Formula Paling Tepat Untuk Berbisnis | Garyvee (Text Experience)

Tidak semua orang mencari uang dari berjualan.

Saya dulu termasuk salah satunya. Saya dulu adalah tipe orang yang digaji tiap bulan.  Jadi, saat saya harus berjualan, saya harus mengubah banyak mindset saya.

Itu kenapa ketika melihat video Garyvee ini, terutama pada sesi pertanyaan menit ke 6, detik 20, saya paham harus mempersiapkan banyak hal untuk berbisnis.

Di video itu, salah satu orang menjelaskan tentang kondisinya.

"Saya sudah melihat video Anda."

Anda berkata, "Ini bukan tentang apa yang kita lakukan dari jam 9 sampai 5. Ini tentang apa yang kita lakukan dari jam 5 sampai 9. Saya mengaguminya."

“Kalimat kecil itu membuatku naik level sangat jauh. Saya telah mengembangkan hal-hal luar biasa dari situ. Tapi, saya tidak bisa bersabar. Kesabaran ini membunuh saya secara perlahan.”

Garyvee menjawab, "Bro, izinkan saya memberi tahu Anda mengapa ini rumit."

Saya baru menyadarinya baru-baru ini.

“Oh, benar! Saya mengatakan banyak hal. Saya tidak menyadari Anda harus melakukan semuanya. "

Anda mungkin pandai di bagian kerja keras.

Anda mungkin pandai memahami orang.

Anda mungkin pandai memberi.

Anda mungkin pandai mengurusi orang.

Tetapi, jika Anda buruk dalam kesabaran, semuanya akan gagal.

Jika Anda hebat dalam kesabaran, tetapi Anda tidak memiliki etos kerja, itu akan gagal.

Jika Anda hebat dalam kesabaran dan etos kerja, tetapi Anda memperlakukan orang dengan buruk, itu akan gagal.

Inilah mengapa “bisnis” menantang. Anda perlu melakukan semuanya.

Ketika saya mendengar kalimat terakhir, saya cukup terhentak. Bisa bayangkan itu? Anda perlu melakukan semuanya. Anda saat memasuki dunia bisnis harus melakukan tidak cuma satu, atau dua, tapi semuanya:

Kerja keras.

Memahami dan mengurusi orang (karyawan & pembeli).
Memberi (memberi peraturan yang baik untuk karyawan, memberi gaji yang sesuai, memberi value kepada pembeli, dll).
Dan tentunya, Sabar.

Saya paham, kita harus melakukan semuanya agar bisnis berjalan dengan baik dan lancar. Itulah mengapa bisnis itu spesial. 

Dan, bagi orang yang baru belajar bisnis seperti saya ini, saya harus siap melakukan semua hal yang tertulis di atas. Karena itu adalah formula paling tepat untuk berbisnis.


Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Selasa = Musik Keren atau Movie
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen
Minggu = Sneakers

Follow my blog: aldypradana.com


- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

Versi di atas beberapa diubah kata-katanya aga lebih mudah dicerna.

Berikut adalah versi aslinya - [English Version]

Someone asked, “I’ve seen videos of you.”

You say, “It’s not about what you do from 9 to 5. It’s about what we do from 5 to 9. I admire that.”

“That little sentence has got me really far. I’ve developed amazing things from that. But, the patience thing is killing me.”

Garyvee asnwers, “Bro, let me tell you why I’m tricky.”

I just realized this very recently.

“Oh, right! I say a lot of things. I didn’t realize you had to do all of them.”

You might be good at the hustle part.

You might be good at understanding people.

You might be good at giving.

You might be good at taking care of people.

But, if you're bad at patience, the whole thing falls.

If you’re great at patience, but you don’t have the work ethic, it falls.

If you’re great at patience and the work ethic, but you treat people bad, it falls.

This is why it’s challenging.

You need to do all of them.


Anda Tidak Bisa Membuka Bisnis Dengan Mental Karyawan | GaryVee (Text Experience)


Saya ada satu video dari Garyvee yang terus saya ulang-ulang.

Video itu punya banyak kalimat yang menampar saya. Mungkin, akan saya pecah ke beberapa postingan. Supaya tiap satu postingan bisa fokus ke satu tema pembicaraan.

Dan pada postingan ini, temanya seputar dengan orang yang hendak memulai bisnis, tapi mental karyawan masih menguasai diri. (Dari menit ke 10, detik 44)

Semua dimulai dari seseorang yang datang ke presentasi Garyvee dan bertanya,

“Saya punya masalah.”

