Konten Kreator dan Adaptasi Terus Menerus


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semenjak mencoba Online Shop: Arsenio Store ID, saya seperti menjadi konten kreator.

Membuat konten versi tulisan, gambar, video, bahkan podcast.

Tidak sampai di situ, tuntutan untuk harus beradaptasi juga sangat tinggi. Karena tren TikTok, video vertikal jadi merajalela. Itu berarti harus mengikuti perubahan dari yang biasanya membuat dan mengedit video horizontal, sekarang harus video vertical. 

Pertamanya, memang sedikit kaku. Harus mengubah semuanya. Cara berceritanya berubah, cara mengeditnya berubah, dan durasi juga berubah.

Makanya, sekarang saya rutin membuat tutorial video editing. Sekalian mengarsipkan apa yang saya pelajari, sekalian juga membuat video vertikal. Terus bikin, agar semakin paham. Dari sana langsung diupload ke semua social media: Instagram (Reels), Youtube (Shorts), dan apapun yang ada Storynya.

Sisi positifnya, saya dituntut untuk belajar lagi dari 0.

Kadang merasa capek, tapi setelah melihat hasilnya ternyata keren juga.





Begitu juga dengan podcast. Spotify mengeluarkan fitur terbaru, dimana podcaster bisa menyelipkan lagu di dalam podcastnya. Itu juga saya coba. Dan rasanya kayak jadi penyiar radio.

Lagu Favorit dari Album Mercury Act 1 - Imagine Dragons: https://open.spotify.com/episode/15aByc7dQ57Ildb4ZZ3qOS?si=Novub_fnQEWqiz7U1K-11A

Lagu Favorit dari Album JORDI - Maroon 5: https://open.spotify.com/episode/6dgOH1WNDBuDyBmtqZpgly?si=OHR1hkxDTwWrrPvFjIXq8A

Lagu Favorit dari Album SOUR - Olivia Rodrigo: https://open.spotify.com/episode/3XHqzI5dv04If0b2LIPCR2?si=PE0cD5QSS2WuusZiZfygcQ

Lagu Favorit dari Album HUMAN - OneRepublic: https://open.spotify.com/episode/68Yy548rbBpkDXIw0rFvas?si=367xDWaCRb-n6jhkLnUfGg

Lagu Favorit dari Album Music of The Spheres - Coldplay: https://open.spotify.com/episode/2BSrpF8QUHiCCiQHO7bbnh?si=vk5uTjBFSHaFPsO6y_jJaA


Teknologi semakin berkembang, zaman semakin maju. Perubahan terus bergerak semakin cepat. Mungkin tidak semua orang akan mencoba untuk beradaptasi. Tapi, saya ingin mencoba, saya ingin belajar lagi. Bukan karena tidak ingin ketinggalan, lebih karena ingin terus menambah ilmu baru.

Sekian dari saya.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca sampai akhir.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Kalau kamu suka tulisan ini, kamu bisa follow akun 
KaryaKarsa saya di sini. Dan kamu bisa mengapresiasi kreator, dengan cara memberikan tip di KaryaKarsa. Have a nice day 🙂

- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture

Ide Konten Mendidik Untuk Kelas Online

Kompasiana

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya sebenarnya bukan penggemar kelas online, tapi tidak bisa dipungkiri, arahnya pendidikan kita mau tidak mau adalah kelas online.

Apalagi kembali diadakannya PPKM Darurat pada 3-20 Juli 2021, rasanya hampir sama seperti awal-awal pandemi. Pembelajaran kembali wajib jarak jauh (online).

Merdeka.com

Kemarin, tiba-tiba saya mendapat ide untuk konten mendidik yang bisa dilakukan oleh sekolah (sepertinya hanya beberapa sekolah). Konten ini bisa bersifat ekslusif ataupun inklusif. Terserah mau diatur hanya murid sendiri yang bisa melihat atau semua orang bisa mengakses konten tersebut.


