Di-DM “Selebgram”, Terus Minta Barang Gratisan 🤯

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Karena saya mengetik ini pada pagi hari, maka saya akan bilang selamat pagi, semuanya. Semoga kamu yang sedang membaca tulisan ini, sehat dan bahagia selalu.

Kali ini, saya mau bercerita tentang suatu kejadian unik.

Jadi, saya pernah bercerita tentang jualan online saya, Arsenio Store ID. Saya menjual barang-barang saya di Instagram dan Tokopedia. Pada bulan Juni ini, tiba-tiba berbunyi notifikasi dari akun Instagram @arsenio.store.id.

Saya lihat notifikasi tersebut dan saya klik chat DM-nya, 

“Halo, kakak, yang pink masih ada ga kak?”

Ia bertanya tentang sweater polos yang saya jual. Lalu, saya jawab, “Ready, kak.”

Beberapa jam tidak ada notifikasi, datanglah chat balasannya. Saya buka dan baca reply-nya,

“Tapi aku bayar pakai endorse/promosi boleh, nggak, kak? Jadi nanti sweaternya aku promosikan di Instagram aku, terus aku tag kakak. Biar banyak yang follow dan order baju-baju kakak. Gimana, kak? Bisa nggak, kak?”


WOW.

Sungguh chat yang membuat saya terkejut 🤯

Pertanyaan pertama yang muncul di kepala saya, “Dia siapa? Apakah dia selebgram? Seorang influencer? Seorang konten kreator yang terkenal?”

DIA INI SIAPA?

Saya tidak pernah mendengar orang ini di social media.

Agar tak terlihat terlalu hakim sendiri, saya putuskan untuk bertanya ke istri dan teman-teman saya.


Saya lempar screenshot chat tadi ke grup WhastApp, dan berikut adalah jawaban teman-teman saya.

“Wkwkwk. Apus-apus kui. Delok sek followers e piro.”

“Anjir, bau-bau penipuan.”

“Ini ngemis dengan gaya.”


Saya juga beritahukan istri saya, dan tanggapannya kurang lebih sama.

“Emang dia selebgram?”

“Ya jangan, nggak usah itu bisa nipu.”

“Kalo endorse, ya, penjual yang minta ke selebgramnya. Bukan sebaliknya.”


Intinya, sama saja.

Saya juga punya pendapat dengan mereka semua.

Sistem endorse pun tidak sesederhana itu. Saya pasti harus meminta data insight, data statistiknya, sebelum akhirnya deal untuk minta dipromosikan. Karena followers banyak akan percuma, kalau yang melihat dan memberikan interaksi ke postingannya hanya sedikit.


Singkat cerita, saya pun block akun tersebut, hehe.

Wajar bagi kami untuk berhati-hati, dan memang, untuk sistem endorse butuh diskusi panjang terlebih dahulu.


Itu saja dari saya. Semoga cerita ini bisa ada hikmah tersendiri yang bisa diambil.

Bagi yang ingin tahu barang apa yang saya jual, bisa dilihat di link ini dan ini.

Terima kasih sudah membaca postingan ini sampai akhir.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture

Logo Baru Arsenio Store ID

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bagaimana kabar kalian semua?

Semoga sehat dan baik-baik saja, ya.

Postingan ini akan singkat saja, karena saya hanya ingin memberitahu logo baru Arsenio Store ID.

Masih mengandalkan warna biru donker. Tidak alasan dan filosofi tertentu, saya memang pada dasarnya, suka warna biru yang agak tua. Saya suka hitam, tapi hitam tidak menarik sebagai latar. Saya suka biru biasa, tapi itu akan terlalu terang. Akhirnya, saya padukan, dan terpilihlah warna biru donker. Biru donker ini terasa pas. Cocok dengan warna putih dan jenis fontnya. 👌🏼

Kalau ditanya, apa artinya Arsenio?

Kenapa saya berjualan dengan nama toko itu?

