3 Minutes Review of Geoff Max (Dalton Off White STZ - Mike Milford)


Setelah kemarin mereview Yoga Arizona Seriesnya NAH PROJECT, sekarang saya mencoba mereview sepatu asal Bandung, Sneakers dari GEOFF MAX DALTON OFF WHITE STZ.

Shoes Material:

Upper : Canvas
Heeltab : Canvas
Bumper : Rubber
Sole : Rubber
Insole : Jersey Foam
Construction : Vulcanize

Harga 420 ribu

https://geoff-max.com/






- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com


Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

Cara Agar Channel YOUTUBE Bisa Berkembang



Saya lagi bikin rencana agar channel YOUTUBE Sekolah Alam Bambu Item bisa berkembang.

Jadi gini, saya salah satu admin channel youtube Sekolah Alam Bambu Item, dan agar bisa bertahan di youtube: Saya harus berinovasi, tau apa yang lagi ngetren, dan sering-sering upload.


Saya biasanya upload video dokumentasi ke youtube sekolah, semacam film documenter. Biar nggak monoton itu documenter terus, saya harus berkembang. Saya perlu “banyak orang” untuk bikin beberapa segmen baru

Saya ambil beberapa siswa yang punya potensi, terus saya latih biar bisa jadi “pembawa acara” yang bagus di segmen barunya.

Channel youtube sekolah alam bambu item, pasti kan temanya edukasi. Jadi segmen baru yang cocok pertama itu Tutorial.

Terus saya analisa sekarang lagi ngetren video ngobrol bahas sesuatu secara detail, secara mendalam.

Saya juga liat ada video room tour, atau gerebek rumah itu laku, coba formula sama, tapi diganti tentang sekolah. Saya mau coba school tour. Bahas detail sekolah alam bambu item, dari saung kelas, perpustakaan, dan lain-lain.

Karena ini youtube, inovasi itu hukumnya wajib, makanya akan bikin film pendek juga.

Dan yang terakhir, sering upload. 

Youtuber yang "itu" bisa seterkenal sekarang, bisa banyak viewers, banyak subcribers karen mereka upload video tiap hari. TIAP HARI. Jadi, sering upload bisa jadi patokan.

Sekarang, udah 3 segmen youtube yang udah jadi: Kevin Karya, BS Q & A, sama SABIT Short Films. 

Semoga rencana-rencana ini bisa berhasil.



- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com


Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

PEMBERANI & TANGGUH (short films about never giving up)


Saya lupa kapan tanggalnya, yang jelas harinya itu Jum'at dan saya memulai shooting untuk membuat film pendek PEMBERANI ini. 

Awalnya, film pendek ini bercerita tentang 3 siswa dengan 3 kegiatan yang berbeda. Sepak bola, Memanah, dan Wall Climbing. Tapi, karena ternyata durasi terlalu panjang. Akhirnya, videonya dipisah menjadi dua bagian.

PEMBERANI dan TANGGUH.

PEMBERANI fokus pada Nayif (striker) yang ingin menciptakan gol ke kiper yang sangat jago (Reyner). Bagaimanakah cara Nayif untuk menembus gawang kiper tersebut?

TANGGUH punya metode yang sama. Cuma bedanya, ada Radit (wall climbing) dan Azka (memanah). 

Inti film pendek ini memang ingin berbagi pesan bahwa kita harus berani menyelesaikan suatu tantangan, dengan terus bekerja keras dan pantang menyerah.


Saya bersama Nayif dan Reyner (SD 6 - 2018/2019), shooting ini sekitar 45 menit (sesi pertama) dan 1 jam (sesi kedua). Menggunakan jam pelajaran saya, di saat siswa SD 6 yang lain mengerjakan  soal, kami shooting dengan waktu yang seefektif mungkin.

Saat saya bersama Radit dan Azka (SD 6 - 2018/2019), shooting ini lebih singkat lagi waktunya. Untuk Azka, saya hanya punya waktu tidak sampai 30 menit. 

