12 Film Terbaik 2017



Akhirnya, bisa bertemu lagi dengan penghujung tahun, dimana saya akan meneruskan tradisi tahunan dari blog ini. Tradisi yang sudah berjalan dari tahun 2014, 2015, 2016 ini, akan saya coba akan lanjutkan terus dengan membuat 12 Film Terbaik 2017.

Pembedanya, biasanya dengan daftar Top Ten. Saya mencoba berbeda, saya buat menjadi Top Twelve. 12 Film Terbaik menurut saya. 

Baik, tanpa panjang kata, langsung saja meluncur ke nomor paling dasar.


Teen Titans: Judas Contract


Awalnya, nomor 12 diisi oleh Guardians of The Galaxy 2, tapi karena ada satu film yang telat saya tonton, but turns out it's good. Mengharuskan saya menendang Groot dan kawan-kawan, karena Teen Titans ingin menjadi film pembuka di postingan ini. 

Teen Titans ini meski animasi, tapi isi kontennnya lebih diarahkan ke remaja dan dewasa muda. Blood, action-packed, and twisting. 

Spider-Man: Homecoming


Menyenangkan bisa kembali melihat Peter Parker dan Spider-Man diperlakukan dengan benar (I'm sorry Andrew Garfield and team). Spidey dan Iron Man satu adegan, Spidey dan Avengers satu adegan, Spidey dan Civil War satu adegan. Betapa puasnya para fanboy sejati Spidey bisa melihat itu semua dalam Marvel Cinematic Universe. Well, Thank you, Disney.

Wind River


2 Nomor berikutnya akan tentang film misteri dan thriller. Pada nomor ini, Hawkeye and Scarlett Witch akan mengajakmu berpetualang mencari jejak pelaku di tengah-tengah badai salju. 

Mungkin bisa dibilang, ini salah satu penampilan terbaik dari Hawkeye, eh maksud saya Jeremy Renner.


Girl on A Train


Sama seperti nomor sebelumnya, film ini jauh lebih penuh misteri dan adegan mendebarkan. Penonton diajak untuk ikut menebak-nebak siapa pelaku sebenarnya dengan penutup yang klimaks tentunya. Yang suka cerita detektif, ini bisa jadi film yang tepat buat kamu.

Dunkirk


Nolan dan film-film terbaik buatannya. Dunkirk bisa dikatakan bukan yang terbaik, (bahkan tidak masuk my top 4) tapi tetap, buatan Nolan sudah pasti punya jaminan kualitas yang tinggi.

Banyak yang membandingkan ini dengan Hacksaw Ridge, dan lebih suka mengikuti cerita Andrew Garfield daripada mengikuti 3 cerita dengan 3 waktu berbeda ala Nolan. Saya juga setuju, Hacksaw jelas jauh lebih baik, tapi bukan berarti Dunkirk tidak layak untuk diperhitungkan.

La La Land



Sebelum ada suara: 

"Kok La La Land masuk film 2017? Ini kan keluaran 2016?"
"Kok cuma segitu rankingnya, ini seharunya masuk top 5!"

Tunggu dulu, saya akan menjelaskan beberapa hal. 

Pertama, setau saya film ini masuk ke Indonesia pada awal tahun 2017, jadi masuknya yang list 2017.

Kedua, saya sendiri bukan penggemar film musikal. La La Land bisa masuk ke daftar film favorit saya, berarti ada suguhan yang berbeda dari film musikal yang lain.

Duet Ryan Gosling dan Emma Stone jelas jadi bintangnya. Apalagi dengan lagu City of Stars dan chemistry mereka. Romantically amazing!




Oke, kita sudah melalui setengah dari daftar film terbaik versi saya, mari saya beri filler dulu sebelum masuk ke best of six.



Best TV Series: Black Mirror (2017)

Honorable mentions: 
- The Flash (season 4)
- Gotham (season 4)
- The Punisher
- The Mick

Best Scene After Credit: Justice League 
                                        (Race between Superman & Flash)            
                                        (Lex Luthor talks to Deathstroke)

Honorable mentions: 
- Patient advice by Captain America
- Susah Sinyal
- GOTG Vol. 2


Most Favorite Character: Wonder Woman

Honorable mentions: 
- Logan
- Batman Lego
- Baby Groot
- Spider-Man
- The Flash
- Yondu
- Rey



Most Awesome Villain: Jackie Chan (Quan- The Foreigner)

Honorable mentions: 
- Ares (Wonder Woman)
- X-23 (Logan)
- Buddy (Baby Driver)
- Kylo Ren
- Supreme Leader Snoke

Surprisingly Good:

Eddie The Eagle (2016), Miss peregrini's home for peculiar children (2016), The Proposal (2009), The Vow (2015) Alice looking Through Glass (2016), The Negotiator (1998), Spare Part (2015), Split, Mr Right (2015), Moana, Fantastic Beast and Where To Find Them, Daddy's home 2, Chasing The Dragon.

