10 Film Terbaik 2015



Assalamu'alaikum!

Tak disangka, sudah berada di penghujung tahun. Sama seperti tahun lalu dan setahun sebelumnya, saya akan menuliskan film-film terbaik selama 2015 (IMO). Lengkap dengan awards bikinan saya sendiri. Jadi, mari kita mulai dengan melihat film apa yang berada di urutan paling bawah.



10. Ant-Man

Sebenarnya Ant-Man termasuk film Marvel yang "teringan". Namun hebatnya, tetep mampu mencuri perhatian orang. Mungkin setelah ini, Ant-Man bakal jadi superhero favorit anak-anak.

9. The Good Dinosaur

Petualangan Arlo dan Spot yang cukup seru. Ceritanya simple, tapi mengena.   

8. The Peanuts Movie

"What would I do without a friend like you?" Film kartun yang lucu dan heartwarming. You''ll love Charlie Brown and Snoopy. They are soooo  adorable!

7. Avengers: Age of Ultron

Drama Hulk-Scarlett sebenernya agak minus, tapi selebihnya, terutama bagian Hulkbuster, Age of Ultron berada di level yang lebih tinggi daripada Avengers yang pertama

6. Southpaw

Jake Gyllenhaal. List filmnya akhir-akhir ini keren-keren. Dan aktingnya, beuh! Jauh lebih keren lagi!

5. Mission Impossible: Rogue Nation

Nggak seimpossible Ghost Protocol. Rogue Nation memilih untuk lebih santai dan lebih banyakin adegan thrilling (IMO). Gara-gara ini, Mission Impossible jadi penantang serius film 007 (James Bond)


4. Mad Max: Fury Road

Perlu ditanya? Mad Max penuh pujian sana-sini. Jelas layak masuk 5 besar

3. Kingsman: The Secret Service

Pasti banyak yang nyangka film ini bisa di atas Mission Impossible dan Mad Max. Film ini punya action yang keren, thrilling scene yang mantep, dan porsi komedi yang pas. Coba tonton, deh, sangat direkomendasikan


2. Star Wars: The Force Awakens

Believe the hype! Ini beneran bagus, beneran keren, beneran layak tonton. Sangat menghargai original story, dan punya banyak kejutan. Buat penggila Star Wars, TFA bring back the memories. Good memories. Go watch it!



Before goes to Movie of The Year, see the winner of my little awards.


Best TV Series: The Flash (season 1)

Honorable Mentions: 
- Daredevil (season 1)
- Gotham (season 2)

Best Cast: Everest

Best Fighting Scene: "Church Scene" (Kingsman: The Secret Service)

Honorable Mentions:
- "Hulkbuster vs Hulk" (Avengers: Age of Ultron)
- "Sarah, Kyle, & Terminator vs John Connor/T-3000" (Terminator Genisys)
- "Car War" (Mad Max: Fury Road)
- "The Raptor, T-Rex, & Mosasaurus vs Indominus Rex" (Jurassic World)
- "Deckard Shaw vs Hobbs" (Fast & Furious 7)
- "Rescue Ramsey Mission" (Fast & Furious 7)
- "Hallway Fight" (Daredevil Season 1)
- "One Shot Fight" (Creed)
- "Lightsaber duel" (Star Wars: The Force Awakens)



Best Scene After Credit: "Civil War" (Ant-Man)

Honorable Mentions:
- "Skynet Still Alive?" (Terminator Genisys)
- "Inside People's Mind" (Inside Out)
- "Thanos" (Avengers: Age of Ultron)



WTF Moment!: "Attack of The Bear!" (The Revenant)

Honorable Mentions:
- "The Walk Between The Twin Tower" (The Walk)
- "Take Her To The Moon For Me, Okay?" (Inside Out)
- "Copying Insterstellar's Fifth Dimension" (Ant-Man)
- "Mocking All The Way (Spy)
- "Opening 'Hentai' Scene" (Spectre: 007)
- "Sex After Killed Dave Bautista" (Spectre: 007)
- "Flame-Throwing Guitar" (Mad Max: Fury Road)
- "Opening 'Plane' Scene-Without Stuntman" (Mission Impossible: Rogue Nation)
- "Ethan Hunt Goes Underwater" (Mission Impossible: Rogue Nation)
- "The Plane Drop" (Fast & Furious 7)
- "Batman v Superman: Dawn of Justice Official Trailer #2"
- "The Ultimate of Sadness" (Inside Out)

