Review Kulkas SHARP SJ-X185MG-GB (1,8 juta)


Beberapa hari yang lalu, saya dan Amel, mencari kulkas untuk di kosan barunya Amel. Kami berdua sempat mencari di beberapa toko, lalu ketemulah satu kulkas yang harganya cukup terjangkau dan kualitas lumayan oke.


Setelah dibeli, ini bisa dibilang review sederhana dari penggunaan kulkas SHARP SJ-X185MG-GB yang baru dipakai tersebut.


Amel:


“Dari tokonya ada 2 motif warna, ungu dan merah. Aku beli warna ungu. Di bagian pintunya ada stiker bertuliskan: Pertama di Indonesia, lemari es bersertifikasi.”





Ukuran kulkas dari keterangan petunjuk: lebarnya dia 535 mm panjangnya, 54 5 mm, terus tingginya 1120 mm. Cukuplah untuk anak kos kayak aku ini atau bisa dipakai yang rumah tangga baru.” 


“Terus di sini klaimnya sekitar 130 - 240 V dan wattnya 80 - 90 watt. Dari info yang aku dapat dari pegawai tokonya kemarin, katanya udah bisa dikatakan hemat energi. Garansi kulkasnya 5 tahun.”






“Teknologi freezernya di sini masih semi auto defrost system. Udah ada tombol untuk pencairan es, jadi bisa mencairkan bunga es tanpa harus mematikan kulkas secara total. Nanti kalau sudah cair, bunga esnya akan ditampung di wadah daging yang posisinya dibawa freezer. Kalau udah mencair tinggal dilepas aja, airnya dibuang. Jangan lupa untuk dicuci.”  




“Harganya kemarin dapat 1,8 juta. Cukup terjangkau.”


“Pengalaman pertama beli kulkas ini menyenangkan buat aku. Karena ini kulkas pertama yang aku beli sendiri. Buatku yang tinggal sendiri kapasitasnya cukup efisisen dan membantu, bahkan banyak sisa ruang. Buat simpen bahan-bahan makananku yang lumayan hobi masak. 




“Aku bisa  simpen bahan makanan seperti sayuran dan buah-buahan di rak yang paling bawah (bentuknya kayak keranjang). Mungkin bisa diisi buah sekitar 1,5 - 2 kilo. Sisa space masih cukup untuk simpen sayur.” 


“Di atasnya, ada tray bisa naruh segala macem sih di situ. Kalau aku kemarin coba simpen kue brownis 2 box, tomat yang ditaruh di mangkuk, 2 kaleng sarden, dan 1 box minuman herbal.”


“Bagian pintu ini yang paling atas seperti pada umumnya ada rak telur yang bisa di isi total 18 butir telur. Di bawahnya ada 2 rak kecil terpisah di kanan dan kiri, sisi kiri aku isi obat-obatan, sisi kanan aku isi saus-saus masak bentuk sachet.”


“Di bawahnya, ada rak panjang yang lumayan lebar dan bisa diisi 4 botol minuman besar ukuran 1.5 L. Lalu, ada rak lagi, panjang dan nggak terlalu lebar. Di situ aku taruh oatmeal, kacang hijau, susu bubuk, dan 1 box teh.”


“Freezernya aku isi kentang frozen 500 gram, es batu (bawaan kulkas), tahu baso, dan siomay bakso yang dibungkus plastik ukuran 1 kilo. Dan masih ada sisa tempat yang mungkin bisa diisi frozen food ukuran 1 kilo.“


Sekian review singkat dari Amel tentang kulkas SHARP SJ-X185MG-GB 


Semoga bermanfaat.



Follow my blog: aldypradana.com
Instagram: @aldy_pradana17
FB Page: Aldy Pradana

Youtube: Aldy Pradana 
https://www.tokopedia.com/arseniosneakers (tempat menjual sneakers murah)



Kacamata Incaran: Ray-Ban Wayfarer Folding dan BOSE Frames Alto Audio Sunglasses


Kemarin, sebelum saya akhirnya membeli polarized sunglasses di Kalibre, saya sempat berselancar ria di Tokopedia, mencari kacamata incaran

Pertama, yang saya cari adalah kacamata yang dipakai Casey Neistat. Youtuber yang biasanya saya jadikan patokan untuk storytelling dan mengedit video.

Ray-Ban Wayfarer Folding

Itu merek dan tipe yang dia pakai.

