Dreed & Silver Linings Playbook

Baiklah, kali ini saya akan menuliskan review 2 film sekaligus. Berbeda dengan biasanya kali filmnya tidak mempunyai kesamaan, satunya action, satunya drama. Agak nyeleneh tapi ya sudahlah, langsung aja kita liat review dari Dredd & Silver Linings Playbook. 




Judge Dreed adalah penjaga keadilan di kota Mega City One, sebuah kota yang rawan kejahatan. Kemudian, Dreed bertemu dengan seorang paranormal yang dulu gagal menjadi judges, Cassandra Anderson. Bersama dengan Anderson, Dreed datang ke suatu gedung dimana ada klan kejam dan juga penghasil narkotik Slo-Mo, Ma-Ma. 

(+)
1) Karakter Cassandra Anderson menyelamatkan film Dreed. Dengan kemampuan membaca pikiran dan minds gamenya, bikin film ini ga cuma dar-der-dor doang. Adegan 'permainan pikiran'  adalah yang terbaik di film ini. 2) Narkotika Slo-Mo. Tiap orang yang make ini, adegan selalu menjadi lebih lambat, visual jadi lebih keren. Mantep!



(-)
1) Tidak bisa membagun sebuah adegan thriller dengan baik. Selalu mengandalkan kesadisan, darah, badan ancur, dll. Hanya beberapa adegan aja yang sukses bikin deg-degan. Itu juga saya lupa yang manan. 2) Premis agak mirip sama The Raid. Terjebak di suatu gedung, musuh utama ada di paling atas, dan bunuh-bunuhan kejam. 3) Ga tau bener apa engga, tapi kok saya ngerasa scoringnya juga mirip sama The Raid ya? Hanya tuhan dan sutradaranya yang tau. 4) Final fight antara Judge Dreed dan Ma-Ma cuma segitu doang. Antiklimaks. 

Score: 70 


Sekarang lanjut ke film berikutnya, Silver Linings Playbook. Bercerita  mengenai Pat Solitano, Jr. (Pat) yang dikirim ke rumah sakit jiwa karena bipolar disorder (kepribadian ganda). Sebelumnya, Pat dipisahkan dari istrinya, Nikki, karena dia memukul selingkuhan istrinya hingga hampir tewas. Setelah tinggal di rumah sakit selama 8 bulan, Pat kembali ke rumah orangtuanya, bertekad untuk ‘hidup’ kembali, selalu berpikiran positif, dan ingin rujuk dengan Nikki. Semua itu berubah sampai Pat bertemu dengan Tiffany, wanita yang depresi karena suaminya meninggal. Jogging bareng, makan malam yang kacau, sampai ikut dance competition, jadi kegiatan unik mereka berdua. 

(+)
1) Hampir seluruh adegan di Silver Linings Playbook itu emas. Saat Pat bareng sama keluarganya, ketemua sama psikolognya, atau dance gila-gilaan di akhir film. Semuanya berkesan 2) Dialognya juga keren, mempunyai makna dan tetap berhubungan dengan cerita. 3) Tiffanynya cantik, hehe. 4) Suka juga sama hubungan ayah, anak, dan ibu Pat. Unik banget keluarganya.   


(-)
1) Oke, saya cuma punya satu poin minus untuk film Silver Linings Playbook, mungkin para pembaca bisa aja ga setuju sama saya. Jadi ya, saya ga begitu suka sama karakter Tiffany. Iya saya tau,  Jennifer Lawrence menang Oscar karena meranin Tiffany. Agak aneh emang, tapi bagi saya, beberapa adegannya Tiffany itu mengandung unsur annoying tingkat tinggi. Tiffany ngomong sama ayahnya Pat itu nyebelin. Tiffany pertama kali ketemu Pat pas makan malam juga nyebelin. Tiffany nawarin soal dance itu nyebelin. Tiffany bertaruh buat dance competition itu juga. Ga suka aja sama karakter Tiffany. Ga semuanya jelek sih, pas latian dance itu bagus, pas dia make sport bra itu juga bagus. (Lhah!)

Score: 90


Post a Comment

munggah