi tanya jawab yang lebih enak untuk dibaca. 


(Postingan ini sudah mendapatkan izin dari pihak yang bersangkutan)



Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Selasa = Musik Keren 
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen
Minggu = Sneakers

Follow my blog: aldypradana.com


- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

Bagaimana Caranya Memenangi Kompetisi?


Saya bukan orang yang suka kompetisi

Saya pernah dites, dan hasilnya, kompetisi berada di posisi terakhir. 

Makanya, saya akan bertanya ke salah satu mantan murid saya di Sekolah Alam Bambu Item (sekarang sudah lulus). Namanya Reyner. Dia termasuk murid yang tangguh secara mental dan punya jiwa yang kuat. Jadi, saya tidak kaget dengan keberhasilan dia di suatu kompetisi.


Berikut adalah hasil obrolan saya dengan Reyner.


A: Aldy

R: Reyner


A: Kamu dari kapan ikut silat, Reyner?


R: Kalau terjun ke dunia beladiri pencak silat, saya awalnya dari pondok pesantren. Mulainya awal kelas 7, semester 1.


A: Ikut pencak silat itu kemauan sendiri atau dari orang tua?


R: 


Awalnya, saya tidak terlalu tertarik ke bidang beladiri pencak silat, tapi karena saya di support sama teman-teman, ustadz, dan uztadzah, akhirnya tumbuh rasa semangat dalam diri saya untuk terjun ke bidang ini. 


Motivasi saya, selama kegiatan tersebut positif dan banyak menguntungkan kesehatan, kenapa tidak? Saya juga membantu melestarikan budaya negara kita sendiri.


Saya juga memang dari kelas dua SD sudah ikut seni bela diri dari mulai aikido, karate, muay thai, dan sekarang silat.


A: Latihan berapa kali seminggu?


R: Biasanya seminggu dua kali tapi kalau kita ikut perlombaan, hampir setiap hari latihan. Supaya nanti daya tahan kita bagus dan lebih optimal.


A: Satu kali latihan berapa jam?


R: Biasanya 2-3 jam, kalau untuk atlet 3 - 4,5 jam. 


A: Kalo untuk lombanya sendiri, bisa dijelaskan?


R: 


Untuk perlombaan seperti biasa, di tanding pertama yang menang masuk ke babak berikutnya, setelah itu kalau menang lagi masuk ke final. 


Satu ronde itu dua kali turun main. Dan usahakan di ronde satu, kita kejar poin. Untuk peraturannya umum, dilarang memukul atau menendang kepala, muka, kemaluan. Yang diperbolehkan kaki dan perut.


A: Bagaimana cara mendapatkan poinnya?


R: 


Untuk poin seingat saya, satu pukulan itu 1 poin. Untuk tendangan kalau tidak salah juga sama atau 2 poin. Untuk bantingan 3 poin dan untuk tangkisan 1 poin. 


Kalau kita ada pelanggaran saat bertanding, pertama kita diperingatkan dan masih ditoleransi. Untuk seterusnya, jika terulang lagi, biasanya wasit akan memberi kode ke juri untuk pengurangan poin.


A: Bagaimana saat lombanya itu? Apakah kamu memang menguasai semua pertandingan? Menang mental? Atau menang skill?


R: 


Dari pertandingan kemarin di Bandung, saya memang sudah menguasai pertandingan dari awal babak penyisihan.


Di salah satu pertandingan, saat baru turun, saya sempat kurang menguasai karena lawan saya agak lebih tinggi dibanding saya. 


Untuk skill, saya tidak mau menilai diri sendiri, hehe. Biarkan para guru saya yang menilai. Karena menurut saya, saya juga masih banyak kekurangan.

 

Kita memang harus sudah siap mental. Karena ketika kita gugup, kita akan ragu untuk menyerang. Otomatis menjadi peluang untuk lawan kita agar lebih unggul.


A: Kalau ditanya apa yang membuat kamu menang, apa jawaban kamu?


R: 


Yang membuat saya menang, pasti karena tawakal kepada Allah. Ikhtiar. Selalu berdo’a kepada Allah supaya mendapatkan hasil maksimal, agar tidak mengecewakan semua orang yang sudah mendukung saya. 


Bagi saya, minimal saya juara satu dan maksimal saya juara satu. Itu yang membuat saya termotivasi.


Dan juga saya selalu minta doa restu dari kedua orang tua, akang-akang, ustadz, dan ustazah agar dimudahkan. Kemenangan itu hasil dari ikhtiar, tawakal, dan kesungguhan dalam berusaha.


A: Agar lebih jelas, boleh diberitahu kamu kemarin juara berapa, di lomba apa & hadiahnya apa?


R: Untuk juara kemarin, Alhamdulillah juara satu tingkat nasional di kelas bertanding saya dengan berat badan 55-60 kg dan tinggi 160-170 cm. Untuk hadiah dari pihak panitia, medali emas, sertifikat, kenaikan tingkat, dan sejumlah uang. Dari Ponpes, saya dapat free jajan di kantin selama satu bulan.


