3 Komponen Bagian Dari Sepatu: Insole, Outsole, dan Upper


Sepatu merupakan benda yang dipakai untuk melindungi kaki saat berjalan atau berlari. Sepatu juga menjadi tren fashion masyarakat di berbagai kalangan. Terdapat beragam harga sepatu yang ditawarkan mulai dari yang murah hingga yang mahal.

Namun, pada postingan ini, saya tidak akan membahas suatu merek sepatu atau harga sepatu. Kali ini, saya akan membahas bagian sepatu. Agar fokus, saya akan membahas 3 komponen bagian dari sepatu.

Insole




Bagian sepatu yang terletak di bagian bawah. Tepatnya menjadi injakan kaki. Ada yang bisa dilepas, ada pula yang sudah menyatu dengan sepatunya. 


Insole memiliki bentuk mengikuti lekukan sepatu dan disesuaikan dengan kaki penggunanya. Insole terbuat dari bahan yang lembut seperti busa atau gel. 


Fungsi insole pada sepatu : 


a. Sebagai pengganjal kaki untuk mengatasi sepatu yang terlalu besar

b. Untuk membantu mengatasi masalah postur tubuh dan ketidaknyamanan pada sebagian orang yang menggunakan sepatu.

c. Untuk meredam goncangan saat beraktifitas

d. Untuk mencegah terjadinya kaki rata


Ada yang menjual insole secara terpisah. Contohnya, GMX.



Outsole 


Outsole Vans (waffle)

Bagian sepatu yang bertugas melindungi telapak kaki. Letaknya di bagian bawah sepatu. Kebanyakan orang menyebutnya dengan sol sepatu. Berguna untuk melindungi bagian bawah kaki. 


Outsole terbuat dari bahan bertekstur keras seperti kulit sintetis, karet, plastik hingga kayu. Bagian ini merupakan bagian terkuat pada sepatu. 


Fungsinya, tentu untuk menopang berat badan penggunanya. Dan pastinya, bertugas sebagai penjaga kaki dari dengan berbagai medan (lantai, batu, tanah dan lain-lain). 


Outsole sepatu gunung


Upper


Bagian sepatu yang menutupi seluruh kaki bagian atas. Secara detail, upper terdiri dari vamp, heel, eyelet, dll (tergantung jenis sepatu).


Jenis untuk upper terdapat beberapa macam, seperti: kulit asli, kulit sintetis, canvas, denim, karet, dan masih banyak lagi.


Knit Upper Shoes

Leather Upper Shoes

Mesh Upper Shoes


Canvas Upper Shoes


https://www.resellerdropship.com/public/index.php/blog/apa-itu-insole-dan-outsole-di-produk-sepatu


https://www.resellerdropship.com/blog/jenis---jenis-bahan-sepatu



short description about the writer-
I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 
(tempat menjual sneakers dengan harga terjangkau)

***

Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut tema yang paling sering keluar di blog ini:

GaryVee (Text Experience):
- translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
- membahas musik/film/serial TV yang baru ditonton atau yang sedang ngetren.
Sebuah Observasi (opini/review):
- beropini tentang suatu hal, dari hal serius sampai yang remeh. Kadang, mereview suatu produk
- tulisan iseng berbau komedi absurd
- blog berisi tanya jawab dengan seseorang. Untuk akhir-akhir ini, lebih banyak interview dengan mantan murid di sekolah alam
- postingan khusus membahas sneakers


Follow my blog: aldypradana.com



Apa Bedanya 3 Jenis Sneakers Ini: Beater, Runner, & Hype?

Instagram: @arsenio.sneakers | Tokopedia: Arsenio Sneakers Store  

Saya biasanya punya dua sepatu.

Satu sepatu untuk daily beater, satunya untuk acara tertentu (atau kondisi tertentu). 

Kalau dulu, satu beater. Sepatu yang biasanya saya gunakan untuk bekerja. Saya sebelumnya paling sering pakai sepatu slip on, dan terakhir ini pakai Converse Low-Top untuk sehari-hari.

Lalu sepatu satunya, dulu pernah sepatu runner.

Sepatu untuk lari di hari Sabtu dan Minggu. Pernah juga sepatu putih yang digunakan ketika bepergian. Seperti sekarang, sepatu saya satunya adalah Converse High-Top 70s warna putih (Iya, saya sedang suka-sukanya dengan Converse).