Intinya konten video, sederhananya seperti ini:

Senin: Fun Cooking

Selasa: Kreasi

Rabu: Science

Kamis: Olahraga

Jum’at: Ceramah

Sabtu: Photography & Videography

(Materi bisa diubah)


Di kepala saya semua konten di atas adalah konten video, tapi sepertinya bisa dialihkan sebagai konten tulisan juga. Postingan tertulis di website, langkah per langkah diketik ulang, lalu diselipkan link videonya.

Sebelum proses pengerjaannya, planning terlebih dahulu untuk konten sebulan. Maksudnya seperti apa?

Harus membuat dulu rencana konten sesuai jadwal selama sebulan.

Fun Cooking: minggu pertama membuat masakan A, minggu kedua membuat minuman B, minggu ketiga membuat masakan C, minggu keempat membuat minuman D.

Berlaku untuk semua kegiatan yang lainnya. Rencana sebulan harus ada dulu, sebelum akhirnya lompat ke tahap berikutnya, shooting.


Untuk proses shooting, bisa dilakukan antara guru dan murid. Guru bisa dipilih sesuai bidangnya, yang memang jago di bidang yang tersebut. Untuk murid, bisa dipilih yang memang bukan di sana, atau yang memang ingin berpartisipasi. Keterlibatan murid dapat menarik perhatian murid dan orang tua murid.

Terakhir, editing (dan upload).

Video yang selesai direkam, diedit dan disatukan. Tidak perlu editing yang heboh, yang penting pesan dan isi tersampaikan dengan mudah. Karena itu memang intinya. 

Kembali lagi mau ini menjadi konten ekslusif atau inklusif, video yang sudah selesai dan mau diupload di Youtube, bisa kita atur penontonnya siapa saja.

Di Youtube ada pilihan untuk per videonya: public, unlisted, private.

Kalau kita setting public, maka semua orang dapat melihatnya. Kalau kita setting unlisted, maka hanya orang tertentu yang punya linknya, yang dapat melihatnya (ekslusif).


Kalau mau kita rangkum kembali:

1. Planning,

2. Shooting,

3. Editing (dan upload).


Keuntungan dari konten seperti ini adalah

1. Dapat menjadi fasilitas sekolah,

2. Konten dapat dilihat kapan saja (tidak bersifat live),

3. Memudahkan belajar bagi siswa,

4. Mengasah bakat siswa (dari segi yang ikut tampil memperagakan, dan dari segi siswa yang melihat & mempelajari konten videonya).


Itu saja suara-suara di kepala yang ingin saya sampaikan. Di atas barulah kumpulan ide, tapi untuk pelaksanaannya jelas butuh banyak tenaga dan banyak orang. 

Akan saya tutup dengan mempromosikan jualan online saya, Arsenio Store ID. Tempat menjual Apparel seperti Sweater, Hoodie, dan Celana yang simple dan minimalis. Cocok untuk traveling dan nongkrong bareng temen.


Instagram: @arsenio.store.id

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga ide di atas bisa bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Kalau kamu suka tulisan ini, kamu bisa follow akun 
KaryaKarsa saya di sini. Dan kamu bisa mengapresiasi kreator, dengan cara memberikan tip di KaryaKarsa. Have a nice day 🙂


- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture

10 Sumber Penghasilan Menurut Raditya Dika

Asssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Beberapa hari yang lalu, saya mendengarkan podcast milik Raditya Dika di Spotify. Pada salah satu episodenya, ia menjelaskan suatu hal yang menurut saya penting. Saya pun tertarik untuk mencatat apa yang ia katakan di blog ini.

Jadi, di episode podcast itu, Raditya Dika bilang bahwa penghasilan itu bukan cuma gaji, tapi bisa juga dari beberapa tempat yang lain. Kalau saya tidak salah catat, Raditya Dika bilang ada 10 sumber penghasilan. 

Pertama, gaji dari pekerjaan.

Kedua, royalti.

Karena Raditya Dika adalah penulis buku best seller, setiap 6 bulan sekali, ia mendapat royalti dari penerbit buku.

