Everyday Carry July 2020



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tulisan sebelumnya, bisa dilihat di postingan ini.

Kembali lagi membahas tentang everyday carry (EDC). Sekarang, saya akan mereview barang tambahan yang biasanya saya bawa.

Tambahan yang jelas, tentunya ada masker dan hand sanitizer. 

Ada jam tangan Casio, saya sudah tidak memakai lagi jam Mi Band 3. Tapi saya sendiri kurang paham tipe Casionya, karena ini pemberian dari Sekolah sebagai hadiah perpisahan.

Ada senter Olight i3e.


Senter kecil yang bisa digabungkan bersama gantungan kunci. Tidak memenuhi kantong. Baterai AAA kalau tidak salah. Lumayan terang. Menurut saya, lebih terang dari senter handphone.

Barang terakhir, yang cukup unik, tang multi tool.

Nemu aja di Mr. DIY.



Tangnya bisa dilipat menjadi kecil dan ringkas.

Di bagian badannya, tersembunyi tool seperti obeng bintang, obeng flat, pisau kecil, pembuka botol, senter kecil, dan gergaji.

Kualitasnya jelas tidak sebagus tool dengan ukuran yang lebih besar. Tapi lumayan bagi yang butuh tool dengan ukuran kecil.

My EDC (update, July 2020):
Masker
Hand sanitizer
Handphone
Dompet Kiowa
Money Clip Batman
Pocket knife Kershaw
Sunglasses Rayban KW 
Olight i3e
Tang Multi Tool

Tidak semuanya selalu saya bawa. Tapi, ini yang saya miliki sekarang.

Semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Video lama:



[English]

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Previous posts, can be seen in this post.


Back again discussing about everyday carry (EDC). Now, I will review the additional items that I usually carry.


A clear addition, of course, there are masks and hand sanitizers.


There is a Casio, I no longer use the Mi Band. But I do not understand the Casion type, because this is a gift from the School as a farewell gift.


There is an Olight i3e flashlight.



There is an Olight i3e flashlight.


A small flashlight that can be combined with a key ring. Does not too big for my pocket. AAA batteries if I'm not mistaken. Pretty bright. In my opinion, brighter than a mobile flashlight.


The last item, which is quite unique, is the multi tool pliers.

Just find it in Mr. DIY.




It can be folded into small and compact.


In the body, it has hidden tools such as a star screwdriver, flat screwdriver, small knife, bottle opener, small flashlight, and saw.


The quality is clearly not as good as the tool with a larger size. But not bad for those who need a tool with a small size.


My EDC (updated, July 2020):

Face mask

Hand sanitizer

Cellphone

Kiowa wallet

Money Clip Batman

Kershaw's pocket knife

Sunglasses Rayban Fake

Olight i3e

Pliers Multi Tool


I don't always carry everything. But, this is what I have now.


May be useful. That is all and thank you.


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.




- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

Kelas Online atau Tidur Online? #NGAMPUS



Dhani: Besok akan ada kelas online jam 08.00. Ingat, jangan sampai masih pada tidur.


Adam: OMG! Pagi bener jam segitu! Masih ngantuk!


Yoga: Kuotaku entek. Numpang tethering dong.


Dhani: Datang aja ke rumah, Yog. Ada Wi-Fi.


Yoga: Woke, sip. Bareng wae kabeh.


Adam: Nope.  Bangun aja belum pasti, gimana mau bareng?


Beni: Besok mau mati gitu maksudnya?


Adam: Bukan, nggak bangun sama dengan mati, dong! Masih ketiduran, masih mager, masih betah di kasur.


Yoga: Kelas online yo iso kok ditinggal turu, hehe.


Dhani: Anda tidur terus kalau lagi kelas. Video nyala, orangnya tidak ada.


Adam: Itu masih mending, lha itu Beni malah nggak pernah keliatan. Kemana aja loe?


Beni: Salah ID kayaknya.


Dhani: Kan tinggal copy paste aja. Malah, kadang dishare zoom ID linknya. Mudah, kok.


Beni: Masuk zoom, kok webinar tentang bercocok tanam.


Yoga: Weh, yo lumayan no. Entuk ilmu gratis.


Adam: Meh, not interested.


Dhani: Sudah-sudah. Besok yang berminat bareng, datang aja ke rumah. Jangan terlalu mepet. Tepat waktu.


