Bentakan Dalam Rumah




Terduduk seorang anak kecil di pojok kamar. Tangannya memeluk kedua kakinya, mencoba mencari kehangatan. Dagu berpangku pada lututnya, dengan sedikit bengkak di pipi kirinya.

BRAK!

Suara pintu menabrak dinding.

Masuklah seorang bertubuh besar, membawa awan hitam di sekeliling punggungnya.

Ia mencari seseorang. Ia memeriksa tiap sudut rumah dengan mata api penuh dendam. Pria ini membanting apapun yang menghalangi pandangannya, tak peduli dengan kerusakan yang ia ciptakan.

Selang beberapa menit,  ia lalu menemukan apa yang dia cari. Tanpa membuang waktu, dia langsung menggertak.

"Di sini ya kamu!"

PLAK!

"Itu yang layak kamu dapatkan!"

Tamparan telak menambah warna biru di pipi kiri anak itu. Bocah itu hanya terdiam, tanpa gerakan, tanpa suara. Nafasnya memberat diiringi detak jantung yang menderu.

"Lakukan apa yang harus kamu lakukan, maka kamu tidak akan mendapatkan ini!" teriak pria bertubuh besar.

"Apa kamu mengerti???"

"JAWAB PERTANYAAN SAYA!"

Anak itu mengangguk, dengan air mata mengalir pelan di pipinya, ia menjawab, "Iya, Ayah. Aku mengerti."


- The End -



Cerita ini hanya merupakan cerita fiksi buatan saya. Tidak ada pengalaman pribadi atau milik orang lain yang saya masukkan ke cerita ini. Namun, cerita ini bisa saja terjadi di sekitar kita.

Tentang orang tua yang membentak anaknya. 
Tentang anak yang takut kepada orang tuanya. 
Tentang kekerasan di dalam rumah.

Apapun itu, jelas ini harus dihindari. 

We have to build bright future for our son. Make them happy, not sad. Make them smile, not angry. Do what you have to do, in positive way, to make sure that our children will be fine in the future. 







Akan saya tutup dengan mempromosikan jualan online saya, Arsenio Store ID. Tempat menjual Apparel seperti Sweater, Hoodie, dan Celana yang simple dan minimalis. Cocok untuk traveling dan nongkrong. 

Untuk melihat produknya, bisa kunjungi Instagramnya, di @arsenio.store.id, dan Tokopedianya, Arsenio Apparel Store.

Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store



- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture

3 Pilihan Menarik Maskapai Asing yang Beroperasi di Indonesia

Memilih maskapai penerbangan merupakan hal yang patut diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan travelling kita. 

Dengan pemilihan maskapai yang tepat, dapat menentukan berkesan atau tidaknya liburan kita. 

Jika momen pertama ini buruk, maka akan mempengaruhi feel kita saat mengelilingi destinasi wisata yang dituju. Sedangkan jika menyenangkan dan tak ada masalah, maka akan semakin mendukung suasana hati dan kesenangan masa liburanmu.

Saat membicarakan maskapai terbaik yang beroperasi di Indonesia, pasti nama seperti Garuda Indonesia dan Lion Air yang terlintas di pikiranmu. Padahal masih banyak lagi maskapai dengan pelayanan memuaskan dan track record baik yang beroperasi di Indonesia. 

Sebenarnya, di Indonesia sendiri, ada cukup banyak perusahaan penerbangan atau maskapai asing yang beroperasi di Indonesia dan melayani penerbangan mancanegara. Beberapa perusahaan tersebut dapat melengkapi pilihan sarana transportasi untuk perjalanan udaramu. 

Apa sajakah pilihan menariknya itu? Mari kita lihat di bawah ini.

  • Jetstar Airlines

sumber: Pinterest

Jetstar Airlines merupakan maskapai bertarif rendah yang berpusat di Melbourne, Australia. 

Memiliki 70 armada pesawat yang terdiri dari tipe Airbus dan Boeing ini siap melayanimu ke 37 destinasi menarik berbagai negara seperti Australia, Kamboja, Jepang, Malaysia dan lainnya. 

