Sejarah Sepatu VANS

Kemarin sudah membahas sejarah Converse, kali ini saya belajar tentang Vans. Sampai sekarang, saya belum mempunyai sepatu ini. Sempat mengincar salah satu produknya, tapi masih belum kepengen banget.

Mungkin nanti, ketika ada produk spesial (dan pastinya, ada uangnya), saya akan memiliki salah satu sneakers dari VANS.

Oke, mari kita mulai sejarahnya.

Bermula dari tahun 1966, Paul Van Doren dan 3 sahabatnya membuka toko pertamanya, Van Doren Rubber Company.

Mereka memproduksi sepatu dan menjual langsung ke publik. Mereka menyebutnya dengan The VANS #44 Deck Shoes, yang sekarang lebih dikenal sebagai Authentic.

Terus berkembang, Paul Van Doren dkk terus memberikan produk baru, Vans Era dan Slip-On. Vans Slip-On menjadi booming dengan bantuan pemain skateboard dan pengendara BMX. Slip-On mendapat perhatian internasional saat dipakai Sean Penn (ikon film “Fast Times att Ridgemont High”) pada 1982.


Istilah Off the Wall muncul ketika pemain skateboard bermain di kolam renang kosong. Mengubah tren skateboarding menjadi melambung di udara dan meluncur di kolam. Mereka meluncur keluar dari beton kolam, melawan grativasi, berpose di udara, lalu meluncur lagi ke bawah kolam. 
“Off the wall adalah misi dan pesan brand Vans buat kawula muda untuk fokus berpikir berbeda, kreatif, menjadi diri sendiri. True individual. Penuh kreativitas. Itu penting bagi remaja.”
Meskipun, sepatunya laris manis, berbagai macam polemik menghadang mereka. Produksi yang terlalu banyak, padahal sumber daya tidak memadai. Manajemen yang kurang baik pun melanda perusahaan sepatu ini. Akhirnya, memaksa Vans mengalami kebangkrutan pada 1983.

Tiga tahun berselang, masa kelam sudah selesai. Vans berhasil membayar hutang dan keluar dari kebangkrutan. Pemilik asli menjual Vans ke sebuah perusahaan investasi perbankan. Ini memberikan dukungan finansial dari pemilik baru.

Vans pun memperluas dan meningkatkan eksistensinya di seluruh dunia.

Tahun 1994, Vans mulai manufaktur sepatu di luar negeri. Memberi kesempatan untuk pengembangan gaya sepatu baru dan ekspansi besar-besaran. Vans mulai merajai industri action sport, dengan mensponsori acara skateboard, surfing, snowboarding, motocross, dan super cross.

Forbes mengakui keberadaan merek sepatu ini, dan tahun 2001, Vans mendapatkan penghargaan sebagai “America’s Best Small Companies”.

Tahun 2004, meluncurlah website Vans Customs: www.vans.com. Pembeli bisa merancang sepatu slip-on dengan ratusan warna dan pola yang bisa dipilih sendiri.

Vans terus berinovasi dan mengembangkan bisnisnya, menjadikan merek ini sebagai salah satu merek besar di dunia. 


https://www.sneakersholic.com/2014/10/the-vans-history-segala-yang-menjadi.html



Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Selasa = Musik Keren atau Movie
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen
Minggu = Sneakers

Follow my blog: aldypradana.com

Instagram: @aldy_pradana17
FB Page: Aldy Pradana
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

https://www.tokopedia.com/arseniosneakers (tempat menjual sneakers murah)

Posting Komentar

munggah