Most Singable Song: "See You Again" (OST Fast & Furious 7)

Honorable Mentions:
"Writing's On The Wall" (OST Spectre: 007)
- "Flashlight" (OST Pitch Perfect)

Most Favorite Character: "Charlie Brown & Snoopy" (The Peanuts Movie)

Honorable Mentions:
- "Furiosa" (Mad Max: Fury Road)
- "Nux" (Mad Max: Fury Road)
- "Alexandra Daddario" (San Andreas)
- "Spot" (The Good Dinosaur)
- "Paul Walker" (Fast & Furious 7)
- "Harry Hart/Galahad" (Kingsman: The Secret Service)
- "Ilsa Faust" (Mission Impossible: Rogue Nation)
- "Napoleon Solo" (The Man From U.N.C.L.E)



Best Trailer: "Star Wars: The Force Awakens Official Trailer #1"

Honorable Mentions:
- "Batman vs Superman: Dawn of Justice Official Trailer #1"
- "Captain America: Civil War Official Trailer #1"
- "Finding Dory Official Trailer #1"
- "Suicide Squad Comic-Con Official Trailer"



Most Awesome Villains: "Kylo Ren" (Star Wars: The Force Awakens)

- "Ultron" (Avengers: Age of Ultron)
- "Solomon Lane" (Mission Impossible: Rogue Nation)
- "Indominus Rex" (Jurassic World)
- "Ernst Stavro Blofeld" (Spectre: 007)
- "John Connor/T-3000" (Terminator Genisys)
- "Deckard Shaw" (Fast & Furious 7)
- "Immortan Joe" (Mad Max: Fury Road)
- "Gazelle" (Kingsman: The Secret Service)
- "Kingpin" (Daredevil: Season 1)





Surprisingly Good:

Fast & Furious 7, Paddington, Spy, Spongebob: Out of Water, Batman vs Robin, Night At The Museum: Secret of Tomb, Insurgent, Cinderella, The Walk, Terminator Genisys, Jurassic World, Creed, Martian, Goosebumps, Hotel Transylvania 2, Hijab.

Surprisingly Not-Good-Enough:

Get Hard, Minions, Penguins of Madagascar, Horrible Bosses 2, Spectre, San Andreas, Alvin and The Chipmunk: Road Trip, Pixels, Focus.


Surprisingly Make Me Confused:

- The Hateful Eight (satu setengah jam drama bertempo pelan, cenderung membosankan, tapi habis itu dihajar dengan banjir darah yang menegangkan. Good, but not good enough. Well..... Really make me confused.)
- The Revenant (pengambilan ala Birdman hadir di sini, penampilan terbaik Leonardo DiCaproio keluar lagi, tapi sayang, kekuatan dramanya tidak sekuat dan semenarik Birdman.)
- The Man From U.N.C.L.E (Henry Cavill jauh lebih punya tampang Superman, scene stealer! Namun, duetnya, menurut saya tidak mampu mengimbangi. Seakan jomplang sebelah.)










Sekarang...




Mari kita bersiap untuk Movie of The Year...






And the winner...








is.....








1. Inside Out


Menentukan film terbaik taun ini cukup susah. Apalagi karena ada Star Wars: The Force Awakens yang begitu keren luar biasa. Tapi, akhirnya, pilihan saya jatuh pada film ini: Inside Out.

Film kartun ini, memang untuk anak-anak, tapi akan jauh lebih mengena di hati orang dewasa. Para orang tua yang menemani, yang duduk di samping anaknya.

Saat keluar studio, saya ingat ada penonton lain nyeletuk, "Filmnya bikin nangis."

Yak. Karena memang sekuat itu film ini. 

Banyak kritikus memuji film Inside Out. Dan satu lagi, saya cukup yakin, Inside Out akan memenangkan Best Animated Feature Film di OSCAR




Sekian daftar film terbaik dari saya. Postingan ini akan terus diperbarui, karena masih ada film yang belum saya tonton di taun 2015. Terima kasih sudah membaca.


