Apa Yang Saya Rasakan Ketika Burnout?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya ingin berbagi sedikit tentang BURNOUT.

Apa itu Burnout?

Psikolog Herbert Freudenberger menjelaskan bahwa Bournout adalah kondisi kelelahan mental dan fisik yang disebabkan oleh kehidupan profesional seseorang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merangkumnya sebagai sebuah sindrom yang dikonsepkan sebagai hasil dari stres kronis di tempat kerja yang belum berhasil dikolela (sumber).

Saya pernah mengalaminya saat tahun terakhir di Sekolah Alam Bambu Item (2020). Saat itu, saya merasa lelah pikiran, fisik, dan mental.

Saya memberikan semuanya di tempat kerja saya: waktu, tenaga, dan pikiran. Ternyata itu berdampak pada tubuh saya. Saya merasa pusing luar biasa. Kepala terasa penuh dengan kerjaan. Fisik sebenarnya sehat-sehat saja, tapi mudah kelelahan. Sampai efek terakhir yang saya rasakan ialah semangat kerja saya menurun.

Sepertinya, saya menghabiskan terlalu banyak tenaga untuk pekerjaan saya.

Beristirahat dan mengelola kembali tugas pekerjaannya seakan menjadi solusi di atas kertas. Tapi dari semua tugas pekerjaan itu, ada satu-dua hal yang bisa saya atur dan kondisikan, ada pula yang tidak. 

Tidak cuma itu, saya menduga ada faktor lain. Saya sudah 6 tahun ada di SABIT.  Saya senang mengajar sebagai guru bahasa Inggris dan komputer. Namun, ada perasaan mengatakan bahwa “saya sudah selesai”.

Apa maksudnya? Saya jelaskan dalam bentuk tanya jawab berikut.


Apakah saya mau mengajar terus seumur hidup saya?

Ya, saya mau.

Apakah ada yang bisa saya lakukan lagi di Sekolah Alam Bambu Item?

Nah, itu yang saya bingung.


Saya merasa sudah melakukan semuanya. Saya sudah mengajar siswa yang dulu masih kelas 1, lalu sampai naik kelas 6 dan lulus. Saya sudah membuat film pendek bersama kelas 6 dari empat angkatan. Saya sudah membuat class meeting, dari yang awalnya coba-cobanya, sampai yang paling besar dan paling terorganisir.

Saya ingin terus mengajar, tapi saya merasa semua “rasa penasaran saya” sudah terpenuhi.


Puncaknya, saat pandemi menyerang.

Kelas offline berubah menjadi kelas online. Saya yang biasanya mengajar dengan sedikit kegiatan fisik atau games buatan saya, harus mengubah cara mengajar saya. 

Saya tidak menikmati itu. Saya kurang mendapatkan “feelnya” ketika mengajar lewat zoom. Terus pada saat itu, saya juga sudah ada keinginan untuk menikah (sekarang sudah terlaksana).

Masalahnya, saya berada di Bogor/Bekasi, calon istri saya ada di Sidoarjo (sekarang sudah sah, hehe). Faktor karantina, pandemi, tidak boleh keluar kota, membuat saya stres luar biasa.

Yang memutuskan bahwa saya memang harus selesai, pada waktu itu.

Lanjutannya: http://www.aldypradana.com/2021/06/apa-yang-saya-lakukan-ketika-burnout.html

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Versi podcast: https://open.spotify.com/episode/5VDgpFNFaNtNFvd2vYqXsP?si=IooVK_KIRh6YkNU_Lmb8CA

https://open.spotify.com/episode/2Pd9F6hUGYyXwo4VDWGGmx?si=GKtDhz9bSrmcZwbEaTBSig



- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture

Posting Komentar

munggah