Itu juga sama saja. Tidak arti spesial. Awal kisahnya, saya meminta istri (waktu itu masih calon istri), ia memberi rekomendasi ARSENIO. Katanya, ini mengandung makna anak laki-laki, jantan, maskulin. Saya sendiri kurang paham, cuma saya suka nama itu diawali dengan huruf A. Sesuai dengan nama saya dan nama istri, sama-sama berawalan huruf A. Jadi, nama ini yang saya ambil.

Semoga logo baru ini lebih menarik dan lebih banyak yang suka. Saya juga berharap dengan perubahan logo Arsenio sesuai dengan target pasar yang ingin saya capai, yaitu menyukai apparel yang simple dan minimalis

Itu saja yang mau bagi di postingan ini. 

Sebelum saya tutup, pada bulan Mei 2021 kemarin, saya sempat membuat video memadukan Basic Sweater. Pada video itu, kamu bisa melihat produk yang saya jual, dan bisa juga sebagai panduan untuk bergaya yang simple dan minimalis.

Kunjungi link berikut untuk melihat produk lainnya,

Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store

Terima kasih sudah mengunjungi blog saya dan membaca postingan ini.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture


Ekspektasi dan Realita Dalam Pernikahan: Banyak Yang Harus Diurus (24 Jam Terasa Singkat)

Sebelum saya membuka postingan ini, saya akan bilang bahwa postingan ini adalah bentuk catatan hidup saya. Saya ingin mengabadikannya di sini. Untuk para pembaca, mungkin bisa diambil manfaatnya dari cerita dan opini saya ini.


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ini adalah postingan ketiga dari topik Ekspektasi dan Realita Dalam Pernikahan. Kali ini, saya akan menceritakan betapa banyak yang harus diurus dalam pernikahan. Apalagi keluarga baru seperti kami.

Kami masih perlu beradaptasi dengan banyak hal. Masih harus saling berbagi tugas, saling membantu sama yang lain. Misalnya, urusan rumah tangga.

- Istri memasak, saya mencuci piring + wajan + alat makan lainnya.

- Istri menyapu, saya mengepel.

- Saya mencuci baju, istri setrika.

Kegiatan di atas tampak sederhana, tapi kami harus melakukan ini setiap harinya. Ini belum ditambah ada faktor anak, pasti kegiatannya akan semakin padat.


Urusan belanja bulanan, misalnya.

Terkesan kegiatan sederhana, tapi ketika melakukannya butuh tenaga lebih.

Sebelum berangkat, kami sudah membuat daftar belanja terlebih dahulu. Saat tiba, kami mengambil barang belanjaan sesuai yang dibutuhkan. Jalan berdua mendorong troli dari ujung ke ujung. Belum lagi kalau ada yang terlewat, kami harus mengulangi jalan yang sama, untuk mengambil barang yang kelupaan.

Itu biasanya berdurasi 30-60 menit.

Belum lagi faktor mengantri di bagian kasir, bisa 10 menit, bisa 20 menit jika sedang ramai-ramainya.

Coba sekarang, saya mengobrol soal liburan.

Kami sempat bulan madu ke Batu. Foto yang menjadi thumbnail di atas adalah salah satu foto di Milenial Glow Garden.

Untuk mengelilingi seluruh tempat di Milenial Glow Garden butuh tenaga. Untung saja, saat kami ke sana, tempatnya sepi. Kami tidak perlu berdesakan, mengantri, dan merasa sesak selama di sana.

Foto di atas adalah tempat terakhir dan yang paling diincar. Cuma karena kami tibanya sore, saat lampunya menyala masih terasa kurang bagus. Tempat itu bagus ketika lampunya menyala dan kondisi malam hari.

Di sisi lain, kami sudah tidak punya tenaga untuk melanjutkan kegiatan. Fisik sudah meminta pulang dan istirahat. Jadinya kami hanya bisa sebentar saja saat lampu menyala dan kondisi gelap/malam.


Itu saja dari saya.

Saya merasa 24 jam, entah kenapa, terasa singkat sekali.

Banyak kegiatan, banyak yang harus diurus. 

Solusinya, manajemen waktu yang baik, komunikasi, dan saling bantu.