Yang sulit adalah saat tembakan panahan harus mengarah ke tengah sasaran. Tembakan Azka sudah cukup bagus, tapi buat saya masih kurang tengah, hehe. Jadi, dibantu Coach panahannya agar sesuai dengan keingingan saya.

Sedangkan untuk Radit, dia harus 4 kali menaiki wall climbing agar punya footage yang banyak dan menarik. Tapi ternyata, ada beberapa adegan yang tidak bisa masuk karena Radit, tidak memakai helm saat shooting. Jadi, footagenya lebih sedikit.

Hasilnya, lumayan. Walaupun, saya juga merasa, seharusnya bisa lebih baik. Tapi, untuk awalan, ini buat saya, sudah lebih cukup. Nanti diperbaiki pada kesempatan berikutnya.




Untuk filmnya bisa dicek di video di atas, atau ke sini juga bisa: youtube.com/c/aldypradana17 


- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com


Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

Festival Literasi SABIT 2019 (Sekolah Alam Bambu Item)


Sabtu, 23 Maret 2019, Sekolah Alam Bambu Item (SABIT) mengadakan acara puncak dari Festival Literasi SABIT 2019. Pada hari itu, teman-teman dipersilakan untuk memakai pakaian sesuai dengan buku cerita buatan mereka. Diperbolehkan juga memakai kostum dari film/buku/tokoh kesukaan.

Akhirnya beragam kostum dari pemadam kebakaran, polisi, tentara, kelinci, pejuang, putri, penyihir, dan masih banyak lagi



Acara dimulai jam 8, Miss Semi membuka acara sebagai MC pada hari itu. Lalu, Falhan (SD 4) & Sasa (SD 5) membacakan tilawah dan sari tilawah. Pak Juli, selaku kepala sekolah SABIT, memberikan beberapa kata untuk menyambut para orang tua dan siswa yang telah datang. Dengan resmi, Festival Literasi SABIT 2019 dibuka dengan Pak Juli memotong pita emas yang terbentang di atas panggung.




Untuk membakar semangat, tim perkusi SABIT (Gema Suara Percussion) menggebrak dengan memberikan beberapa lagu. Kali ini tim perkusi diisi dari kombinasi guru dan murid agar memberikan suasana yang berbeda. (Tim perkusi: Khanza, Fina, Azka, Rayyis, Pak Hadi, Bu Maulida, Bu Ifa)

Setelah perkusi, diumumkan pemenang dari lomba yang sudah dilaksanakan. Ada lomba mendongeng, mengeja, dan banyak lagi.


Ini adalah para pemenang dari lomba mendongeng untuk kelas besar (kiri ke kanan: Kenzi, Binar, Rizky)


Teman-teman SABIT maju sesuai dengan urutan, memamerkan buku buatannya. Pada tahun ini, buku bikinan para siswa SABIT bermacam-macam, membahas dari pengalaman pribadi, cerita fiksi, hewan kesukaan, sampai cerita fabel.



(Foto: Sinar dengan kostum dan buku bertema kucing)


Pak Rahman mengisi salah satu sesi pada Festival Literasi kemarin. Pak Rahman menjadi pendongeng, memberikan peran kepada teman-teman SABIT untuk menyuguhkan sandiwara di panggung.




Ada yang jadi petani, tentara, pedagang, dan Raja. Video FULLnya bisa dilihat di YouTube Sekolah Alam Bambu Item.


Selama Festival Literasi SABIT berlangsung, teman-teman SABIT boleh membaca hasil tulisan yang terdapat di reading corner tiap kelas. Contohnya, seperti Nadya dan Nafeeza ini. Mereka membaca buku karya teman-teman SABIT sambil bersantai di reading corner kelas 4.





Tidak hanya teman-teman SABIT, para orang tua pun ikut membaca hasil tulisan para siswa Sekolah Alam Bambu Item. Pada acara kemarin, para fasilitator SABIT membuat reading corner semenarik dan senyaman mungkin agar menjadi tempat yang menyenangkan untuk membaca buku


Reading corner dengan ciri khas masing-masing, tersusun rapi dari TK, SD 1-5 di dekat saung kelas SD. Menjadi tempat terpajangnya buku-buku teman SABIT, juga menjadi spot yang enak untuk membaca.



Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar. Semua berkat kerja sama kita semua. Dari para fasilitator SABIT, orang tua murid, dan teman-teman SABIT.



Acara Festival Literasi memang sudah selesai, tetapi semangat membaca harus tetap membara. Terus membaca buku, terus menulis cerita. Sampai jumpa di Festival Literasi berikutnya.



Tulisan di atas adalah tulisan saya, yang menjadi 9 postingan secara terpisah di instagram @sekolahalambambuitem




- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com


Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

3 Minutes Review of NAH PROJECT (Yoga Flexnit V2.0 Carbon Black)


3 Minutes Review adalah segmen dimana saya berpendapat tentang film yang saya tonton di bioskop.

Tapi kali ini, saya mencoba mereview sepatu asal Bandung, Sneakers dari NAH PROJECT (Yoga Flexnit V2.0 Carbon Black).

Berikut adalah deskripsi yang saya ambil dari websitenya, nahproject.com

Sepatu hasil kolaborasi NAH Project dan Yoga Arizona yang menggunakan teknologi FlexKnit, sistem double yang knit yang lentur di bagian depan yang memiliki banyak mobilitas namun tekstur meng-grip kuat di bagian ankle, dan telah dilengkapi dengan Autofoam Performance Insole untuk meningkatkan kenyamanan dan durabilitas.

Spesifikasi Sepatu:

• Upper: NAH Project FlexKnit Technology v2.0
• Ultra Lightweight (under 260 grams) performance sneakers.
• Sizing: True to Size
• Insole: Autofoam Performance Insole
• Midsole: EVA Foam + Phylon
• Outsole: TPR + Phylon
• Construction: Stroble
• Activity: Daily Beater, Running, Sporty Casual, Performance Sport

Harga 415 ribu

3 Minutes of Movie Review: https://goo.gl/5MLnJe


Subcribe: https://goo.gl/9vzm6a 




- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com

Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

7 Film Terbaik 2018


Sudah awal tahun 2019, saya tau sedikit telat untuk menulis postingan ini, tapi tak apalah. Kali ini, saya membuat 7 Film Terbaik 2018. Dan seperti biasa, saya masih memiliki sesi khusus sendiri membahas adegan terbaik, berantem terkeren, dan masih banyak lagi.
Agar berbeda dengan postingan film terbaik di tahun sebelumnya (2013, 2014, 2015, 2016, 2017), mari kita mulai sesi award versi saya dulu.



Best TV Series: Titans

Honorable mentions: 
- Good Doctor
- The Good Fight
- Brooklyn 99
- Bates Motel
- The End of The F*cking World

Best Scene After Credit: 

Spider-Man: Into The Spider Verse (Spider-Man 2099)     

Honorable mentions: 
- Deadpool 2 Time Travel
- Nick Fury Called Captain Marvel After The Snap
- Venom meets Carnage 
- Teen Titans serious version



Most Favorite Character: Spider-Man Multiverse

Honorable mentions: 
- Thor
- Jack Jack (The Incredibles 2)
- Aquaman
- Mera
- The Operator - Julie Estelle*
- Alma - Dian Sastro*
- Venom
- Peter Quill/Star-Lord

*The Night Comes For Us

Most Awesome Villain: Thanos (Avengers: Infinity War)

Honorable mentions: 
- August Walker - Henry Cavill (MI: Fallout)
- Arian - Iko Uwais*
- SLADE (Teen Titans GO!)
- Killmonger (Black Panther)
- Mahesa (Wiro Sableng)
- Black Manta & King Orm (Aquaman)




Segitu dulu, nanti dilanjutkan lagi setelah kita lompat ke film terbaik versi saya. Masih ada fight of the year, best moment di ujung postingan ini. Tapi, kita tahan dulu, karena sudah waktunya memulai daftar film terbaik versi saya. Sekarang, kita mulai dengan nomor paling bawah, nomor 7.




