Barang Impian



Saya membagi target dalam beberapa kategori. 

- Ada target hidup (sukses dalam berkarir, nikah, punya anak, dll). 
- Target liburan (ke luar pulau, ke luar negeri, atau bahkan cuma sekedar liburan dalam kota). 
- Dan yang terakhir, target barang. 

Saya punya target barang impian. Dulu saya pernah menargetkan memiliki kamera DSLR, dan akhirnya terkabulkan pada tahun kemarin. 

Sekarang, saya punya target barang impian di tahun 2019. Iya, 2019. Bukan, 2018. Karena tahun ini, saya mau fokus menyelesaikan motor saya dulu. Dari bagian dalem sampai luar motor, harus segera dituntaskan di 2018 ini. 

Nah, pada tahun 2019, tema barang impian saya lebih ke arah kamera. Tahun lalu, saya beli Canon 1200D, dan sampai sekarang saya tidak pernah upgrade aksesoris atau barang tambahan yang menunjang kamera saya. Entah dari segi photography maupun videography. 

Makanya, tahun depan adalah waktunya untuk menambah maenan saya di bidang perkameraan. Incaran saya yang pertama adalah lensa 50 mm STM.  



Lensa saya sekarang cuma 2: 18-55 mm (lensa bawaan) dan 75-300 mm (lensa tele). Lensa tele ini pemberian ayah saya. Yang katanya dulu pernah beli pas lagi diskon dan dipake waktu kerja dulu. Cukup sering saya pake, tapi hanya untuk acara-acara tertentu. Belum bisa jadi lensa andalan saya. 

Menurut review yang saya baca, lensa fixed ini adalah lensa yang melebihi harganya. Lensa ini tidak sampai 2 jutaan. Bagi orang awam, lensa dengan harga segitu pasti bikin bertanya-tanya. 

"Kok mahal amat lensa doang 2 jutaan"

Ketahuilah, harga segitu sudah termasuk murah dibandingkan lensa yang lain. Banyak lensa lainnya yang lebih maaaahaaaal lagi. 

Kedua, kamera baru. 

Saya kemarin beli Canon 1200D dengan harga second cuma sekitar 3 jutaan. Itu kamera pertama saya. Nah, karena sudah mengerti (dikit sih) tentang kamera. Saya mau ngincer kamera baru. Ada body nya canon 700D, mirrorless canon m10 dan m3. 

canon m3

canon m10

canon 700D


Apakah saya mau beli semuanya? 

Nggak lah. 

Cukup salah satu diantara itu. 

Itu semua rentang harganya 5-6 juta. Punya salah satu diantara itu bisa langsung menjadi my main camera. 1200D akan turun sebagai my secondary camera. 

Kenapa saya butuh kamera baru? Padahal harganya juga termasuk lumayan mahal?

Karena, ternyata eh ternyata, saya dapat pemasukan sampingan dari foto ataupun video yang saya buat. Nggak begitu banyak, tapi lumayan buat nambahin tabungan. 

Kalo saya lebih seriusin lagi, mungkin tambahan saya bisa lebih banyak (amin). Itulah kenapa saya ngebet sama kamera. Selain karena suka, saya juga bisa dapet tambahan dari situ. 

Terakhir, mic external. 


Untuk kebutuhan dokumentasi video, merekam suara yang jernih ialah keharusan. 

Apalagi kalo melihat para vlogger di luar sana. Hampir semua kamera mereka terdapat mic external. Dan memang iya, hasil suara dengan tambahan mic itu jauh lebih bagus, lebih jernih, dan tidak ada angin yang masuk. 

Ini akan berguna buat dokumentasi pribadi saya (TVLOG series) atau dokumentasi untuk kerjaan (acara wedding atau event tertentu). 

Seperti yang saya lakukan di dream note saya dulu, saya menempel gambar print-print an barang impian saya di dinding kamar saya. Agar saya liat terus barang yang saya mau, saya keinget terus target-target barang idaman saya, dan tanpa sadar, barang impian saya terkabulkan seiring waktu berjalan. 

Amin. 






- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com

Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

Mengambil Makna Dari Kisah Terbaru Raditya Dika: Ubur-ubur Lembur


Sekitar jam 10 pagi, saya sedang menaiki motor menuju Grand Galaxy Park. Karena itu hari Sabtu, macet sudah merayapi jalanan. Niatnya mau motoran santai, akhirnya malah nyelip-nyelip diantara mobil sambil dengerin bunyi klakson mobil berkumandang. 