Untuk penerbangan di Indonesia, rute Jetstar Airlines hanya melayani penerbangan dengan tujuan Jakarta ke Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Perusahaan yang mulai beroperasi pada tahun 2003 ini memiliki slogan yaitu Australia #1 Low Fares Airline Low Fares, Good Times (Fly Away) All day every day low fares. 

Sebuah slogan yang panjang untuk memberikan gambaran bahwa merekalah yang terbaik di kelas maskapai bertarif rendah. Hal ini pun dibuktikan dengan diraihnya penghargaan Best Low – Cost Airline – Australia/Pacific dari Skytrax pada tahun 2007, 2009 dan 2011.

  • Etihad Airways

sumber: Pinterest

Maskapai nasional milik negara Uni Emirat Arab ini merupakan maskapai besar yang berpengaruh dalam dunia penerbangan di dunia. Etihad Airways membuktikan dirinya sebagai maskapai hebat dengan banyak meraih penghargaan setelah 10 tahun lamanya berdiri. 

Etihad Airways mendapatkan income yang besar setiap tahunnya, membuat perusahaan penerbangan ini pun bisa menjadi salah satu sponsor klub sepak bola ternama di Inggris.

Pada tahun 2008 maskapai ini telah meraih angka 7 juta penumpang yang mereka angkut sejak beroperasi November 2003. Pencapaian tersebut merupakan raihan fantastis untuk sebuah maskapai yang baru berumur 5 tahun pada saat itu.

Memiliki slogan From Abu Dhabi to The World, Etihad Airways siap mendampingi perjalanan mengudara Anda ke 96 tujuan penerbangan.

Beberapa negara tujuan yang masuk ke dalam daftar rute perjalanannya di antaranya negara – negara di Eropa, Amerika, Asia, Afrika dan Australia. 

Sama halnya dengan Indonesia, yang bertujuan ke Jakarta (Bandara Internasional Sorkarno Hatta). Maskapai iini didukung oleh sejumlah 101 armada pesawat dengan berbagai macam tipe Airbus dan Boeing.

  • Qatar Airways

sumber: Wikipedia

Sesuai dengan namanya, kita sudah tahu bahwa maskapai ini berpusat di negara Qatar, lebih tepatnya di Bandara Internasional Doha. 

Qatar Airways berdiri sejak 22 November 1993, pada awalnya dimiliki dan dikelola oleh keluarga kerajaan Qatar. Lalu pada bulan April 1997, Qatar Airways mengembangkan sayap sehingga mempunyai manajemen baru untuk menjadi maskapai yang lebih baik lagi. Saat ini saham mereka 50 % dimiliki oleh negara dan sisanya dari pihak swasta.

Dengan manajemen yang baru ini membuat Qatar Airways dijadikan sebagai maskapai terbaik di dunia berdasarkan penilaian Skytrax dan termasuk dari maskapai berbintang 5. 

Hal ini pun didukung dengan penghargaan bergensi World’s Best Airlines pada tahun 2011 dan 2012 yang telah mereka dapatkan. Pencapaian tersebut tentunya menjadikan maskapai ini layak untuk Anda coba.

Qatar Airways memiliki 75 pilihan rute penerbangan termasuk ke Indonesia, yaitu ke Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.




Itulah 3 maskapai terbaik milik negara asing yang beroperasi di Indonesia yang dapat kamu gunakan untuk menemani dan melayani perjalanan udaramu:)






#SponsoredPost



Contact person: a.aldy17@gmail.com

Belajar Merekam & Mengedit Video


Salah satu hobi saya adalah menonton film. Bisa film action, comedy, drama, thriller (semuanya bisa, asalkan bukan horror). 

Karena sering menonton film, ada terlintas pikiran di kepala, "Gimana kalo saya bekerja di dunia perfilman?"

Menulis cerita, mungkin. Menjadi cameraman, mungkin. Atau berperan sebagai aktor, sutradara, figuran, mungkin. Apapun. Yang penting bisa masuk ke dalam dunia perfilman. Tidak sebagai penonton, tapi ikut berkarya, berproses membangun film.

Membuat video di Youtube merupakan cara saya agar setidaknya mengerti tentang film. Walaupun jelas, film dan video Youtube itu berbeda jauh. Namun, ada beberapa yang sama.