Kacamata Ray-Ban, yang biasanya dia hapus mereknya, dan dia modifikasi agar ada bayangan atau bercak putih di sekitar lensa.



Dari hasil searching saya, dia tidak polarized, tapi sudah anti UV. Bahan premium, jelas. Dan kelebihan utamanya adalah bisa dilipat.





Bentuk lipatan yang berbeda ini lah yang menarik, tapi sayang harganya menjulang sangat tinggi, hehe.

Saya cari lagi di Tokopedia, saya menemukan lagi kacamata yang menarik.

Sunglasses dengan teknologi baru di mana kacamata ini bisa memainkan lagu. Jadi dia bisa terkoneksi dengan handphone (dengan OS minimal tertentu), dan memutar lagu yang akan dikeluarkan lewat bingkai kacamatanya.


Bisa dilihat di bingkainya yang lebih tebal, dia punya speaker kecil yang tepat di depan telinga. Ini juga ada colokan untuk charging. Setahu saya ini bisa memutar lagu selama 3 jam.

Itu dia dua kacamata incaran saya. Harganya luar biasa tinggi sekali. Mungkin, tidak jadi prioritas saya sekarang. 





Polarized Sunglasses di Malam Hari

Saya termasuk kurang paham mengenai kacamata. Jadi, pembahasan mengenai polarized sunglasses ini akan sangat dangkal sekali. Dari sudut pandang orang yang baru punya dan belum tenggelam terlalu dalam di bidang kacamata ini.


Saya kemarin membeli kacamata Kalibre dan baru mereview selama penggunaan siang hari. Belum mencoba saat malam hari. Kemudian, saya benar-benar mencoba semalaman menggunakan polarized sunglasses ini.


Dan ternyata.


Enak juga.


Lebih gelap, jelas. Tapi, karena warna dibuat lebih keluar. Lebih contrast. Membuat semuanya tetap jelas.



Saya menggunakan selama berkendara. Pasti bertemu lampu jalan, lampu motor, lampu sen, motor dan mobil yang berlalu lalang. Semua pasti tampak jelas. Pancaran dari lampu kendaraan terlihat lebih redup. Lebih lembut di mata. 


Semua cahaya yang ada di jalanan, ternyata dapat tereduksi dengan baik. Seperti yang saya jelaskan di review saya sebelumnya, kacamatanya memberikan ketajaman lebih. Jadi bentuk kendaraan, dapat terlihat dan tampak jelas.


Kesimpulan dari saya, polarized sunglasses memang bisa digunakan di malam hari. Bukan sekadar menggelapkan, tapi juga memberikan ketajaman. Mereduksi pancaran cahaya. Menonjolkan warna di sekitar lebih lembut di mata.


Yang ingin membeli polarized sunglasses dan tidak percaya fiturnya, semoga postingan ini membantu. Mungkin, secara harga memang terasa lumayan mahal. Tapi, betul ada fungsinya yang terasa. 


Bagi yang memiliki mata sensitif dengan cahaya kendaaraan di malam hari, ini bisa direkomendasikan (atau lebih baiknya, pergi ke dokter mata saja. Itu jelas solusi lebih tepat, daripada mendengarkan opini seperti blogger macam saya).


Silakan pergi ke toko kacamata terdekat dan cobalah. Atau, kunjungi tokopedia dan cari kacamata polarized sesuai minat kalian.


Sekian dan terima kasih.


Follow my blog: aldypradana.com
Instagram: @aldy_pradana17
FB Page: Aldy Pradana

Youtube: Aldy Pradana 



Memakai Kacamata & Masker > Face Shield & Masker

  

Melihat TV sekarang, banyak artis yang tidak memakai masker dan hanya face shield. Entah kenapa, saya sendiri kurang paham. Mungkin agar muka kelihatan. Ekspresi lebih tampak terekam di kamera. Padahal, bagi saya face shield justru membuat artis jadi tampak lebih aneh.

Satu lagi, bukannya lebih dianjurkan pakai masker ya, daripada hanya pakai face shield?

Hidung dan mulut lebih tertutup. Saat kita (pengguna masker) batuk, akan terhalang masker. Dan saat ada orang lain batuk, sudah tertutup masker. Apalagi, kalau kita bermasker. Semakin aman lagi.

Opini saya, masker lebih aman.