John wick 2, Morning Glory (2010), Once Upon a Time in Venice, Nerve, Captain underpants, Furious 8, Trolls, War dogs, Pirates Dead Men Tell No Tales, Heat, War of The Planet of The Apes, Cars 3, American Dream, Hitman BodyguardHacksaw ridge 85 (2016), I.T (2016), The Foreigner, Susah Sinyal, Thor: Ragnarok. Jumanji (2018)

Surprisingly Not-Good Enough:

Power Ranger The Movie, Boss Baby, God of Egypt, Rings, Transformer 5, Keeping Up With Jonesess, Despicable Me 3, Murder on The Orient Express.

I don't know what to say:

Allied (it's good, but somehow it's kinda boring)
Arrival (it's good, but then I slept)
Justice League (the bond between each characters is good, but it's still not enough...)



Baiklah, segitu dulu fillernya, mari kita lanjutkan ke nomor berikutnya, nomor enam.




Batman LEGO The Movie




Kalo kamu bertanya-tanya, "Kapan ya film DC-Warner Bros bisa sebanding sama Marvel-Disney?"

Jawabannya adalah "Saya sendiri pun tidak tahu."

"Mereka" terus menerus melakukan kesalahan saat produksi. Contohnya, bingung mau pertahanin Snyder apa nggak, tapi pas dipertahanin, ternyata jalan ceritanya nggak cocok. Kemudian direkrutlah Joss Whedon agar filmnya selamat (tapi nyatanya tidak!)

Film animasi ini bisa dibilang "penyelamat" di antara kekacauan yang mereka buat. Semua orang mengenal Batman dan background storynya, tapi film ini mampu menerangkan sisi lain yang belum kita lihat dari Bruce Wayne/Batman, yang secara mengejutkan bisa menjadi cerita yang menarik.

Baby Driver



Seperti Nolan, saya ngikutin film-film dari Edgar Wright. Hot Fuzz adalah favorit saya, sebagai film komplit dari action, mystery, dan juga comedy. Mencoba berbeda dengan formula sebelumnya, Baby layaknya La La Land versi action. Perpaduan musik dan senapan, kayak memberikan kesempatan untuk bunyi shotgun berduet ria dengan peluru beterbangan. Ntap!

Coco



Saya menyebut film sebagai underrated movie of the year. Saya sebenernya nggak terlalu tertarik sama trailernya, apalagi sama ceritanya. Namun, karena reviewnya bagus (dan saya lagi banyak waktu luang), maka nonton lah saya. Dan karena cerita dan endingnya yang sangat menyentuh, film ini saya pastikan harus masuk big 5 tahun ini!

Sebagus itu, kah? Iya. Film animasi terbaik taun ini jatuh ke tangan Coco.

Wonder Woman



Gal Gadot pertama dikritik karena badannya terlalu kurus lah, terlalu ini lah, terlalu itu lah. Lalu saat keluar di Batman V Superman, pujian mulai datang. 

Kemudian, saat film originnya keluar. Film superhero pertama di dunia ini mendapat pujian dari kritikus maupun para penonton!

Wonder Woman punya cerita yang tepat, musuh yang tepat, dan twist yang tepat. Semuanya rapi dari awal sampai akhir. Satu-satunya film DCEU yang berkualitas.

(Update: 10 Februari 2018)

Tambahan untuk nomor 3, yaitu film Wonder.



Film ini manis, menyentuh, dan pinter banget bikin air mata netes secara perlahan. Saya telat nonton ini, dan agak menyesal. Seharusnya saya nonton ini di bioskop. Saya yakin keluar dari studio, perasaan terenyuh, sedih, senang tercampur aduk jadi satu. 


Logan



Penutup cerita dari Trilogi kisah Wolverine. Ditutup dengan Wolvie yang sudah menua, dan kekuatan healingnya sudah mulai memudar. Dipadukan dengan mutant yang hampir punah, dan Profesor X yang tak berdaya. Awal ceritanya aja sudah semenarik ini.

