Cara Menabung Yang Bisa Untuk Dicoba

Mengincar benda yang diinginkan pasti butuh dana lebih. Agar keuangan tetap stabil, menabung bisa menjadi salah satu solusinya.

Berikut adalah cara menabung yang boleh untuk dicoba. 


Mulailah Menabung Dari Angka Yang Paling Kecil.

Setiap receh yang ada di kantong atau dompet anda, bisa untuk ditabung.

Setiap koin kembalian yang anda dapatkan dari Indomaret/Alfamart bisa dimasukkan ke tabungan.

Sediakan celengan dengan ukuran dan bentuk sesuai selera anda. Dan masukkan koin yang anda punya ke dalam tabungan tersebut.

Setelah terkumpul banyak, koin bisa dihitung dan dikumpulkan menjadi per seribu atau per seribu (bisa diubah). Koin yang terkumpul dapat ditukar ke Indomaret/Alfamart. Mereka biasanya butuh uang receh sebagai kembalian. 

Koin yang sudah terkumpul banyak, bisa ditukar menjadi uang kertas dengan jumlah yang lumayan.

Menabungkan Uang Kertas Terkecil

Kalau anda merasa ribet dengan koin, tabungkan uang kertas terkecil di dompet anda.

Anda juga bisa mengatur sendiri angkanya.

Misal, hanya menabung uang seribuan. Uang dua ribuan. Atau uang lima ribuan.

Setiap malam, sesudah selesai semua kegiatan, cek dompet anda, lalu tabung uang kertas terkecil yang ada. Sesuai peraturan anda sendiri.

Setiap malam, tabung 2 ribu secara rutin  

Nanti setelah 30 hari, sudah tertabung 60 ribu.

Atau, setiap malam, tabung 5 ribu. 

Dalam 30 hari, sudah tertabung 150 ribu.

Dan seterusnya.

Dengan metode seperti ini, uang yang tertabung bisa terkumpul dengan lebih cepat.

Langsung Menyisakan Uang Besar

Misalkan, anda punya target menabung untuk membeli suatu barang. Saya ambil contoh, sepatu Converse. 

Target tabungan adalah 50 ribu per bulan. 

Jadi di awal bulan, sudah langsung menyisakan uang 50 ribu untuk ditabung.

Tiap bulannya, uang 50 ribu akan berlipat sampai nanti mencapai angka yang diinginkan.

50rb x 1 bulan = 50 ribu 

50rb x 2 bulan = 100 ribu

50rb x 3 bulan = 150 ribu

Dan seterusnya  

Dibutuhkan konsistensi untuk menabung, dan juga benteng iman untuk menjaga tabungan tersebut.

Oh iya, sebagai tambahan, usahakan pula menabung untuk masa depan. Sebagai dana darurat. Sebagai dana untuk ke jenjang berikutnya. Sebagai dana yang mungkin terpakai untuk hal yang genting.

Baiklah, sekian dari saya.

Semoga postingan ini bermanfaat. 


Link: https://koinworks.com/blog/menabung-mudah-yang-unik-dan-efektif/


Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Selasa = Musik Keren atau Movie
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen
Minggu = Sneakers

Follow my blog: aldypradana.com

- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

Kesulitan Menulis, Lalu Bagaimana?





Saya sejak Juli dan Agustus 2020 ini kembali meramaikan blog saya ini (aldypradana.com). Ada yang berhasil 1 postingan blog satu hari, ada yang 2 postingan blog satu hari. Lalu terjadi lah, kehabisan ide dan nafsu menulis. Saya tidak menulis sama sekali. 


Saya punya beberapa ide sebenarnya.


Saya punya 3 judul (3 tema):



“Klise Memang, Tapi Sabar Memang Salah Satu Kunci Keberhasilan.”


“Bukan Cuma Kamu, Setiap Orang Pernah Merasa Terasingkan.”


“Pada Akhirnya, Bahagia Itu Kamu Sendiri Yang Ciptakan.”



Ada 3 kalimat penuh dengan cerita yang bisa dikembangkan. Masalahnya, ternyata setelah dicoba menulis, tidak bisa menjadi postingan yang utuh.


Tulisan terasa lemah. 


Mau dipaksa pun kepala malah mau meledak.


