Bentakan Dalam Rumah




Terduduk seorang anak kecil di pojok kamar. Tangannya memeluk kedua kakinya, mencoba mencari kehangatan. Dagu berpangku pada lututnya, dengan sedikit bengkak di pipi kirinya.

BRAK!

Suara pintu menabrak dinding.

Masuklah seorang bertubuh besar, membawa awan hitam di sekeliling punggungnya.

Ia mencari seseorang. Ia memeriksa tiap sudut rumah dengan mata api penuh dendam. Pria ini membanting apapun yang menghalangi pandangannya, tak peduli dengan kerusakan yang ia ciptakan.

Selang beberapa menit,  ia lalu menemukan apa yang dia cari. Tanpa membuang waktu, dia langsung menggertak.

"Di sini ya kamu!"

PLAK!

"Itu yang layak kamu dapatkan!"

Tamparan telak menambah warna biru di pipi kiri anak itu. Bocah itu hanya terdiam, tanpa gerakan, tanpa suara. Nafasnya memberat diiringi detak jantung yang menderu.

"Lakukan apa yang harus kamu lakukan, maka kamu tidak akan mendapatkan ini!" teriak pria bertubuh besar.

"Apa kamu mengerti???"

"JAWAB PERTANYAAN SAYA!"

Anak itu mengangguk, dengan air mata mengalir pelan di pipinya, ia menjawab, "Iya, Ayah. Aku mengerti."


- The End -



Cerita ini hanya merupakan cerita fiksi buatan saya. Tidak ada pengalaman pribadi atau milik orang lain yang saya masukkan ke cerita ini. Namun, cerita ini bisa saja terjadi di sekitar kita.

Tentang orang tua yang membentak anaknya. 
Tentang anak yang takut kepada orang tuanya. 
Tentang kekerasan di dalam rumah.

Apapun itu, jelas ini harus dihindari. 

We have to build bright future for our son. Make them happy, not sad. Make them smile, not angry. Do what you have to do, in positive way, to make sure that our children will be fine in the future. 










- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Penikmat Film | Storyteller

Follow my blog: aldypradana.com
FB + Instagram + G+ + + twitter Youtube 

Post a Comment

munggah