Blackout



I think that was the first time ever, I felt the experience of blackout (passed out).

Kejadiannya di hari Minggu, 28 Januari 2018. Jam dinding menunjukkan waktu sekitar pukul 17.30. Saya lagi di rumah, nonton series Black Mirror sambil makan mie rebus.

Selesai makan, saya langsung cuci piringnya. Sewaktu jalan, langkah kaki terasa agak lemes, kayak mau jatuh. Tapi saya tetep lanjut jalan, nggak ada pikiran aneh-aneh. Paling cuma kaget karena abis duduk langsung berdiri dan jalan agak cepet. Itu yang terlintas di pikiran saya.

Sesampainya di dapur, saya taruh piring di wastafel, buka keran, lalu air mengucur deras. Kondisi sedang mencuci piring, tiba-tiba kaki lemes. Nggak ada tenaga buat mopang seluruh tubuh. Badan langsung jatuh. 

Gelap. 

Blank item semua.

Pas buka mata, bangun-bangun udah ketiban sepeda.

Malah bangunnya pun bukan karena sakit kena sepeda, tapi karena tulang deket leher sakit kena gundukan lantai.


Saya membuka mata, dengan pikiran yang agak bingung. Saya liat sekeliling, saya sudah tiduran di lantai. Sepeda menimpa kaki saya. Beberapa barang jatuh di dekat saya berantakan.



Ardy, adik saya, dateng nolongin. Ia ngangkat sepedanya, matiin air keran, sama ngasih air minum.

Padahal itu cuma mau nyuci piring, pake acara passed out segala.
Apa karena abis nonton Black Mirror? (Apa pula hubungannya?)

Dengan bantuan Ardy, saya bangun terus tiduran di ruang tengah.

Saat jalan ke ruang tengah, kaki terasa lunglai, sedikit tergopoh-gopoh, kepala agak puyeng.

Badan kemudian merasa tenang setelah leher bertemu bantal. 

What an experience.

Barusan saya pingsan?

I think that was the first time ever, I felt the experience of blackout (passed out).

Lalu, saya mikir kenapa saya bisa pingsan. Apa karena belum sarapan? Kurang minum? Saya memang belum makan dari pagi sampai sore tadi. Makan paling cuma makanan ringan seperti roti dan kue cokelat.

Mungkin, ini efek kecapean dan kurang nutrisi. Mungkin pikiran saya berkata, saya fine-fine aja. Tapi sayang, badan saya mengatakan sebaliknya.

Apapu itu, saya lalu berpendapat, "Knowing how passed out felt like. Healthy is a must."


- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com
Instagram: https://www.instagram.com/aldy_pradana17/
Facebook Page: https://www.facebook.com/Aldy-Pradana-859453137453349/

Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

[Sofware Komputer Untuk Anak-Anak]: Mewarnai & Menggambar Jadi Lebih Mudah & Menyenangkan

https://www.keacoloringbook.com/windows/images/screenshot.png

Sebagai guru komputer untuk tingkat SD, saya harus memberikan pembelajaran komputer yang mudah dipahami. Dengan teknologi yang maju ini, Microsoft Word jadi sesuatu yang dasar banget untuk anak-anak kelas besar (4-5-6). 

Namun, gimana dengan anak TK atau kelas 1? Kan, nggak mungkin memberikan kelas tentang mengetik di Word? 

Untuk kelas kecil seperti mereka, saya mempersilakan mereka untuk menggambar dan mewarnai. Berikut beberapa software komputer yang saya temukan di internet, yang kemudian, saya pake untuk pembelajaran.


KEA COLORING BOOK

http://www.softpedia.com/get/Others/Fun/Kea-Coloring-Book.shtml

Mewarnai jadi lebih menyenangkan dengan software ini. Punya background music ketika dibuka, dan punya sound effect sendiri saat mewarnai. 

Software ini mempunyai beberapa gambar yang bisa dipilih, tinggal dipilih gambar mana yang ingin diwarnai, lalu klik. Warnai sesuai keinginan, bisa dengan dicat, atau sekali langsung mewarnai satu bagian. 

TUX PAINT

https://images.filehippo.net/img/ex/5766__tux_paint_2_10_15.jpg

Software ini bisa untuk menggambar dan mewarnai. Dilengkapi lebih banyak fitur yang mudah untuk digunakan. Bisa menggambar pelangi, bunga, serta rumput jadi lebih mudah. Sound effect yang lucu bisa jadi hiburan tersendiri bagi anak-anak.

TuxPaint punya fitur online yang memiliki fitur yang lebih lengkap.


CorelDraw

Berbeda dengan dua software yang harus didownload dulu, CorelDraw umumnya sudah ada di komputer sebagai software tetap (default). 

"Tapi bukannya ini kan software menggambar yang terlalu rumit?"

Iya, kalo anak-anak disuruh membuat logo, tapi jika diberikan tugas yang lebih mudah, seperti melakukan drag & drop gambar yang disuka. Dijamin jadi terasa menyenangkan.


tutorial bisa dilihat di sini -> https://www.youtube.com/watch?v=QmBdphU7TV8

Klik Text - Insert Symbol Character - pilih font: Webdings

Muncul pilihan berbagai dan beraneka ragam gambar yang bisa dipilih dan di drag & drop ke kanvas.


***

Untuk Kea Coloring Book & TuxPaint bisa digoogling dan didownload di link yang tersedia.

***

Tambahan: Jika ingin melatih anak-anak untuk mengetik huruf-huruf dasar, bisa dimulai dengan bermain TuxType. Bermain mengetik huruf, sambil mengenalkan huruf alfabet ke anak-anak


https://courses.cs.washington.edu/courses/cse403/02wi/Labs/Lab1/key-tuxtype.jpg
https://screenshots.en.sftcdn.net/en/scrn/16000/16154/tux-typing-8.jpg

Sekian dari saya, semoga postingan ini bisa membantu. 



- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com
Instagram: https://www.instagram.com/aldy_pradana17/
Facebook Page: https://www.facebook.com/Aldy-Pradana-859453137453349/

Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini




munggah