Jadinya, saya cuma bisa melakukan ini.


Menceritakan tentang pengalaman kesulitan menulis saya.



Saya bercerita punya 3 tema yang harusnya saya tulis, tapi ternyata tidak bisa. Tidak dapat feelnya. Tidak dapat mengembangkannya.


Saya menulis postingan ini di McD. Sendirian. Dengan meneguk es kopi durian dengan harapan, tulisan ini setidaknya bisa menjadi satu postingan yang utuh. 


Kalau kesulitan menulis, lalu bagaimana?


Ini jawaban saya.


Kalau kesulitan menulis, tetaplah menulis.


Ceritakan kesulitan menulismu. Dari kehabisan ide, punya ide tapi ragu dengan itu, atau malah kebanyakan ide tapi bingung mana yang bagus.


Tetap menulis adalah salah satu caranya.


Lebih baik ada tulisan yang seadanya, daripada tidak ada tulisan sama sekali.


Tetap menulis. Tetap menulis. Tetap menulis. 




- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

Do You Believe in Luck?



Postingan ini awalnya mau dibikin versi video ala podcast tapi setelah dipikir-pikir, lebih pas versi tulisan aja. Dan disinilah saya, berbagi tentang tulisan mengenai keberuntungan.

Sebelumnya, mari kita kesampingkan dulu faktor agama di sini.

Karena saya akan membahas LUCK dari sudut pandang filosofi.

Filosofi saya tentang keberuntungan yang kita dapatkan di dunia ini.

Menurut saya, 

Keberuntungan hanya akan didapatkan bagi manusia yang telah berjuang. Yang telah mengerahkan kemampuan, tekad, dan usaha. 

Telah, ya, bukan sedang.

Mereka yang sudah berusaha, sudah melakukan yang mereka bisa, berbuat yang terbaik, akhirnya mendapatkan "keberuntungan" untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Contohnya begini:

Saya tersesat di suatu daerah. Saya mencoba memutar balik ke jalan yang saya ketahui, tapi saya makin nyasar. Bertanya ke orang, bukannya nemu jalan keluar, malah semakin mbruwet. Sampai akhirnya, saya mencoba istirahat dulu dengan minum di warung pinggir jalan. Saat meminum teh botol dengan perlahan, segerombolan motor melewati jalan. Salah satu dari mereka, teriak, "Ayo kita ke kota! Nonton tim kebanggaan kita! Mendengar itu, saya langsung gercep mengikuti mereka (tentunya bayar tehnya dulu). Saya mengikuti mereka, karena mereka pasti hendak menuju stadion, dan saya kenal daerah situ, berarti saya bisa lolos dari ketersesatan ini. Akhir cerita, saya pun sukses menemukan jalan keluar.


Itu adalah cerita saya.




Usaha maksimalnya dimana?

1. Mencoba memutar balik
2. Bertanya ke orang

Keberuntungannya?

Secara tidak sengaja, saya berhenti di tempat yang ternyata dilewati oleh segerombolan motor yang ingin menonton pertandingan bola. Yang kemudian, memberi jalan keluar dari masalah saya.

Saya ada beberapa contoh lain, tapi inti ceritanya sama.

Usaha terlebih dahulu, keberuntungan datang kemudian.

Tentunya, ini adalah filosofi saya. Apa yang saya percaya dari pengalaman saya. Yang mungkin, wajar jika berbeda pendapat dengan yang lainnya.




Semoga tulisan ini bermanfaat:)




- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com

Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

Kenapa Suka Buku Motivasi?

gramedia.com

Dari dulu suka heran kenapa ya saya suka banget sama buku motivasi.

Apa karena saya orangnya butuh banget didorong dengan kalimat motivasi? Butuh banget baca kata-kata puitis agar semangat terus?


gramedia.com
Dulu saya bertanya-tanya sampai sebegitunya, sampai akhirnya masuk ke sekolah dan ngajar. Ternyata ilmu dari baca buku motivasi terpakai saat mengajar.

"Ayo, kalian pasti bisa!"

"Semuanya, mari kita coba sekali lagi, dengan jauh lebih semangat!"