Kalau mau lebih aman lagi, gunakan kacamata. Sekali lagi, opini saya ya.

Akhir-akhir ini, saya sering menggunakan kacamata saat berkendara. Helm, masker, kacamata. Kalau sedang niat banget, tambah jaket dan sarung tangan. Lengkap. Aman berkendara, semoga aman juga dari COVID19.

Karena berkendara, saya tidak mengalami kacamata terkena hembusan nafas yang naik ke kacamata. Lensa seperti tertutup uap bukan masalah saya. Naik motor membuat itu tidak terjadi.

Postingan ini murni tulisan meracau saya tentang masker, face shield, dan kacamata.

Bagi saya, menggunakan masker tidak sesusah itu. Cuci tangan tidak seribet itu. Saat masuk ke tempat publik, harus dicek suhu juga tidak serumit itu.

Beradaptasi saja dengan hal baru ini. Penggunaan masker, cuci tangan, (kacamata mungkin). 

Zaman sedang susah, jangan sampai dibikin susah karena lalai dengan protokol kesehatan. Lalu, menjadi korban “positif” dari pandemi ini.



Kacamata Polarized Kalibre Sunglasses 80 996257 Review


Saya sedang berada di Sidoarjo dan Surabaya, di mana matahari terasa hanya 1 meter di atas kepala. Agar tidak silau dengan sinar matahari, saya menjadi lebih sering menggunakan kacamata (sunglasses).

Saya punya dua kacamata murah, satunya kacamata 30 ribuan (Rayban Fake) dan kacamata Photocromic 140 ribuan. Tapi itu tidak cukup “kuat” melawan sinar matahari di sini. Rasanya masih kurang nyaman, hanya sekadar memberikan “gelap” di mata. Setelah kacamatanya dilepas, memberikan efek tidak menyenangkan di mata.

Jadilah, saya membeli kacamata baru, Kacamata Polarized Kalibre Sunglasses 80 996257 (Jika serinya salah, saya minta maaf. Saya hanya menduga ini kode seri dari kacamata ini).


Saya diberitahu mbak penjaganya, kacamata Kalibre ini menggunakan lensa polarized. Katanya, kacamata ini jadi bisa dipakai saat malam hari. 

Tertarik mencoba, saya lalu membeli kacamata tersebut.

Kalau dari saya sendiri, ini pengalaman yang saya rasakan:

- Sunglasses anti UV: Lensanya menggelapkan. Mata dibuat lebih rileks, tidak terlalu silau dengan sinar matahari. Dan sinar matahari yang masuk terasa tidak menusuk ke mata.

Di kacamata Rayban fake 30 ribuan saya, lensanya menggelapkan, tapi mata tetap terasa seperti ditusuk sinar matahari. Ini perbedaan besarnya.

- Clarity (ketajaman): Semua jadi terasa lebih tajam. Warna lebih contrast, lebih kuat dan keluar lagi warnanya. Walaupun warnanya menjadi lebih kuat dan lebih terasa “shadow”nya, rasanya masih terasa lembut di mata.

- Bahan ringat dan kuat:  Secara bahan hampir sama dengan kacamata Rayban fake, tentunya kacamata ini lebih premium. Terasa lebih kuat, ringan, tidak mudah kotor, dan gampang dibersihkan.







Harganya 299 ribu, isinya ada case, pembersih dan bungkus yang menyelimuti kacamatanya. Casenya lumayan besar dengan resleting untuk membukanya.


Berikut perbedaan kacamata Kalibre sunglasses (299 ribu) dengan kacamata Rayban Fake 30 ribu dan kacamata photocromic 140 ribuan:



Warna kacamata Kalibre Sunglasses agak seperti hijau army.






Jadi, bisa dibilang harganya layak dan pantas. Karena memang memberikan kenyamanan lebih selama penggunaan. Sinar matahari bisa direduksi dengan baik, ada anti UV, polarized, bahan ringan dan kuat, dan bisa digunakan saat malam hari. Recommended.





