Liburan kali ini, saya sempet ke solo selama 3 minggu. Emang dasarnya di Solo punya temen
deketnya lebih banyak, saya sangat menikmati liburan saya disana.
Home » All posts
Short Review: The Great Gatsby, White House Down, & The Croods
The Great Gatsby
Menurut saya, satu-satunya kelebihan
dari The Great Gatsby adalah Leonardo di Caprio. Yap, saya suka aktingnya. Saya
suka cara dia merubah logatnya. Saya suka saat dia kepanikan saat tiba-tiba
merubah pikirannya. He is the man bro. Buat bapak-bapak kumisan (baca: Joel Edgerton) itu
juga menunjukkan kemampuan aktingnya yang sangat mantap. Minus mungkinnya malah di Tobey Maguire, berperan
sebagai Carraway, mendapat porsi yang cukup banyak, tapi ya gitu deh, mudah
dilupakan. Musiknya ga nyambung sama
zamannya. Harusnya ini berada di zaman setelah perang dunia kedua, namun saya
malah ngerasain kayak berada di zaman sekarang, taun 2013. Efek musiknya yang
bikin saya beropini kayak gitu. Film yang berpotensi besar untuk menonjol tapi
malah jatuhnya biasa-biasa aja, ceritanya cenderung membosankandan tanpa arah.
Kalo anda penggemar Leonardo di Caprio, wajib ditonton ini filmnya. Dia tetap
keren seperti biasanya. Kalo bukan, ada banyak film lain yang bisa ditonton
daripada film ini.
Star trek (2009)
Saya bukan penggemar Star Trek maupun
Star Wars. Saya bahkan tidak mengikuti film-filmnya. Jadi tidak mungkin saya
bertindak seperti fanboy lebay yang akan mendukung mati-matian salah satu film
tadi dengan ngotot dan bilang, "Star Wars itu lebih keren dari Star
Trek!" atau "Star Trek itu lebih keren dari Star Wars!". Sama sekali tidak, saya cukup duduk santai dan menikmati film Star Trek ini
dengan teh panas dan cemilan.
The Wolverine
Plot
In modern day Japan, Wolverine is out of his depth in an
unknown world as he faces his ultimate nemesis in a life-or-death battle that
will leave him forever changed. Vulnerable for the first time and pushed to his
physical and emotional limits, he confronts not only lethal samurai steel but
also his inner struggle against his own immortality, emerging more powerful
than we have ever seen him before.
25 Ways To Win With People part 2
Melanjutkan dari 25 Ways To Win With People part 1, berikut adalah lanjutannya.
14. Lakukan hal-hal yang tidak bisa orang lain lakukan sendiri
Lupakan: fokus pada apa yang bisa anda peroleh dari orang lain dan fokuslah pada apa yang bisa anda lakukan untuk orang lain.
Tanyakan:
kesempatan, ide, pengalaman yang bisa saya sediakan untuk seseorang,
yang mungkin tidak akan pernah bisa mereka miliki tanpa bantuan saya?
Lakukan:
pertimbangkan hal-hal khusus yang mungkin bisa anda lakukan untuk orang
lain dengan cara membuat daftar keahlian, sumber daya, dan koneksi unik
anda.
Ingat: kita semua membutuhkan orang lain untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan sendiri.




