Bersyukur di Bulan Ramadhan


Sudah semestinya, kita sebagai manusia bersyukur mendapatkan kesempatan untuk melalui sekali lagi bulan Ramadhan. Dan, akan lebih baik lagi kalo kita lebih bersyukur pada hal-hal kecil yang mungkin lumrah bagi kita, tetapi itu belum tentu umum bagi orang lain.

Misal,


Berbuka puasa dengan keluarga


Begitu menyenangkan berbuka puasa bersama keluarga. Duduk bersama di meja makan, atau di ruang tengah, menunggu datangnya adzan Maghrib sambil menggenggam segelas teh hangat. Lalu, saat adzan tiba, sekeluarga bersama-sama membaca doa berbuka puasa. Kehangatan pun datang menyelimuti ruangan, senyum pun saling menyebar menambah kenikmatan tersendiri.

Itu mungkin hal yang lumrah bagi beberapa orang.

Tetapi, apakah setiap orang mengalami hal seperti itu?

Ada beberapa orang tidak bisa berbuka puasa dengan keluarga.

Ada yang berbuka sendirian karena orang tuanya berada di kampung halaman, sedangkan dirinya masih bekerja di tempat perantauan.

Ada yang berbuka sendirian karena orang tuanya sudah tiada. Jadi, ia hanya bisa berbuka sendirian, ditemani foto orang tuanya terbingkai rapi, tertancap di dinding rumah.

Tidak semua orang mengalami keindahan berbuka puasa dengan keluarga.

Jadi, untuk orang yang masih merasakannya, sudahkah kamu bersyukur dengan apa yang kamu alami sekarang?


Berbuka puasa dengan banyak makanan dan minuman


Tempe goreng, es buah, bakwan jagung, martabak telor, es kelapa muda, mie ayam, kurma, es doger, sate ayam, dan lain-lain.

Apakah itu tadi makanan dan minuman yang lumrah yang terletak di meja makanmu?

Malah mungkin, lebih banyak lagi?

Lebih mewah lagi?

Pernahkah terpikirkan kalo tidak semua merasakan yang kamu rasakan? 

Merasakan sedapnya sate ayam berbalut bumbu kacang, merasakan manis serta dinginnya sirup menelusuri tenggorokan.

Tidak semua orang merasakan itu.

Ada orang yang hanya mampu berbuka dengan segelas aqua. Yang bahkan saat meminumnya, harus dengan bercucuran keringat di sekujur tubuh. Butir-butir keringatnya ramai hinggap di keningnya, dan ada beberapa yang meluncur pelan ke lehernya.

Saya menulis postingan sebagai pengingat kepada diri saya sendiri. Dan semoga bisa sebagai pengingat untuk para pembaca sekalian.

Mari bersyukur.

Meski cuma hal kecil.

Meski cuma hal biasa.

Meski cuma hal yang lumrah bagi kita.

Karena tidak semua orang bisa merasakan apa yang kita rasakan, dan menikmati apa yang kita nikmati sekarang.


- @aldypradana17

Untuk follow blog ini, bisa klik di sini






Tulisan ini dibuat pada tanggal  10 Juli 2015, masih sekitar seminggu lagi untuk lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Tetapi, saya ingin mengucapkan sekarang aja untuk orang-orang yang membaca postingan ini atau yang numpang lewat di blog ini.


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Mungkin selama setahun berkarya di blog ini, saya pernah salah kata yang menyinggung perasaan pembaca. Saya mohon maaf, dan ke depannya saya mencoba untuk memperbaiki tulisan saya.

Dan, saya juga minta maaf untuk pembaca yang mungkin berharap blog ini rutin update postingan. Untuk selanjutnya, saya akan berusaha lebih rajin lagi updatenya, dan lebih bagus lagi kualitas menulisnya.

Sekian dari saya.

Semoga kita bisa bertemu lagi pada bulan Ramadan taun depan.

Amin.


Ini pas acara Wonderful of Sahara di SABIT. Pose tangannya nggak seperti mau maaf-maafan, yak.

Ini adik saya, Ardy, yang akhirnya pulang ke rumah setelah sempet merantau di rumah Bude

Post a Comment

munggah