Itu saja postingan ketiga dari topik Ekspektasi dan Realita Dalam Pernikahan. Semoga mudah untuk memahaminya dan mengambil manfaatnya.

Akan saya tutup dengan mempromosikan jualan online saya, Arsenio Store ID. Tempat menjual Apparel seperti Sweater, Hoodie, dan Celana yang simple dan minimalis. Cocok untuk traveling dan nongkrong. 

Untuk melihat produknya, bisa kunjungi Instagramnya, di @arsenio.store.id, dan Tokopedianya, Arsenio Apparel Store.

Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store


Terima kasih sudah membaca di akhir.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Versi podcast: https://open.spotify.com/episode/7mJJmTtqBiSC9qPRaE5jH7?si=dJePYgrrQYeRnYLAgSh5Xg&dl_branch=1


- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture

Ekspektasi dan Realita Dalam Pernikahan: Banyak Diskusi dan Argumentasi

 


Sebelum saya membuka postingan ini, saya akan bilang bahwa postingan ini adalah bentuk catatan hidup saya. Saya ingin mengabadikannya di sini. Untuk para pembaca, mungkin bisa diambil manfaatnya dari cerita dan opini saya ini.


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ini adalah postingan kedua dari tema Ekspektasi dan Realita Dalam Pernikahan. Pada postingan ini, saya akan bercerita tentang banyaknya diskusi dan argumentasi yang terjadi dalam pernikahan kami.

Diskusinya ada yang penting banget, ada yang sepele banget.

Saya akan berbagi yang sepele saja.


Foto misalnya,

Saya menyukai foto hitam dan gelap, seperti thumbnail di atas. Sedangkan istri saya tidak suka. Tidak penting memang. Dua-duanya bagus-bagus saja pendapatnya. Akhirnya, saya pakai foto hitam dan gelap untuk social media dan blog saya. Kalau foto yang terang, saya gunakan untuk mempromosikan jualan saya.

Kompor

Kami sekarang berada di tempat tinggal yang sangat sederhana untuk sementara. Kami sedang mencari rumah yang tepat. Karena kami masih di tempat yang cukup kecil, saya berpendapat bahwa beli kompor listrik saja.

Lebih aman, juga lebih hemat tempat. Tidak perlu elpiji.

Istri saya berpendapat kompor biasa saja, daripada listriknya jadi mahal.

Sesudah dipertimbangkan lagi dan lagi, sepertinya masih lebih baik kompor untuk sekarang. Kami memang banyak harus banyak berhemat. Semoga saja, kompor sekarang aman selalu selama digunakan. Amin.

Galon

Saya hanya akan menceritakan diskusi dan argumentasi yang sepele di sini, jadi jangan berharap diskusi berat akan ada di tulisan ini, hehe.

Pembelian jumlah galon sempat ada diskusi singkat. 

Saya ingin punya 3 sekaligus, tapi istri saya bilang, tempatnya tidak cukup. Jadi, kami harus menunggu sampai menemukan rumah yang tepat dulu, barulah sistem galon 3 akan terlaksana.

 

Itu saja yang bisa saya bagikan.

Diskusi ini akan terjadi terus-menerus. Bicara satu benda, bisa jadi panjang sekali. Contoh, hendak membeli meja makan

Diskusinya: Mau meja terbuat dari apa? Sebesar apa? Kursinya ada berapa? Harganya berapa? Mau beli yang merek apa? Mau beli dari toko mana?

Terus berdiskusi.

Terus berargumentasi.


Saya akan berikan kalimat terakhir, 

“Tidak penting siapa yang benar dari argumentasinya. Yang penting sadar, mana argumentasi yang terbaik, dan mau menjalankannya bersama-sama.”

Itu saja postingan kedua dari tema Ekspektasi dan Realita Dalam Pernikahan. Semoga mudah untuk memahaminya dan mengambil manfaatnya.

Akan saya tutup dengan mempromosikan jualan online saya, Arsenio Store ID. Tempat menjual Apparel seperti Sweater, Hoodie, dan Celana yang simple dan minimalis. Cocok untuk traveling dan nongkrong. 