Lalu, apa bedanya 3 jenis sneakers ini: beater, runner, hype?

Oke, mari kita bahas.

Beater

Sebutan untuk sneakers yang dipakai setiap hari. Mau kotor, terkena debu jalanan, sampai “hancur”, sepatu itu tetap dipakai terus setiap harinya.

Malah, justru semakin rusak, semakin keren sepatunya.

Jenis sneakers ini biasanya untuk segala aktivitas. Seperti sekolah, kuliah, bekerja, jalan-jalan, dan masih banyak lagi.

Contoh sneakers daily beater: Converse Chuck Taylor, Vans Old Skool, Adidas Superstar, Nike Air Force.

Runner

Sesuai namanya, ini jenis sepatu untuk berlari. 

Lebih aman dan nyaman di kaki. Enak untuk jalan-jalan. Mau ke mall, travelling, hangout, semua bisa dengan sepatu runner ini.

Bedanya, sneakers runner harus dirawat. Harus sering dicuci agar tidak terlalu dekil.

Insolenya punya ketebalan dan teknologi lebih, sehingga perlu diistirahatkan agar maksimal selama pemakaian.

Contoh sneakers runner: Adidas Ultra Boost, Adidas Pure Boost, Nike Flyknit Raceer, Nike Air Presto.

Hype

Sneakers bisa disebut hype apabila dalam jangka waktu tertentu sedang banyak dibicarakan dan dipakai banyak-orang.

Minat sepatu ini sedang tinggi-tingginya, kadang harus bertemu dengan terbatas stok ada di pasar.

Stok yang dirilis cuma sedikit, sementara permintaan tinggi. Akhirnya, banyak yang saling berebut. Harga sneakers pun naik.

Contoh sneakers hype: Adidas Yeezy 350, Nike Air Max Wotherspoon, Air Jordan 1 Chicago Off White.



Itu tadi 3 jenis sneakers dan contoh dari masing-masing jenisnya. 

Kalau kalian sudah punya yang jenis sneakers yang mana? 

https://kreativv.com/genk-story/jenis-jenis-sepatu-sneakers/



short description about the writer-
I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
FB Page: Aldy Pradana
Podcast: Spotify & Anchor
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 
(tempat menjual sneakers murah)

***

Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut tema yang paling sering keluar di blog ini:

GaryVee (Text Experience):
- translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
- membahas musik/film/serial TV yang baru ditonton atau yang sedang ngetren.
Sebuah Observasi (opini/review):
- beropini tentang suatu hal, dari hal serius sampai yang remeh. Kadang, mereview suatu produk
- tulisan iseng berbau komedi absurd
- blog berisi tanya jawab dengan seseorang. Untuk akhir-akhir ini, lebih banyak interview dengan mantan murid di sekolah alam
- postingan khusus membahas sneakers

Follow my blog: aldypradana.com



Simple dan Minimalis Adalah Desain Terbaik



Instagram: @arsenio.sneakers | Tokopedia: Arsenio Sneakers Store 

Saya termasuk orang yang suka hal simple.

Saya suka menggunakan baju dengan satu warna dari atas sampai bawah. Baju hitam, celana hitam, sepatu hitam. Simple. Sederhana. Dan pastinya, tampak keren. 

Sudah lewat itu masa-masa memakai baju dengan logo besar di dada, atau poster band tertulis di pakaian. Polosan satu warna, komposisi terbaik untuk saya.

Sneakers juga pedoman yang hampir sama.

Saya suka sepatu dengan satu-dua warna saja. Full hitam. Full putih. Atau dua warna itu berpadu. Tidak perlu sepatu terlalu mencolok dengan warna terlalu banyak. Simple saja, sudah yang paling tepat.

Untuk barang, saya termasuk minimalis.

Hanya punya barang sedikit, tidak menyimpan barang terlalu banyak.

Kalau tidak dipakai, ya buang. Kalau mau diberikan ke orang lain, juga bisa. Dijual lalu uangnya untuk menambah uang jajan, dapat dijadikan opsi.

Dulu sempat merasakan setiap barang punya emosi dan kenangannya sendiri. Tapi, setelah ribet sendiri dengan terlalu banyak barang. Saya pun memegang teguh prinsip minimalis.

Barang yang tersedia yang benar-benar dipakai. Kamar jadi lebih lega dan terasa lebih luas.