Yoga: Oke, bosque.



Ini merupakan segmen/label Ngobrol Sama Temen Sekampus (Ngampus) yang sudah lama ditinggalkan. Mungkin, ini saat yang tepat untuk menghidupkannya kembali.




Akan saya tutup dengan mempromosikan jualan online saya, Arsenio Store ID. Tempat menjual Apparel seperti Sweater, Hoodie, dan Celana yang simple dan minimalis. Cocok untuk traveling dan nongkrong. 

Untuk melihat produknya, bisa kunjungi Instagramnya, di @arsenio.store.id, dan Tokopedianya, Arsenio Apparel Store.

Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store



- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture

Hari Minggu dan Mati Lampu Adalah Perpaduan Yang Tidak Tepat



Minggu, hari yang tepat untuk beristirahat.

Tidur di rumah, menonton Netflix, mendengarkan podcast.

Meregangkan otot-otot, bahkan menghilangkan penat sebelum bertemu lagi dengan hari Senin. 

Tetapi, itu bisa hilang sesudah bertemu dengan mati lampu. 

Di zaman sekarang, matinya listrik, membuat manusia bingung mau apa. Handphone mungkin masih bisa menyala, tapi gadget butuh listrik. TV tak bisa hidup, cuma sekadar layar besar tak berguna. Untuk berkaca pun terlalu gelap.

Mau cuma melakukan hal sepele, seperti cuci baju, setrika, menyiram air, bahkan tidak bisa.

Apalagi kalau mati listriknya saat malam hari. 

Mau ke kamar mandi harus pakai senter dan lilin. Senter digantungin di gantungan baju. Lilin ditaruh di atas bak mandi. Yang kalau kena cipratan air, lilinnya bisa mati sendiri.

Memang betul adanya, bahwa hari Minggu dan mati lampu adalah perpaduan yang tidak tepat.



- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

Syukurlah, Masih Ada Orang Yang Takut Akan Corona



Sehabis itu, saya pergi lagi dari Surabaya ke Solo, karena harus mengurus berkas administrasi.

Tentunya, khawatir itu ada. Makanya, saya menginap di rumah pakde, bukan di hotel. Saya beli makanan jarang sekali di warung, cafe, restoran yang ramai. Seringkali masak mie di rumah, atau beli jajanan yang cukup untuk mengisi perut.

Selama di sana, saya pun memakai masker dan membawa dua hand sanitizer. Tiap sampai suatu tempat, cuci tangan. Tiap hendak mau pergi ke suatu tempat, cuci tangan.

Menariknya, ketika saya bertanya kabar kepada teman saya di Solo, mereka selalu khawatir dengan “bepergiannya” saya dari kota ke kota.

Sesuatu yang pantas disyukuri, masih ada orang yang takut akan Corona. Dihajar dengan teori konspirasi, dihajar dengan pelonggaran protokol kesehatan, dihajar orang yang cuek dan tak peduli. Tetapi, masih banyak yang mau menjaga diri. Memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak.

Baguslah, ternyata saya berada di lingkaran pertemanan yang benar.




- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

Tidak Diajak Ngobrol Supir Ojek Online Adalah Kenikmatan Tersendiri


Bagi saya, pengaruh utama ojek online itu layak mendapat 5 bintang, bukan dari cara mengendarainya, bukan dari kendaraannya, tapi justru dari mengajak mengobrol atau tidak.


Paling nyaman itu, supir yang tidak mengajak mengobrol. Fokus mengantar sampai tujuan. Tidak ada niat sok akrab, apalagi curhat yang tidak perlu. Saat saya sedang terburu-buru, diajak mengobrol sungguhlah tidak membantu. Inginnya cepat sampai, malah cepat emosi.


Karena begini, sesering-seseringnya saya diajak obrol, tema obrolan pasti tak pernah cocok. Dan itu adalah hal yang wajar. Di kepala saya, saya ingin segera pulang. Di kepala supir, dia kekurangan penumpang. Pasti bakal beda.


Jika supir ojek online sekedar basa-basi satu dua kalimat, masih wajar dan bisa dimaklumi.


Tapi, kalau sudah membahas tema-tema tertentu. Untuk supir ojek online di luar sana, sebaiknya jangan. Diam, lebih baik.