“Seperti, jika saya tidak punya rencana, katakanlah saya ingin pergi ke Everest. Jika saya tidak memiliki peta, maka saya tidak bisa pergi ke atas. "

“Itu sebabnya saya membutuhkan terlalu banyak waktu untuk merencanakan sesuatu. Apa saran Anda? ”

Berikut adalah jawaban dari Garyvee: Inilah mengapa banyak orang bukan pengusaha.

Kerangka kerja Anda adalah eksekutif nomor empat yang luar biasa.

Saya ingin Anda bekerja untuk saya.

Kemungkinannya kecil bagi Anda, untuk membangun sesuatu yang sukses, dengan begitu banyak ketakutan di kepala Anda.

Mulailah berlatih melakukan sesuatu tanpa “peta”.

Atau letakkan “petanya” dan ikuti orang lain.

Dengarkan saya.

Tidak ada yang salah dengan mengikuti orang lain.

Tidak ada salahnya menjadi nomor dua, tiga, empat. Generasi ini berkata, bahwa setiap orang harus menjadi pendiri, CEO, dan wirausaha. Itu menggelikan.

Sama seperti 20 tahun lalu, ketika setiap orang harus pergi ke perguruan tinggi. Itu menggelikan.

Tidak semua orang harus seperti itu.

Jadi, jika Anda sangat menginginkannya secara ideologis, Anda harus mulai pergi ke hutan tanpa peta. Anda harus mencobanya.

Jika Anda tidak mampu melakukannya, maka Anda harus mundur selangkah dan berkata, “Saya akan mengikuti orang lain.”

***

Banyak kalimat yang menampar saya.

Saya yang baru belajar berjualan ini, sempat berpikir bahwa saya harus punya mentor. 

Tapi kini saya sadar, saya seharusnya siap belajar sendiri. 

Siap membuat keputusan: benar atau salah. Siap menghadapi apapun yang terjadi. Dengan rencana matang yang disiapkan berhari-hari atau keputusan cepat yang saya ambil dalam hitungan detik.

Sekian dari saya. Semoga tulisan ini bermanfaat.



Akan saya tutup dengan mempromosikan jualan online saya, Arsenio Store ID. Tempat menjual Apparel seperti Sweater, Hoodie, dan Celana yang simple dan minimalis. Cocok untuk traveling dan nongkrong. 

Untuk melihat produknya, bisa kunjungi Instagramnya, di @arsenio.store.id, dan Tokopedianya, Arsenio Apparel Store.

Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store



- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture


Versi di atas beberapa diubah kata-katanya agar lebih mudah dicerna.

Berikut adalah versi aslinya - [English Version]

Someone has a questions:

“I have a problem which is like if I don’t have a plan, let’s say if I want to go to Everest. If I don’t have a map, I cannot go to the top.”

“That’s why I take too much time to plan my thing. What do you advice?”

This is why a lot of people are not entrepreneurs.

Your framework is an incredible, number four executive.

I need you to work for me.

It’s unlikely that you’ll build anything successful with that much fear of the unknown.

Start practicing on doing things without a map.

Or put the map down and go follow somebody else.

Listen to me.

There is nothing wrong with following somebody else.

There is nothing wrong with being a number two, three, four. This whole generation that everybody has to be a founder and CEO and entrepreneur is ludicrous. 

In the same way that everybody should have been good and went to college, 20 years ago. It’s ludicrous.

So, if you want it so bad ideologically, you got to start going into the forest without a map. You got to try.

If you’re incapable, you’re going to have to take a step back and say I’m gonna follow somebody else.


Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Selasa = Musik Keren atau Movie
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen
Minggu = Sneakers

Follow my blog: aldypradana.com

- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

Podcast & Audio Ditakdirkan Untuk Menang | GaryVee (Text Experience)

Saya pernah membuat postingan blog tentang Podcast. Lalu, saya menemukan artikel dari GaryVee berjudul The Rise of Audio & Voice. Dan ini postingan 3 tahun lalu. Terbukti di tahun 2020 ini. 

Makanya, saya mencoba translate ke Bahasa Indonesia. Ini sebagai catatan saya sendiri, dan semoga bermanfaat untuk semuanya.

***

Ini adalah topik besar yang ada di benak saya selama 12-24 bulan terakhir.

Kita kembali ke nasihat yang selalu saya berikan kepada komunitas saya, yaitu memperhatikan apa yang saya lakukan, bukan apa yang saya katakan. 

Podcast dan kebangkitan suara Alexa ada di sini hari ini. Selama 24-36 bulan terakhir, merek, dan individu sama-sama serius tentang audio.