Film yang seharusnya nongkrong di ranking 1 ini terpaksa turun 1 tangga. Tapi, kualitas film, akting, dan segala hal yang ada di Logan tetap salah satu yang terbaik. 



Hampir selesai kita di ujung postingan ini, saya akan berikan beberapa filler sebelum lanjut ke puncak.




WTF Moment!: Superman weird lips/CGI no moustache (Justice League)

Honorable mentions: 
- Snoke died with no background story. Hyped it from eps 7, and then cult it half like it was nothing.
- Luke Skywalker not believing in force anymore
- General Leia flying in space 
- Superman just too strong or Steppenwolf just too weak?
- Super ugly costume of power Rangers
- Goldar the enemy of cheese?
- Pacman vs Celestial in GOTG 2 
- Making Boss baby movie is a mistake from the beginning
- No Winchester flashback is just a disappointment in Logan
- Unnecessary Optimus Prime role in Transformer
- Who cares about Gru's twin? (Despicable Me 3)
- Galahad doesn't need a return (Kingsman 2)

Fight of The Year: Wonder Woman vs Ares

Honorable mentions: 
- Logan vs X-23
- Open Contract (John Wick 2)
- The Poppyland Final Battle (Kingsman 2)
- Cowboy teach you that manner maketh man (Kingsman 2)
- Luke Skywalker vs Supreme Leader Kylo Ren
- Opening scene & final fight (Batman Lego The Movie)
- Guardians of the Galaxy vs Celestial
- Baby driver vs Buddy
- Thor vs Hulk

BEST MOMENT:  Kylo Ren defeated Snoke & fighting together with Rey

Honorable mentions: 
- Zombie Car (Furious 8)
- Dom being the villain (Furious 8)
- Jack Sparrow's Nostalgia (Pirates of Carribean 5)
- Superman is alive and kick ass every member of the justice league
- Superman face to face with Batman and said, "Tell me, do you bleed?"
- Everybody knows opening scene in JL
- When Logan said, "So this is what it feels like."
"It wasn't me." - Logan 
Opening baby groot dancing when the other fighting (GOTG vol 2) 
- Thor vs Ragnarok
- Thor: The God of Thunder


- Special effect jumping in the galaxy 
"My nippple."  Drax The Destroyer
- "He maybe your father, but i'm your dad."  Yondu 
- Yondu kills all of the betrayals  
- City of star (La La Land)
- "Iron man sucks" password (Batman Lego) 
- Ending revealed god killer in wonder woman 
- When wonder woman rescue the village 
- The vlog of spidey 
- Civil war costume for spidey 
- Dunkirk thrilling moment  
- Yoda returns
- Hyperlapse crash black & white scene
- Strong force (hologram) by Luke Skywalker
- Flashback story between Luke Skywalker and Ben Solo





And now ......................




(drum roll)






Film terbaik 2017 ...............................






Jatuh kepada ...........................









Star Wars: The Last Jedi




Star Wars episode 8, The Last Jedi. Setelah sukses besar dengan Force Awakens, mereka kembali dengan formula baru. Tidak lagi bermain aman seperti episode 7 (dimana formula cerita hampir sama dengan episode 4), episode 8 mulai beranjak berdiri sendiri. Karakter baru bermunculan, berkembang, dan dengan baik menjadi pilar utama film ini. 

Karakter lama tetap ada, seperti General Leia, Chewbacca, dan tentunya, Luke Skywalker. Yeah, Luke Skywalker. Yang cuma nongol di ujung aja di Force Awakens, akhirnya nongol juga di episode 8. Tetapi, (jeng jeng) perubahan karakter Luke ternyata banyak disesali banyak orang. Walaupun bagi saya, Luke mengalami perkembangan karakter sama seperti Yoda dan Obi Wan Kenobi.

Luke sudah mulai hero journey story di trilogi 456, sekarang ia berkembang menjadi guru. Master. Legenda. Yang tentunya punya polemik sendiri, yang membuat film ini menjadi menarik.

Film ini mencoba jauh-jauh-jauh lebih besar daripada 7 film sebelumnya (durasinya aja 2,5 jam) dan buat saya, yang mereka lakukan sukses besar. Meskipun punya minor di beberapa plot, tapi tetap film ini adalah film terbaik 2017 bagi saya.






So, that's it. Daftar 12 film terbaik 2017 versi saya. What's yours?



- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Penikmat Film | Storyteller
Follow my blog: aldypradana.com

FB + Instagram + G+ + + Twitter Youtube 

Belajar Bahasa Jepang

Postingan ini harusnya tayang beberapa minggu yang lalu, tapi karena banyak kendala (seperti banyak kerjaan dan faktor males *hehe*), barulah sekarang bisa dipublish juga. Ini video postingan blog tempat arsip video Belajar Bahasa Jepang.

Sama seperti TVLOG Series, playlist Belajar Bahasa Jepang juga perlu diberi tempat di dalam blog ini. Siapa tau ada orang yang ingin belajar japanese, tapi belum terpenuhi, setelah melihat video yang tersusun rapi di blog ini, bisa jadi dapat belajar banyak *amin*.

Langsung saja, berikut adalah kumpulan video yang saya buat bersama adik saya, Ardy.








Part 4: Rumah dan keluarga



================================================



- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Penikmat Film | Storyteller
Follow my blog: aldypradana.com
Instagram: https://www.instagram.com/aldy_pradana17/
Facebook Page: https://www.facebook.com/Aldy-Pradana-859453137453349/

Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

Liburan Asyik di Kampung Warna-Warni Jodipan

sumber:saputerbang.com

Ada banyak tempat liburan baru di Kota Malang, salah satu yang sedang ngehits sekarang adalah Jodipan Village atau Kampung Warna-Warni Jodipan. Kampung ini adalah karya Mahasiswa UMM yang menggandeng suatu perusahaan cat untuk mengubah wajah kampung di tepi Sungai Brantas.

Tak disangka, gagasan ini ternyata membawa perubahan besar bagi kampung yang dulunya kumuh, kini menjadi cantik dan menarik dengan warna-warni yang sedap dipandang mata.

Lokasi

Kampung Jodipan berada tidak jauh dari Stasiun Kotabaru, Malang. Dari stasiun, kamu hanya perlu berjalan kaki sekitar 5 menit saja untuk menikmati kawasan wisata ini. 

Dengan lokasi yang tidak jauh dari pusat kota, dengan cepat Kampung Warna-Warni yang dulunya hanya tugas kuliah, menjelma menjadi tempat wisata di Malang yang banyak dikunjungi wisatawan.

sumber:medium.com

Kampung Tridi

Melihat kesuksesan kampung warna-warni, kawasan di daerah Jodipan lainnya pun ikut berbenah. Salah satunya adalah Kampung Tridi yang mengambil konsep dengan gambar 3 dimensi yang apik. 

Tidak sekedar dicat seperti kampung warna-warni, kampung Tridi juga punya banyak gambar-gambar menarik untuk menarik perhatian orang banyak agar datang liburan ke sini.

Jalanan Yang Cantik

Jalan-jalan kampung yang dulu kumuh, sekarang berubah menjadi cantik dan menarik. Selain banyak cat dan gambar-gambar yang menggoda mata, tapi juga adanya hiasan yang dipasang warga untuk memperindah Jodipan Village.

Ada jalan yang dihias dengan payung-payung indah. Ada pula yang dihias dengan bunga-bunga yang lokasinya sangat instagramable.  

Kawasan tepian sungai yang dulu kotor, kini bersih dan ditata rapi. Lengkap dengan beberapa meja dan kursi yang bisa menjadi spot untuk mengambil foto maupun video.

sumber:malang.merdeka.com

Jembatan Kaca

Dulunya, kawasan wisata di Malang ini terpisah oleh sungai. Kampung pun terbelah menjadi dua, kampung sebelah kanan dan sebelah kiri sungai. Sehingga pengunjung harus memilih, mau menjelajahi Jodipan Village di bagian sebelah mana.

Sekarang hal itu sudah tidak perlu dirisaukan lagi, karena baru-baru ini Pemkot Malang membangun jembatan kaca yang menghubungkan sisi kanan dan kiri kampung. Ini merupakan jembatan kaca pertama di Indonesia dan menjadi kebanggaan bagi wisata di Malang.

Dengan jembatan kaca ini, kamu bisa main ke dua sisi kampung tanpa perlu naik ke bagian atas jembatan utama terlebih dahulu. Cukup dari bagian tengah kampung, dan kamu bisa menuju sisi lain dari kampung warna-warni yang artistik ini.

sumber:indana.co.id

Perhatikan Keselamatan

Kampung Jodipan memang menarik, apalagi ketika dilihat dari atas. Namun kadang pengunjung kurang memperhatikan keselamatan dan nekat mengambil gambar dari tepi rel kereta api.

