Review Helm Retro JP Signature

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ini pertama kalinya saya mereview helm. Saya biasanya cuma memakai helm bawaan dari Honda. Dari helm honda yang cakil, sampai yang helm half face paling baru.

Saya juga kurang punya pengalaman tentang helm. Ini adalah helm kedua yang saya beli, sebelumnya saya sempat membeli helm hitam half face murah zaman SMA. Jadi, saya akan mereview helm berikut dari sudut pandang orang awam.


Helm JP Retro Signature Solid Black Metallic/Gold bagi saya cocok buat touring. Melindungi sepenuhnya di bagian kepala. Bahannya ABS, bersetifikat SNI.

Saya membeli ukuran XL. Tapi seperti helm full face biasa, ukurannya cukup ngepas di kepala. Masuknya lumayan sempit, tapi saat dipakai pas banget. Tidak terlalu longgar, tidak terlalu ketat.

Bagian busa mudah sekali untuk dilepas, mudah juga untuk dipasang. Bagian penguncian pakai Double D ring. Saya pertama harus belajar lagi cara memasang dan melepas kunciannya. Lama-lama terbiasa, dan menganggap Double D ring lebih mudah.




Bisa dilihat di bagian atas ada tiga titik untuk memasang “cap” atau topi. Itu ada pasangannya, yang mudah sekali untuk dibongkar pasang. Saya sendiri lebih cocok dilepas, karena kalau dipakai ngebut, bagian topi seperti terbawa angin. Menghalangi ketika motor sedang kencang. (Tapi lumayan terpakai saat kondisi dengan hujan).

Pandangan sangat jelas. Terlihat bagian mata sangat lebar. Lebih besar daripada helm full face pada umumnya. Nggak panas, dan nggak begitu bikin keringetan.

Ada kaca helm yang bisa diturunin. Kacanya cukup bagus, agak gelap, dan tidak murahan. Kaca helm lumayan unik, dimana menutup mata dan hidung, tapi tetap ada rongga sedikit yang terbuka. Jadi, saat kehujanan air tetap bisa masuk. Saran: gunakan masker yang oke, jadi saat air masuk tidak langsung membasahi muka.

Oke, itu saja review dari saya.

Helm full face retro yang oke banget.

Sekian dari saya. Semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture


Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 



3 Minutes Review of Sidekick Project - Premium Rush (Messenger Bag)


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Di 2020, saya sempat membeli tas selempang baru. 

Awal mula ceritanya, tentu karea saya butuh tas baru. Tas daily yang saya miliki, terasa kurang pas untuk kebutuhan di Sidoarjo. Makanya, saya mencari tas selempang yang beda, dan modelnya belum pernah saya coba.

Saya cari, cari, cari, bertemulah saya dengan produk dari Sidekick Project, dengan nama Premium Rush. 


Ini adalah tas selempang dengan sistem roll top (bagian atas bisa digulung). Ada dua buckle yang mengunci bagian depan. Terdapat dua saku di bagian depan, bisa ditutup dengan velcro. 

Di samping tas, ada pegangan untuk dijinjing. Kalo ini dipake, tas akan berdiri secara vertikal. Cocok untuk ditaruh di motor (di bagian depan motor matic atau bebek. Kalo motor kopling ya susah).

Untuk bagian isinya, sederhana. Hanya satu tempat besar, dan satu tempat untuk laptop. Saya sebelumnya pernah punya tas selempang 3 in 1 dari Eiger.

Tasnya isinya terbelah dua (kompartmen utama terbagi dua). Resleting pertama untuk bagian menaruh barang, resleting kedua untuk bagian laptop. Karena terbelah dua, jadi saya tidak menaruh banyak barang. Padahal, kalo tidak terbelah, saya bisa menaruh banyak barang di tas 26L itu. (Btw, sekarang tasnya sudah saya berikan ke teman saya).

Nah, di tas Premium Rush ini, hanya 22L. Tapi satu kompartmen saja. Tidak terbelah. Jadi bisa menaruh banyak barang, karena lebih lega. Terus saya juga punya tas-tas kecil untuk menaruh barang-barang saya. Jadi ada kumpulan tas kecil di dalam tas Premium Rush saya ini.

Contoh: 1 Tas kecil khusus untuk powerbank + charger. 1 Tas kecil khusus untuk menaruh sajadah + sarung. Dst.

Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat di video berikut:



Semoga review ini membantu. Sekian dan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture


Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 



Cafe Yang Memulai Semuanya (Cafe Makmu Sidoarjo)

Brisik.id

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yah, namanya juga pasangan baru. Banyak sekali cerita yang ingin dikenang atau didokumentasikan. Seperti tempat kami pertama bertemu. Setelah tidak bertemu beberapa tahun, kami bertemu lagi di suatu cafe. 