Untuk melihat produknya, bisa kunjungi Instagramnya, di @arsenio.store.id, dan Tokopedianya, Arsenio Apparel Store.

Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store


Terima kasih sudah membaca di akhir.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Versi podcast: https://open.spotify.com/episode/7mJJmTtqBiSC9qPRaE5jH7?si=dJePYgrrQYeRnYLAgSh5Xg&dl_branch=1

- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture


Ekspektasi dan Realita Dalam Pernikahan: Bukan Tujuan Akhir, Melainkan Awal Dari Perjalanan Baru (dan Panjang)

Sebelum saya membuka postingan ini, saya akan bilang bahwa postingan ini adalah bentuk catatan hidup saya. Saya ingin mengabadikannya di sini. Untuk para pembaca, mungkin bisa diambil manfaatnya dari cerita dan opini saya ini.


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya sebelumnya pernah berbagi cerita seputar perubahan saya setelah menikah. Hanya saja, itu baru dari sudut pandang saya, tentang apa yang berubah dari saya, sebelum dan sesudah menikah.

Di cerita ini, saya ingin mencatatkan sesuatu yang penting bagi saya. Mungkin juga bagi semua yang hendak menikah.

Menikah itu bukan tujuan akhir, melainkan awal dari perjalanan baru dan panjang.

Apa maksudnya? 

Banyak orang berkata bahwa ingin segera menikah, karena biar bisa A, B, C. Itu bagus. Menikah memang bagus sekali untuk tujuan hidup. Cuma saya mengingatkan, setelah menikah akan ada banyak cerita, kisah, dan tantangan baru lagi.

Kisahnya belum selesai.

Justru baru dimulai.

Sesudah menikah mungkin merasakan bunga-bunga cinta yang mekar di dalam dada. Indahnya menikah dan bulan madu. Namun, setelahnya, tantangan yang sebenarnya akan terlihat.

Ada yang namanya saling adaptasi.

Adaptasi dengan kebiasaan pasangan. Ketika bangun di pagi hari, apa yang hendak dibeli saat sarapan, kebiasaan sebelum & sesudah mandi pagi, bagaimana proses berangkat & pulang kerja, seperti apa cara bersikap kala bertemu macet di perjalanan, dan tentunya masih banyak lagi.

Adaptasi ini. Tidak hanya satu, tapi bisa ratusan, bahkan ribuan.

Saling mengerti menjadi kunci.

Apakah saya memberi tahu ini karena mengerti banget soal adaptasi soal pasangan? Bukan, saya mengatakan ini justru sadar adaptasi ini akan terus-menerus.

Bisa beradaptasi dengan pasangan di bulan pertama, bukan berarti akan mudah di bulan kedua, ketiga, dst. Manusia bisa berubah dan berkembang, mood bisa naik turun. 

Mengajak liburan ke Malang akan seru di bulan pertama. Namun, kalau diajak terus—terusan ke Malang, pasti bosan juga. Butuh sesuatu yang baru. Butuh sesuatu yang lain.


Foto di atas adalah salah satu foto pemandangan di Batu. Kami ke sana saat bulan madu. Bulan madu dan Batu jadi kenangan indah di kepala kami. Kembali ke sana pasti membawa kami bernostalgia.

Cuma saya paham betul, penting bagi hubungan kami untuk melakukan petualangan baru di tempat lain. Penting mencoba hal baru, bersama, di tempat yang berbeda.

Seperti film Harry Potter, yang selalu berpetualang semua film-filmnya

Ada cerita Harry Potter yang membahas awal mula masuk ke sekolah sihir, ada Harry Potter pertama kali belajar ilmu sihir, ada juga Harry Potter yang sudah dewasa dan mulai paham tentang dunia sihir.

Ada terus ceritanya, ada terus tantangan dan konfliknya. Harry Potter dan teman-temannya dituntut untuk menghadapi dan beradaptasi dengan masalahnya, lalu mencari solusinya.

