Ekspektasi dan Realita Dalam Pernikahan: Banyak Diskusi dan Argumentasi

 


Sebelum saya membuka postingan ini, saya akan bilang bahwa postingan ini adalah bentuk catatan hidup saya. Saya ingin mengabadikannya di sini. Untuk para pembaca, mungkin bisa diambil manfaatnya dari cerita dan opini saya ini.


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ini adalah postingan kedua dari tema Ekspektasi dan Realita Dalam Pernikahan. Pada postingan ini, saya akan bercerita tentang banyaknya diskusi dan argumentasi yang terjadi dalam pernikahan kami.

Diskusinya ada yang penting banget, ada yang sepele banget.

Saya akan berbagi yang sepele saja.


Foto misalnya,

Saya menyukai foto hitam dan gelap, seperti thumbnail di atas. Sedangkan istri saya tidak suka. Tidak penting memang. Dua-duanya bagus-bagus saja pendapatnya. Akhirnya, saya pakai foto hitam dan gelap untuk social media dan blog saya. Kalau foto yang terang, saya gunakan untuk mempromosikan jualan saya.

Kompor

Kami sekarang berada di tempat tinggal yang sangat sederhana untuk sementara. Kami sedang mencari rumah yang tepat. Karena kami masih di tempat yang cukup kecil, saya berpendapat bahwa beli kompor listrik saja.

Lebih aman, juga lebih hemat tempat. Tidak perlu elpiji.

Istri saya berpendapat kompor biasa saja, daripada listriknya jadi mahal.

Sesudah dipertimbangkan lagi dan lagi, sepertinya masih lebih baik kompor untuk sekarang. Kami memang banyak harus banyak berhemat. Semoga saja, kompor sekarang aman selalu selama digunakan. Amin.

Galon

Saya hanya akan menceritakan diskusi dan argumentasi yang sepele di sini, jadi jangan berharap diskusi berat akan ada di tulisan ini, hehe.

Pembelian jumlah galon sempat ada diskusi singkat. 

Saya ingin punya 3 sekaligus, tapi istri saya bilang, tempatnya tidak cukup. Jadi, kami harus menunggu sampai menemukan rumah yang tepat dulu, barulah sistem galon 3 akan terlaksana.

 

Itu saja yang bisa saya bagikan.

Diskusi ini akan terjadi terus-menerus. Bicara satu benda, bisa jadi panjang sekali. Contoh, hendak membeli meja makan

Diskusinya: Mau meja terbuat dari apa? Sebesar apa? Kursinya ada berapa? Harganya berapa? Mau beli yang merek apa? Mau beli dari toko mana?

Terus berdiskusi.

Terus berargumentasi.


Saya akan berikan kalimat terakhir, 

“Tidak penting siapa yang benar dari argumentasinya. Yang penting sadar, mana argumentasi yang terbaik, dan mau menjalankannya bersama-sama.”

Itu saja postingan kedua dari tema Ekspektasi dan Realita Dalam Pernikahan. Semoga mudah untuk memahaminya dan mengambil manfaatnya.

Akan saya tutup dengan mempromosikan jualan online saya, Arsenio Store ID. Tempat menjual Apparel seperti Sweater, Hoodie, dan Celana yang simple dan minimalis. Cocok untuk traveling dan nongkrong. 

Untuk melihat produknya, bisa kunjungi Instagramnya, di @arsenio.store.id, dan Tokopedianya, Arsenio Apparel Store.

Instagram: @arsenio.store.id

Tokopedia: Arsenio Apparel Store


Terima kasih sudah membaca di akhir.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Versi podcast: https://open.spotify.com/episode/7mJJmTtqBiSC9qPRaE5jH7?si=dJePYgrrQYeRnYLAgSh5Xg&dl_branch=1

- short description about the writer-

I talk & write about movies and pop culture


Posting Komentar

munggah