Pengalaman Mengajar Bahasa Inggris

Sekarang, mungkin sudah hampir 3 bulan saya mengajar pelajaran bahasa Inggris. Karena sebelumnya pernah mengajar di English Club (semacam kegiatan tambahan setelah pulang sekolah), mengajar bahasa Inggris ini tidak terlalu menyusahkan. Malahan rasanya sangat menyenangkan! 

Di postingan ini, saya akan bercerita tentang pengalaman saya mengajar yang baru seumur jagung ini.
  1. Anak-anak banyak yang sudah jago bahasa Inggris
Mungkin ini tidak terlalu mengagetkan, sih. Anak SD 1 banyak yang sudah mengerti kata-kata dasar bahasa Inggris. Sedangkan, anak SD 6 sudah bisa ngomong kalimat dalam bahasa Inggris dengan lancar. Bener-bener tantangan guru untuk terus memperkaya diri biar nggak ketinggalan.

    2. Metode pembelajaran harus lebih kreatif

Kalo di sekolah saat belajar, belajar bahasa Inggris itu biasanya diisi dengan mencatat apa yang ada di papan tulis dan mengerjakan soal dari guru. Kalo lebih kerenan dikit, paling ke lab terus mendengarkan bule berbicara dengan bule lainnya. 

Metode catat-mencatat pernah saya bawa saat mengajar, dan hasilnya, ada yang bilang, "Games dong, Kak. Bosen nyatet terus." 
(di sekolah, panggilan saya Kak Aldy)
(Games memang biasanya saya bawa saat English Club)

Lalu, saya punya 2 metode saat mengajar: games dan catat-mencatat. Namun, ada suara lain datang menghampiri, "Di sekolah ada yang namanya English Day, nggak, ya?"

Dari kalimat itu saya lalu menambahkan satu metode lagi, yaitu speaking. Jadi, saya punya 3 metode: games, catat-mencatat, dan speaking. Urutannya biasanya, 1) Mencatat dulu materinya tentang apa. 2) Memberikan games untuk memudahkan anak paham tentang materinya. 3) Mengajak anak berbicara bahasa Inggris sesuai dengan materinya. (urutan ini bukan urutan pasti, bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan)

Misal,

Materi: Animal Description

1. Mencatat deskripsi salah satu binatang. Cat has a long tail. Cat is carnivore. etc...
2. Memberikan games. Saya memberikan kuis tentang deskripsi binatang, lalu anak-anak harus menyebutkan binatang apa itu.
3. Speaking. Anak-anak dibagi dalam beberapa kelompok. Salah satu kelompok menyebutkan deskripsi salah satu binatang, lalu kelompok lain harus menebak apa nama binatangnya.

Kurang lebih seperti itu. Kalo ada kesalahan, mohon dimaafkan. Namanya juga baru mengajar beberapa bulan. Saya sangat menerima kritik dan saran, lho. Hehehe :D

    3. Fun learning terbukti efektif

Ini benar adanya. Fun learning, atau pembelajaran yang menyenangkan terbukti memberikan hasil yang berbeda terhadap anak-anak. Mereka jadi lebih semangat saat belajar, bahkan sampai ketagihan belajar! Usahakan terus memberikan sesuatu yang unik dan menarik saat mengajar, anak-anak menghargai itu. Setidaknya itu yang saya alami ketika memberikan pembelajaran berbasis fun learning.

Mungkin, itu saja yang bisa saya bagi di postingan ini. Berikut ada beberapa foto yang sempat saya ambil saat mengajar di Sekolah Alam Bambu Item (SABIT).

Saat sedang mencatat

Bertanya ke teman tentang family 

Kelas 6 bertanya ke kelas 5




Follow my blog: aldypradana.com

FB + Instagram + G+ + Youtube 

3 comments

Post a Comment

munggah