Sejarah Brand Adidas



Converse sudah. Vans sudah. Sekarang Adidas.

Sedikit berbeda, Adidas akan dibedakan dari sejarah brandnya dan sejarah salah satu produknya, Adidas Superstar.

Sekarang, mari kita belajar sejarah brand atau perusahaan Adidas. Semoga bisa bermanfaat untuk semua.

***

Adidas lahir di Herzogenaurach pada tahun 1920, dari dua bersaudara Adolf (Adi Dassler) dan Rudolp Dassler.

Di awal karier, Adi hanya memproduksi selop. Sampai akhirnya, memproduksi banyak produk apparel dari sneakers sampai pakaian.

Tahun 1924, dua bersaudara ini mendirikan Dassler Brother OGH. Nama ini menjadi cikal bakal brand bernama Adidas.

Tiga tahun berselang, mereka sukses menghasilkan sepatu khusus untuk keperluan olahraga.

Olimpiade 1928 menjadi momen penting bagi Dassler Brother.

Proses persiapan untuk acara tersebut dilakukan dengan matang, baik dari produk dan strateginya. 

Dassler Brother (Adidas) membagikan secara gratis sepatunya kepada atlet yang berlaga kala itu. Didukung sorotan media, sepatu ini mulai mencuri perhatian masyarakat dunia. Lewat produk olahraga dan loga 3 stripnya.

Berkat konsistensi pada kualitas produknya, pengenalan kepada para atlet membuahkan hasil positif. 

Linda Radke, peraih medali emas Olimpiade 1928 di Armsterdam, mengenakan sepatu ini. Jesse Owen, olahragawan cabang atletik, juga turut memakai sepatu ini dan menjadi atlet sukses di Olimpiade Berlin 1936.

***

Menginjak tahun 1949, Adi Dassler membentuk merek Adidas. Nama ini berasal dari nama depannya, Adi, dan tiga huruf dari nama belakangnya. Adi Dassler juga mematenkan logo strip menjadi milik Adidas.

Di kubu lainnya, Rudolp mendirikan perusahaan olahraga bernama Puma.

Adidas naik pamor berkat keberhasilan Jerman mengalahkan Hungaria di final Piala Dunia 1954.

Setelah itu, Adidas melebarkan bisnisnya pada jenis produk olahraga lainnya. Adidas memperkenalkan satu set pakaian jenis tracksuit, dimodeli oleh Franz Beckenbeauer (1967).

Tahun 1971, atlet tinju Muhammad Ali dan John Frazier juga menggunakan produk Adidas. Dalam Olimpiade Munich 1972, ada sekitar 1.164 dari 1.490 atlet internasional sudah menggunakan produk Adidas.

Tahun 1978 menjadi momen menyedihkan bagi Adidas, Adi Dassler meninggal pada tanggal 6 September. Puncak kejayaan Adidas sempat menurun dan terusik dengan berjayanya Nike di pasar internasional pada awal era 80-an. Tahun 1987, Horst Dassler meninggal dunia. Ibunya lebih dahulu meninggal dua tahun sebelumnya. Kepergian mereka menandakan berakhirnya, era kepemimpinan keluarga Dassler di Adidas. 

Kejadian itu berdampak besar sehingga mengancam perusahan Adidas, bahkan nyaris bangkrut di tahun 1992. 

Setelah naik turun selama beberapa tahun, datang Herbert Hainer sebagai CEO Adidas-Salomon AG di tahun 2001.

Adidas menggaet David Beckham, Haile Gebrselassie, Laila Ali menjadi duta nasional dengan membawa jargon, Impossible is Nothing.

Adidas mengakuisisi Reebok, termasuk brand Rockport dan Reebok-CCM. Bulan Juni 2006, nama perusaahan diubah menjadi Adidas AG.

Herbert Hainer memimpin selama 15 tahun, lalu tongkat berlanjut kepada Kasper Rorsted pada Oktober 2016. Lewat Rorsted, Adidas terus melaju dengan lewat strateginya, “Creating The New” dan berfokus pada kompetensi kunci di bidang footwear dan apparel.


Link: 
https://highlight.id/sejarah-profil-perusahaan-history-adidas-merek-fashion-terkenal-branded-dunia/


Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Selasa = Musik Keren atau Movie
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen
Minggu = Sneakers

Follow my blog: aldypradana.com

Instagram: @aldy_pradana17
FB Page: Aldy Pradana
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

https://www.tokopedia.com/arseniosneakers (tempat menjual sneakers murah)


Posting Komentar

munggah