Beberapa menit berlalu, saya sampai di parkiran. Saya lalu berjalan ke toko buku. Melangkahkan kaki mencari rak buku novel Indonesia. Mata menjelajahi judul demi judul. Sampai akhirnya ketemu buku yang saya cari. Saya ambil dari raknya, saya bawa kasir, lalu saya bayar. 

Kemudian...

Saya langsung pulang. Karena hari itu cuma diniatin buat beli dan bukunya Raditya Dika yang paling baru: Ubur-ubur Lembur. 


(Postingan ini ditulis sehari sesudah saya membaca buku itu selama sehari penuh.)

Lalu gimana bukunya? 

Saya akan jawab: Bukunya menyenangkan. 

Saya ngikutin Raditya Dika dari buku pertama sampai sekarang. Saya kenal Radit dari saya SMP umur 13an sampai saya umur 25 tahun. Saya juga cukup sering menulis postingan tentang Dika. Dari ingin ngikutin dia, juga sampai akhirnya saya ketemu dia langsung di suatu acara seminar di Solo. 

Ubur-ubur Lembur termasuk buku yang menghibur. Lucunya ada, manisnya ada. Kalo hikmahnya, bisa digali sendiri dari peristiwa yang Raditya Dika tulis di tiap babnya. 

Buat yang ngikutin Radit, pasti suka -suka aja sama bukunya. 

Nah, ada satu permasalahannya. 

Mungkin karena saya ngikutin terus, jadi paham pembeda dari tiap bukunya. Marmut Merah Jambu bercerita tentang cinta. Jatuh cinta dan segala macam yang berkaitan dengan itu. Manusia Setengah Salmon bercerita tentang move on. Tidak semua bab membahas tema besar ini, tapi alurnya bisa diikuti, dan konklusinya pun dapet banget. 

Mulai dari Koala Kumal, saya mulai "nggak dapet" tema besarnya. Patah hati? Tapi nggak semua bahas tentang patah hati. Terus di Manusia Setengah Salmon juga ada tuh patah hatinya. Bukannya udah dibahas? Dengan kesimpulan kita harus "tetap melangkah" dan move on? 

Di buku ini, problemnya hampir sama. Apa tema besarnya? Kerja? Radit dan kehidupan kerjanya? Banyak sih yang bahas itu. Tapi ada beberapa bab yang sama sekali nggak nyambung sama tema kerja itu. 

Raditya Dika sebenernya menjelaskan apa "tema besar" buku ini di salah satu babnya. Tapi saya masih kurang. Nggak dapet aja gitu. Belum dapet aja benang merahnya.

Tapi mungkin, ini cuma perasaan saya aja. 


Terlepas dari hal itu, ini tetap buku yang bagus buat dibaca ketika senggang. 

Ada 14 bab, kayaknya buku paling tebal dari bang Dika. 

2 bab pertama paling manis diantara yang lain. Cinta-cintaan masih kuat di dua bab ini. (Di bab Pada Sebuah Kebun Binatang, Radit nyeritain soal patah hatinya. Bab yang bagus banget, tapi bikin kepikiran: kenapa bab ini nggak ditaruh di buku Koala Kumal yang memang temanya Patah Hati? Tapi sekali lagi, mungkin ini cuma ada di benak saya aja.)

Di cerita lain, masih ada kisah absurd khas Radit yang biasanya: Lucu dan kocak. 

Bab-bab yang berhubungan dengan kerja termasuk yang paling menarik buat saya. Mungkin karena emang ada hubungannya sama judul dan tema besar bukunya, jadi lebih dapet aja gitu feelnya. 

Cerita dia tentang Prilly, YoungLex, shooting film Hangout, undangan pergi ke Jepang, ketemu bocah yang ingin jadi artis. Itu enak banget buat dibaca. Dan yang paling saya suka, saat Raditya Dika menulis: 

Gue percaya kalau kita hidup dari apa yang kita cintai, maka kita akan mencintai hidup kita.

Pembahasan kerja berpuncak dan berakhir di situ. Yang sukses bikin saya mikir juga. 

Sudahkah saya bekerja sesuai minat?

Sudahkah saya bekerja sesuai bakat?


Setelah baca buku ini, saya jadi rajin ngeblog lagi, rajin nulis lagi. Magisnya Raditya Dika emang sedahsyat itu. Abis ia ngelakuin sesuatu, saya juga mau bikin yang sama. Tetapi, semua itu bikin saya merenung cukup dalam. 