DEWA 19 - Elang (Chord Gitar dan Lirik Lagu)



DEWA 19 - Elang (Chord Gitar dan Lirik Lagu)


Am    F               G

Aku ingin terbang tinggi    

     Em

Seperti elang

Am   F         G

Melewati siang malam    

     Em

Menembus awan


*)

Am         F              G

Ini tanganku untuk kau genggam        

        Em             Am

Ini tubuhku untuk kau peluk        

        F              G

Ini bibirku untuk kau cium

         Em                 Am

Tapi tak bisa kau miliki... aku


  Reff :

  Am            Dm      F       Em

  Tak usah kau terus tangisi kepergianku

  Am        Dm        F

  Air mata takkan memanggilku

      Em

  Untuk kembali...


Am    F            G          Em

Aku adalah mimpi-mimpi sedang melintasi

Am     F              G          Em

Sang perawan yang bermain dengan perasaan


Kembali ke: *)

Kembali ke: Reff 


int: A5  B5  C5 F#5  (4x)


Kembali ke *)

Kembali ke: Reff




Dewa - Dua Sejoli (Chord Gitar dan Lirik Lagu)



Dewa - Dua Sejoli (Chord Gitar dan Lirik Lagu)

INTRO: Am Em F C (2x)


V1:


Am   Em

Usap air matamu

     F                C

Yang Menetas di Pipimu

Am   Em

Ku pastikan Semuanya

 F                 C

Akan baik-baik saja


Dm       Am

Bila kau Terus pandangi

 F                     C

Langit tinggi di angkasa 

Dm       Am

Tak kan ada habisnya

 F                   Fm

S'gala hasrat di dunia



Chorus:

  

  C                  Em

Hawa tercipta di dunia

   Gm                 Dm7

Untuk menemani sang adam

  C               Em

Begitu juga dirimu

  Gm              Dm7

Tercipta tuk temani aku



AM  EM  F  C (2x)



AM       Em

renungkan sejenak

     F              C

arti hadirku di sini

AM         Em

jangan pernah ingkari

     F              C

dirimu adalah wanita

Dm          Am

harusnya dirimu menjadi

     F              C

perhiasan sangkar maduku

Dm          Am

walaupun kadang diriku

     F              Fm

bertekuk lutut di hadapmu


Chorus:


  C                  Em

Hawa tercipta di dunia

   Gm                 Dm7

Untuk menemani sang adam

  C               Em

Begitu juga dirimu

  Gm              Dm7

Tercipta tuk temani aku


Interlude


Dm          Am

harusnya dirimu menjadi

     F              C

perhiasan sangkar maduku

Dm          Am

walaupun kadang diriku

     F              Fm

bertekuk lutut di hadapmu


  C                  Em

Hawa tercipta di dunia

   Gm                 Dm7

Untuk menemani sang adam

  C               Em

Begitu juga dirimu

  Gm              Dm7

Tercipta tuk temani aku


  C                  Em

Hawa tercipta di dunia (hawa tercipta di dunia)

   Gm                 Dm7

Untuk menemani sang adam (untuk menemani sang adam)

  C               Em

Begitu juga dirimu (begitu juga dirimu)

  Gm              Dm7

Tercipta tuk temani aku


  C                  Em

Hawa tercipta di dunia (hawa tercipta di dunia)

   Gm                 Dm7

Untuk menemani sang adam (untuk menemani sang adam)

  C               Em

Begitu juga dirimu (begitu juga dirimu....)

  Gm              Dm7

Tercipta tuk temani aku



Am         Em

Bukalah pintu jiwamu

     F                C

dengar bisikan sanubari

Am      Em

semua adalah isyarat 

F                     C

isyarat dari sang pencipta 



Siapkah Indonesia Dengan Kebebasan Berpendapat?

Siapkah Indonesia Dengan Kebebasan Berpendapat?



https://www.canva.com/join/admission-launching-antiques


Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat. Tapi, apakah warga Indonesia sudah melaksanakan hal itu? Benarkah orang Indonesia bebas berpendapat


Jika orang Indonesia bebas menyampaikan opininya, berarti semua opini apapun itu diperbolehkan. Mau itu opini baik atau buruk. Mau yang disetujui semua orang, sampai yang memancing emosi beberapa orang.


Saya akan ambil contoh paling sederhana. Ariel NOAH, misalnya. Saya juga tidak tahu kenapa memilih artis ini. Namanya tiba-tiba yang muncul di kepala saya.


Pendapat satu: Ariel NOAH itu suaranya bagus sekali. 


Pendapat dua: Ariel NOAH itu suaranya biasa saja.