Pernah suatu hari, supir bercerita tiba-tiba, “Di jalan ini, pasti macet terus di jalan ini, pak. Ini tuh salah gubernurnya...”


Saya yang sudah menghindari tema politik di social media, malah diajak mengobrol politik di dunia nyata. Politik dan macet jelas bukan kombinasi yang baik. Kendaraan tidak kunjung jalan, kepala saya yang keburu tertekan.


Atau supir yang curhat, betapa pandemi mengubah hidupnya.


“Semenjak Corona, penumpang turun. Sehari cuma 2-3 orang.”


Begini, saya mengerti supir ojek online kesusahan di pandemi ini. Tapi, saya mau bilang dengan tegas: saya juga kesusahan pak. 


Begitu juga dengan pedagang kaki lima, begitu juga dengan  orang yang kerja di bioskop, begitu juga orang yang kerja di pabrik, dan pabriknya harus ditutup karena ada satu buruh positif COVID19.


Bapak ini mungkin curhat, mungkin mencari empati. Tetapi bilang ke saya, jelas tidak ada gunanya. Mungkin, bantuan yang bisa saya berikan, hanya sekedar tepukan di bahu untuk menenangkan dia. Tapi, sekarang sudah ada aturan physical distancing. Maaf, berarti saya sama sekali tidak bisa membantu.


Ya sederhananya, baiknya mari fokus ke hal yang utama saja. Silakan pandangan ke depan, pikiran cukup di  tujuan. Dan biarkan saya, menikmati perjalanan, tanpa harus diganggu tema obrolan yang tidak menyenangkan.





Blog ini akan selalu update (diusahakan) setiap hari. Berikut jadwal postingan sesuai tema yang paling sering keluar di blog ini:

Senin & Selasa = GaryVee (Text Experience) translate English Indonesia, biasanya tentang bisnis, social media, dan kehidupan
Rabu = Sebuah Observasi (opini/review)
Kamis = Tulisan Iseng
Jum’at = Interview
Sabtu = Cerpen

Follow my blog: aldypradana.com


- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 

Tempat Cuci Tangan di Alfamart/Indomaret Itu Sebenarnya Tidak Perlu


Pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun/hand sanitizer.


Itu kalimat yang sering kita didengar kala pandemi ini.


Efeknya, tempat seperti Alfamart/Indomaret menyediakan tempat cuci tangan. Bagi pembeli yang hendak masuk, dihimbau untuk cuci tangan terlebih dahulu.


Tapi, secara praktiknya, berhasilkah itu terlaksana?


Ada beberapa pembeli, cuci tangan dulu di tempat yang disediakan (biasanya galon, dilubangi, lalu dikasih keran, dan sabun cuci tangan, yang entah kenapa, mereknya dilepas dulu). 


Ada juga yang langsung saja masuk. Lewat tanpa sadar ada tempat cuci tangan, membuka pegangan pintu dengan telapak tangan (bukan siku), kemudian langsung mencari apa yang ingin dibeli. Biasanya yang seperti ini, saat tiba di kasir, suka menyelak antrian. 


Apakah itu salah?


Secara protokol kesehatan yang harus dijaga, ya, itu salah.


Namun, dari awalnya saja, di depan pintu ada tulisan “himbauan” untuk mencuci tangan. Kalau tidak cuci tangan pun, berarti tidak apa-apa. Tidak diusir. Tidak pula disuruh cuci tangan dulu di tempat yang disediakan.


Tempat cuci tangannya pun tampak kurang meyakinkan.


Galon.


Iya, galon. 


Mungkin, di beberapa tempat disediakan tempat cuci yang lebih baik. Saya saja yang sedang sial, menemukan tempat cuci tangan yang seperti itu. Lucunya, saat saya cuci tangan, lalu melihat pembeli lain langsung masuk saja, kok saya merasa jadi aneh sendiri mencuci tangan di depan Alfamart/Indomaret.


“Seharusnya, saya mencuci tangan pakai hand sanitizer saja.” Pikir saya dalam hati.



- short description about the writer-

I talk & write about sneakers, movies, and pop culture

Instagram: @aldy_pradana17
KaryaKarsa: @aldypradana17
FB Page: Aldy Pradana
Medium: Aldy Pradana (sekarang lagi sering update blog Medium)
Podcast: Spotify & Anchor & Apple Podcast
SoundCloud: @aldypradana17
Youtube: Aldy Pradana 
munggah