A: Terima kasih, Reyner. Jawabannya bagus sekali. Ada penutup yang mau disampaikan?


R: Semoga cerita ini bisa menginspirasi banyak teman teman supaya lebih semangat dalam menekuni hobi mereka. Dan satu pesan saya, jangan pernah takut untuk mencoba hal positif. Kalau kamu menyukai bidang tersebut, lanjutkan hingga lama sukses. Lanjutkan sampai meraih hasil yang maksimal. Lanjutkan perjuanganmu hingga titik darah penghabisan.




Sesi tanya jawab ini dilakukan via DM Instagram dan sudah mendapatkan izin dari pihak yang bersangkutan.




Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Selasa = Musik Keren 
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen
Minggu = Sneakers

Follow my blog: aldypradana.com


- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

MARI BERSIKAP MASA BODOH


Saya baru sadar judul saya mirip dengan judul buku ini

Saya kemarin mengtranslate video GaryVee dan membuat versi teksnya. Saya menyebutnya, Text Experience.


Dari 3 postingan itu, saya menyadari satu kata yang sering muncul.


Insecure.


Perasaan tidak aman.


Saya merasa tidak aman akhir-akhir ini. 


Masalah keuangan, masalah makan, masalah masa depan.


Yang saya bisa lakukan terhadap masalah-masalah ini ialah bersikap masa bodoh.


Iya, masa bodoh.


Saya dulu sempat membuat vlog tentang guru sekolah alam. Videonya biasa aja. Tidak ada cinematicnya, audio kadang terdengar jelas, kadang kurang. Gaya bicara saya di video awal-awal malah grogi sekali, dan medoknya kental sekali.


Tapi, ya sudah.


Masa bodoh dengan komentar buruk.


Masa bodoh dikatakan jelek.


Masa bodoh dianggap kualitasnya kurang.


Karena masa bodoh, saya bisa membuat 5 season dari TEACHER VLOG.


Dan saya sekarang sedang mencoba berjualan sepatu. Saya baru belajar berjualan. Kesadaran bahwa berjualan tidak semudah itu. Makanya, dimulai dari yang mudah dulu. Dimulai dari yang sederhana dulu.


Saya beri nama Arsenio Sneakers Store. 

(Sekarang menjadi Arsenio Store ID


Terdengar seperti Arsenal. Jadi, ya kalau ternyata jualan saya kurang laku, ya wajarlah. Namanya saja mirip Arsenal.


Teman saya berkata, “Orang lain jualan agar laku. Aldy jualan agar nggak laku.”


Ya memang. Laku, alhamdulillah. Tidak laku, ya sudah.


Masa bodoh.


Besoknya, saya akan mencoba berjualan yang lain.


Tentunya, semua ini tidak berjalan seperti itu. Perasaan khawatir pasti menyerang. Pikiran buruk berputar-putar di kepala.


Mungkin, saya baru sukses berjualan setelah 2-3 tahun menjalaninya.


Saya akan gagal, gagal, hampir laku, gagal, gagal lagi, laku, gagal lagi, baru akhirnya sukses.


Mari Kita Bersikap Masa Bodoh.


Untuk kamu, anak sekolah yang mengerjakan tugas, prakarya, atau membuat video yang diupload di media soal. Jangan takut terhadap kritikan.


Untuk kamu, yang sedang membuat karya dalam bentuk apapun, teks, gambar, audio, video. Jangan takut terhadap kritikan.


Akan ada pujian, maka akan ada kritikan.


Tidak suka komentar negatif? Block.


Kalau tidak mau block, ya bersikaplah masa bodoh.


Masa bodoh dengan kritikan.


Masa bodoh dengan ejekan.


Masa bodoh dengan kata orang.


Dengarkan saran dari orang yang kamu ingin dengarkan. Ikuti kata-kata dari orang yang kamu ingin ikuti. Pelajari orang yang layak untuk dipelajari.


Sisanya, masa bodoh.



(Postingan ini ditunjukkan kepada orang-orang yang insecurenya sedang tinggi-tingginya. Semoga tulisan penuh amarah ini, bisa membantu melampiaskan gundah gulana, serta melawan rasa tidak aman di kepala kalian)




Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Selasa = Musik Keren 
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen
Minggu = Sneakers

Follow my blog: aldypradana.com

- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

3 Hal Tentang Media Sosial Yang Akan Berdampak Pada Bisnismu | GaryVee (Text Experience)



Saya termasuk orang yang mengikuti GaryVee di social media. Saya banyak sekali belajar dari dia. Sekalian mencatat & membagikan ilmunya, saya ingin mengubah salah satu videonya menjadi bentuk teks. Video/Audio menjadi teks (tulisan). Makanya, postingan ini saya sebut sebagai GaryVee (Text Experience) | Bahasa Indonesia & English


(Ada perubahan teks dalam Bahasa Indonesia agar lebih mudah dimengerti)


Ini adalah part 3 (part terakhir).