“The ones who act early and provide real value are destined to succeed.”

Dengan nilai kecepatan yang terus meningkat, saya mulai melihat konsumen mengganti hiburan (musik) dengan informasi (podcast). 


Buktinya ada dalam perilaku. Alasan orang mengonsumsi lebih banyak konten daripada sebelumnya adalah karena alat konsumsi sekarang portabel dan kita semua memanfaatkan setiap detiknya.


Walkman telah ada selama bertahun-tahun dan musik telah portabel selama 35+. Yang lama selalu menjadi baru lagi. Sesederhana itu. 


Podcast dan audio hari ini adalah AM / FM kemarin dan radio drive time. Satu-satunya hal yang berubah adalah platformnya. 


Hari ini kita memiliki Soundcloud, Spotify, iTunes, iHeart Radio, dan lusinan pesaing lainnya yang bersaing untuk mendapatkan perhatian Anda.


Lebih banyak orang berusia 16-30 tahun, mendengarkan podcast daripada musik selama perjalanan. Karena ini menghemat waktu mereka. 


Kita sekarang mengonsumsi banyak media sekaligus, podcast & audio ditakdirkan untuk menang. Kita bisa melakukan banyak hal dengan mendengar suatu konten. 


Dengan video, Anda tidak dapat melakukan keduanya. Diperlukan semua perhatian Anda untuk mengonsumsi konten video begitu konten dimulai.


Menurut Anda mengapa saya melakukan banyak podcast?


Apakah saya benar-benar berpikir bahwa acara audio saya akan memiliki lebih dari satu juta pendengar?


Tidak.


Apakah menurut saya podcast akan berdampak kuat pada hidup saya dalam 1-6 bulan ke depan?


Juga tidak. 


Tapi, apakah saya pikir akan ada 12 orang yang mendengarkan podcast saya, yang tidak tahu apa-apa tentang saya, akan menjadi penggemar dan menyukai apa yang saya lakukan?


Itu baru benar.


Ingat saja, audio dan suara sejauh ini merupakan antarmuka paling alami bagi manusia untuk berinteraksi. Kita senang berbicara dan mendengarkan. Ada kira-kira 1,5x lebih banyak audio yang dikonsumsi daripada video, menurut statistik Nielsen tentang streaming pada 2016. 


Ini BESAR. 


Jika Anda sedang bersuara, sekaranglah waktunya. 


Mulailah membuat hari ini. 


Mulai podcast, rekam percakapan telepon Anda dengan teman-teman, atau hubungi kerabat Anda dan adakan acara bincang-bincang.


Sebelum AR (augmented reality), VR (virtual reality), dan AI (artificial intelligence), format audio akan menjadi peralihan platform utama berikutnya. 


Itu ada di sini hari ini! 


Apa yang akan kamu lakukan?



Link asli: https://www.garyvaynerchuk.com/rise-audio-voice/



Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Selasa = Musik Keren atau Movie
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen
Minggu = Sneakers

Follow my blog: aldypradana.com

- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

Kenapa Menjadi Orang Baik Adalah Ide Bagus di Dunia Bisnis? | GaryVee (Text Experience)


Saya ingin warisan saya menjadi sesuatu yang disebut The Honey Empire (Kerajaan Madu).


Ambisi besar saya dalam hidup adalah membeli The New York Jets yang artinya, saya harus menjadi multi-miliuner.


Jika saya dapat membangun kekayaan bersih multi-miliar dolar dengan menjadi manusia yang baik, dan mengajari generasi mendatang bahwa Anda dapat mencapai semua keinginan finansial yang Anda miliki dengan bersikap baik, itu akan menjadi warisan yang jauh lebih besar daripada saya membeli The New York Jets.


Saya sangat terpengaruh oleh dua hal.


Nomor 1, Sasha Vaynerchuk.


Ayah saya berusia 22 tahun ketika dia datang ke Amerika. Dia dibesarkan di Uni Soviet. Ini bukan tempat yang bagus. Saya benci ketika orang membandingkan Amerika dengan apapun tentang tempatmu.


Dan ayah saya dilatih seperti itu. Dia memperlakukan karyawannya seperti mereka adalah musuh. Jadi, saya masuk ke bisnis keluarga di mana 11 karyawannya membenci ayah saya.


Saya sangat dekat dengan itu dengan DNA saya sendiri, yang menjadikan saya orang yang berbeda dengan beliau. Saya suka disukai.


Nomor 2, saya besar di Silicon Valley.


Era 2.0 dimana semua orang mengidolakan Steve Jobs.