FB & G+



99 Hal Terseram di Dunia #Ngampus


*Ini merupakan obrolan fiktif yang bersumber dari ide-ide, kegelisahan, dan beberapa dari pengalaman pribadi saya. Ngampus (Ngobrol Sama Temen Sekampus) adalah cara saya menuangkan isi kepala dalam bentuk alternatif lain yang belum pernah saya coba. So, let's begins the experiment. Hope you like it*



Adam: Alright, guys, I wanna ask you about something. What is your scariest moment of your life?

Dani: Hmm... Melihat temen kesurupan, kali, ya?

Yoga: Nek aku pas tabrakan pas SMA.

Beni: Kalo gue, pas ngeliat mantan jalan cowok barunya.

Adam: Itu sedikit out of topic, Yog. Tapi... Ya, itu lumayan serem, sih.

Beni: Lebih serem lagi, kalo mantan tampak lebih bahagia sama cowok barunya. Mak jleb.

Adam: Okay, stop it.

Dani: Ini harus berhubungan dengan mistis-kah?

Adam: Nggak juga *menggeleng*

Dani: Kalo gitu, saat aku ikut audisi Stand Up Comedy Season 3 di Surabaya. Gila. Itu. Serem. Banget.

Yoga: Aku jek ra nyangka lho kowe melu audisi stand up, Dan, bocah edan.

Dani: Sebagai manusia, kita harus mencoba sesuatu yang baru. 
         Kalo kamu Dam?

Adam: Gue? 
       Gue mungkin pas sunat kelas 5 SD. Saking gue takutnya, pas proses sunatnya, gue teriak surah Al-Fatihah sekenceng-kencengnya.

Dani: Bukan bermaksud tidak sopan, itu kayaknya bukan pengalaman menyeramkan, tapi lebih ke pengalaman memalukan, Dam.

Beni: Setuju.

Adam: Diem, deh, Ben.

Beni: Oke.

Yoga: Lanjut wae cah.
         Serem itu ndelok dompet di akhir bulan.

Dani: Atau melihat temen wisuda duluan.

Beni: Atau ngechat cewek yang gue suka, tapi dia cuma ngeread doang, nggak ngereply chat gue.

Adam: What the hell is wrong with you, dude?

Beni: Aku hanya terkena penyakit galau yang cukup kalut, temanku. Aaaahhh...

Adam: Don't say that kind of words with touching my body, please.

Beni: Baiklah. *memindahkan tangan dari paha Adam*

Dani: Mari kembali ke topik utama, guys.

Yoga: Bener! Serem kui pas sadar meh liburan ning luar negeri, tapi uang bulanan ra cukup.

Adam: Itu serem apa sedih, kok kayaknya beda tipis, ya.

Dani: Serem itu pas pacar bilang, "Kamu terlalu baik buat aku."

Adam & Yoga: Hiiiiiii....... Serem kuadrat!

Beni: Ah, jadi inget pas diputusin Isyana Sarasvati. Sedih, euy.

Yoga: Isyana ndasmu!

Beni: Kenapa orang-orang pada emosian hari ini, ya?

Adam: Because you good at it, my brother. You are the troublemaker for everyone.

Beni: Terima kasih atas pujiannya.

Adam: That's not a complimet. But, whatever...

Dani: Kecoa terbang!

Adam: Mana? Mana?

Beni: Cari Baygon! Autan! Softex!

Dani: Kalian ini kenapa? Aku hanya memberikan opiniku. Nggak ada kecoa terbang.

Yoga: Oalah... Tag kiro... *mengelus dada*

Adam: Beneran serem kalo ada kecoa terbang. Btw, sejak kapan autan dan softex bisa ngusir kecoa, Ben?

Beni: Emang gue ngomong gitu? Ada-ada aja lo, Dam.

Adam: Nyesel gue ngomong sama lo.

Yoga: Ah! Lagi kelingan! Lingsir wengi! Kui lho lagi medeni!

Dani: Lagu Jawa?

Yoga: Ho'oh. Wes tau ngrungoke?

Dani: Belum.

Adam: Doni taunya lagu Selimut Tetangga. Hahaha.

Dani: Enak aja.

Beni: Pasti taunya lagu Cita Citata.

Dani: Bukan.

Beni: Lagunya Duo Serigala?

Dani: Bukan.

Beni: Lagunya Armada?

Dani: Bukan. Eh, tau dikit, sih.

Adam: Hmmm... That was a good rhyme. 