Ketiga, pembicara/narasumber.

Menjadi pembicara atau narasumber bisa dibilang perpanjangan dari penulis buku itu sendiri. Ia menjadi pembicara atau narasumber sesuai pekerjaannya, yaitu penulis. Radit biasanya diminta untuk mengisi workshop dengan tema “tips menulis”. 

Keempat, Blog (adsense).

Sebelum menjadi penulis buku best seller, Raditya Dika memulai sebagai blogger. Dari blognya ia mendapat uang dari adsense yang tersedia.

Kelima, karir -> penulis skrip -> sutradara.

Keenam, kelas online.

Pembedanya dari pembicara adalah ia datang sebagai tamu.

Kelas online yang ia maksud datang dari diri sendiri. Jadi, Raditya Dika sendiri yang membuat kelas online untuk peserta dengan jumlah sekian.

Kalau yang saya lihat, akhir-akhir ini, ia mengecap diri sendiri ia mau mengisi workshop apa. Seperti cara membuat webseries atau cara membuat konten youtube.

Ketujuh, Digital Download.

Raditya Dika punya digital download untuk stand upnya, yang bisa didapat di ceritacintaku.com. Kalau saya sendiri, mungkin konten ekslusif di KaryaKarsa sudah termasuk digital download.

Kedelapan, Youtube Adsense.

Kesembilan, Brand deals.

Kesepuluh, Investasi saham.

Itu saja rangkuman dari episode podcast milik Raditya Dika dengan Judul “Penghasilan Bukan Cuma Gaji”. Untuk mendengarkan langsung, bisa ke sumbernya di sini.


Akan saya tutup dengan mempromosikan jualan online saya, Arsenio Store ID. Tempat menjual Apparel seperti Sweater, Hoodie, dan Celana yang simple dan minimalis. Cocok untuk traveling dan nongkrong. 

Untuk melihat produknya, bisa kunjungi Instagramnya, di @arsenio.store.id, dan Tokopedianya, Arsenio Apparel Store.

Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store


Terima kasih sudah membaca di akhir.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Kalau kamu suka tulisan ini, kamu bisa follow akun 
KaryaKarsa saya di sini. Dan kamu bisa mengapresiasi kreator, dengan cara memberikan tip di KaryaKarsa. Have a nice day 🙂


- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture

3 Hal Yang Bisa Saya Ambil Dari Buku “Kata Dochi: Sebuah Memori” (Dochi Sadega Pee Wee Gaskins)

Republikfiksi


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya akan memulai blog ini dengan bercerita tentang band Pee We Gaskins.

Saya berkenalan dengan band ini saat pensi di SMA. Saya masih kelas 1 waktu itu. Saya tidak pernah mendengar band pop punk ini. Cuma katanya, band ini adalah rising star. Band pensi yang tampil dari sekolah ke sekolah.

Dari melihat penampilan dan mendengar lagunya di pensi, saya kemudian membeli CD album Pee Wee Gaskins berjudul The Sophomore. Berlanjut membeli album mereka yang kedua, mengikuti mereka di social media, dan menaruh band ini sebagai salah satu band favorit saya.

Saya membeli buku ini dengan harga yang lumayan (Rp 110.000,00). Buku ini punya banyak warna dan gambar di dalamnya, menjelaskan kenapa harganya segitu.

Saya sendiri sebenarnya lebih penasaran tentang Dochi dan dunia musiknya di Pee Wee Gaskins. Di buku ini, ternyata bercerita lebih banyak. Kata Dochi membahas awal mula nama Dochi, band emo, awesome things & facts about penulis, dan masih banyak lagi.

Dari semua itu, ini yang bisa saya ambil.

#1 Berani Beda

Di buku Kata Dochi, bagian ini dimulai dengan tulisan “revenge” besar memenuhi dua halaman. Namun, saya justru mengambil kesimpulannya, Dochi berani beda.