Narasi tentang Steve Jobs adalah dia orang yang “tangguh”. Saya melihat banyak orang manufaktur bersikap kejam kepada karyawan mereka karena mereka mengira mereka adalah Steve Jobs.


Jadi, menurut saya penting untuk memberikan nilai lebih pada sesuatu yang baik.


Itulah mengapa saya ingin membangun sebuah kerajaan. Kerajaan madu.


***


Alasan saya dapat meningkatkan bisnis monster adalah karena saya lebih peduli pada orang-orang saya daripada mereka peduli pada saya.


Saya harus.


Saya tertawa ketika teman saya memberi tahu saya, "Bagaimana Anda membuat karyawan Anda bekerja sekeras Anda?"


Anda tidak bisa.


Cara Anda membuat mereka bekerja sekeras Anda adalah dengan memberi mereka nilai ekonomi yang sama dengan Anda. Tapi, bukan itu yang ingin dilakukan sebagian besar pemilik.


Saya hanya peduli apa yang diinginkan karyawan saya dalam hidup mereka. Jika mereka menginginkan uang, bagus. Saya akan memberi mereka itu. Jika mereka menginginkan keseimbangan kehidupan kerja, bagus. Saya akan memberi mereka itu.


Saya mencoba untuk mencari tahu apa yang mereka pedulikan setiap hari.


Sally yang berusia 23 tahun baru saja pindah dari Alabama untuk berada di kota besar, di New York. Dia akan menjadi wanita yang berbeda dalam 6 tahun dan pada saat itu, dia akan menginginkan hal yang berbeda.


Begitulah cara saya berpikir tentang The Honey Empire (Kerajaan Madu).




- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 




Why Being A Good Human Being is A Good Idea #GaryVee (Text Experience)


0:00


I want my legacy to be something called The Honey Empire.


My great ambition in life is to buy The New York Jets which mean, I’ll have to become multi-billionaire. 


If I can build a multi-billion dollar net worth on the back of being a good human, and teaching the future generations that you can achieve all the financial wants you have by being nice, and being honey over vinegar, that far greater legacy than me buying  The New York Jets.


I was very affected by two major things. 


Number 1, Sasha Vaynerchuk. 


My dad was 22 years old when he came to America. He grew up in Soviet Union. It’s not a good place. I hate when people compare America to anything about it. 


And my dad got trained that way. He treated his employees like they were the enemy. So, I came into a family business where the 11 employees hated my dad. 


I was visceral to that with my own DNA, I like being liked.


Number 2, I grew up in Silicon Valley.


That era of 2.0 when everybody idolize Steve Jobs.


The narrative on Steve Jobs was he got a lot out people, but he was tough. I watched a lot of people manufacturing being mean to their employees because they thought they were Steve Jobs.


So, I think it’s important to bring more value to something that’s good.


That’s why I want to build an empire. Honey empire.


***


3:38


So, yes I do think the reason I’m able to scale monster businesses is because I give a s*** about my people more than they care about me.


I should. 


I laugh when my friends tell me, “How do you get your employees to work as hard as you?”


You don’t.


The way you get them to work as hard as you is you give them equal economics to you. Which is not what most owners want to do.


I only cares what my employees want in their lives. If they want money, great. I give them that. If they want work life balance, great. I give them that.


I try to figure out what they care about every day because it changes 23 year old Sally who just moved from Alabama to be in the big city, in New York. She is gonna be a different woman in 6 years and she’s gonna want different stuff. 


That’s how I think about The Honey Empire.



Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin & Selasa = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen
Minggu = Sneakers

Follow my blog: aldypradana.com
Instagram: @aldy_pradana17
FB Page: Aldy Pradana

Youtube: Aldy Pradana 
https://www.tokopedia.com/arseniosneakers (tempat menjual sneakers murah)

3 Hal Tentang Media Sosial Yang Akan Berdampak Pada Bisnismu | GaryVee (Text Experience)



Saya termasuk orang yang mengikuti GaryVee di social media. Saya banyak sekali belajar dari dia. Sekalian mencatat & membagikan ilmunya, saya ingin mengubah salah satu videonya menjadi bentuk teks. Video/Audio menjadi teks (tulisan). Makanya, postingan ini saya sebut sebagai GaryVee (Text Experience) | Bahasa Indonesia & English


(Ada perubahan teks dalam Bahasa Indonesia agar lebih mudah dimengerti)


Ini adalah part 3 (part terakhir).




3 Hal Tentang Media Sosial Yang Akan Berdampak Pada Bisnismu


1


Saya pikir Anda perlu melakukan hal yang paling Anda sukai.