Simple dan minimalis ini juga merambat ke postingan yang saya buat. 

Postingan Instagram bikin yang simple. Ngedit video pun dibuat sesederhana mungkin. Saya bikin cover musik juga minimalis. Mungkin terdengar ramai di telinga, tapi permainan nada dan chordnya sebenarnya tidak rumit.

Mungkin, saya termasuk orang yang detail pada hal-hal kecil.

Tapi, detail kecil tersebut tetap membangun gambaran besar yang simple dan minimalis.

Sederhana dan minimalis itu sudah rumus yang paling tepat. Setidaknya, buat saya.



-short description about the writer-
I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
FB Page: Aldy Pradana
Podcast: Spotify & Anchor
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 
(tempat menjual sneakers murah)

***

Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut tema yang paling sering keluar di blog ini:

GaryVee (Text Experience):
- translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
- membahas musik/film/serial TV yang baru ditonton atau yang sedang ngetren.
Sebuah Observasi (opini/review):
- beropini tentang suatu hal, dari hal serius sampai yang remeh. Kadang, mereview suatu produk
- tulisan iseng berbau komedi absurd
- blog berisi tanya jawab dengan seseorang. Untuk akhir-akhir ini, lebih banyak interview dengan mantan murid di sekolah alam
- postingan khusus membahas sneakers

Follow my blog: aldypradana.com

Tips Merawat Sepatu

Instagram: @arsenio.sneakers | Tokopedia: Arsenio Sneakers Store 

Saya biasanya punya dua sepatu. Satu sepatu untuk daily beater, satunya untuk pergi ke acara tertentu. Untuk sepatu daily beater, memang untuk “dihantam”dengan aktivitas berat. Sedangkan satunya, dipakai dan dirawat dengan hati-hati.

Meskipun begitu, dua-duanya saya rawat secara maksimal agar bisa saya pakai dalam jangka waktu yang lama. Sudah banyak jasa laundry sepatu di luar sana,tapi tidak salah untuk merawatnya sendiri.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa saya gunakan, tentunya setelah mempelajari teknik yang benar di internet dan orang yang paham sneakers seperti @adityalogy dan @drtirta.

Gunakan Sikat Lembut & Cuci Dengan Sabun Khusus

Untuk membersihkan sepatu sneakers secara rutin, kita bisa menggunakan sikat lembut yang banyak dijual di pasaran.

Sikat secara perlahan agar tidak merusak sepatunya. Sikat dan cuci secara berkala agar senantiasa bersih.

Sama seperti sikat, sabun khusus sepatu juga bisa ditemukan di pasaran. Jika mencuci dengan deterjen biasa, sepatu akan mudah rusak dan warna cepat pudar karena formulanya terlalu keras (sudah merasakan sendiri, sepatu saya memudar karena menyikat ditambah deterjen).

Alternatif: gunakan sikat gigi dan pasta gigi. Sikat gigi yang sudah tidak terpakai dapat digunakan. Bulunya lebih lembut dan tidak merusak sneakers. Sedangkan, pasta gigi punya formula lebih ringan dan tidak sekeras deterjen.

Jangan Menjemur di Bawah Terik Matahari

Menjemur sepatu di bawah terik matahari memang akan mempercepat sepatu untuk kering. Tapi, hal ini juga akan merusak bahan sepatu dan membuat warna cepat pudar.

Taruh saja di tempat teduh yang sering terkena angin. Meski keringnya agak lama, sepatumu bisa lebih awet dan tahan lama. 


Simpan Sepatumu Dengan Baik

Jika terlalu lama diletakkan di dalam kotak sepatu, bisa beresiko jamuran.

Untuk itu, kalau ingin menyimpannya di kotak, sertakan penyerap lembap di dalamnya.

Simpan dengan kertas tisu dan shoe tree untuk menjaga bentuk sepatunya.

Itu bagi yang ingin menaruhnya di dalam kotak. Anda bisa menaruhnya di rak sepatu, dan menyusunnya dengan rapi.

Saya biasanya menggunakan rak berbahan plastik atau kayu. Saya taruh sepatu secara rapi dan bersebelahan (bukan ditumpuk). Lalu, saya simpan berdasarkan keperluannya. Contoh: sepatu daily beater, sepatu lari, sepatu putih.

Siapkan tempat khusus untuk sepatu yang basah. Jangan langsung menaruh sepatu dalam kondisi basah.