"Dari dulu saya cuma jadi followernya Raditya Dika melulu. Dia ngeblog, saya ikut ngeblog. Dia stand up, saya ikut stand up. Dia ngevlog, saya ikut ngevlog. Jadi siapa Aldy sebenernya? Seorang yang punya cita-cita dari hati atau seorang cuma ikut-ikutan dan nggak tau masa depan seperti apa?"

Saya lalu duduk di pojok kamar, membaca lagi buku tersebut, dan mencoba mengambil makna lebih dalam dari Ubur-ubur Lembur. Selagi menyelami tiap kata-kata yang tertuang, saya berkata dalam hati, "Semoga pekerjaan saya sekarang sudah sesuai dengan passion saya."

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Kalau kamu suka tulisan ini, kamu bisa follow akun KaryaKarsa saya di sini. Dan kamu bisa mengapresiasi kreator, dengan cara memberikan tip di KaryaKarsa. Have a nice day 🙂

- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture

Membahas Luke Skywalker di Star Wars: The Last Jedi #Ngampus (Ngobrol Sama Temen Sekampus)



Sebenarnya mau bikin tulisan ini dari lama, tapi baru kesampaian sekarang. Semoga nggak terlalu telat ya. Postingan Ini mewakili bentuk keresahan dan kegelisahan pribadi saya maupun yang saya temui di internet. 

Sebelumnya, film ini jadi film nomor 1 saya di sini, jadi saya bukan hater The Last Jedi. Justru saya suka banget malahan.  Tapi tetap, saya punya banyak "pertanyaan" yang muncul selama menonton. Nah, di sini lah tempat saya unek-unek saya. 

Btw, postingan ini berisi spoiler jadi yang belum nonton sebaiknya hindari dialog absurd di bawah ini. 

***

(keluar dari bioskop)

Adam: That was unbelievable good, man! 

Yoga: Film e apik tenan, rek!

Dhani: Kalau menurutku, filmnya agak sedikit mengecewakan. 

Yoga: Lhah, kok iso i lho?

Dhani: Filmnya cuma pengulangan "rumus" dari sebelumnya. The Last Jedi terlalu sama dengan Empire Strikes Back. 

Adam: Oh, come on. Cuma begitu doang, terus dibilang mengecewakan? Are you serious?

Dhani: Harusnya ada formula baru di sini, tapi nyatanya tidak. Betul, kan, Ben?

Beny: Betul. Terus Iko Uwais nggak ada lagi. Padahal di trailernya kan ada?

Adam: Iko Uwais nongol di Force Awakens. Bukan di The Last Jedi. 

Beny: Beda film?

Adam: Yep. 

Dhani: Guys, kembali ke topik utama. 

Adam: Snoke is dead. That was new, right? 

Yoga: Bener. Terus sidane Kylo Ren dadi Supreme Leader. Kui yo anyar lho. Darth Vader wae rung tau. 

Dhani: Oke. Baiklah, itu baru. Tapi cuma itu kan. Nggak ada lagi? Pembedanya itu doang? Ini kayak nonton film dengan formula sama demi meraup keuntungan besar dari fansnya. 

Beny: Ujung-ujungnya duit. 

Dhani: Bener banget. 

Beny: Aku juga suka duit. Bagi dong. 

Dhani: Kenapa lagi ini orang? 

Yoga: Eits, tapi kamu lali enek neh sing baru. 

Adam: And what is that?

Yoga: Luke Skywalker dadi luih tuo, hahahaha. 

Adam: Of course, dude. Tapi itu juga baru. Karakternya. Luke Skywalker doesn't believe in force. 

Dhani: Haduh, jangan bahas itu. Itu yang paling parah di film ini. Sangat tidak mungkin Luke jadi begitu. He is the hero. Legenda hidup. Pejuang di dunia Star Wars. 

Adam: Did you watch the movie? He gave you why. Explanation and everything. 

Beni: Betul itu. 

Yoga: Opone sing betul?

Beni:  Tau dah. Nimbrung doang. Biar rame. 

Dhani: Tapi tidak masuk akal. Orang yang pernah berjuang untuk mengalahkan dark side. Kemudian, malah menyendiri di pulau antah berantah. Menyerah. Kalah sebelum bertanding. Itu bukan Luke Skywalker yang kukenal. 

Adam: At least, he did some great move in the end. 

Yoga: Jurus terakhir e sangar. 

Beni: Jurus kungfu?