Jalur kereta di sana sempit. Ditambah lagi, sudah berjatuhan korban karena nekat berfoto saat ada kereta lewat. Inilah yang harus diperhatikan betul oleh pengunjung. Penduduk sekitar selalu memperingatkan bahwa mengambil foto ataupun video dari rel kereta (yang dikenal dengan nama Buk Gluduk) memang tidak diperbolehkan.

Selain itu, perlu juga diperhatikan keselamatan kalau ingin memfoto dari sisi Jembatan Brantas. Jembatan itu adalah jalur provinsi, banyak truk dan bus berukuran besar berlalu lalang setiap menitnya.

Perhatikan benar posisi saat mengabadikan momen, jangan sampai timbul korban karena urusan eksis di atas kampung warna-warni.

Dwilogi Cinta Yang Tak Biasa (Saat Rasa Sayang Tidak Sesuai Dengan Semestinya)



Karena sebelumnya pernah menulis banyak veri cerita cinta-cintaan ala remaja, sekarang saya mau nyoba nulis cerpen fiksi cinta dengan tema yang berbeda. Semoga tetap menarik untuk dibaca, dan bisa diambil pesan-pesan yang terselip di dalamnya. Selamat membaca :)



#1 Kerja Sepenuh Hari

[prolog]
Seorang Ayah yang terlalu mencintai pekerjaannya, selalu mengajar untuk anak orang lain, tapi tanpa sadar, menghiraukan perkembangan anaknya sendiri.


"Mau kemana, pa?" tanya Ibu.

"Ini mau ngelesin Matematika, ada beberapa murid minta les tambahan di salah satu rumah mereka." jawab sang Ayah sambil sibuk mempersiapkan motor untuk pergi.

"Ngurusin anak orang lain melulu, ngurus anak sendiri kapan?" bilang Ibu, judes.

"Lho, kan, ada kamu."

"Papa tau nggak berapa nilai ulangan Matematikanya di Rinto?"

"Tau." Ayah terdiam sejenak.

"Terus?"

"Mama bisa mulai jam belajarnya, kasih soal tambahan, kasih ...."

"Yang Rinto butuhin itu bukan tambahan soal atau tambahan belajar." potong Ibu. "Yang Rinto butuhin itu kamu. Bapaknya." 

Seketika muncul keheningan di antara mereka berdua.

"Rinto lebih nyaman belajar sama kamu." tambah Ibu, mencoba memecah jeda yang ada.

Ayah tak membalas kata-kata Ibu.

Ia hanya menghela nafas dengan berat. Tanpa menengok, ia lalu membuka pagar rumahnya, dan mendorong motornya keluar.

"Papa berangkat dulu. Assalamu'alaikum." Ayah mengendarai motornya menjauhi rumah menuju ke rumah muridnya.

"Wa'alaikumussalam." jawab Ibu, lalu menutup pagar rumahintu rumah, berharap suaminya sadar suatu waktu nanti.


***

"Oke, coba mari kita koreksi." ucap Ayah, yang sekarang menjadi Pak Guru bagi murid-muridnya. "Soal nomor 1, jawabannya berapa?"

"33!" jawab serempak oleh para murid.

"Betul! Sudah pada mengerti berarti, ya. Soal nomor 2?"

"74!" masih dijawab serempak oleh para murid.

"Benar! Kalo soal nomor 3?"

"98!" jawab satu murid.

"Kok 98? 49 kali." murid yang lain menimpali.

"Bukan, yang bener itu 98!" murid-murid mulai bersitegang, mencoba mempertahankan jawabannya masing-masing.

"Sudah, sudah." Pak guru dengan sigap memotong. "Berarti ada yang belum mengerti, coba kita bahas dulu ya. Rumus segitiga kan, alas kali tinggi bagi 2. Coba alasnya berapa?"

Salah satu murid membalas, "7, pak guru."

"Terus tingginya 14. Jadi 14x7= 98." kata Pak guru.

"Tuh, kan bener." teriak salah satu murid, bangga.

"Eits, tunggu dulu. Kan belum dibagi." Pak guru memotong. "98 dibagi 2 terlebih dahulu, baru ketemu jawabannya 49. Kamu udah betul 98 nya, tapi masih belum dibagi."

"Oh, iya, ya, hehehehehe." ia menggaruk-garuk kepalanya sambil tersipu malu.

Pak guru lalu berkata, "Ya sudah, silakan dibenarkan dulu." 