Tentang pengaturan konsepnya, alur ceritanya, pemilihan musiknya, awal-tengah-akhir nya, dan tentunya bagian editing itu sendiri.

TVLOG (channel youtube saya) sejauh ini sudah berjalan 12 episode.

Ada yang jauh di bawah standar, ada yang bagus banget (menurut saya, hehe).

Saya mengalami proses susahnya bikin konsep video. Saya merasakan fase bingung mau diedit gimana lagi video saya. Tapi, dari semua itu, susah senangnya, jatuh bangunnnya, saya merasa enjoy sama itu semua. 

Rasanya nyenengin.

Dan saat saya punya kesempatan untuk berbagi kesenangan saya terhadap membuat video ini, saya sumringah.


Pada pelajaran komputer kelas 6, saya akhirnya menjalankan materi favorit dari semester plan saya, yaitu tentang merekam & mengedit video.

Kenapa bisa pelajaran komputer bisa berhubungan dengan video?

Karena nanti anak-anak kelas 6 mau mempelajari Movie Maker. Software mengedit milik Microsoft.

Dari situ, terwujudlah pelajaran tentang merekam & mengedit video.

Momennya entah kenapa juga pas. Saat materi ini akan dilaksanakan, sekolah sedang mengadakan acara Pekan Literasi dari hari Senin-Jum'at. Kemudian, ditutup pada acara puncak Festival Literasi di hari Sabtu.

Jadilah mereka merekam selama seminggu penuh. Mereka meliput berlangsungnya acara dari awal sampai akhir. Mereka mewawancarai, merekam, dan mengabadikan semuanya.

Anak-anak ada yang membawa kamera DSLR, mirrorless, kamera digital, bahkan kamera handphone. Tentu saja, semuanya sudah ada peraturan, gadget tersebut hanya boleh dipakai untuk meliput, tidak digunakan selama pembelajaran lain.

Melihat mereka mondar-mandir membawa kamera ternyata bikin adem di hati. Menularkan hobi, membagi kesukaan, dan mentransfer ilmu itu senangnya luar biasa.

Apalagi ketika menyaksikan teman-teman kelas 6 ini mengedit hasil video mereka. 

Mereka diskusi, "Ini mau digimanain?"

"Musiknya bagusnya apa?"

"Kayaknya yang ini dicut aja deh.

Kalimat dibalas kalimat, menghasilkan diskusi mantap dengan tujuan hasil yang maksimal.

And that was one of beautiful moment in my life.

Karena saya ingin kepingan memori ini terus terkenang sampai saya tua nanti, saya mendokumentasikan proses kerja mereka dan mempublish videonya dengan judul "Belajar Merekam & Mengedit Video". 


Part 1





Part 2


Link: https://www.youtube.com/watch?v=zX90HaB-bgI

Like, Comment, & Subcribe! -> Youtube 

Karya Anak bisa dilihat di sini



Follow my blog: aldypradana.com


FB + Instagram + G+ + Youtube 



Review Canon 1200D


Makin ke sini, makin sadar kalo jarang update blog ini. Waktu sekarang bener-bener full buat ngurus kerjaan. Misalkan ada waktu kosong pun, dipake buat ngedit video TVLOG. Apalagi semenjak dapet laptop sekolah dan abis beli Canon 1200D (second, sih), akhirnya semakin semangat bikin video terus.

Jujur aja, saya termasuk masih baru di dunia kamera DSLR. Canon 1200D ini kamera pertama saya. Sebelumnya, saya pake Canon IXUS 175. Itu juga cuma pocket camera seharga 1 jutaan, dengan settingan dan fitur yang serba terbatas.

Mungkin di postingan ini, saya bisa ngeshare pengalaman selama memakai Canon 1200D. Dari kualitas fotonya, videonya, beratnya, dll. Oh, iya, karena ini review dari sudut pandang pemula, jadi jangan berharap saya menjelaskan hal-hal detail kayak fotografer expert, yak.


Oke, mari kita mulai. 


Pertama. 

