Belajar Bisnis Online

Saya sedang berjualan online.

Di semua social media yang saya miliki, saya gunakan untuk menaruh dagangan saya. Entah hard selling atau soft selling. Saya pakai semua sarana, semua media, untuk berjualan.

Untuk sekarang, saya sedang berjualan sneakers.

Tersedia: Adidas, Nike, Vans, Converse, dan produk lokal. 

Semua produknya bisa dilihat di Tokopedia: Arsenio Sneakers Store dan Instagram: @arsenio.sneakers.


ARSENIO SNEAKERS STORE

Iya, nama toko sepatu saya adalah Arsenio. Ide namanya didapat dari Amel.

Saya dan dia sebelumnya saling melempar ide untuk nama. Dari sekian banyak nama yang ada, terpilihlah nama itu.

Katanya, Arsenio artinya laki-laki yang gagah.

Saya suka, lalu saya buatkan gambar untuk foto profilnya.

Saya membuatnya sederhana saja, dengan Canva versi website. Gambar ini masih bersifat sementara. Masih bisa berubah, seiring waktu.


TOKOPEDIA DAN PROMOSI SOCIAL MEDIA 

Saya masukkan satu per satu barang dagangan saya ke Tokopedia (Arsenio Sneakers Store).

Barang pertama diisi. Saya masukkan foto produk, nama produk, deskripsi produk, dan harga. Kemudian, barang kedua, ketiga, dan seterusnya. Sampai semua barang dimasukkan.

Setelah itu selesai, barulah saya masukkan foto produk ke Instagram (@arsenio.sneakers).

Barang sama, jumlah barang sama, dan semuanya harus diupload ulang ke Instagram.

Terdengar membosankan, tapi memang harus dilakukan. 

Ini baru menata produk di “etalase”. Masih ada cara promosi yang harus dipikirkan dan dilakukan.

Untuk promosi, saya gunakan semuanya: Blog, Facebook, Twitter, Instagram Post & Story, WhatsApp Story.

Pertamanya, saya upload saja barang-barang yang saya jual, beserta harganya. Terus, saya paham itu membosankan. Saya lalu membuat konten “sejarah sneakers” agar bisa memberi value (berupa informasi) kepada semua.

Sejarah Converse, Vans, Adidas, Nike, ada semua. Bahkan sampai yang spesifik seperti Adidas Superstar dan Nike Air Jordan juga ada.

Kedua, saya minta teman-teman saya untuk promosikan akun instagram di story saya. Kalau bisa gratis, alhamdulillah, kalau harus bayar, semoga aja murah, hehe.

Untuk sekarang, promosi saya menggunakan dua elemen itu: konten dan promosi teman.

Saya akan usahakan 2 elemen itu berjalan terus dan berkembang terus. 

Konten saya sekarang masih berbentuk “tulisan”. Mungkin, ke depannya lebih ke gambar, audio (podcast), dan video. Saya belum teknisnya bagaimana, tapi yang jelas, inovasi harus diutamakan.

Sepertinya sekian cerita singkat saya. Ini adalah curhatan pribadi saya tentang bagaimana proses saya belajar bisnis online. Semoga bermanfaat, sekian dan terima kasih.



Update: 
akhirnya saya buatkan blog khusus sneakers: arseniosneakers.blogspot.com

Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Selasa = Musik Keren atau Movie
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen
Minggu = Sneakers

Follow my blog: aldypradana.com

- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

Perjuangan Mencari Converse Kembar (dan Review Converse Chuck Taylor 70s)


Saya sebelumnya bercerita tentang keinginan untuk mencari Converse yang berbeda, tapi ternyata Amel ingin sepatu Converse yang kembar. 70s. Warna putih. Jadinya kami mencari-cari Converse Chuck Taylor 70s di sekitar Surabaya.


Agar lebih detail lengkapnya. Saya serahkan pada orang yang punya keinginan. Biarkan Amel saja yang bercerita, tentang perjuangan mencari sepatu dan review sepatunya sendiri.




Halo, namaku Amel. 


Aku menulis di blog ini karena pemintaan dari Aldy untuk mereview sepatu baru kami yang kembar.  


Aku sendiri tidak jago bercerita dalam tulisan. 


Tapi...


Karena sudah dibelikan sepatu sama Aldy yang ganteng, baik hati, dan rajin menabung ini, maka dengan senang hati aku akan review sepatu Converse Chuck Taylor 70’s milik kami.


Entah kapan awal mula kepikiran punya sepatu kembar ini, sepertinya saat melihat sepatu converse Aldy yang biru mulai berubah warna jadi abu-abu, hehe.


Aku pun miris melihat sepatu converse hitam lamaku (dari kuliah semester 5, 2015) yang sudah buluk sekali rupanya. Outsolenya juga mulai tipis. 


Sebenarnya, aku jarang memakainya. Sehari-hari aku lebih sering memakai sepatu pantofel untuk ngantor. Saat jalan-jalan, aku lebih suka pakai flatshoes karena lebih mudah untuk dilepas dan dipakai lagi. 


Nah, setelah melihat sepatu kami berdua yang mulai menua ini, muncul ide dalam kepalaku, “Lucu kali ya kalo kembaran sepatu converse warna putih.”


Begitulah cerita dibalik keinginan punya sepatu kembar ini.


Tempat pertama yang aku dan Aldy kunjungi adalah Tunjungan Plaza yang sudah diceritakan sebelumnya. 


Setelah tidak mendapat apa yang kami harapkan, dua minggu berikutnya kami pergi ke Royal Plaza.


Kami langsung menuju sport stationnya. Aku langsung memanggil mas-mas shopkeeper untuk menanyakan ukuran kakiku yaitu antara 36/37 dan ukuran kaki Aldy 44/45. 