Menunggu muridnya membenarkan jawabannya, beliau bertanya kepada murid yang punya rumah, "Kamu di rumah sama siapa aja?"

"Sama Bapak, Ibu, terus sama Kakak." jawab si murid.

"Tapi, kok rumahmu sepi sekali?"

"Iya, soalnya Ibu kerja sampe malem, terus Bapak kerjanya sampe ke luar kota. Jadi jarang di rumah." bilangnya dengan raut muka sedikit sendu.

Seketika Pak guru Matematika ini lalu teringat dengan kondisinya sendiri di rumah.

"Terus kamu kalo belajar gitu sama siapa?" tanya beliau.

"Kadang sama Kakak. Tapi Kakak sekarang lagi sibuk kuliah, jadi belajar sendiri deh. Makanya ini aku dikasih les tambahan sama Pak guru, biar nggak ketinggalan pelajarannya."

Kata-kata muridnya barusan menambah kuat ingatan Pak guru tentang rumah, terutama tentang anaknya, Rinto. Yang seringnya, ia lupakan karena terlalu sibuk bekerja. Ironisnya, ia bahkan lebih condong "dekat" dengan anak orang lain, daripada dengan anaknya sendiri. 

Kenyataan ini menampar keras benak Pak Guru.

"Pak guru..." salah satu murid menyela, menghamburkan pikirannya pada rumah dan anaknya. "Sudah selesai saya koreksi, pak."

"Oh, o-oke. Kalo begitu, kita bahas soal selanjutnya."

Sore berlanjut dengan ilmu yang terus bertambah. Matematika untuk para murid, dan keluarga untuk Pak Guru.


***

Matahari terbenam, kilau sinarnya tak tampak sejauh mata memandang. Bulan pun beralih mengisi langit di antara bintang-bintang. Pada saat ini, sudah menjadi jadwal rutin Rinto untuk belajar di rumah. .

"Ayo, Rinto, waktunya belajar." ajak Ibu, memanggil dari ruang tengah

"Iya, Ma." jawab Rinto, berdiri dari kursi di kamarnya. Ia lalu bersiap mengambil alat tulis dari dalam tasnya.

"Ada PR, nggak?" tanya Ibu.

"Ada bu." kata Rinto, lalu ia berkata dengan tidak semangat. "Matematika...."

Ibu menyadari perubahan suara Rinto, mencoba menenangkannya, "Ya sudah, sini yuk. Mari kita kerjain bareng."

Rinto kemudian membawa PR dan alat tulisnya mendekati Ibu.



Beberapa selang kemudian, terdengar suara motor tua. Suaranya agak kasar dan tak beraturan. Mendengarnya saja sudah terbayang berapa banyak kebulan asap yang keluar dari knalpotnya. Meskipun begitu, suara ini sudah menjadi ciri khas dan penanda kalo Ayah sudah sampai di depan rumah.

"Assalamu'alaikum." salam Ayah, membuka pintu rumah.

"Wa'alaikumussalam." jawab Ibu dan Rinto di ruang tengah, masih sibuk mengerjakan PR Matematika.

Ibu lalu berdiri dan bilang, "Papa mau teh anget?"

"Boleh."

Ayah melihat Ibu berjalan menuju dapur, meninggalkan Rinto berkumpul dengan buku yang berserakan. Dia lalu mendekati anaknya, merangkul bahunya, dan duduk di sebelahnya. "Kamu lagi ngerjain apa?" tanyanya.

"Ngerjain PR Matematika, Pa." jawab sang anak, tak semangat. "Susah."

"Masa, sih, susah? Coba Papa liat mana yang susah." ucap Ayah.

"Yang ini." tunjuk Rinto pada suatu gambar bangun datar. "Yang disuruh cari luas segitiga."

"Oh, yang itu. Coba sini Papa bantu." 

Ia lalu menatap langsung anaknya, dan bilang dengan perlahan. "Kamu tau rumus segitiga?"

"Tau. Alas x tinggi, kan?" jawab Rinto.

"Itu betul, tapi masih belum sepenuhnya benar."

"Maksudnya?" tanyanya, bingung.

"Lebih tepatnya itu..... Alas x tinggi bagi 2."

"Ooh, ada bagi duanya?"

"Yap, betul." Ayah mengangguk. "Kamu bisa kalikan dulu, lalu dibagi 2 atau kamu bisa bagi 2 salah satu angkanya dulu, baru dikalikan. Tinggal pilih, mana yang menurut kamu lebih mudah. Sekarang coba kamu kerjakan."