Setelah menggunakan pocket camera IXUS 175, saya langsung suka sama warna hasil dari Canon. Saya sempet searching beberapa review, kamera Canon memang terkenal warna yang udah mateng. Nggak usah setting macem-macem, udah bagus dari sananya.

Itu alasan pertama kenapa saya beli Canon 1200D.

Alasan keduanya, karena 1200D itu yang paling murah. Hehehe :p

Saya dapet 1200D beli di Instagram harganya 3,5 juta, alhamdulillah dapet barang yang masih bagus. Kalo beli di toko Canonnya, mungkin agak susah nyarinya karena udah ada rilisan terbaru Canon 1300D (sekitar 5 jutaan). Tapi, kalo 1200D masih ada di toko, "kayaknya" harganya sekitar 4,5 jutaan.

Kalo diliat dari speknya, diantara kamera Canon yang lain yang harganya setara (550D/1100D), saya paling cocok sama 1200D.

- 18.0 Megapixels
- DIGIC 4
- ISO 100-64000 (bisa sampe 128.000)
- bisa foto 3 frame/second
- bisa rekam video 1920 x 1080 (HD): 30p / 25p / 24p 
                            1280 x 720 (HD): 60p / 50p
                             640 x 480 (SD): 30p / 25p

Spek lebih lengkapnya bisa liat di situsnya.



Canon terkenal punya setting yang gampang dimengerti. Saya yang beginner ini, otomatis lebih gampang juga ngoperasiinnya. 

Sampe sekarang, saya foto masih pake auto focus. Jarang banget pake manual focus (karena masih belum ngerti-ngerti *hiks*). Auto focusnya menurut saya termasuk cepet dan mudah. Mau fokus di mana, tinggal arahin. Bahasa kasarnya, kameranya udah "pinter". Jadi buat para pemula, nggak usah ribet mikirin settingan manual kayak apperture, ISO, shutter speed, dll. Pake aja settingan auto, dijamin hasilnya udah bagus!


Foto diambil pake IXUS 175 
Ukuran sedang, nggak berat di tangan

Kekurangan, belum ada touchscreen

Tampilan menunya

Kekurangan lain, kalo mau pindah dari foto ke video, atau dari video-foto harus muter dari pojok dulu.
Belum bisa muter 1 putaran
Oh, satu lagi, kamera ini belum ada Wi-Fi sama NFC.
Tapi, ini nggak begitu ngefek kalo hasil foto mau diedit dulu di laptop, sih.



Ini beberapa foto yang saya ambil dari kamera saya saat mengajar.

(Btw, saya pake lensa 18-55mm)





Semua foto ini diambil dengan settingan auto



Selfie bentar, boleh lah, ya :p 


Kalo kualitas videonya, bisa dicek di video youtube ini, 


TVLOG - Camping di Sekolah




Di video itu, semua shoot saya ambil dari Canon 1200D. Sedangkan di TVLOG lain, ada beberapa footage saya ambil dari Canon IXUS 175.

Sepertinya, itu aja review singkat dari saya. 

Saya udah betah pake Canon, kemungkinan pindah ke merek lain sepertinya amat kecil. Kalo ada uang (atau ada yang mau ngasih juga boleh), saya ngincer seri Canon 700D ke atas (750D/760D). Ada flip screen, bisa pasang external mic, touchscreen, Wi-Fi, dst. Yang jelas, sih, lebih canggih lagi daripada 1200D.

Saya sebenarnya juga penasaran sama kamera yang lagi ngetren sekarang, kamera para vlogger kebanyakan, Canon Powershot G7x. Pocket camera, tapi harga dan kemampuannya lebih sangar dari Canon 1200D punya saya. (harga 7 jutaan, dan DIGIC 7, cuy!)



Sekian dari saya, ketemu lagi di review berikutnya kalo saya punya gadget baru lagi. (Amin!)


- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture

 

Pengalaman Mengajar Bahasa Inggris

Sekarang, mungkin sudah hampir 3 bulan saya mengajar pelajaran bahasa Inggris. Karena sebelumnya pernah mengajar di English Club (semacam kegiatan tambahan setelah pulang sekolah), mengajar bahasa Inggris ini tidak terlalu menyusahkan. Malahan rasanya sangat menyenangkan! 