Bahkan ketika Harry Potter sudah dewasa, sudah bertahun-tahun menjadi penyihir. Tantangan terus menghampirinya. Harry Potter tetap harus beradaptasi terus, menempuh petualangan tersebut bersama teman-temannya, sampai tantangan terus selesai dihadapi.


Itu saja postingan pertama dari label Ekspektasi dan Realita Dalam Pernikahan. Semoga mudah untuk memahaminya dan mengambil manfaatnya.

Akan saya tutup dengan mempromosikan jualan online saya, Arsenio Store ID. Tempat menjual Apparel seperti Sweater, Hoodie, dan Celana yang simple dan minimalis. Cocok untuk traveling dan nongkrong. 

Untuk melihat produknya, bisa kunjungi Instagramnya, di @arsenio.store.id, dan Tokopedianya, Arsenio Apparel Store.

Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store


Terima kasih sudah membaca di akhir.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Versi podcast: https://open.spotify.com/episode/7mJJmTtqBiSC9qPRaE5jH7?si=dJePYgrrQYeRnYLAgSh5Xg&dl_branch=1


- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture

Apa Yang Saya Lakukan Ketika Burnout?


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sebelumnya, saya sudah bercerita tentang apa yang saya rasakan ketika burnout. Kali ini, saya akan bercerita tentang apa yang saya lakukan ketika burnout.

Bagi saya, burnout itu seperti stres.

Rasanya, seperti pusing luar biasa di kepala. Capek pikiran. Badan terasa sehat-sehat saja, tapi kepala terbebani banyak hal, melebihi yang seharusnya.

Kalau levelnya ringan, saya biasanya melakukan istirahat. Meliburkan diri dengan menghibur diri. Bisa cara paling ringan, nonton film seharian, atau cara paling heboh, liburan di suatu tempat.

Penting bagi tubuh dan mental untuk menaruh sebentar tugas dan pekerjaan, lalu membiarkan diri dengan bernafas sejenak.




Nah, kalau levelnya berat, saya perlu melakukan evaluasi besar-besaran.

Saya merasa burnout hebat di postingan ini, lalu saya mempertimbangkan masak-masak tentang kehidupan saya.

Saya bertanya ke diri saya, “Apakah saya mau seperti ini terus?”

“Apa yang sedang menjadi prioritas saya sekarang?”

“Apakah burnout ini bisa selesai dengan liburan sejenak? Atau memang, saya perlu istirahat sepenuhnya? Mencari ketenangan dan kedamaian di luar sana?”


Dari pertanyaan-pertanyaan itu, akhirnya saya memprioritas untuk berhenti. Saya butuh sesuatu yang lain, dan memang, pada waktu itu, ada tujuan lain yang harus saya segerakan, yaitu menikah.



Burnout menurut saya akan selalu datang ketika kita terlalu banyak pikiran, terlalu banyak kerjaan. Manusia pada dasarnya punya batasan. Handphone bisa overheat jika terlalu dipaksa untuk bekerja. Manusia juga sama. Bedanya, pikiran dan jiwa yang jadi korbannya.

Jadi, beristirahatlah sejenak. Ambil nafas dalam-dalam. Cari hiburan yang dibutuhkan. Nikmati hidup. Dan jangan lupa menjadi manusia seutuhnya.

Sekian dari saya.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Akan saya tutup dengan mempromosikan jualan online saya, Arsenio Store ID. Tempat menjual Apparel seperti Sweater, Hoodie, dan Celana yang simple dan minimalis. Cocok untuk traveling dan nongkrong. 

Untuk melihat produknya, bisa kunjungi Instagramnya, di @arsenio.store.id, dan Tokopedianya, Arsenio Apparel Store.

Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Versi podcast: https://open.spotify.com/episode/5VDgpFNFaNtNFvd2vYqXsP?si=IooVK_KIRh6YkNU_Lmb8CA

https://open.spotify.com/episode/2Pd9F6hUGYyXwo4VDWGGmx?si=GKtDhz9bSrmcZwbEaTBSig




- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture


munggah