Avengers: Infinity War




Salah satu film yang sangat ambisius. Ini adalah puncak dari dunia Marvel Cinematic Universe. Setelah melewati phase 1, 2, 3, ini menjadi konflik terakhir sebelum akhirnya bertemu era baru dan mungkin dengan karakter baru.

Yang membuat film ini keren adalah tokoh utama di cerita ini sebenarnya Thanos, dan para Avengers yang menghalanginya. Makanya, kita dapat informasi mendalam mengenai motivasi dan latar belakang Thanos sangat lengkap. 

2019 ini, akan kita lihat konklusi film Avengers ini. Dan pertanyaannya, siapakah superhero yang akan mati?

Spider-Man: Into The Spider-Verse


Sama-sama ambisiusnya dengan film sebelumnya, Spider-Verse menggabungkan semua Spidey dari berbagai macam dunia alternatif. Kita akan melihat Parker dari dunia yang berbeda. Kita melihat Gwen menjadi Spidey. Tambah visual yang komikal dan berhasil dituangkan dalam bentuk film. Benar-benar perpaduan yang baru dan berani dari Sony.

Mission Impossible: Fallout


Lebih besar lagi skala actionnya, lebih esktrim lagi adegan yang dilakukan oleh Tom Cruise. Ini sebenarnya bukan seri terbaik maupun favorit saya, saya masih suka Ghost Protocol dan Rogue Nation. Apalagi ada beberapa adegan yang "mengulang" dari seri sebelumnya. Ya, salah duanya, adegan pembuka dan adegan lari.

Tapi, tidak bisa dipungkiri, Fallout memang layak masuk ke jajaran lima besar. Siapa yang menyangka franchise Mission Impossible bisa sekonsisten ini.

Ready Player One


Film dengan easter egg paling banyak. Kamu bakal ngeliat Batman, Ryu, Chun Li, Iron Giant, Back To The Future, dan masih sangat-sangat banyak lagi. Film yang menyenangkan, dan berhasil menuangkan dunia game VR dengan baik sekali.

Ralph Break The Internet


Semua orang memuji betapa luar biasanya Spider-Verse, tapi Ralph 2 juga seharusnya mendapatkan apresiasi yang sama. Film ini menggambarkan dunia internet dengan mulus. Menjelaskan apa saja yang ada di internet dengan baik, tanpa harus mengajari. 

Mengikuti tren ambisius MCU, dunia Disney digabungkan di sini, terutama bagian princessnya. Bukan cuma itu, insecurity menjadi tokoh penjahat di sini benar-benar jenius. Hampir sama dengan Toy Story 1, dimana tokoh utamanya Woody, tapi penjahat utamanya juga Woody. Rasa cemburu jadi tokoh antagonisnya. Pintar sekali.



Yooo...

Sudah 3/4 jalan, sebelum lanjut ke nomor 2 dan 1, mari kembali ke award versi saya dan film-film lain yang saya catat dan tonton selama 2018 kemarin.





WTF Moment!: 
30 menit pertama yang membosankan (Venom)

Gundam joker vs Gundam batman (Batman Ninja)
Darah yang berlebihan dan tidak perlu (The Night Comes For Us)
- Why so gloomy, Pooh? (Christopher Robin)
- Peter Quill/Star-Lord part (Avengers: Infinity War)



Fight of The Year: 
Joe Taslim vs Iko Uwais (The Night Comes For Us)

Gundam vs mechagodzila (Batman Ninja)
Batman Ninja Family vs Joker and Gotham criminals
- Thanos vs Avengers
T'challa vs Mbaku Hanuman
- Jack Jack vs Raccoon (The Incredibles 2)
- Elastic Girl vs Screenslaver

- Samuel Rizal vs Abdur (Target)
- 2 vs 1 [Toilet Fight] (MI: Fallout)
- Warung Fight (Wiro Sableng)
- Wiro vs Mahesa

- Final Fight (Ralph Break The Internet)
- Opening fight [house scene] (Aquaman)
- Aquaman Submarine Fight
- Aquaman vs Black Manta

BEST MOMENT:
"You should aim for the head." 
Then, he snapped his finger (Avengers: Infinity War)

[Ready Player One] The shining scene, All of the easter eggs.
The acting of James Franco (The Disaster Artist)
[Infinity War] Storm breaker, happy ending for Thanos, I don't wanna die, Mr. Stark.