Cafe ini kemudian menjadi cafe andalan. Kalo bingung mau kemana, pasti terpilihlah cafe ini.

Cafenya bernama Cafe Makmu (Sidoarjo).

Cafe Makmu punya dua area, indoor dan outdoor. Makanannya beragam, dari nasi goreng, steak, bubur madura, dan masih banyak lagi.

Kalau saya sendiri, biasanya memesan steak. Sedangkan, Amel biasanya memesan mie kluntung kuah.

Tapi, saat kami terakhir ke sana, kami memesan nasi goreng mawut dan mie kluntung goreng.

Lebih lengkap ceritanya bisa dlihat di video berikut ini:

Cafe Makmu terlihat minimalis, tapi bersejarah bagi kami.

Saya sebenarnya termasuk jarang keluar untuk makan di cafe, tapi karena Amel suka jajan, saya jadi ketularan untuk mencoba banyak cafe di sekitar Sidoarjo. Mungkin, kami bisa banyak bercerita lagi tentang cafe di kota ini.

Sekian dari kami.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.




- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture


Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 


Album Foto Pernikahan

Salah satu efek pandemi yang saya rasakan langsung adalah harus membuat acara pernikahan saya sesederhana mungkin. 

Lamaran dan akad digabung menjadi satu hari. Acara hanya dihadiri keluarga inti saja, yang memang dekat secara lokasi. 

Jadi, penting bagi saya, untuk membuat video seperti ini. Agar keluarga yang tidak bisa hadir, setidaknya bisa merasakan “acaranya” dari melihat foto dari album foto pernikahan. 

Videonya tidak istimewa, tapi saya yakin ini lebih dari cukup.



- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture


Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 


Review Buku Unmarketing


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabakatuh.

Efek saya berjualan online, membuat saya banyak membaca buku. Salah satunya, buku Unmarketing karya Scott Stratten.

Satu hal saya suka dari buku ini adalah kalimat “Bangunlah ikatan”. Mungkin, kalimatnya tidak sama persis, tapi ini berhubunglah dengan orang-orang di media sosial. Berkomunitaslah. Tidak cuma share produk, tapi saling beropini dengan baik, saling berkabar dengan baik. Gunakan media sosial untuk menghubungkan satu sama lain. Bukan cuma tempat untuk menampilkan barang dagangan anda.

Saya sempat menuliskan beberapa bab dari buku tersebut. Saya perlu merangkum karena ingin punya catatan sendiri, yang paling penting bagi saya. Yang bisa saya baca ulang, tanpa harus membuka bukunya.


Jika Kamu Percaya Bisnis Dibangun Dengan Sebuah Hubungan, Maka Hubungan Itu Akan Membangun Bisnismu

https://aldypradana.medium.com/jika-kamu-percaya-bisnis-dibangun-dengan-sebuah-hubungan-maka-buat-hubungan-itu-akan-membangun-723cb5f718fb

Semakin Tinggi Kepercayaan, Semakin Banyak Orang Akan Menjalin Hubungan Bisnis Denganmu

https://aldypradana.medium.com/semakin-tinggi-kepercayaan-semakin-banyak-orang-akan-menjalin-hubungan-bisnis-denganmu-8b5253547192

7 Dosa Social Media Yang Mematikan

https://aldypradana.medium.com/7-dosa-social-media-yang-mematikan-86185269833c

Berbisnis Dari Twitter? Memang Bisa? 

https://aldypradana.medium.com/berbisnis-dari-twitter-memang-bisa-27936c4d26ba

Begini Cara Menghadapi Haters di Social Media

https://aldypradana.medium.com/begini-cara-menghadapi-haters-di-social-media-6beee3249f3c

Bagaimana Cara Menciptakan Konten Yang Berkualitas?

https://aldypradana.medium.com/bagaimana-cara-menciptakan-konten-yang-berkualitas-feb4fdaafebf

3 Bentuk Konten Paling Efektif di Social Media

https://aldypradana.medium.com/3-bentuk-konten-paling-efektif-di-social-media-7dde4157538a

Rahasia Mencapai Marketing Viral

https://aldypradana.medium.com/rahasia-mencapai-marketing-viral-99f8548415f6


Semoga rangkuman di atas membantu dan dapat menggambarkan isi dari buku Unmarketing. Gaya penulisannya tidak sama persis, malah kebanyakan menggunakan gaya bahasa saya sendiri untuk menjelaskan suatu hal.