Dochi membuat band baru, setelah band sebelumnya “tidak berjalan”, dengan lagu pop punk berjudul Here Up On The Attic. Dari lagu itu, ia perdengarkan ke Sansan, yang masih vokalis Kiling Me Inside waktu itu.

Di bawah ini mengapa ia berani beda.

Sansan harus mengisi vokal dan gitar. Ia juga tidak boleh scream. Tujuannya? Untuk beda dengan Killing Me Inside. Satu lagi, Dochi mencari drummer yang mainnya tidak double pedal.

“It was different than the other kids were playing.”

“Everybody was trying to be the hardest metal sounding band and we’re exactly the opposite.”

Cerita ini  di bawah ini mungkin bisa ditemukan di Google, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa sejarah nama Pee Wee Gaskins itu penting untuk dicantumkan.

Pee Wee Gaskins adalah nama serial killer.

Dochi memakai nama band serial killer, tapi ingin orang-orang lupa kalau ini nama serial killer. Ia pakai graphic berwarna dan musik yang lebih ceria. Terceminkan pada lagu-lagunya di album pertama, sangat dekat dengan cerita remaja SMA dan kuliah.

“So that was it. With the name of serial killer, we try to make killer music.”


Sebelum lanjut, saya mau mempromosikan jualan online saya di Arsenio Store ID. Tempat menjual apparel, seperti T-Shirt, Sweater, dan Hoodie yang simple dan minimalis. Cocok banget buat traveling dan nongkrong bareng temen. Bisa cek produknya di Instagram: @arsenio.store.id dan Tokopedia: Arsenio Apparel Store

Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store


#2 Cara Dochi Menulis Lagu

Seperti musisi lain, Dochi beranggapan bahwa ide dapat datang dari mana saja. Bisa cerita pribadi, bisa cerita teman. Ia juga menambahkan banyak tips lain, tapi ada dua yang paling menarik: menambahkan keterangan waktu dan keterangan tempat (atau suasana tempat). 


-> Pee Wee Gaskins - Sebuah Rahasia

Jam berhenti di 12,

Ku habiskan gelas demi gelas,

Membuat pahit sisa yang manis,

Sampai akhirnya ku lupa.

Keterangan waktu bisa berupa tanggal atau jam. Sesuai lirik di atas, penambahan keterangan waktu membuat lagunya terasa personal. Penggunaan angka 12 bagi saya juga tepat. Jam 12 malam, mencoba melupakan seseorang, terasa “dekat” bagi beberapa orang


-> Pee Wee Gaskins - Selama Engkau Hidup

Suara pesta yang bergema (hilang semua duka)

Riang canda membuat lupa (ajalmu kan tiba)

Berkurang satu usiamu kawan,

Semakin dekat akhir hidupmu.

Lirik di atas menggambarkan suasana tempat, yaitu pesta ulang tahun. Liriknya punya sudut pandang yang unik, dimana Dochi mengajak orang untuk berpikir tentang kematian saat sedang berulang tahun.


Versi Podcast: https://open.spotify.com/episode/7bJrXLnRSK18Lgzvhnlusj?si=rS42NOigTcSKV1gd1FK-ig&dl_branch=1


#3 From Band to Brand

“Membangun sebuah brand adalah tentang memperkenalkan dan melengkapi sebuah kebutuhan dengan cara orang lain tidak bisa.”

Dochi menggunakan Pee Wee Gaskins sebagai kendaraan untuk berkembang. Dari sana, ia bisa kerja sama dengan brand, menghitung statistik dari data media sosial, menarget audience, dan akhirnya menciptakan brand yang bisa mengisi kebutuhan audiens tersebut.

Siapa yang menyangka Personal Branding Dochi adalah suatu perencanaan yang matang?

Kacamata frame tebal, topi snapback, dan baju sehari-hari yang semua orang bisa pakai.

Tertuang di bukunya, brand pertama bukanlah clothing line, tapi dirinya sendiri. Personal branding adalah praktik untuk mempromosikan diri, karir, dan pencapaian sebagai sebuah brand.

