Pentingnya Storytelling di Social Media


Dulu nganggep Instagram itu ya tempat share foto. Nomor 1 itu foto, caption berada di nomor sekian. Tapi, makin ke sini, makin berubah pendapatnya. Caption atau cerita bisa jadi nilai plus tersendiri.

Apalagi zaman sekarang, beberapa selebgram (cielah, seleb-gram) ada yang nulis caption bisa panjang banget. Nyeritain kejadian di foto, behind the scene foto tersebut, atau cerita yang berhubungan sama fotonya. 

Dan kalo dipraktekkin, ke jualan. Cerita jadi magnet buat pembeli.

Kayak A jualan jam tangan, isi feed IG cuma berbagai jam difoto diambil dari angle yang sama, captionnya pun cuma nama jam + harganya. Malah ada yang harga nggak dicantumin biar pada DM dulu (lhah).

Contoh lain, ada B, sama jualan jam tangan, tapi bedanya B punya cerita. Cerita kenapa membuat jam, cerita tentang filosofi waktu, cerita tentang pemilihan warna di jam tangan, cerita tentang pake jam menambah oke fashion seseorang.

The art of storytelling. Bukan sekedar jualan, tapi juga personal branding.

Salah satu yang suka adalah akun dari nah project



Saya termasuk ngikutin mereka dari awal banget, waktu jenis sepatunya masih dikit. Sekarang yang dijual banyak banget jenis sepatunya, dan keren-keren.

Yang bikin mereka beda itu adanya transparansi harga.

Dapet harga 300 ribu itu darimana, dijelasin semua sama mereka.

Cerita pembuatan sepatunya, kenapa begini, begitu, dijelasin.

Kenapa kolaborasi dengan si A, B, C, dijelasin.

Semuanya ada ceritanya. 

Jadi, menguatkan brandnya. Menguatkan "dagangannya".

Dan saya belajar banget dari akun ini.

Karena saya lagi giat-giatnya belajar tentang digital marketing, saya coba analisa luar dalem teknik yang mereka pake di social media. Yang saya harap bisa saya pake di kemudian hari.








- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com

Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

Post a Comment

munggah