Semoga tulisan saya membantu. Sekian dan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture


Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

Review Hotel de’Lobby Batu

 

Hotel de’Lobby menjadi tempat saya dan Amel berbulan madu. Hotel ini termasuk hotel yang bagus menurut kami (hotel ini berbintang 3, btw).

Secara lokasi, hotel ini dekat dengan pom bensin, alfamart, indomaret, dan Lippo Plaza Batu. 

Dari view-nya sendiri, ada beberapa pemandangan gunung dari jendela hotel dan jendela kamar hotel.









Harga semalamnya, 350 ribu. Kalo tambah breakfast jadi 400 ribu (untuk dua orang). Menu breakfast termasuk cukup banyak, itu juga diantar langsung ke kamar.

Dari kamarnya sendiri modelnya seperti ini (kamar kami agak berantakan btw, hehe):





















Hotelnya termasuk kecil. Tempat parkir ada untuk beberapa mobil, begitu juga dengan motor, bisa beberapa motor. Kami dapat nomor 511, lantai 5. Ada lobby, hall, dan kolam renang. 

Bagi kami termasuk hotel yang oke, dengan harga cukup terjangkau. Tempatnya yang berada di tengah kota, sangat memudahkan untuk kemana-mana. Dari Jatim Park 3 sangat dekat, tidak sampai 15 menit dengan menggunakan motor.

Sepertinya begitu saja review saya.

Semoga bermanfaat.

Sekian dan terima kasih.



- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture


Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

Bulan Madu di Batu

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Minggu, 24 Januari sudah terlaksana acara lamaran dan akadnya. Pada hari Senin, saya dan Amel bulan madu ke Batu.

Terpilihnya Batu, melalui proses rapat yang cukup panjang. Karena waktu itu, masih ada PPKM sampai di hari Senin, 25 Januari. Ada beberapa kota pilihan, seperti Malang, Surabaya, dan Sidoarjo.

Amel bertanya ke teman-temannya di sekitar Malang dan Batu, lalu akhirnya mendapatkan kesimpulan bahwa datang ke Batu adalah aman alias tidak kendala harus rapid atau swab test.

Road Trip to Batu (podcast): https://open.spotify.com/episode/3YDKRvSGVnnBlJZPAkDS9R?si=xNYKb_B-RQ-bwt_KNoH-QQ

Perjalanannya melewati kendala yang tak diduga (sudah diceritakan di podcast di atas, hehe), alhamdulillah kami sampai sekitar pukul 3 sore.

Dengan energi yang tersisa, kami beristirahat sejenak di hotel de’Lobby.












Hotel ini terpilih tanpa pengalaman pernah ke sana, juga tanpa review dari teman. Untungnya, hotel ini bagus sekali. Kami yang awalnya hanya ingin 3 hari 2 malam, langsung bertambah menjadi 4 hari 3 malam. Apalagi, 3 hari terasa kurang sekali pada waktu itu.

Review lengkapnya ada di sini: http://www.aldypradana.com/2021/02/review-hotel-delobby-batu.html

***


Di hari Selasa, kami mengunjungi Jatim Park 3.

Sebelum ke sana, kami sempat melakukan survei, untuk memilih lokasi yang hendak dituju. Dari banyak tempat yang ada, kami memilih Infinite World dan Milenial Glow Garden.

Memang sedang beruntung, kami datang ke lokasi sekitar jam 12-an. Jatim Park 3 masih baru buka-bukanya, dan itu pun weekday (faktor pandemi juga). Jadi, lokasinya sangat sepi. Keuntungannya, berasa kayak milik berdua, hehe.

Saya sempat merekam beberapa video dan menguploadnya di Youtube:

Jatim Park 3 - Infinite World


Jatim Park 3 - Milenial Glow Garden


Karena sepi banget, kami leluasa untuk berfoto dan merekam video. Tidak perlu mengkhawatirkan jaga jarak, karena tidak orang selain kami. Meskipun begitu, kami tetap memakai masker selama di Jatim Park 3.

Infinite World




















 

Milenial Glow Garden



















Itu dia cerita singkat Bulan Madu di Batu.

Alhamdulillah hotelnya bagus banget, jatim park 3-nya oke banget, dan saat perjalanan pulang juga aman, tanpa harus menerjang hujan seperti saat berangkat.

Ini liburan pertama setelah menikah, semoga masih diberikan kesempatan untuk liburan berdua untuk kesekian kalinya. Amin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.




Btw, terima kasih ucapannya, Bid. Akhirnya, kita termasuk golongan om-om.




- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture


Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

munggah