Dari personal branding yang kuat lahirlah brand lain, seperti Sunday Sunday co, HomeRibs, dan One Triple Nine. Masing-masing punya cerita dan pendekatan yang berbeda. Ini juga butuh visi, dedikasi, dan ketelitian lebih.

“Lo harus menguasai cara untuk menyampaikan sebuah cerita, bisa ngumpulin orang, dan terus relevan.”


Itu saja yang bisa saya ambil dari buku Kata Dochi.

Di bukunya masih ada cerita tentang Tasya (istrinya), tentang hubungan Dochi dengan keluarganya, dan tentunya, tentang hubungannya dengan tiap personil Pee Wee Gaskins. Itu semua bisa dibaca sendiri dengan membeli bukunya.


Sekian dari saya. Semoga postingan ini bermanfaat.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Kalau kamu suka tulisan ini, kamu bisa follow akun KaryaKarsa saya di sini. Dan kamu bisa mengapresiasi kreator, dengan cara memberikan tip di KaryaKarsa. Have a nice day 🙂


- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture


Tidak Ada Yang Namanya Cara Cepat Untuk Menguasai Sesuatu. Pasti Membutuhkan Usaha, Latihan, Evaluasi, dan Waktu.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya membuat tulisan ini karena saya merasa “terpancing” mendengar dan melihat kalimat “Cara Cepat Menjadi Kaya” atau “Cara Cepat Belajar Gitar”.  Padahal, tidak ada yang namanya cara cepat untuk menguasai sesuatu. Pasti Membutuhkan Usaha, Latihan, Evaluasi, dan Waktu


Niat & Usaha

Semua pasti berawal dari niat, lalu dari niat, kita harus melakukannya, dengan berusaha. Kita mau belajar naik sepeda, misalkan. Kita harus punya niatnya dulu. Terus kumpulkan apa yang diperlukan, sepedanya, helmnya. Kalau sudah, tentukan mau kapan dan dimana kita mau belajar sepedanya. 


Setelah itu, apa yang dilakukan? 


Yang harus dilakukan adalah latihan terus menerus. 


Latihan

Nah, orang itu seringkali berhenti setelah latihan pertama. Putus di tengah jalan setelah merasa kesulitan saat latihannya. Padahal, memang begitu jalannya. Kita harus latihan, latihan, latihan. Latihan berkali-kali. Latihan berulang-ulang. 


Ada yang perlu jadi landasan. Kita juga harus paham sama diri kita sendiri.  Kayak saya sendiri, saya ingin menguasai suatu mata pelajaran, tapi saya tidak cocok sama sistem pembelajaran di bimbel. Saya ternyata lebih cocok dengan les privat. Saya lebih suka dengan les personal. 


Jadi, sadar sama cara belajar diri kita sendiri itu penting. Kita harus tau, kita itu cocoknya latihan seperti apa. Apakah latihan lewat internet? Lewat youtube? Lewat komunitas? Lewat mentor?


Paham sama diri sendiri memudahkan untuk latihannya dan proses pembelajarannya. 


Waktu

Usaha butuh waktu. Latihan butuh waktu. 


Saya lagi belajar masak nasi goreng. Sepele mungkin. Tapi saya memang bukan orang yang jago masak. Saya latihan terus dengan masak nasi goreng di pagi, siang, dan malam.


Hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis. Saya lakukan terus menerus. Saya masak terus, setiap harinya. Ini udah berjalan hari keempat. Saya merasa sudah mengalami perkembangan. Tinggal sedikit lagi, saya akan merasa puas dengan masakan saya.


Evaluasi

Saat saya masak nasi goreng itu, saya melakukan evaluasi. Saya tanya istri saya apa yang kurang, dari rasanya, dari cara masaknya. Terus saya latihan lagi, evaluasi lagi. Bikin nasi goreng lagi, terus evaluasi lagi. Begitu terus sampai kemampuan masak saya benar-benar terasah.