Yoga: Bukan. 

Beni: Jurus tenaga dalam? 

Yoga: Bukan. 

Beni: Jurus kamehameha?

Yoga: Ora. Kowe asline nonton ra sih?

Beni: Tadi ketiduran sih. 

Dhani: Yaelah. 

Adam: Enough, guys. Let's hit it in the cafe. Baru kita bahas lagi soal film episode 8 ini. 

Dhani: Oke. Dan kita belum bahas soal Rey pula. Bukan anak siapa-siapa? Sangatlah tidak mungkin. Masak bukan Rey Kenobi? Bukan pula Rey Skywalker? Iya kali, nama orang cuma "REY". 

Adam: Stop it, dude. Wait until we arrive and get the coffe. 

(Kemudian, mereka menjauhi bioskop, dan mendekati coffe shop terdekat. Pembicaraan Star Wars masih jauh dari selesai.)





- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture


Ngerekam Cover Lagu Bukan Sekedar Kata (OST Susah Sinyal) Dengan Software Audacity


Saat liburan semester 1 kemarin (liburan natal & tahun baru), saya tidak pulang kampung halaman. Dengan berbagai pertimbangan, sepertinya tidak ke Solo alias stay di Bekasi adalah yang terbaik untuk sekarang. 

Saya pun mengisi waktu dengan melakukan hal yang jarang saya lakukan karena kebanyakan kerjaan (cielah). Dari bersih-bersih kamar sampai jogging muterin kompleks. Nah, karena banyaknya waktu luang, saya pun kepikiran cover beberapa lagu. Dengan modal gitar dan keyboard (pinjeman), saya mau cover dengan durasi cukup 1-2 menit saja. Cukup di bagian yang saya suka, dan nggak perlu take rekaman yang banyak. 

Dimulai dari lagu Meraih Mimpi dari J-rocks, kemudian Lapang Dada dari Sheila on 7, trial error akhirnya dilalui. 

Oh ya, rekaman diambil lewat hp, lalu dimasukkan ke laptop dan digabungkan di audacity. Nggak pake mic atau clip on. Bener-bener rekaman sederhana dengan minim budget. 

Link: 

Setelah dapet "formula" yang tepat, di lagu berikutnya saya udah dapet feelnya. Dari Bukan Sekedar Kata (The Overtunes - OST Susah Sinyal), Sesuatu Yang Indah (Padi), sampai Sweet Talk (Sheryl Sheinafia) itu udah enak banget komposisi lagu sama editan rekamannya (tentunya menurut saya, lho, ya). 


Link:
Bukan Sekedar Kata:
Sesuatu Yang Indah:
D'Masiv - Cinta Ini Membunuhku
Sweet Talk

Buat yang mau rekaman lagu buat band atau mau nyimpen lagu buatannya sendiri, software audacity ini bisa jadi andalan. Softwarenya free dan enteng. Software ini juga yang saya pake buat ngedit lagu buat Headset acoustic

So, wanna try it?



- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com

Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

Blackout



I think that was the first time ever, I felt the experience of blackout (passed out).

Kejadiannya di hari Minggu, 28 Januari 2018. Jam dinding menunjukkan waktu sekitar pukul 17.30. Saya lagi di rumah, nonton series Black Mirror sambil makan mie rebus.

Selesai makan, saya langsung cuci piringnya. Sewaktu jalan, langkah kaki terasa agak lemes, kayak mau jatuh. Tapi saya tetep lanjut jalan, nggak ada pikiran aneh-aneh. Paling cuma kaget karena abis duduk langsung berdiri dan jalan agak cepet. Itu yang terlintas di pikiran saya.

Sesampainya di dapur, saya taruh piring di wastafel, buka keran, lalu air mengucur deras. Kondisi sedang mencuci piring, tiba-tiba kaki lemes. Nggak ada tenaga buat mopang seluruh tubuh. Badan langsung jatuh. 

Gelap. 

Blank item semua.

Pas buka mata, bangun-bangun udah ketiban sepeda.

Malah bangunnya pun bukan karena sakit kena sepeda, tapi karena tulang deket leher sakit kena gundukan lantai.


Saya membuka mata, dengan pikiran yang agak bingung. Saya liat sekeliling, saya sudah tiduran di lantai. Sepeda menimpa kaki saya. Beberapa barang jatuh di dekat saya berantakan.



Ardy, adik saya, dateng nolongin. Ia ngangkat sepedanya, matiin air keran, sama ngasih air minum.