3 Hal Tentang Media Sosial Yang Akan Berdampak Pada Bisnismu


1


Saya pikir Anda perlu melakukan hal yang paling Anda sukai.


Kecuali Anda benar-benar menyukai apa yang Anda lakukan, akan ada orang lain yang lebih menyukainya dan orang tersebut dapat melampauimu.


Sepertinya tidak masuk akal 7 tahun lalu untuk memulai podcast tentang Pokemon. Tetapi jika Anda tetap konsisten, menyukai hal tersebut. dan pasti Anda akan menjadi ahli dalam hal Pokemon (karena melakukannya terus menerus). Mungkin sekarang, podcast itu bisa menghasilkan 500.000 dolar setahun dalam periklanan.


Sepertinya tidak benar. Sepertinya tidak masuk akal.


Tapi saya benar-benar percaya internet akan menjadi seperti itu ke depannya.


Semangat terhadap apa yang kamu sukai & komitmen lama harus dilakukan dan ditetapkan.


2


Media sosial mengekspos kita. Itu tidak mengubah kita.


Orang-orang memberi tahu Anda bahwa media sosial itu negatif, mereka tidak sadar bahwa mereka sudah berada di tempat negatif sebelumnya. Mereka sudah merasa tidak aman (insecure) sebelum media sosial hadir di kehidupan kita.


Setiap orang menyalahkan media sosial karena membuat kita buruk. Padahal, Facebook tidak memaksa Anda untuk menulis apa pun. Kamu sendiri yang menuliskannya. 


Instagram tidak membuat Anda merasa tidak aman (insecure). Hal lain yang terjadi pada diri Anda sebelumnya, yang sebenarnya membuat Anda merasa tidak aman (insecure).


Media sosial mengekspos kita. Sama sekali tidak mengubah kita.


3


Orang tidak sabar.


Orang takut kehilangan 3-4 tahun hidup mereka. Terutama, para remaja. Mereka membuatku kesal. Mereka terlalu menghargai waktu mereka.


“Gary, aku tidak ingin membuang waktu.”


"Gary. Saya tidak mau melakukan pekerjaan gratis (memberikan konten gratis).”


Saya seperti: “Bagus sekali! Kalau begitu dapatkan seseorang untuk membayarmu.”


Oh, Anda tidak bisa. Lalu sekarang bagaimana? Apa yang akan Anda lakukan?


Anda tidak pernah berpikir bahwa melakukan pekerjaan gratis (konten gratis di media sosial) akan memberi contoh kepada mereka, memberikan bukti kepada mereka.


Yang dampaknya membuat mereka mau membayar Anda.


Saya dulu memberikan banyak pidato gratis, dan sekarang tidak lagi (sekarang dibayar).




Part 1

Part 2

Part 3




Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Selasa = Musik Keren 
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen
Minggu = Sneakers

Follow my blog: aldypradana.com


- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 






3 Things About Social Media That Will Affect Your Business


5:01 - 6:55


I think you need to think about the thing that you like the most.


Unless you really love what you do, somebody’s else is gonna love it more and outwork you. 


It didn’t seem like it made sense 7 years ago, to start a podcast around pokemon. But if you stayed consistent, loved it, and inevitably if you were good at it, it’s probably the number podcast right now could probably make 500.000 dollar a year in advertising.


It didn’t seem right. 


But I really believe that’s where the internet’s going. 


Passion & long time commitment need to be set.  


6:57 - 8:13


Social media exposes us. It doesn’t change us.


The two people that told you it’s been negative, they don’t realize that they were in a negative place prior to it and it was never invented. They were insecure and broken before it.


Everyone who’s blaming social media for making us bad. Facebook didn’t make you write a single thing. You wrote it. This is exposing us.


Instagram didn’t make you insecure. Something else that happen to you before made you insecure. This is speeding up the process of exposing us which will lead to much better conversations.


9:39 - 10:41


People are not patient.


That’s why I push it so hard.


People scared to lose 3 or 4 years of their life. 


Especially kids piss me off. They over value their time.


“Gary, I don’t wanna waste time.”


Your time doesn’t worth a d***.


It’s like free work (or free content in social media).


People like: “F***you, Gary. I’m not doing free work.”


I’m like: “Cool! Get somebody to pay for it.”


Oh, you couldn’t. Now what?


You didn’t think that maybe doing free work would give an example to somebody else that then will pay you.


I give a load of free speeches, and now not anymore.


Part 1

Part 2

Part 3



Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Selasa = Musik Keren 
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen
Minggu = Sneakers

Follow my blog: aldypradana.com

Instagram: @aldy_pradana17
FB Page: Aldy Pradana
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 
https://www.tokopedia.com/arseniosneakers (tempat menjual sneakers murah)

munggah