Bisikan Percuma Dari Mereka


Manusia berdiri di tempat mereka berada. Melangkah pagi, terbenamkan sore. Mencari makna dalam hari. Mengais arti pada waktu. 

Sekelompok berkumpul, lalu satu pergi. Yang tersisa bicara sana sini, menyebar aura hitam merusak hati. Tawa mereka penuh benci, menggoyahkan apa-apa yang tersusun rapi. Satu pun datang kembali, kemudian mereka mengganti diri. Topeng pelangi terpasang, menutupi jiwa yang sudah lama terbenam. 

Manusia di pagi hari, binatang di sore hari. Kata terlontar seindah puisi, hati tertumpuk rasa benci. 

Sekelompok datang lagi, sekarang memenuhi ruangan sepi. Mereka bilang begini, juga begitu. Mereka protes ini, juga itu. Bulan tampak, mereka masih melanjutkan, tak henti-hentinya bercuap. Hingga pagi datang, cuma itu yang sekelompok barusan lakukan. Mengeluarkan kata, tapi tanpa rasa. Hanya bicara, tapi tanpa aksi yang nyata. 

Manusia berangkat perang, lalu berguguran di tengah medan. Manusia terbangun dalam mimpi, lalu hanya tidur di dunia nyata. 

Manusia, dasar manusia. 

Diberi tangan besi, otak berlian, tapi kenapa bisikan percuma yang digunakan?






- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com


Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini



Post a Comment

munggah