Padahal itu cuma mau nyuci piring, pake acara passed out segala.
Apa karena abis nonton Black Mirror? (Apa pula hubungannya?)

Dengan bantuan Ardy, saya bangun terus tiduran di ruang tengah.

Saat jalan ke ruang tengah, kaki terasa lunglai, sedikit tergopoh-gopoh, kepala agak puyeng.

Badan kemudian merasa tenang setelah leher bertemu bantal. 

What an experience.

Barusan saya pingsan?

I think that was the first time ever, I felt the experience of blackout (passed out).

Lalu, saya mikir kenapa saya bisa pingsan. Apa karena belum sarapan? Kurang minum? Saya memang belum makan dari pagi sampai sore tadi. Makan paling cuma makanan ringan seperti roti dan kue cokelat.

Mungkin, ini efek kecapean dan kurang nutrisi. Mungkin pikiran saya berkata, saya fine-fine aja. Tapi sayang, badan saya mengatakan sebaliknya.

Apapu itu, saya lalu berpendapat, "Knowing how passed out felt like. Healthy is a must."


- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com
Instagram: https://www.instagram.com/aldy_pradana17/
Facebook Page: https://www.facebook.com/Aldy-Pradana-859453137453349/

Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

[Sofware Komputer Untuk Anak-Anak]: Mewarnai & Menggambar Jadi Lebih Mudah & Menyenangkan

https://www.keacoloringbook.com/windows/images/screenshot.png

Sebagai guru komputer untuk tingkat SD, saya harus memberikan pembelajaran komputer yang mudah dipahami. Dengan teknologi yang maju ini, Microsoft Word jadi sesuatu yang dasar banget untuk anak-anak kelas besar (4-5-6). 

Namun, gimana dengan anak TK atau kelas 1? Kan, nggak mungkin memberikan kelas tentang mengetik di Word? 

Untuk kelas kecil seperti mereka, saya mempersilakan mereka untuk menggambar dan mewarnai. Berikut beberapa software komputer yang saya temukan di internet, yang kemudian, saya pake untuk pembelajaran.


KEA COLORING BOOK

http://www.softpedia.com/get/Others/Fun/Kea-Coloring-Book.shtml

Mewarnai jadi lebih menyenangkan dengan software ini. Punya background music ketika dibuka, dan punya sound effect sendiri saat mewarnai. 

Software ini mempunyai beberapa gambar yang bisa dipilih, tinggal dipilih gambar mana yang ingin diwarnai, lalu klik. Warnai sesuai keinginan, bisa dengan dicat, atau sekali langsung mewarnai satu bagian. 

TUX PAINT

https://images.filehippo.net/img/ex/5766__tux_paint_2_10_15.jpg

Software ini bisa untuk menggambar dan mewarnai. Dilengkapi lebih banyak fitur yang mudah untuk digunakan. Bisa menggambar pelangi, bunga, serta rumput jadi lebih mudah. Sound effect yang lucu bisa jadi hiburan tersendiri bagi anak-anak.

TuxPaint punya fitur online yang memiliki fitur yang lebih lengkap.


CorelDraw

Berbeda dengan dua software yang harus didownload dulu, CorelDraw umumnya sudah ada di komputer sebagai software tetap (default). 

"Tapi bukannya ini kan software menggambar yang terlalu rumit?"

Iya, kalo anak-anak disuruh membuat logo, tapi jika diberikan tugas yang lebih mudah, seperti melakukan drag & drop gambar yang disuka. Dijamin jadi terasa menyenangkan.


tutorial bisa dilihat di sini -> https://www.youtube.com/watch?v=QmBdphU7TV8

Klik Text - Insert Symbol Character - pilih font: Webdings

Muncul pilihan berbagai dan beraneka ragam gambar yang bisa dipilih dan di drag & drop ke kanvas.


***

Untuk Kea Coloring Book & TuxPaint bisa digoogling dan didownload di link yang tersedia.

***

Tambahan: Jika ingin melatih anak-anak untuk mengetik huruf-huruf dasar, bisa dimulai dengan bermain TuxType. Bermain mengetik huruf, sambil mengenalkan huruf alfabet ke anak-anak


https://courses.cs.washington.edu/courses/cse403/02wi/Labs/Lab1/key-tuxtype.jpg
https://screenshots.en.sftcdn.net/en/scrn/16000/16154/tux-typing-8.jpg

Sekian dari saya, semoga postingan ini bisa membantu. 



- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com




munggah