"Kalo gagal, coba lagi. Masih gagal, coba lagi. Coba lagi, terus sampai bisa. Sampai terbiasa!"

Dan itu tentunya bukan sekedar kalimat motivasi, tapi juga ada actionnya. Dengan tindakan nyata, dengan aksi yang sesungguhnya.




Ada anak yang takut berenang, saya lalu memberi contoh dengan beneran nyemplung ke kolam renang, agar anak yang takut renang ini merasa lebih baik.

Ada anak yang kesusahan saat wall climbing, saya lalu memberi contoh dengan beneran wall climbing, agar anak mendapatkan contoh gimana cara naiknya.

Ada anak yang kesulitan saat berada di gunung, saya lalu memberi contoh dengan menjadi kuat saat lagi di gunung, agar anak yang belum pernah ke gunung sebelumnya, menjadi kuat juga.





Hebat memang, bagaimana dunia bekerja. Dulu cuma sekedar baca buku motivasi, sekarang harus memotivasi atau menasehati. Akhirnya, ilmu dari buku motivasinya terpakai.




(tambahan: akan jauh lebih baik, kalo membaca buku motivasi itu nggak cuma sekedar dibaca, tapi juga dipraktekkan. Entah buku motivasi tentang bisnis atau kesuksesan. Dipraktekkan, agar ilmunya terpakai dengan baik.)






- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com

Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

Susah, tapi Bisa


Saya yakin tiap orang punya darkest day nya masing-masing.
Bisa karena gagal masuk kampus impian, kecelakaan parah hingga harus menginap di rumah sakit beberapa hari, atau laptop kemalingan padahal isinya skripsi yang bentar lagi mau selesai.
Saya sendiri punya my own darkest day.
Itu ketika Ibu saya meninggal oleh kanker.
Saya yang lebih condong ke Ibu daripada ke Bapak, kehilangannya terasa sekali.
Stresnya, depresinya, menyendirinya, semuanya tertumpuk selama setahun lebih sampai akhirnya saya bisa mulai beranjak lagi. Tetap melangkah, tapi tidak melupakan beliau di sana.
Saya akhirnya berjalan tegak sendiri, mencoba belajar untuk mandiri. Namun, pertanyaan pesimis terngiang mengelilingi kepala:

"Tapi, nanti bisa nggak, ya?"
"Tapi, nanti kalo ada apa-apa, terus gimana, ya?
"Tapi, tapi, tapi....."

Untuk orang yang baru merasakan darkest daynya, pesimisnya itu gila-gilaan. Alhamdulillah, banyak yang mendukung saya, membantu mendorong saya, menemani saya, membimbing agar terus bergerak, bukan diam di tempat.
Yang mau saya bagi di artikel ini adalah apapun kejadian terburuk yang terjadi pada hidupmu, kamu bisa melaluinya.
Susah, tapi bisa. 

"Tapi, kak, saya broken home. Terus gimana dong?"
"Tapi, kak, saya nggak punya orang yang dukung saya. Terus gimana dong?
"Tapi, kak, tapi...... "

Begini, saya sesudah Ibu tiada, saya mendekam di rumah seharian. Bahkan, saat Ibu saya masih di rumah sakit, saya sudah kehilangan semangat dan motivasi. Saya mengunci diri, melepas diri dari sosialisasi.
Saya memang merasa itu sangat-sangat berat buat saya.

Tapi, jauh di luar sana, ada orang yang punya kondisi yang sama dengan saya, dan dia bisa move on.
Jauh di luar sana, ada orang yang punya situasi yang lebih buruk dari saya, dan dia bisa sukses luar biasa.
Jauh di luar sana, ada orang-orang yang memang dari lahir diberi kesempatan yang berbeda, sehingga mengharuskan mereka untuk do the impossible. Dan hebatnya, mereka bisa.

Apapun kondisimu sekarang, cobalah yang terbaik, kerahkan kemampuanmu yang maksimal mungkin. 10000&% dari hatimu, jiwamu, bahkan pikiranmu!
Dan buktikan ke dirimu sendiri kalo kamu mampu.
Susah memang, tapi bisa.




- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com

Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

Winner dan Loser, Tipe-Tipe Orang Yang Menang dan Yang Kalah

http://toyoutheartist.co.uk


Di sekolah tempat saya mengajar sekarang, selain menjadi guru bahasa Inggris & komputer, saya menjadi PJ untuk ekskul. Tugasnya sekedar mencatat siapa saja yang ikut dan absen ekskul pada hari itu. Jadi, saya bukan menjadi pelatihnya, tetapi hanya menjadi pencatat dan pengawas saja.

Salah satu ekskul yang ada di sekolah adalah futsal.

Di ekskul futsal ini, terisi dari siswa kelas 2-6. Kelasnya memang cukup beragam, dan memang ekskul ini yang paling banyak peminatnya. Setiap minggunya, diisi dengan latihan passing, dribbling, shooting, dan ditutup dengan permainan futsal itu sendiri.

Seperti permainan futsal pada umumnya, tim terisi 5 pemain melawan 5 pemain. Pemain diacak kelasnya, dan diseimbangkan antara kedua timnya.

Karena ini permainan futsal, tentunya ada yang menggolkan, dan yang kegolan. Ada yang menang, juga yang kalah. Beberapa anak, terutama kelas kecil, seringnya menangis kalo kalah.

Wajar, namanya juga anak-anak.

Pasti ingin timnya menang.

Setiap minggu selalu sama. Kalo kalah, menangis sampai harus ditenangkan. Tapi, kalo menang, bangganya luar biasa.


***


Nah, dari kejadian ini, saya mencoba berbagi tentang menang dan kalah dari sudut pandang saya. Saya ingin berbagi pendapat bahwa menang dan kalah itu bukan cuma di permainan, tapi juga di karakter kita.

Begini, biar saya utarakan pendapat saya.



Kita mulai dari yang kalah dulu.

Buat saya, orang yang kalah terbagi menjadi dua:

1) Orang yang kalah, terus tidak mau bangkit
2) Orang yang menang, tapi sombong, merasa paling tinggi

Kita bahas dulu yang pertama. Misalkan begini, ada permainan futsal, lalu timmu kalah 8-2.


Apa yang akan kamu lakukan?

Menangis seharian?

Mengunci diri di rumah?

Tidak mau bermain futsal lagi?


Jika kamu memilih salah satu dari kalimat di atas, terus mau sampai kapan akan begitu terus?

Atau malah, memang tidak mau ada perubahan?

Kalo beneran tidak mau ada perubahan, then you are a loser.




Sekarang, mari bahas yang kedua.

You win a game. You are the champion.

Tapi, karena kamu merasa sudah di puncak, kamu tidak mau latihan lagi.

Tapi, karena kamu merasa sudah di atas, kamu tidak mau mengisi ilmu lagi.

Tapi, karena kamu merasa sudah tinggi, kamu tidak mau belajar lagi.

Di situlah, kamu salah, dan situlah kamu berubah jadi orang yang kalah.

Karena mau sudah setinggi apa pun kamu, tetaplah belajar, dan tetaplah haus akan ilmu.





Sekarang, mari membahas orang yang menang, dari pendapat saya.

Sama seperti tadi, orang yang menang juga terbagi dua:

1) Orang yang kalah, tapi mau evaluasi, mau belajar untuk mencapai kemenangan
2) Orang yang menang, tapi tetap ingin mencapai puncak yang lebih tinggi lagi


Kamu kalah di suatu pertandingan. Dari pertandingan itu, kamu lalu mencari apa yang salah. Kamu menganalisa apa yang membuat timmu kalah. Kamu mencari apa kekuranganmu, yang seharusnya kamu tingkatkan agar bisa menjadi lebih baik.

Iya, kita memang boleh sedih, boleh kecewa, boleh malu saat mengalami kekalahan.

Namun, kamu harus bangkit dari kekalahan itu.

Kamu harus berdiri tegak, agar mampu mencapai kemenangan itu.

Dan jelas, itu butuh latihan, itu butuh proses. Kemenangan memang bukan sesuatu yang mudah untuk dicapai, makanya hargai dan nikmati proses latihanya.


Dua, orang yang menang, tapi masih ingin belajar.

Saya akan buka dengan klub Barcelona yang dipimpin oleh Pep Guardiola.