Remove the bullet scene (Game Night)
- [Deadpool] Opening James Bond Parody, Baby leg, X men cameo
Opening Searching
[Ralph Break The Internet] Comment section, Internet reference, Princessess scene, Disney characters cameo

- [Aquaman] Kingdom of trench, First 20 minutes of the movie, The scenery of the sea
- [Spider-Verse] The introduction of all, Peter Parker Opening scene, The Leap of Faith
- The Greatest Showman songs
- [MI: Fallout] The twist, running scene




Great movies, but didn't make it to the best seven (score 85):

Vertigo (1958), Black Panther, Deadpool 2, The Commuter, Maze Runner: Death Cure, Incredibles 2, Ferdinand.


Good movies (score 80):

A Cure for Wellness (2016), A Family Man (2017), Tomb Raider (2018), Game Night, Teen Titans GO!, Hotel Transylvania 3, The Night Comes For Us, The Greatest Showman, The Disaster Artist.

Surprisingly good (75):

Belko Experiment (2017), Target, Batman Ninja, Unbreakable (2000), Ant Man 2, Pengabdi Setan, Johny English 3, Death Wish, Apostle, Final Score, Bumblebee, Wiro Sableng, Christopher Robin, Crazy Rish Asian.



Not really good, but still watchable (70):

Tag, Mile 22, Bumblebee, Milly Mamet, A Simple Favor, Venom, Bohemian Rhapsody.

Surprisingly bad (65):

Rampage, Ocean 8, Han Solo, Pacific Rim 2, Skycrapper, Benyamin Biang Kerok, Detective Conan 2018. 






Oke, itu sudah semua award ala-ala versi saya.




Mari kita lihat ke nomor 2.


Kalo melihat dari award di atas, pasti udah ketahuan filmnya apa. 






Aquaman


Ambisius menjadi tema film pada tahun 2018.

Ada film dengan superhero terbanyak, ada film dengan menggabungkan jenis Spider-Man yang ada, dan ada ini, Aquaman, film yang punya universe cantik banget.

Dari pemandangan dalam laut, padang pasir bernuansa Indiana Jones, pergerakan rambut saat di dalam air yang halus dan realistik, dan sejarah atlantis yang tertuang rapi di jalinan ceritanya.

Porsi aksi yang tepat, tau kapan untuk memberikan adegan aksi, tau kapan untuk memberikan drama. Buat saya, itu syarat penting untuk superhero movie.

Setelah Wonder Woman, DCEU tertolong dengan Aquaman. Filmnya laku dan berkualitas. Semoga film berikutnya DCEU mengikuti arah yang tepat seperti Aquaman.










Dan akhirnya,







Kita tiba di puncak,










Film terbaik 2018 menurut saya,









adalah .....











Searching


Yang membuat saya suka banget film ini adalah storytellingnya.

Saya tidak pernah menyangka, kita bisa membuat film dengan cara bercerita: 

Dari sudut pandang layar laptop, layar CCTV, bahkan layar chat.

Ini benar-benar menarik sekali. Seluruh adegan diperlihatkan dari sudut pandang kamera laptop. Membuka folder, menghapus file, semuanya. Layar bioskop penuh dengan tampilan laptop seperti saat kita sedang memainkan laptop pada umumnya.

Selain itu, cerita yang rapi dan twist yang berlapis-lapis menambah kuat film ini.

Searching merupakan film detektif yang mencari siapa tersangka utama suatu kejahatan. Detektifnya diperankan oleh sang ayah, dan korbannya, anaknya. Tebak menebak siapa tersangkanya jadi suguhan penting di film ini. Buat yang suka film bertema detektif atau misteri, ini sangat direkomendasikan.





- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com


Kumpulan postingan, label, kategori bisa dilihat di sini





munggah