Setelah dicek stoknya ternyata ukuran sepatuku nihil, masnya bilang kalo agak susah untuk ukuran kecil. Dalam hati aku berbisik, “Yaa Allaah, sedih banget ☹ apakah memang takdirnya nggak ada sepatu kembaran. Padahal juga kan lumayan mumpung dibeliin.”


Sedangkan, untuk Aldy ada ukuran 44, tapi ternyata setelah dicoba lebih pas di ukuran 45 (seperti converse birunya) dan stoknya pun tidak ada. 


Lalu, shopkeepernya memberi saran untuk pergi ke GM (Galaxy Mall) atau CW (Ciputra World). Kami pun mengecek diantara 2 mall tersebut mana yang paling dekat. 


Akhirnya memutuskan untuk pergi ke CW karena jaraknya (±) 4.5 Km dari Royal Plaza.


Saat perjalanan tak hentinya aku berdo’a semoga saja disana ada ukuran yang pas untuk kami. Aldy pun berharap hal yang sama, jika tidak ada ukurannya, ya sudah berarti tidak membeli sepatu dulu.


Sampai di mall CW, kami segera mencari converse storenya. Aku mengulang pertanyaan yang sama pada mbak-mbak shopkeepernya. 


Dan ternyata ada.


Aku awalnya ingin yang Low-Top karena nggak terlalu ribet masangnya. Sayangnya, yang ada High-Top ukuran 37.


Ukuran 45 untuk Aldy juga ada. (High-Top)


Aku mencoba sepatu tersebut. 


“Aku yang ini.” Sambil tersenyum lebar, saking senangnya akhirnya menemukan ukuran pas.


Senangnya, setelah pencarian ke beberapa tempat, sepatu kembaran akhirnya bisa tercapai.


Setelah terbeli, kami pun memakainya di perjalanan pulang. 





***


First impression, insolenya lebih empuk dari yang basic.


Kakiku aman sekali rasanya. Warna putih gadingnya cocok dipadukan dengan outfit warna apapun. Mungkin ada yang punya pendapat kalo warnanya seperti warna usang.


Menurutku, disitu letak estetikanya. Outsolenya sedikit mengkilap menambah kesan “eye catching”.


Bahan canvasnya terasa lebih kuat daripada yang basic. Sepatunya agak berat. Mungkin karena bahan canvasnya yang beda dan outsole yang lebih tebal. 


Aldy bilang ini sepatu Daily Beater. Akupun setuju sama pendapatnya.


Terimakasih Aldy untuk sepatunya, akan dipakai dan dirawat dengan baik. Sekian review sepatu converse chuck taylor 70’s white dari aku.


Semoga bermanfaat.



Akan saya tutup dengan mempromosikan jualan online saya, Arsenio Store ID. Tempat menjual Apparel seperti Sweater, Hoodie, dan Celana yang simple dan minimalis. Cocok untuk traveling dan nongkrong. 

Untuk melihat produknya, bisa kunjungi Instagramnya, di @arsenio.store.id, dan Tokopedianya, Arsenio Apparel Store.

Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store



Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Kalau kamu suka tulisan ini, kamu bisa follow akun KaryaKarsa saya di sini. Dan kamu bisa mengapresiasi kreator, dengan cara memberikan tip di KaryaKarsa. Have a nice day 🙂



- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture

Mencari Converse Chuck Taylor Yang Berbeda

Renew Cotton Chuck Taylor 70s

Renew Cotton Chuck Taylor 70s


Saya termasuk orang yang suka memakai sepatu sneakers.


Sneakers yang kebetulan paling sering saya pakai adalah Converse.


Pertamanya, dari peraturan sekolah yang menuntut sepatu hitam putih. Dan ternyata terpilihlah Converse sebagai sepatu andalan selama sekolah. 


Di usia yang 27 ini, saya sadar tipenya bernama Chuck Taylor (High Top). Saya pelajari sejarahnya (dari pebasket bernama Chuck Taylor itu sendiri) dan kebangkitannya di era band Nirvana.


Converse Chuck Taylor ini cocok dan fit dengan style saya. 


Paling sering saya pakai tentunya Converse Chuck Taylor dengan warna hitam putih. Sempat mencoba warna biru putih (Low Top). Dan sekarang ingin mencoba mencari Converse Chuck Taylor yang unik.


Converse punya banyak seri baru.


Fear of God


Scooby Doo



Crater



Tapi harganya mahal, hehe. Terus jumlahnya cukup terbatas.


Maka, saya mencoba datang ke Tunjungan Plaza, melihat sepatu converse di offical store, mencari apa yang ada dan sekiranya cocok dengan gaya saya. 


Saya ke sana bersama Amel. Kami berdua sama-sama mencoba mencari sneakers. Tapi, Amel inginnya kami memakai sepatu putih yang sama (beda ukuran, pastinya). 


Setelah melihat-lihat, malah menemukan sepatu yang cocok, berbeda dengan rencana awal.


Saya menemukan sneakers putih semua (saya kemudian mencari nama serinya di rumah, yaitu Prime n Clean 70s).



Dan Amel cocok dengan sneakers pink (Chuck Taylor 70s).




Harganya sekitar 700-850 ribu. Memang sekitar itu untuk harga Converse Chuck Taylor 70s. Kalau ingin sneakers murah bisa ke toko ini.


Hari itu, kami belum dapat memutuskan. Masih ingin melihat converse di tempat lain. Siapa tahu dapat penemuan luar biasa di sana. Jika nanti sudah terbeli, pasti akan saya review di blog ini.



- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 
munggah