Kucing Tanpa Nama



Kucing ini bukan kucing peliharaan. Tapi, tiap hari dateng ke rumah, celingak-celinguk minta makan, atau cuma numpang tidur di ruang tengah. 

Kalo tiap saya mau keluar rumah atau mau masuk ke rumah, saat pintu rumah terbuka, kucingnya tiba-tiba nongol dari antah berantah mencoba menyelinap masuk. 

Kadang, pas abis pulang kerja, saat saya lagi buka pagar, kucing ini tiba-tiba udah di pintu rumah, menunggu dengan setia. Kurang jelas itu maksudnya nunggu saya atau nunggu dikasih makan. 

Kucing ini umumnya binatang yang sopan. Nggak ngeong berisik, atau buang air besar sembarangan di dalam rumah. Tetapi ini berubah ketika saya sedang makan. Dia muterin saya, seolah-olah saya mangsa berikutnya. Ia bahkan pernah duduk siaga, dengan hidung kembang kempis menghirup aroma makanan di piringnya. Seolah berkata, "Ini dia makan malamku."



Yang menyebalkan, kadang ia suka memaksa untuk meraih piring saya. Itu terjadi saat saya sedang berada di meja makan. Dia loncat ke kursi, merayap pelan diantara kursi hingga tiba di pangkuan saya. Saat sedang duduk di pangkuan,  disitulah cakarnya meraih piring saya. Saya pun mengelak, lalu menerbangkannya ke karpet. Ia lalu menatap saya. Saya menatap dia. Kami saling menatap seperti dua orang jago kungfu yang hendak berkelahi. Pertandingan tersebut kemudian saya menangkan dengan menggiringnya keluar rumah. 

Setelah dilatih untuk tidak mendekati saat ada orang yang lagi makan, kucing ini bisa dibilang jadi lebih mudah diatur. Belum bisa jadi kucing peliharaan di rumah, sih, karena ia kadang suka keluar dan kongkow di rumah yang berbeda. Tapi, bagi saya, kucing sudah jadi teman buat di rumah. Sampai sekarang, kucing ini masih tanpa nama, dan saya masih belum dapat ide yang bagus untuk menamainya. Atau mungkin, ada yang mau ngasih ide?




- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com


Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini


Post a Comment

munggah