Dani: Sudah... Sudah... Lihat, langitnya mendung. Sepertinya, waktunya kita pulang.

Beni: Mencoba mengalihkan isu, Dan?

Dani: Astaga, lihat sendiri, deh, kalo gitu.

Yoga: Oh, iyo, nyat mendung.

Adam: He said the truth, bro. 

Beni: Dani memanfaatkan keadaan untuk mengalihkan isu. Cerdas.

Dani: Yaelah.

Yoga: Yoh, balik. Aku lagi males keudanan ki.

Adam: That was good chitchat. But, the rain gives us a clue to go home. Right now.

Dani: Oke. Besok ketemu lagi di sini, yak. Di tempat biasa.

Yoga: Iyo, Dan.

Adam: Oke, Bro.

Beni: Iya, say. *kiss-bye*





+Aldy Pradana 
- @aldypradana17
FB: Aldy Pradana 







Dialog Keluarga Sederhana



Ucapan Salam

(+) “Samalaikum”

(-)  “…….”

(+) “Samalaikum”

(-)  “…….”

(+) “Kenapa Ibu tidak menjawab?”

(-)  “Menjawab apa, anakku?”

(+) “Menjawab ucapan salamku.”

(-)  “Memangnya ucapan salammu sudah benar?”

(+) “Lho? Bukannya sudah?”

(-)  “Belum. Yang benar itu, ‘Assalamu’alaikum’, bukan samalaikum.”

(+) “Maafkan aku, Bu, hehehe. Aku tidak tahu kalau aku salah.”

(-)  “Tidak apa-apa. Coba ulangi lagi, ya.”

(+) *berjalan ke luar rumah* 
      *lalu masuk lagi dengan mengulang gerakan yang sama*
      “Assalamu’alaikum.”

(-)  “Wa’alaikumsalam.”



----------------------------------------------------------------------------------------------------------



Pentingnya Salat Subuh

(+) “Bangun, nak…”

(-)  *Zzzzzz….*

(+) “Bangun, nak…”

(-)  *Zzzzzz….*

(+) “Cepat bangun, nak. Waktunya Salat Subuh.”

(-)  “Hoaaammm… Aku masih ngantuk, Bu.”

(+) “Ayo, bangun. Segera bersiaplah dan susul Ayahmu.””

(-)  “Ayah sudah berangkat?”

(+) “Belum. Ayah sedang berwudu, sebentar lagi akan memakai baju muslimnya.”

(-)  “Aku malas, Bu. Aku masih mengantuk. Salatnya, kan, bisa di rumah.”

(+) “Kamu itu laki-laki. Baiknya Salat berjamaah di masjid. Ditambah lagi, pahala Salat berjamaah itu sangatlah besar.”

(-)  “Iya, Bu, iya…”

(+) “Kok malas begitu? Yang semangat, dong.”

(*) “Rian, ayo, cepat! Ayah tunggu di teras!”

(+) “Tuh, Ayah sudah siap berangkat. Ayo, kamu cepatlah.”

(-)  “Baiklah, Bu.”



----------------------------------------------------------------------------------------------------------



Tempat Sampah

(+) “Ayah, kenapa buang sampah di situ?”

(-) “Sampah? Sampah apa? Oh, maksud kamu bungkus permen tadi?”

(+) “Iya.”

(-) “Tidak apa-apa. Itu hanyalah sampah kecil, anakku.”

(+) “Tapi, sampah tetaplah sampah, Ayah. Kata guruku, membuang sampah sembarangan bisa menyebabkan banjir. Entah sampah itu besar atau kecil.

(-) “Kamu memperhatikan perkataan gurumu, ya.”

(+) “Tentu saja. Itu, kan, nasehat Ayah sendiri untuk mendengarkan guru.”

(-) “Kamu pintar sekali. Baiklah, Ayah mengakui kalau Ayah salah. Ayah akan ambil sampah tadi dan membuang sampah di tempat sampah terdekat. Terima kasih, ya, sudah mengingatkan Ayah.”

(+) “Sama-sama, Ayah.”



----------------------------------------------------------------------------------------------------------




Bisa Karena Terbiasa

       (+) “Aku malas, Bu. Tidak mau mengerjakan PR.”
       
       (-)  “Kenapa begitu? Kamu bahkan belum memulai, kenapa sudah kehilangan semangat duluan?”