Itu yang saya biasa lakukan, sesuai artikel yang saya temukan di internet. Untuk menambah referensi lain, bisa search “tips merawat sepatu” di Google.

Semoga bermanfaat. 

Sekian dan terima kasih.



-short description about the writer-
I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
FB Page: Aldy Pradana
Podcast: Spotify & Anchor
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 
(tempat menjual sneakers murah)

***

Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut tema yang paling sering keluar di blog ini:

GaryVee (Text Experience):
- translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan

- membahas musik/film/serial TV yang baru ditonton atau yang sedang ngetren.

Sebuah Observasi (opini/review)
- beropini tentang suatu hal, dari hal serius sampai yang remeh. Kadang, mereview suatu produk

- tulisan iseng berbau komedi absurd

- blog berisi tanya jawab dengan seseorang

- postingan khusus membahas sneakers

Follow my blog: aldypradana.com

Menggambar Terus Dibayar, Kok Bisa?


Instagram: @arsenio.sneakers | Tokopedia: Arsenio Sneakers Store

Part 1: Ternyata Begini Pendidikan di New Zealand 

Saya sempat mengajar di Sekolah Alam.


Makanya, saya ada ada beberapa murid yang sudah lulus  (dari SD).


Beberapa dari mereka, punya “cerita” menarik yang menurut saya bisa dibagi. Salah satunya, Syafa. 


Setelah lulus SD, dia pindah ke New Zealand sampai sekarang. Syafa juga punya skill menggambar yang sangat bagus. Bahkan katanya, sampai dibayar.


Ini adalah cerita Syafa.


A: Aldy


S: Syafa




A: Mulai kapan suka menggambar?


S: 


I started seriously drawing in 2017. I was put in a group chat full of artists, they were really good, and I had quite the low self-esteem.


We would share our artwork, and they’d criticize as they give recommendation on what we could improve. 


Then I changed phone, the group chat weren’t saved, so I was out of the group chat.


One day, I just got inspired and wanted to draw as good as them, and illustrate what my imaginations looked like.


A: Gaya gambar yang sekarang, bentuk inspirasi dari siapa aja?


S: 


Banyak.


I followed a lot of artists on my art account, most of them is mutuals but they also inspire me quite a lot. But I really liked @gravitydusty and @jiefinch


A: Kamu kalau gambar pakai apa?


S: Wacom Intuos draw. Aplikasi paint tool sai v1.


A: Biasanya satu gambar berapa jam?


S: I usually draw for 3-5 hours. If I don’t finish it, I’ll continue it another day. It doesn’t have to be finished at one sitting. That’s rushing.


A: Sekarang, sudah menemukan gaya gambar sendiri?


S: No. Not quite yet.


A: Tapi udah puas dengan gambaran sekarang?


S: Big no.


A: Apa yang kamu pengen? Lebih bagus? Lebih detail lagi?


S: I just want it to look good in my eyes :D


A: Kalau awal dapat komisi gimana ceritanya?


S: 


Ide dari kakak. Nyuruh buat buka komisi. Tapi awalnya agak insecure. Karena nggak tahu ada yang mau komisiin atau nggak.


Terus ternyata ada, akhirnya keep going.


A: Siapa pembeli pertama?


S: I don’t know if they want to be mentioned but it was someone I didn’t know before. 


A: Orang asing, ya? Bagus dong. Apa perasaanmu setelah ada yang mau bayar gambaran kamu?


S: It felt nice knowing someone actually appreciate my art.


A: Oke. Terus apa rencana ke depan soal gambar ini?


S: I was either thinking of being a 3D animator. If I’m good enough, the pay won’t be bad, but it’s quite an unstable job. Though I still want to keep going.


A: Industri kreatif selalu unstable job :) Mau belajar dimana itu?


S: In art college here.


A: Hmm. Oke, oke. Good luck with that. Interview ini akan jadi dua postingan, 1) tentang sekolah di New Zealand, 2) tentang menggambar bisa dibayar.


Terima kasih ya, Syafa.


S: 👌🏻


Part 1: Ternyata Begini Pendidikan di New Zealand 


Sesi tanya jawab ini dilakukan via DM Instagram dan sudah mendapatkan izin dari pihak yang bersangkutan.