Closing

Itu saja dari saya. Ini sekadar berbagi opini dari pengalaman saya sendiri. Karena memang tidak ada shortcut. Ini real life. Bukan game PS1, PS2, PS3, 4 atau 5. Pada kenyataannya, kita harus usaha, latihan, evaluasi, dan sadar bahwa itu semua butuh waktu. 


Semoga bermanfaat. Seperti biasa, akan saya tutup dengan mempromosikan jualan saya: Arsenio Store ID.


Tempat menjual apparel, seperti Hoodie, Sweater, dan Celana yang simple dan minimalis, siap dipakai untuk traveling dan nongkrong bareng temen. Instagramnya, @arsenio.store.id dan Tokopedianya, Arsenio Apparel Store. 


Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Versi podcast: https://open.spotify.com/episode/1Idww6dAVfnEWQa5xj9tF4?si=oeDuf8Y4Sz2pzLcE2yo2_A



- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture

Cara Saya Mempertahankan Prinsip Tidak Merokok

 


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya tidak merokok. Saya masih ingat, salah satu nasehat dari ibu saya (almarhumah), yaitu jangan merokok. Karena sekali merokok, susah berhentinya. Mungkin kalimatnya tidak sama persis. Tapi, intinya adalah tidak merokok.


Saya bawa kalimat itu dari SD, SMP, SMA, kuliah, kerja, dan sampai sekarang. Saya masih menganggap bahwa “tidak merokok” sebagai suatu prinsip kehidupan, yang harus saya pegang terus seumur hidup.


Memperjuangkannya jelas tidak mudah. Karena hampir semua teman saya, sekarang pada merokok. Tidak salah, karena semua orang berhak atas kebebasan dirinya. Tinggal kitanya saja, per individunya, mau tetap mengikuti teman kita merokok atau tidak.


Cara Saya Mempertahankan Prinsip Tidak Merokok


Saya punya kebiasaan untuk menghindari asap rokok. Saya tidak ingin beradaptasi dengan asap rokok. Sama sekali tidak mau. Jadi, saya ingin mempertahankan diri saya agar tidak terbiasa dengan asap rokok.


Saya ingin terus merasa aneh dengan bau asap rokok. Saya ingin terus merasa tidak nyaman dengan asap rokok. Saya ingin ketika ada asap rokok, saya menghindarinya.


Saya perjelas, asap rokok, ya. 


Contohnya begini. Saat ada orang merokok, saya bisa rasakan arah anginnya kemana. Bisa dilihat asap rokoknya kemana. Dari sana, saya bisa berdiri, saya duduk di tempat yang tidak terkena asap rokoknya.


Orang mau merokok silakan, yang saya hindari asap rokoknya.


Sampai sekarang, saya terus menghindari asap rokok. Terus berada di kawasan tidak merokok. Dengan tidak terbiasa dengan asap rokok, saya bisa mempertahankan diri untuk tidak merokok. Bagaimana mau merokok, kalau asap rokok saya tidak kuat.


Itu maksudnya.


Itu saja dari saya. Ini sekadar opini dari prinsip yang saya pegang. Semoga opini saya bisa dimengerti. Akan saya tutup dengan mempromosikan jualan saya: Arsenio Store ID.


Tempat menjual apparel, seperti Hoodie, Sweater, Celana simple dan minimalis yang siap dipakai untuk traveling dan nongkrong bareng temen.


Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Versi podcast: https://open.spotify.com/episode/4lflzwXvO5bHzjgO0l0eNU?si=0sKVi6bCRq2b4P9MmUePGg



- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture



Cara Menggunakan Fitur “Promotions” di Instagram


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sebenarnya saya pernah membahas ini di sini dan di sini, tapi saya akan coba tuliskan kembali dengan bahasa yang lebih mudah.