Pada musim pertamanya, Pep menggebrak dunia dengan  permainan tiki-taka. Penguasaan bola tingkat tinggi, dengan permainan operan pendek tanpa henti. Pep dan Barcelona akhirnya menjuarai semua kompetisi yang diikuti. 6 gelar pada satu musim.

Saya lanjutkan dengan klub rivalnya, Real Madrid.

“Tidak mungkin menjuarai liga champion dua kali berturut-turut!” kata beberapa orang, pesimis.

Lalu, tahun ini Real Madrid menjadi juara liga champion, 3 kali berturut-turut!

Kesimpulannya, sudah jelas. Walaupun, sudah menggapai gelar juara, bukan berarti perjuangannya selesai. Masih ada misi lain, untuk dituntaskan. Masih ada impian lain, yang harus dicapai.


*** 



Itulah beberapa pendapat saya tentang menang dan kalah.

Beberapa pendapat di atas barusan, juga pernah disampaikan ke anak-anak agar lebih termotivasi, dan tentunya agar lebih siap menghadapi kekalahan dan kemenangan saat latihan futsal.

Sekian dari saya.

Semoga tulisan tentang winner dan loser ini bisa bermanfaat buat semua.









- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com

Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

Love The Game (Cintai Pekerjaanmu)


solecollector.com

Saya pernah membaca suatu postingan di media sosial, tulisannya, “Kangen temennya, nggak kangen kerjanya XD”

Atau tulisan bernada serupa, “Waduh weekend selesai, ketemu kerjaan lagi deh :(“

Jika saya mencoba menelaah artinya, sepertinya orang ini senang dengan have fun bersama temannya, daripada bekerja (apa pun pekerjaannya). Dan di kalimat berikutnya, sepertinya orang ini merasa terbebani dengan pekerjaannya dan lebih suka bersenang-senang di akhir minggu.

Itu hipotesa saya.

Lalu, apakah ada yang salah dengan bersenang-senang bersama teman di akhir minggu?

Nggak ada.

Sama sekali nggak ada yang salah dengan itu.

Yang salah, menurut saya, adalah mindset bahwa kita lebih merindukan akhir pekan daripada pekerjaan itu sendiri.

Iya, kita pasti ingin beristirahat, mengusir penat, bersantai ria tanpa beban kerja di kepala. Namun, kita seharusnya tetap mencintai pekerjaan kita. Kita harus mencintai pekerjaan kita apapun itu.

Karena kita melakukan itu (bekerja) setiap hari, seminggu 5 kali, bisa juga lebih.

Kita bangun pagi, sarapan, mandi, lalu berangkat ke tempat kerja seharusnya dengan semangat membara karena kita mencintai pekerjaan kita. Kalau kamu datang ke tempat kerja dengan perasaan bersalah, males, tidak ada niat sama sekali, bukannya itu bakal merusak hari anda seutuhnya?

You must love the game.
Love the freaking game.

Kamu bekerja sebagai polisi, karena kamu memang suka menjadi polisi.

Kamu bekerja sebagai guru, karena kamu memang suka menjadi guru.

Kamu bekerja sebagai pengusaha, karena kamu memang suka menjadi pengusaha.

Kalau kamu nggak suka dengan pekerjaan kamu sekarang, terus kenapa kamu masih di tempat itu, melakukan kerjaan itu? Bukankah itu bakalan menghancurkanmu dari dalam?


You must love the game.

Love the freaking game.


“Gimana kalo dapet kerjanya cuma ini? Terus ini buat bakal kuliah dsb?”

Terkadang, kita memang diberikan kondisi dimana kerjaan ternyata tidak sesuai dengan passion kita.

Terus bagaimana jalan keluarnya?

Buat saya, pilihannya ada dua, keluar dari pekerjaan itu, terus cari pekerjaan yang lebih cocok, atau, bikin diri kamu sendiri mencintai pekerjaan itu, gimana pun caranya.

Karena pekerjaan mengisi kegiatan kita dalam 24 jam.
Kita seharusnya menyenangi pekerjaan kita, karena kita akan melakukannya hampir setiap hari.

Dengan mencintai pekerjaan kita, kita bisa melalui dengan ikhlas, sepenuh hati, dan maksimal, memberikan yang terbaik.

You must Love the game.




- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com

Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

munggah