Di postingan ini, saya akan bercerita tentang pengalaman saya mengajar yang baru seumur jagung ini.
  1. Anak-anak banyak yang sudah jago bahasa Inggris
Mungkin ini tidak terlalu mengagetkan, sih. Anak SD 1 banyak yang sudah mengerti kata-kata dasar bahasa Inggris. Sedangkan, anak SD 6 sudah bisa ngomong kalimat dalam bahasa Inggris dengan lancar. Bener-bener tantangan guru untuk terus memperkaya diri biar nggak ketinggalan.

    2. Metode pembelajaran harus lebih kreatif

Kalo di sekolah saat belajar, belajar bahasa Inggris itu biasanya diisi dengan mencatat apa yang ada di papan tulis dan mengerjakan soal dari guru. Kalo lebih kerenan dikit, paling ke lab terus mendengarkan bule berbicara dengan bule lainnya. 

Metode catat-mencatat pernah saya bawa saat mengajar, dan hasilnya, ada yang bilang, "Games dong, Kak. Bosen nyatet terus." 
(di sekolah, panggilan saya Kak Aldy)
(Games memang biasanya saya bawa saat English Club)

Lalu, saya punya 2 metode saat mengajar: games dan catat-mencatat. Namun, ada suara lain datang menghampiri, "Di sekolah ada yang namanya English Day, nggak, ya?"

Dari kalimat itu saya lalu menambahkan satu metode lagi, yaitu speaking. Jadi, saya punya 3 metode: games, catat-mencatat, dan speaking. Urutannya biasanya, 1) Mencatat dulu materinya tentang apa. 2) Memberikan games untuk memudahkan anak paham tentang materinya. 3) Mengajak anak berbicara bahasa Inggris sesuai dengan materinya. (urutan ini bukan urutan pasti, bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan)

Misal,

Materi: Animal Description

1. Mencatat deskripsi salah satu binatang. Cat has a long tail. Cat is carnivore. etc...
2. Memberikan games. Saya memberikan kuis tentang deskripsi binatang, lalu anak-anak harus menyebutkan binatang apa itu.
3. Speaking. Anak-anak dibagi dalam beberapa kelompok. Salah satu kelompok menyebutkan deskripsi salah satu binatang, lalu kelompok lain harus menebak apa nama binatangnya.

Kurang lebih seperti itu. Kalo ada kesalahan, mohon dimaafkan. Namanya juga baru mengajar beberapa bulan. Saya sangat menerima kritik dan saran, lho. Hehehe :D

    3. Fun learning terbukti efektif

Ini benar adanya. Fun learning, atau pembelajaran yang menyenangkan terbukti memberikan hasil yang berbeda terhadap anak-anak. Mereka jadi lebih semangat saat belajar, bahkan sampai ketagihan belajar! Usahakan terus memberikan sesuatu yang unik dan menarik saat mengajar, anak-anak menghargai itu. Setidaknya itu yang saya alami ketika memberikan pembelajaran berbasis fun learning.

Mungkin, itu saja yang bisa saya bagi di postingan ini. Berikut ada beberapa foto yang sempat saya ambil saat mengajar di Sekolah Alam Bambu Item (SABIT).

Saat sedang mencatat

Bertanya ke teman tentang family 

Kelas 6 bertanya ke kelas 5



Akan saya tutup dengan mempromosikan jualan online saya, Arsenio Store ID. Tempat menjual Apparel seperti Sweater, Hoodie, dan Celana yang simple dan minimalis. Cocok untuk traveling dan nongkrong. 

Untuk melihat produknya, bisa kunjungi Instagramnya, di @arsenio.store.id, dan Tokopedianya, Arsenio Apparel Store.

Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store



- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture

Suka Bahasa Inggris


Saya suka pelajaran bahasa Inggris.  

Saya ingat, saya pertama kali bertemu pelajaran bahasa Inggris saat kelas 3 SD.  

Guru berdiri di depan kelas, menulis suatu kalimat, dan membacanya dengan lantang.  

"Good morning." 

Ingin meniru beliau, saya lalu membaca tiap katanya sambil senam bibir. Bibir monyong ke atas lalu samping. Lidah sampai ikut bergoyang mengikuti gerakan bibir.  