Jadi, saya sedang berjualan online di Arsenio Store ID. Toko saya menjual Apparel simple dan minimalis, seperti, hoodie, sweater, celana, dan masih banyak lagi. Saya menjual produknya di Tokopedia: Arsenio Apparel Store.

https://www.tokopedia.com/arseniostoreid

Untuk meluaskan pasar, pada Rabu, 16 Mei 2021, saya mencoba fitur “promotions” di salah satu postingan Instagram @arsenio.store.id. Berikut adalah pengalaman saya menggunakan fitur ini.

Awal Pengaturan Fitur Promotions

1. Pertama, saya memilih postingan mana yang mau saya promosikan. Pilihan saya jatuh pada, foto Baseball Cap. Harganya paling murah, siap untuk percobaan pertama.

https://www.tokopedia.com/arseniostoreid/topi-baseball-cap-series-hitam

2. Saya mengetuk pilihan “Promote” di postingan tersebut. Muncul menu GOAL. Pada menu ini, ada 3 pilihan:

- more profile visits

- more website visits

- more messages

Saya memilih more website visits.

3. Next, saya masuk ke menu AUDIENCE. Di menu ini, ada dua pilihan:

- automatic

- create your own

Agar lebih memudahkan bagi saya, saya memilih automatic. Artinya, Instagram akan mempromosikan sesuai followers yang saya punya sekarang. Dari segi lokasi dan data lainnya.

4. Selanjutnya, pilihan BUDGET & DURATION. Saya memilih yang paling murah, yaitu 20.000 x 6 hari = 120.000 + pajak 10%. Total = 132.000

(Pembayarannya waktu itu saya lewat Alfamart. Saya harus isi “pulsa” Instagram dulu. Baru dari sana, saya membayar biaya promosinya).


Hasil Setelah 6 Hari

Saya menjelaskan secara detail statistiknya pada media lain, yaitu di sini dan di sini. Khusus di blog ini, saya langsung saja ke hasil akhir dari promosinya.

Pada bagian postingan yang saya promosikan, saya mengetuk tulisan INSIGHT. Pada bagian itu, terdapat data statistik dari promosi yang sudah terlaksana.

Discovery: menjangkau 7.582 orang

Impressions: 9.396 orang.

Gender: Men 69%, Women 31%

Untuk usianya, menjangkau banyak sekali kalangan. Paling banyak usia 25-34 dan 35-44, yaitu 22%. Paling sedikit adalah usia 55-64 -> 8% dan usia 65 ke atas -> 11%.

Dari jangkauan itu, paling banyak berada di Jawa Barat 24%. Sisanya berada di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, dan Banten.

Berkat postingan yang dipromosikan, ada 47 orang mengunjungi profil instagram @arsenios.store.id dan 95 orang mengunjungi link websitenya. (Tokopedia). 



Kesimpulan 

Sebagai uji coba, hasil promosi Instagram ini termasuk luar biasa. Saya tidak menyangka hasilnya sebanyak ini. Pada akhirnya, postingan Baseball Cap tadi mendapat 42 likes.

Tampak angka yang biasa saja, tapi 42 likes itu didapat setelah menjangkau 7.582 akun. Dari angka sebanyak itu, banyak juga yang akhirnya melihat profil dan mengunjungi link Instagram Arsenio Store ID.

Beberapa orang juga mengikuti Tokopedianya: Arsenio Apparel Store.

Followers Instagram: 148 (bertambah 15)

Followers Tokopedia: bertambah menjadi 30

Jika menggunakannya dengan baik, dengan rencana yang terukur, dan penghitungan modal yang tepat, hasil dari fitur promosi ini bisa sangat maksimal.

Melihat data statistik di atas, jujur, saya ingin melakukan promosi di Instagram @arsenio.store.id lagi.

Semoga postingan ini bermanfaat.

Sekian dan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Mix & Match: Casual Dengan Basic Sweater https://youtu.be/ZabF6BXNsmc


Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Kalau kamu suka tulisan ini, kamu bisa follow akun KaryaKarsa saya di sini. Dan kamu bisa mengapresiasi kreator, dengan cara memberikan tip di KaryaKarsa. Have a nice day 🙂


- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture


munggah