"Iya, pa." Rinto mengerjakan soal barusan. Dia memutuskan membagi 2 dulu, karena ia rasa lebih mudah begitu. 

Tak lama kemudian, Rinto memberikan soal jawabannya, "Ini bener nggak, Pa?" 

"Wah, cepat sekali." Ayah mengambil kertas Rinto, lalu memeriksanya.

"Jawabanmu sudah benar, Rinto."

"Udah bener?"

"Iya, sudah tepat sekali."

Ekspresi Rinto berubah perlahan, sendu yang sebelumnya tertanam, hilang digantikan senyuman kecil yang cerah.

Kemudian, Ibu datang membawa secangkir teh hangat untuk Ayah, "Ini Pa."

"Makasih, ya, Ma." tangannya meraih teh hangat tersebut, dan menyeruput sedikit demi sedikit. "Enak. Manisnya pas."

"Ma...." potong Rinto. "Barusan aku udah bisa ngerjain soal luas segitiganya. Ternyata gampang banget, Ma."

"Wah, hebatnya!" jawab Ibu, sumringah. "Ya udah dilanjutkan lagi ngerjainnya."

"Oke Ma!" Rinto lalu membaca soal berikutnya, siap mengerjakan dengan lebih semangat.

Ayah dan Ibu saling menengok, lalu menatap dalam-dalam. Seketika, Ayah mengangguk pelan ke arah Ibu, kemudian merangkul anaknya sambil melihat soal berikutnya. Ibu membalas anggukan tadi dengan senyum simpul dan rasa tenang yang hangat di dalam. Akhirnya, salah satu doanya sudah terwujud.


#2 Superhero Aktif Kreatif

[prolog]

Seorang anak yang suka superhero, setiap hari menggambar tokoh superhero favoritnya. Tapi, suatu hari, orang tuanya melarang ia menggambar superhero lagi karena menganggap itu bukan ciri anak yang pintar.


Umumnya, orang setelah bangun tidur itu mengecek handphone atau langsung ke kamar mandi karena kebelet, tapi tidak dengan Tony. Ia malah mengambil pensil dan buku gambar, mencoret-coret lembaran kosong dengan muka masih merah mengantuk.

"Karakter ini namanya Ice Kids."

"Anak kecil yang kena energi kuantum saat lagi buka kulkas di rumahnya." tambahnya.

"Kalo yang ini Target." Tony melanjutkan. "Anak yang punya kekuatan nembak ketapel selalu tepat sasaran."

Ini adalah keseharian rutin tiap pagi bagi Tony. Menuangkan mimpi yang tersirat, agar tidak cuma numpang lewat. Untuknya, mimpi memberinya segudang ide. Karakter baru, pemandangan baru, kekuatan baru.

Sesudahnya, ia menaruh buku gambar tempatnya menaruh dunia ciptaannya.  Lalu, ia pergi ke kamar mandi dan bersiap untuk ibadah.

Tony melangkah dengan senyum ringan karena idenya sudah tertanam rapi di bukunya, tapi tidak dengan ibunya. Ibunya melihat buku gambar anaknya dengan sinis, masih tidak mengerti kenapa anaknya suka menggambar. 


***

"Papa udah bilang ke Tony?" tanya Ibu, sambil mengunyah sarapannya.

"Bilang apa?" 

"Itu, bentar lagi kan mau ujian sekolah. Tony harus fokus belajar."

"Oh, itu." Ayah berhenti sejenak untuk menyeruput kopi hitamnya di meja. "Nanti sore setelah Papa pulang kerja, pasti papa ingetin."

Ibu mengambil sesendok nasi gorengnya, sebelum bersiap untuk menyantapnya, ia berkata lagi, "Bagus, deh, kalo gitu. Terus soal gambarnya gimana?" 

"Kenapa emang gambarnya?"

Ibu melahap sesuap nasi goreng buatannya, kemudian menjawab, "Gambarnya juga harus dikondisikan. Gimana mau fokus ujian, kalo masih suka gambar?"

Ayah menghela napas.

"Kayaknya, nggak ada yang salah kalo Tony masih suka menggambar. Toh, dia masih bisa belajar seperti biasa, kan. Gambar nggak pernah ganggu kegiatan belajar dia, kok."

"Yakin?" Tanya Ibunya dengan tatapan tajam. "Tapi bisa aja, kan?"