Kecuali Anda benar-benar menyukai apa yang Anda lakukan, akan ada orang lain yang lebih menyukainya dan orang tersebut dapat melampauimu.


Sepertinya tidak masuk akal 7 tahun lalu untuk memulai podcast tentang Pokemon. Tetapi jika Anda tetap konsisten, menyukai hal tersebut. dan pasti Anda akan menjadi ahli dalam hal Pokemon (karena melakukannya terus menerus). Mungkin sekarang, podcast itu bisa menghasilkan 500.000 dolar setahun dalam periklanan.


Sepertinya tidak benar. Sepertinya tidak masuk akal.


Tapi saya benar-benar percaya internet akan menjadi seperti itu ke depannya.


Semangat terhadap apa yang kamu sukai & komitmen lama harus dilakukan dan ditetapkan.


2


Media sosial mengekspos kita. Itu tidak mengubah kita.


Orang-orang memberi tahu Anda bahwa media sosial itu negatif, mereka tidak sadar bahwa mereka sudah berada di tempat negatif sebelumnya. Mereka sudah merasa tidak aman (insecure) sebelum media sosial hadir di kehidupan kita.


Setiap orang menyalahkan media sosial karena membuat kita buruk. Padahal, Facebook tidak memaksa Anda untuk menulis apa pun. Kamu sendiri yang menuliskannya. 


Instagram tidak membuat Anda merasa tidak aman (insecure). Hal lain yang terjadi pada diri Anda sebelumnya, yang sebenarnya membuat Anda merasa tidak aman (insecure).


Media sosial mengekspos kita. Sama sekali tidak mengubah kita.


3


Orang tidak sabar.


Orang takut kehilangan 3-4 tahun hidup mereka. Terutama, para remaja. Mereka membuatku kesal. Mereka terlalu menghargai waktu mereka.


“Gary, aku tidak ingin membuang waktu.”


"Gary. Saya tidak mau melakukan pekerjaan gratis (memberikan konten gratis).”


Saya seperti: “Bagus sekali! Kalau begitu dapatkan seseorang untuk membayarmu.”


Oh, Anda tidak bisa. Lalu sekarang bagaimana? Apa yang akan Anda lakukan?


Anda tidak pernah berpikir bahwa melakukan pekerjaan gratis (konten gratis di media sosial) akan memberi contoh kepada mereka, memberikan bukti kepada mereka.


Yang dampaknya membuat mereka mau membayar Anda.


Saya dulu memberikan banyak pidato gratis, dan sekarang tidak lagi (sekarang dibayar).




Part 1

Part 2

Part 3




Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Selasa = Musik Keren 
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen
Minggu = Sneakers

Follow my blog: aldypradana.com


- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 






3 Things About Social Media That Will Affect Your Business


5:01 - 6:55


I think you need to think about the thing that you like the most.


Unless you really love what you do, somebody’s else is gonna love it more and outwork you. 


It didn’t seem like it made sense 7 years ago, to start a podcast around pokemon. But if you stayed consistent, loved it, and inevitably if you were good at it, it’s probably the number podcast right now could probably make 500.000 dollar a year in advertising.


It didn’t seem right. 


But I really believe that’s where the internet’s going. 


Passion & long time commitment need to be set.  


6:57 - 8:13


Social media exposes us. It doesn’t change us.


The two people that told you it’s been negative, they don’t realize that they were in a negative place prior to it and it was never invented. They were insecure and broken before it.


Everyone who’s blaming social media for making us bad. Facebook didn’t make you write a single thing. You wrote it. This is exposing us.


Instagram didn’t make you insecure. Something else that happen to you before made you insecure. This is speeding up the process of exposing us which will lead to much better conversations.


9:39 - 10:41


People are not patient.


That’s why I push it so hard.


People scared to lose 3 or 4 years of their life. 


Especially kids piss me off. They over value their time.


“Gary, I don’t wanna waste time.”


Your time doesn’t worth a d***.


It’s like free work (or free content in social media).


People like: “F***you, Gary. I’m not doing free work.”


I’m like: “Cool! Get somebody to pay for it.”


Oh, you couldn’t. Now what?


You didn’t think that maybe doing free work would give an example to somebody else that then will pay you.


I give a load of free speeches, and now not anymore.


Part 1

Part 2

Part 3



Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Selasa = Musik Keren 
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen
Minggu = Sneakers

Follow my blog: aldypradana.com

Instagram: @aldy_pradana17
FB Page: Aldy Pradana
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 
https://www.tokopedia.com/arseniosneakers (tempat menjual sneakers murah)

munggah