28 Hal Yang Jangan Dilakuin Saat Nonton Malam Minggu Miko Movie



1. Selfie di studio saat filmnya maen.
2. Tidur di studio saat filmnya selesai.
3. Teriak di studio, “Bang Radit! Folback dong kakak!”
4. Ngerekam filmnya pake hp.
5. Terus diupload ke youtube dengan nama, “Gairah_Malam_Miko.3gp”
6. Atau dengan nama, “3some_Miko_Ryan_Anca”
7. Twitpic tiket #MMMM terus mention @agnezmo.
    Bukan apa-apa, dia kan enggak maen di film ini. 
    Maklum, lagi sibuk go international.
8. Bawa nasi padang dan makan di studio.
9. Bawa mie ayam dan makan di studio.
10. Bawa gula, susu bubuk, cangkir, lalu bikin secangkir susu panas di studio.



11. Ngarep cerita yang bagus dari #MMMM. 
12. Ngarep #MMMM sama bagusnya sama Cinta Dalam Kardus.
13. Atau sama bagusnya sama Marmut Merah Jambu.
14. Apalagi, sama Guardians of The Galaxy.
15. Berusaha sengotot mungkin untuk enggak ilfil pada jokes yang gagal di #MMMM
16. Apalagi pura-pura ketawa pada jokes rapper ngerap lagu soal semangka dan rambutan.
17. Ngarep duet seru Miko dan Rian lebih banyak dan lebih mendominasi cerita di #MMMM.
18. Ngarep porsi Andovi, Mas Anca, dan adegan absurd mereka dihilangkan. 
19. Ngarep jokes yang berhasil bikin ketawa diperbanyak.
20. Ngarep jokes yang gagal bikin ketawa dikurangi.




21. Pake kacamata 3D di studio, lalu komentar, "Mana nih adegan tembak-tembakannya?"
22. Apalagi komentar, "Hantunya kok enggak keluar-keluar?"
23. Kecewa sama film Malam Minggu Miko Movie, lalu ngarep, "Seandainya film ini disutradarai sama Michael Bay."
24. Bikin kultwit soal isi cerita #MMMM, dari awal sampe akhir.
25. Dari tiap percakapannya.
26. Sampe tiap jokesnya.
27. Pake bahasa alay. Beuh!
28. Bikin tulisan 28 Hal Yang Jangan Dilakuin Saat Nonton Malam Minggu Miko Movie di blog, dan ngasih nilai 65 buat film ini.


-----------------------------------------------------------------------------------------


nb: Sebagai orang yang ngikutin karya-karyanya Raditya Dika, gue sepertinya memasang ekspektasi terlalu tinggi untuk film ini. Karena mungkin, film ini menargetkan pasar utamanya: anak SMP dan mungkin, beberapa anak SMA. Dan sepertinya gue sudah enggak termasuk dalam pasar tersebut. Jadi, banyak ceritanya dan jokesnya enggak bisa meresap ke kepala gue yang lebih tua dari pasar MMMM. 

Intinya, selama kamu masuk dalam kategori pasarnya MMMM (SMP dan SMA), tonton film ini. Tapi, selama kamu enggak masuk dalam kategori tersebut, mendingan nonton film lain. Daripada maksa nonton, terus nyesel, dan akhirnya ngeluh-ngeluh di twitter, di blog, maupun di tumblr.

Kayak gue.

4 comments

baru mau nonton pak. hahaha.

Reply

Siap-siap buat rendahin ekspektasi aja Ngger. :D
Ada yang lucu, tapi sayangnya banyak joke garingnya.

Reply

Belum kayaknya, kan baru rilis kemarin juga :)

Reply

Post a Comment

munggah