      (+) “Karena aku tidak suka dan tidak bisa mengerjakan soal Matematika. Matematika itu susah sekali!”

     (-)  “Tidak ada yang namanya susah sekali. Kamu cuma belum paham maksud dari soal-soal Matematika saja.”

       (+) “Aku sudah latihan, Ibu, tapi tetap tidak mengerti.”

     (-)  “Sudah, sudah... Ibu akan membantumu agar kamu cepat mengerti. Saat kamu sudah mengerti, kamu akan terbiasa mengerjakan soal-soal Matematika. Dan saat sudah terbiasa, kamu pasti akan bisa mengerjakannya, lalu menganggap pelajaran ini mudah.”

      (+) “…”

      (-)  “Kok malah merengut?”

      (+) “Aku tidak percaya akan bisa, Bu.”

       (-)  “Sini, mana bukumu? Akan Ibu buktikan kalau kita itu pasti bisa karena terbiasa.”



           ----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pergi Pagi, Pulang Pagi

(+) “Ayah, memangnya tidak capek, ya, pulang larut malam terus?”

(-) “Capek? Tentunya capek, nak. Buktinya, Ayah setiap pulang ke rumah selalu membaringkan badan dulu di kasur. Memejamkan mata, meski cuma sebentar.”

(+) “Jika memang capek, kenapa Ayah tetap bekerja sampai malam? Bahkan, kadang, baru pulang pada pagi hari.”

(-) “Anakku… Jujur, Ayah memang capek bekerja sampai larut malam terus. Pergi pagi, pulang pagi. Sering juga sampai tidak menemanimu belajar dan bermain di rumah. Tetapi, Ayah harus melakukan ini. Ayah harus bekerja untuk Ibu. Untuk kamu. Untuk kita. Keluarga kita. Jadi, Ayah memang harus melakukan ini. Karena Ayah adalah tulang punggung keluarga.”

(+) *Rian tersenyum mendengar kalimat Ayah*
      “Yang semangat, ya, Ayah.”

(-) *mengelus pelan rambut anaknya*
              “Pasti, Rian, pasti.”



           ----------------------------------------------------------------------------------------------------------



Ini adalah cerpen fiksi yang saya buat pada acara Festival Literasi 2015 di SABIT. Tidak ada alasan kuat kenapa saya mengangkat premis tentang keluarga dan hanya bermodalkan dialog saja. Langsung tiba-tiba dapat ide, "Bikin tentang dialog keluarga sederhana, aja, ah."

Dan terciptalah beberapa cerpen ini.

Foto acara Festival Literasi sudah saya upload di akun instagram saya: @aldy_pradana17

Mungkin beberapa yang belum terupload bisa saya upload di sini, agar semuanya bisa merasakan kemeriahan acaranya.




























Dan terakhir adalah foto saya. (narsis dikit lah)

Melihat anak-anak menulis buku sendiri, jelas membuat saya senang. Di kelas 5, anak-anak sudah membuat cerpen fiksi yang keren-keren. Ada yang ceritanya terjebak di pulau angka, tentang keluarga serigala putih, dan tentang lomba memasak. Mantap-mantap pokoknya. Doa saya, semoga dari SABIT terlahir penulis buku best seller di kemudian hari, ya. *amin*

Anyway, semenjak kerja di SABIT ini, saya cukup sibuk dan sering meninggalkan blog  ini. Entah sudah berapa bulan blog ini terbengkalai. Saat saya log in ke blog, dashboard blogger terhiasi sarang laba-laba dan kecoa mati.

Bahkan, buku saya yang ajukan di Penerbit Bukune, tak ada kabarnya pula. (Mas Edo, buku ane gimana Mas.... *sedih*) Padahal, saya inget, perjuangan saya untuk bertemu editor di Jakarta.

Tetapi, di SABIT ini saya mendapat ilmu banyak, dan hebatnya, saya jadi suka sama anak-anak. Inginnya, sih, bikin buku personal literature yang ceritanya seputar saya mengajar di SABIT. Bertemu anak-anak yang seru dan heboh tingkah lakunya. Namun, sebelum itu, biarkan buku pertama saya terbit dulu, ya.

Mungkin begitu saja.

Sampai bertemu di postingan berikutnya. Saya usahakan untuk lebih sering update lagi.







munggah