"Guuud mwouurniing." kata saya, dengan mulut maju ke depan, mirip Donal Bebek.  

Guru lalu berkata, "Itu artinya, selamat pagi." 

Good morning itu selamat pagi, ya...   

Kepala saya mengangguk-angguk, menikmati ilmu baru yang masuk ke kepala. Dan pada saat itu, saya sadar, saya tertarik dengan pelajaran ini. Pelajaran bahasa Inggris.  

Naik ke jenjang yang lebih tinggi, ketertarikan saya dengan bahasa Inggris terus meningkat. Apalagi ditambah dengan nilai saya pada pelajaran ini bagus terus.  

Tidak sampai nilai sekeren 9 atau 10 di tiap ulangan, tapi saya merasa lebih mudah mengerjakan bahasa Inggris dibanding pelajaran lainnya. Kalo kata orang, "Bakatnya di situ." 

Di sekolah, bahasa Inggris punya 4 aspek: listening, speaking, reading, writing. Biasanya yang jadi sasaran utama di sekolah itu reading dan writing. Isinya mengerjakan soal, soal, dan soal. Listening dan speaking seringkali dinomorduakan. Padahal, saya ingin menguatkan dua hal itu. Saya ingin jago bicara bahasa Inggris. Saya ingin ketika ada orang ngomong bahasa Inggris, saya bisa mengerti maksudnya, lalu membalas kalimatnya dengan tepat.  

Saudara saya pernah bilang, "Belajar bahasa Inggris itu lebih gampang lewat film. Coba, deh, nonton film barat, lalu subtitlenya disetting bahasa Inggris, bukan bahasa Indonesia. Nanti pas baca subtitle Inggrisnya, dapet juga cara bacanya gimana. Lebih bagus lagi, kalo sambil kita niru ngucapinnya. Listening dapet, speakingnya juga dapet." 

Saya lalu coba caranya.  

Saya nonton film action: From Paris With Love. 
Subtitle: English.  
  
Hasilnya?  

Kepala saya pusing.  

Hehe.  

Dialog terlalu cepat, dan subtitle cuma sekedar lewat. Saya pun ora mudeng blas iki film e ceritane opo.  

Akhirnya, saya coba lagi.  

Kali ini, saya tonton filmnya dengan subtitle bahasa Indonesia. Lalu, saya tonton lagi filmnya, dengan bahasa Inggris.  

Lebih baik.  

Saya paham dialognya, paham pula ceritanya.  

Puluhan kosakata baru, serta cara pengucapannya masuk perlahan ke dalam otak. Beberapa dialog saya tiru sama persis dengan aktornya. Nadanya, ekspresinya.  

"I'm not your driver, I'm your partner." 

"Yeah, you're the chess player. I read your file." 

Dan melakukan itu, doing something you really like, it feels really, really good.  

*** 



Pada tahun ajaran 2016/2017, saya diberi kesempatan menjadi guru bahasa Inggris di SABIT.  Sebelumnya, saya hanya mengajar di dua kelas, kelas 5 dan 6. Sekarang, saya mengajar di SD 1-6, itu pun merangkap guru komputer juga.  

Saya, awalnya memperkaya bahasa Inggris untuk diri sendiri, sekarang punya kesempatan memperkaya bahasa Inggris untuk orang lain.  

Semoga saya bisa memberikan kesan positif pada anak-anak, dan ilmu yang bermanfaat untuk mereka.  

Dan saya harap, saya bisa menularkan apa yang rasakan waktu saya bertemu pelajaran ini, yaitu suka bahasa Inggris.  



TVLOG #7 
"Menyambut Tahun Ajaran Baru"





Akan saya tutup dengan mempromosikan jualan online saya, Arsenio Store ID. Tempat menjual Apparel seperti Sweater, Hoodie, dan Celana yang simple dan minimalis. Cocok untuk traveling dan nongkrong. 

Untuk melihat produknya, bisa kunjungi Instagramnya, di @arsenio.store.id, dan Tokopedianya, Arsenio Apparel Store.

Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store



- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture

munggah