Ibu menambahkan, "Ada kemungkinan gambar bisa mengganggu dia fokus. Bikin pikirannya kepecah. Lagipula gambar juga nggak bakalan bikin dia kemana-mana."

"Cuma kemungkinan, kan." potong Ayah.

"Tapi kemungkinan mengandung resiko, Pa. Kalo nilai dia jelek gimana? Kalo dia nggak lulus gimana?"

"Kalo misalkan dia tetep gambar, dan Tony tetep lulus dengan nilai bagus, gimana? Kita kan harus liat dari dua sisi juga." tambah Ayah, sekali lagi.

Ayah lalu menunjuk ke arah lemari di sebelah kanannya. Di meja bundar tempat mereka berada, terdapat lemari kaca di dekatnya. Tempat piala Tony terpajang. Terisi penuh dari rak paling atas sampai bawah. Ada yang juara satu, dua, bahkan tiga.

"Kamu liat itu?" Bilang Ayah. "Itu hasil dari kesukaan anak kamu, lho."

"Hasil dari dia menuangkan kesukaannya yang diseriusin."

"Buat Tony, gambar udah bagian dari hidupnya." jelas Ayah.

Ibu menyelesaikan sarapannya, lalu mendorong piringnya ke tengah meja dengan pelan. "Tapi piala-piala itu nggak bisa bikin nilai Matematikanya bagus. Nggak bisa bikin dia lulus ujian. Itu cuma hobi. Cuma maen-maen. Ujian bukan sesuatu yang bisa dilalui dengan maen-maen."

Ayah lalu mendorong kursinya ke belakang, meninggalkan kopinya yang masih terisi setengah gelas. Ia tak mengeluarkan kata-kata balasan untuk ucapan istrinya.


***

"Lho kenapa, Ma???" teriak Tony.

"Kamu baru baru boleh ngelanjutin gambar kalo ujian sekolah udah selesai." jawab Ibunya, tegas.

"Emang kenapa sama gambaranku?"

Ibu menjawab, "Nggak ada yang salah sama gambaranmu. Hanya sekarang bukan saat yang tepat buat ngegambar."

Tony lalu memeluk bukunya. "Nggak mau, Ma. Gambaran ini penting buat aku."

"Sudah, sini mana bukunya!" Ibu lalu mencoba meraih buku tersebut. "Sekarang itu waktunya belajar."

Tony menepis tangan ibunya.

Tak mau kalah, Ibu kemudian meraih dengan paksa buku itu.

Dengan segenap tenaga yang tersisa, Tony mempertahankan bukunya. Tempat imajinasinya tertangkap dan terabadikan.

Sampai akhirnya...

Buku itu terlepas karena tarikan yang terlalu kuat.

Buku tersebut terlempar ke atas. Menyebarkan kertas-kertas ke langit-langit kamar. Dengan lembaran kertas yang masih berjatuhan secara perlahan, Tony dan Ibunya saling tatapan penuh emosi. Satunya ingin mempertahankan mimpi dan masa depannya, satunya ingin merebut, karena itu bukan masa depan yang tepat bagi anaknya.

Kertas-kertas tadi pun mendarat di lantai kamar Tony. Hasil gambar buatan Tony menjadi berantakan karena ternyata ada beberapa kertas yang tersobek. Melihat hal itu, Tony tersimpuh, menundukkan mukanya, mencoba membereskan kertas-kertas tersebut. Air mata menetes pelan dari pipinya, hingga terjatuh mengenai kertas gambarannya.

Ayah yang mendengar keributan, lalu datang menghampiri.

"Sudah, Ma." bilangnya, menjemput Ibu untuk keluar dari kamar.

Ibunya pun mau tidak mau menuruti Ayah. 

Dengan langkah sedikit lunglai, Ibu melihat anaknya masih mengumpulkan kertas-kertas yang berserakan. Emosinya mereda. Nafas panjang ia hembuskan. Sekarang, ia paham, pintar bukan cuma sekedar matematika. Masa depan bukan sekedar nilai. Biarkan masa depan anaknya ditentukan oleh mimpi dan cita-cita anaknya sendiri. Bukan harus mengikuti kemauan atau paksaan dari orang tuanya.




========================================



- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Penikmat Film | Storyteller
Follow my blog: aldypradana.com
Instagram: https://www.instagram.com/aldy_pradana17/
Facebook Page: https://www.facebook.com/Aldy-Pradana-859453137453349/

Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini
munggah