Man of Steel



Sinopsis

Clark, dikirim ke Bumi dari Krypton, sebuah planet asing yang canggih. Dibesarkan oleh orang tua angkatnya, Martha (Diane Lane) dan Jonathan Kent (Kevin Costner). Clark segera menyadari bahwa memiliki kekuatan super membuat ia justru sulit mengambil sebuah keputusan. Ketika bumi diserang, akankah Clark menggunakan kekuatannya untuk menjaga perdamaian atau digunakan untuk memecah belah? Clark dikenal sebagai 'Superman,' tidak hanya untuk melindungi orang-orang yang ia cintai namun menjadi tumpuan harapan terakhir di Bumi. (diambil dari 21cineplex)


Sebelum saya menonton Man of Steel, saya diberikan tontonan tidak sehat dari trailer film berjudul kerasukan. Film horror dimana segerombol cewek cantik yang terjebak di kampung setan (astaga, nama kampungnya aja udah norak. Kampung setan. Damn!) Dan mereka akan terbunuh oleh setan-setan (yang gagal make up) untuk merebut nyawa mereka. 21, kembalikan 4 menit dalam hidup saya yang terbuang percuma!

*take a deep breath*

Oke, kembali ke Man of Steel. Pertama saya ingin memperkenalkan 2 pemeran superman sebelumnya, yang bermain di film superman, ada Christophen Reeve (yang sebelah kiri) dan Brandon Routh (sebelah kanan). Dan sekarang kita punya superman baru, Henry Cavill. Apa dia lebih dari Brandon Routh? Jelas. Brandon bisa dibilang jelek memainkan pahlawan bermata laser ini. Dan untuk menyaingi Christophen Reeve? Saya merasa belum. Kita tunggu aja sekuelnya, baru bisa kita perkembangan dari Henry Cavill sebagai Clark Kent dan Superman. 



Baiklah, sekarang, mari masuk ke plus and minus from my opinions.

(+) 
- Penjelasan soal planet Kripton, makna baju yang bertuliskan S besar di dada, kenapa Superman punya kekuatan, semua dijelasin dengan baik. Kenapa akhirnya Superman memutuskan untuk menolong manusia itu juga dijelaskan. Dan saya gau ta ini emang versi aslinya atau bukan, sekarang Superman di Man of Steel harus terkena matahari agar punya kekuatan supernya kembali. Saya ga ada masalah sama ini, dengan alasan yang kuat yang udah di dijelasin di film, hal itu jadi bisa dimaklumi. 
- Kevin costner! Keren! Gila! Memorable! Saya jauh lebih mengingat sosok sang ayah daripada Clark Kentnya sendiri. Luar biasa. Mohon maaf untuk Russel Crowe, sepertinya gelar ayah terbaik jatuh kepada Kevin Costner. 


- Nonton Man of Steel itu kayak nonton Dragonball. Cepet banget gerakannya! Ledakan besar! Gedung-gedung berjatuhan! Kayak nonton Goku lawan Majin Buu. Megah banget actionnya. Final fight The Avengers? Kalah telak. 
- Man of Steel dibikin semasuk akal akal mungkin, ini jadi poin plus yang cukup besar. Semuanya berhubungan, tiap detail yang saling menyambung satu sama lain. Mantep.
- Final fight Superman vs General zod menjadi penutup yang apik. Efeknya keren. Pas terbang, pas Superman mukul, semuanya terbayar lunas di 1 jam terakhir film Man of Steel. 


- Efek Nolan sebagai produser ternyata berpengaruh ke cerita. Memakai flashback, dari Clark Kent dewasa, lalu ke Clark remaja, dan Clark Kent kecil, berputar terus secara bergantian. Menarik dan tetep enteng untuk diikuti.
- Hans Zimmer. Sampe pulang masih keinget-inget di kepala tuh musiknya. Gila tuh scoringnya. 

(-)
- Durasi hampir 2,5 jam. Porsi drama:action nya 70:30. Jomplang banget.  Saya sih masih bisa setia duduk di kursi bioskop, tapi kalo yang lain, pasti pengin segera keluar dari bioskop. (Kayak sodara saya, tapi dia beneran walk out)
- Mereka adalah alien, tapi kok bisa bahasa inggris. Klasik ya? Wajar kok  kalo orang ngomong begini, "Kenapa alien bisa bahasa inggris? Kenapa ga bahasa Indonesia? Atau bahasa Sunda aja sekalian?"
- Nokia Lumia 925. Saya ga tau ini positif atau negatif, tapi ya smartphone ini emang sering nongol sih di film ini. 



- Pertama muncul, Lois lane hampir menjadi sosok menyebalkan. Untungnya, sosok menyebalkan itu tidak diteruskan sampe akhir film. 
- Saya merasa porsi actionnya kurang banyak. Megah? Oke, memang megah tapi saya tetep kurang puas dengan porsi actionnya. Pertarungan dengan General Zod itu keren, tapi kenapa terlalu cepat selesai? Saya merasa sebentar banget, dan seperti Superman terbang mengelilingi dunia. Wuss. Cepat dan mudah dilupakan. 


Kesimpulan

Man of Steel itu lebih bagus dari Iron Man 3 dan The Avengers. Kalo TDKR diitung sebagai film tunggal, tanpa embel-embel sekuel, Man of Steel jelas lebih bagus dari TDKR. Man of Steel itu kayak Batman Begins. Hubungan ayah dan anak. Alasan menjadi superhero. Sebuah permulaan. 

Untuk saya, film ini memuaskan. Action, dramanya, cukup menghibur saya. Tapi saya yakin, ada beberapa orang yang tidak puas menonton Man of Steel. Seperti sodara saya, dia memutuskan untuk walk out karena bosen sama filmnya. Yah, mungkin bagi sodara saya dan orang-orang yang kecewa sama Man of Steel, mereka seperti melihat trailer film Kerasukan yang diputer sebelum Man of Steel tadi. Membosankan, tidak ada yang baru, dan mudah dilupakan.

Rate 4/5


- @aldypradana17

Post a Comment

munggah