Membahas Luke Skywalker di Star Wars: The Last Jedi #Ngampus (Ngobrol Sama Temen Sekampus)



Sebenarnya mau bikin tulisan ini dari lama, tapi baru kesampaian sekarang. Semoga nggak terlalu telat ya. Postingan Ini mewakili bentuk keresahan dan kegelisahan pribadi saya maupun yang saya temui di internet. 

Sebelumnya, film ini jadi film nomor 1 saya di sini, jadi saya bukan hater The Last Jedi. Justru saya suka banget malahan.  Tapi tetap, saya punya banyak "pertanyaan" yang muncul selama menonton. Nah, di sini lah tempat saya unek-unek saya. 

Btw, postingan ini berisi spoiler jadi yang belum nonton sebaiknya hindari dialog absurd di bawah ini. 

***

(keluar dari bioskop)

Adam: That was unbelievable good, man! 

Yoga: Film e apik tenan, rek!

Dhani: Kalau menurutku, filmnya agak sedikit mengecewakan. 

Yoga: Lhah, kok iso i lho?

Dhani: Filmnya cuma pengulangan "rumus" dari sebelumnya. The Last Jedi terlalu sama dengan Empire Strikes Back. 

Adam: Oh, come on. Cuma begitu doang, terus dibilang mengecewakan? Are you serious?

Dhani: Harusnya ada formula baru di sini, tapi nyatanya tidak. Betul, kan, Ben?

Beny: Betul. Terus Iko Uwais nggak ada lagi. Padahal di trailernya kan ada?

Adam: Iko Uwais nongol di Force Awakens. Bukan di The Last Jedi. 

Beny: Beda film?

Adam: Yep. 

Dhani: Guys, kembali ke topik utama. 

Adam: Snoke is dead. That was new, right? 

Yoga: Bener. Terus sidane Kylo Ren dadi Supreme Leader. Kui yo anyar lho. Darth Vader wae rung tau. 

Dhani: Oke. Baiklah, itu baru. Tapi cuma itu kan. Nggak ada lagi? Pembedanya itu doang? Ini kayak nonton film dengan formula sama demi meraup keuntungan besar dari fansnya. 

Beny: Ujung-ujungnya duit. 

Dhani: Bener banget. 

Beny: Aku juga suka duit. Bagi dong. 

Dhani: Kenapa lagi ini orang? 

Yoga: Eits, tapi kamu lali enek neh sing baru. 

Adam: And what is that?

Yoga: Luke Skywalker dadi luih tuo, hahahaha. 

Adam: Of course, dude. Tapi itu juga baru. Karakternya. Luke Skywalker doesn't believe in force. 

Dhani: Haduh, jangan bahas itu. Itu yang paling parah di film ini. Sangat tidak mungkin Luke jadi begitu. He is the hero. Legenda hidup. Pejuang di dunia Star Wars. 

Adam: Did you watch the movie? He gave you why. Explanation and everything. 

Beni: Betul itu. 

Yoga: Opone sing betul?

Beni:  Tau dah. Nimbrung doang. Biar rame. 

Dhani: Tapi tidak masuk akal. Orang yang pernah berjuang untuk mengalahkan dark side. Kemudian, malah menyendiri di pulau antah berantah. Menyerah. Kalah sebelum bertanding. Itu bukan Luke Skywalker yang kukenal. 

Adam: At least, he did some great move in the end. 

Yoga: Jurus terakhir e sangar. 

Beni: Jurus kungfu?

Yoga: Bukan. 

Beni: Jurus tenaga dalam? 

Yoga: Bukan. 

Beni: Jurus kamehameha?

Yoga: Ora. Kowe asline nonton ra sih?

Beni: Tadi ketiduran sih. 

Dhani: Yaelah. 

Adam: Enough, guys. Let's hit it in the cafe. Baru kita bahas lagi soal film episode 8 ini. 

Dhani: Oke. Dan kita belum bahas soal Rey pula. Bukan anak siapa-siapa? Sangatlah tidak mungkin. Masak bukan Rey Kenobi? Bukan pula Rey Skywalker? Iya kali, nama orang cuma "REY". 

Adam: Stop it, dude. Wait until we arrive and get the coffe. 

(Kemudian, mereka menjauhi bioskop, dan mendekati coffe shop terdekat. Pembicaraan Star Wars masih jauh dari selesai.)






- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com
Instagram: https://www.instagram.com/aldy_pradana17/

Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

Post a Comment

munggah