Ekspektasi dan Realita Dalam Pernikahan: Bukan Tujuan Akhir, Melainkan Awal Dari Perjalanan Baru (dan Panjang)

Sebelum saya membuka postingan ini, saya akan bilang bahwa postingan ini adalah bentuk catatan hidup saya. Saya ingin mengabadikannya di sini. Untuk para pembaca, mungkin bisa diambil manfaatnya dari cerita dan opini saya ini.


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya sebelumnya pernah berbagi cerita seputar perubahan saya setelah menikah. Hanya saja, itu baru dari sudut pandang saya, tentang apa yang berubah dari saya, sebelum dan sesudah menikah.

Di cerita ini, saya ingin mencatatkan sesuatu yang penting bagi saya. Mungkin juga bagi semua yang hendak menikah.

Menikah itu bukan tujuan akhir, melainkan awal dari perjalanan baru dan panjang.

Apa maksudnya? 

Banyak orang berkata bahwa ingin segera menikah, karena biar bisa A, B, C. Itu bagus. Menikah memang bagus sekali untuk tujuan hidup. Cuma saya mengingatkan, setelah menikah akan ada banyak cerita, kisah, dan tantangan baru lagi.

Kisahnya belum selesai.

Justru baru dimulai.

Sesudah menikah mungkin merasakan bunga-bunga cinta yang mekar di dalam dada. Indahnya menikah dan bulan madu. Namun, setelahnya, tantangan yang sebenarnya akan terlihat.

Ada yang namanya saling adaptasi.

Adaptasi dengan kebiasaan pasangan. Ketika bangun di pagi hari, apa yang hendak dibeli saat sarapan, kebiasaan sebelum & sesudah mandi pagi, bagaimana proses berangkat & pulang kerja, seperti apa cara bersikap kala bertemu macet di perjalanan, dan tentunya masih banyak lagi.

Adaptasi ini. Tidak hanya satu, tapi bisa ratusan, bahkan ribuan.

Saling mengerti menjadi kunci.

Apakah saya memberi tahu ini karena mengerti banget soal adaptasi soal pasangan? Bukan, saya mengatakan ini justru sadar adaptasi ini akan terus-menerus.

Bisa beradaptasi dengan pasangan di bulan pertama, bukan berarti akan mudah di bulan kedua, ketiga, dst. Manusia bisa berubah dan berkembang, mood bisa naik turun. 

Mengajak liburan ke Malang akan seru di bulan pertama. Namun, kalau diajak terus—terusan ke Malang, pasti bosan juga. Butuh sesuatu yang baru. Butuh sesuatu yang lain.


Foto di atas adalah salah satu foto pemandangan di Batu. Kami ke sana saat bulan madu. Bulan madu dan Batu jadi kenangan indah di kepala kami. Kembali ke sana pasti membawa kami bernostalgia.

Cuma saya paham betul, penting bagi hubungan kami untuk melakukan petualangan baru di tempat lain. Penting mencoba hal baru, bersama, di tempat yang berbeda.

Seperti film Harry Potter, yang selalu berpetualang semua film-filmnya

Ada cerita Harry Potter yang membahas awal mula masuk ke sekolah sihir, ada Harry Potter pertama kali belajar ilmu sihir, ada juga Harry Potter yang sudah dewasa dan mulai paham tentang dunia sihir.

Ada terus ceritanya, ada terus tantangan dan konfliknya. Harry Potter dan teman-temannya dituntut untuk menghadapi dan beradaptasi dengan masalahnya, lalu mencari solusinya.

Bahkan ketika Harry Potter sudah dewasa, sudah bertahun-tahun menjadi penyihir. Tantangan terus menghampirinya. Harry Potter tetap harus beradaptasi terus, menempuh petualangan tersebut bersama teman-temannya, sampai tantangan terus selesai dihadapi.


Itu saja postingan pertama dari label Ekspektasi dan Realita Dalam Pernikahan. Semoga mudah untuk memahaminya dan mengambil manfaatnya.

Akan saya tutup dengan mempromosikan jualan online saya, Arsenio Store ID. Tempat menjual Apparel seperti Sweater, Hoodie, dan Celana yang simple dan minimalis. Cocok untuk traveling dan nongkrong. 

Untuk melihat produknya, bisa kunjungi Instagramnya, di @arsenio.store.id, dan Tokopedianya, Arsenio Apparel Store.

Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store


Terima kasih sudah membaca di akhir.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Versi podcast: https://open.spotify.com/episode/7mJJmTtqBiSC9qPRaE5jH7?si=dJePYgrrQYeRnYLAgSh5Xg&dl_branch=1


- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture

Posting Komentar

munggah