Pendapat tiga: Ariel NOAH itu cuma modal tampang. Sebenarnya, saya ingin menggunakan kata-kata yang lebih menohok, tapi takutnya ada yang tersinggung dan demo di depan rumah saya.


Sudah tersedia 3 pendapat yang berbeda. Memuji, tidak memuji, dan terakhir, menghina. Kalau kita memang diberikan tempat untuk berpendapat, semua pendapat di atas tadi seharusnya diperbolehkan.


Namun, bahkan di tulisan ini pun, saya sebagai penulis mengakui bahwa saya tidak bisa berpendapat “sebebas” itu.


Takut diprotes, takut diserang, takut dibobol akun media sosialnya.


Padahal, saya hanya beropini. Berpendapat tentang suatu hal. Sewajarnya, diterima dan dihargai pendapatnya. Tapi, kalau pendapat itu dianggap tidak sesuai dengan ekspektasi seseorang, pendapat tersebut dipandang sebagai menyinggung. Menghina. Merendahkan. 


Siapkah Indonesia dengan kebebasan berpendapat?


Sepertinya belum.


Mungkin, kita akan selalu terbatasi dengan norma dan aturan tata krama yang sudah ada.


Lalu, kalau yang ada yang berpendapat yang sangat out of the box, seperti “Corona itu cuma konspirasi belaka”.


Apakah diperbolehkan? 


Silakan. Boleh-boleh saja,


Sama seperti ibadah shalat 5 waktu. Sudah jelas wajibnya, toh yang benar-benar melaksanakan, ternyata tidak semuanya.



Everyday Carry July 2020



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tulisan sebelumnya, bisa dilihat di postingan ini.

Kembali lagi membahas tentang everyday carry (EDC). Sekarang, saya akan mereview barang tambahan yang biasanya saya bawa.

Tambahan yang jelas, tentunya ada masker dan hand sanitizer

Ada jam tangan Casio, saya sudah tidak memakai lagi jam Mi Band 3. Tapi saya sendiri kurang paham tipe Casionya, karena ini pemberian dari Sekolah sebagai hadiah perpisahan.

Ada senter Olight i3e.


Senter kecil yang bisa digabungkan bersama gantungan kunci. Tidak memenuhi kantong. Baterai AAA kalau tidak salah. Lumayan terang. Menurut saya, lebih terang dari senter handphone.

Barang terakhir, yang cukup unik, tang multi tool.

Nemu aja di Mr. DIY.



Tangnya bisa dilipat menjadi kecil dan ringkas.

Di bagian badannya, tersembunyi tool seperti obeng bintang, obeng flat, pisau kecil, pembuka botol, senter kecil, dan gergaji.

Kualitasnya jelas tidak sebagus tool dengan ukuran yang lebih besar. Tapi lumayan bagi yang butuh tool dengan ukuran kecil.

My EDC (update, July 2020):
Masker
Hand sanitizer
Handphone
Dompet Kiowa
Money Clip Batman
Pocket knife Kershaw
Sunglasses Rayban KW 
Olight i3e
Tang Multi Tool

Tidak semuanya selalu saya bawa. Tapi, ini yang saya miliki sekarang.

Semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Video lama:



[English]

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Previous posts, can be seen in this post.


Back again discussing about everyday carry (EDC). Now, I will review the additional items that I usually carry.


A clear addition, of course, there are masks and hand sanitizers.


There is a Casio, I no longer use the Mi Band. But I do not understand the Casion type, because this is a gift from the School as a farewell gift.


There is an Olight i3e flashlight.



There is an Olight i3e flashlight.


A small flashlight that can be combined with a key ring. Does not too big for my pocket. AAA batteries if I'm not mistaken. Pretty bright. In my opinion, brighter than a mobile flashlight.


The last item, which is quite unique, is the multi tool pliers.

Just find it in Mr. DIY.




It can be folded into small and compact.


In the body, it has hidden tools such as a star screwdriver, flat screwdriver, small knife, bottle opener, small flashlight, and saw.


The quality is clearly not as good as the tool with a larger size. But not bad for those who need a tool with a small size.


My EDC (updated, July 2020):

Face mask

Hand sanitizer

Cellphone

Kiowa wallet

Money Clip Batman

Kershaw's pocket knife

Sunglasses Rayban Fake

Olight i3e

Pliers Multi Tool


I don't always carry everything. But, this is what I have now.


May be useful. That is all and thank you.


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.




munggah