-short description about the writer-
I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
FB Page: Aldy Pradana
Podcast: Spotify & Anchor
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 
(tempat menjual sneakers murah)

***

Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut tema yang paling sering keluar di blog ini:

GaryVee (Text Experience):
- translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan

- membahas musik/film/serial TV yang baru ditonton atau yang sedang ngetren.

Sebuah Observasi (opini/review)
- beropini tentang suatu hal, dari hal serius sampai yang remeh. Kadang, mereview suatu produk

- tulisan iseng berbau komedi absurd

- blog berisi tanya jawab dengan seseorang

- postingan khusus membahas sneakers

Follow my blog: aldypradana.com

Ternyata Begini Pendidikan di New Zealand

 

Zetizen - Jawa Pos

Instagram: @arsenio.sneakers | Tokopedia: Arsenio Sneakers Store

Saya sempat mengajar di Sekolah Alam.


Makanya, saya ada ada beberapa murid yang sudah lulus  (dari SD).


Beberapa dari mereka, punya “cerita” menarik yang menurut saya bisa dibagi. Salah satunya, Syafa. 


Setelah lulus SD, dia pindah ke New Zealand sampai sekarang.


Ini adalah cerita Syafa.



A: Aldy


S: Syafa




A: Kamu kapan pindah ke New Zealand?


S: 4th of July, 2017.


A: Pas pindah ke sana, kamu kelas berapa?


S: Kelas 7.


A: Ada proses yang harus dilalui sebelum masuk sekolah?


S: No, not really.


A: Apa perbedaan pertama yang kamu rasakan pas belajar di sana?


S: Pelajaran di kelas 7 fairly easier. The classroom is laid out differently. The atmosphere is also different. It was quite hard to fit in immediately. Or communicate as I doubt myself quite a lot, LOL.


A: Bentar, satu-satu dibahas ya. Maksudnya lebih mudah? Mata pelajarannya? Atau cara ngajarnya lebih gampang sampe?


S: 


Mata pelajarannya emang lebih gampang in general.


Cara ngajarnya lebih gampang juga. Guru nggak ada yang nge-pressure kita buat nyelesain banyak PR di satu hari.


Atau ngasih banyak tugas buat diselesain, di jangka waktu yang sedikit.


Mereka ngasih kita banyak banyak dan nggak marahin kita, kalo kita nggak selesain.


More like, they know there’s a lot of things going on in our life and will not try to preach into it.


The’ll only remind us that if homeworks aren’t done, they can’t mark it. And that way, they won’t get their grades.


And it’s our problem, if we don’t graduate.


A: 


Masuk akal. Kalau di sini, dari Kak Aldy sendiri, ada beban harus nyampein kurikulum dan materi banyak banget dalam 1 semester.


Oke, itu dari segi pembelajarannya. Terus maksudnya kelasnya berbeda itu gimana?


S: 


Layout classroomnya beda. Bukan tipikal SMA di Indonesia.


It’s way more spaced out. The tabels aren’t individuals. They are connected and there’s a few people in one table.


And also the schooling system here. They don’t have exams. Unless, you’re taking Cambridge class or a grade 11 and above.


We have tests for each topic we learn tho. Or assignment.


A: Hmm. Begitu ya. Segitu aja udah banyak ngasih informasi yang cukup menohok. Jadi, sepertinya Kak Aldy nggak perlu memberi pertanyaan dan tanggapan lanjutan.


Sekarang, Kak Aldy mau tanya soal menggambar, ya. Kamu kan jago gambar dan sampe dibayar lagi.


Lanjut ke part 2: Menggambar Terus Dibayar, Kok Bisa?



Sesi tanya jawab ini dilakukan via DM Instagram dan sudah mendapatkan izin dari pihak yang bersangkutan.




-short description about the writer-
I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
FB Page: Aldy Pradana
Podcast: Spotify & Anchor
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 
(tempat menjual sneakers murah)

***

Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut tema yang paling sering keluar di blog ini:

GaryVee (Text Experience):
- translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan

- membahas musik/film/serial TV yang baru ditonton atau yang sedang ngetren.

Sebuah Observasi (opini/review)
- beropini tentang suatu hal, dari hal serius sampai yang remeh. Kadang, mereview suatu produk

- tulisan iseng berbau komedi absurd

- blog berisi tanya jawab dengan seseorang

- postingan khusus membahas sneakers

Follow my blog: aldypradana.com



munggah