X-Men: Days of Future Past (2014) Review


X-Men sudah menelurkan 5 film dan 2 film berfokus Wolverine saja. Ada X-Men 1, X-Men 2, X-Men 3, X-Men: First Class, X-Men Origins: Wolverine, The Wolverine, dan terakhir, yang sedang tayang di bioskop, X-Men:Days of Future Past. Dari semua judul yang tulis barusan, bagi saya, cuma satu judul yang paling berkesan, paling superior, dan paling megah. Dan itu adalah judul yang terakhir. Apa saja kelebihannya? Silakan lanjut scroll kebawah. 

Sebelumnya, mari kita membahas sinopsis X-Men: Days of Future Past. Film imi melanjutkan seri dari X-Men 3: The Last Stand dan X-Men: First Class. Buat yang belum pernah menonton 2 film tadi, saya akan berikan trailernya, sebagai pengenalan sedikit tentang filmnya. 



Atau, ini ada trailer lengkap dari film pertama sampai terakhir. Buka disini ya.

Oke, lanjut lagi ke sinopsisnya. X-Men: Days of Future Past akan mengambil latar masa depan, di mana semua mutan diburu oleh robot-robot milik pemerintah yang disebut sebagai Sentinel buatan Boliviar Trask. Alur cerita kembali ke tahun 1973 dimana Wolverine (Hugh Jackman) yang dikirim ke masa lalu oleh Professor X (Patrick Stewart) dan Magneto (Ian McKellen) untuk bertemu Professor X muda (James McAvoy) dan Magneto muda (Michael Fassbender) untuk menghentikan Mystique (Jennifer Lawrence) membunuh Boliviar Trask. Terdengar kompleks? Filmnya bertema travel time, biasanya memang sedikit rumit. 


X-Men: Days of Future Past adalah film X-Men yang memuat mutant terbanyak. Meski banyak, semuanya mendapatkan giliran memamerkan kemampuannya masing-masing. Dan itu yang saya suka dari film ini. Superhero movie has to show  their superhero's power. Lebih banyak kekuatan yang keluar, lebih baik. Mutant yang sedikit keluar, tetap mengeluarkan kemampuannya ditampilkan rapi disini. Ada Bigshop, Sunspot, Colossus, Storm, Warpath, Iceman, Kitty Pryde, Blink (terutama dia), dan terakhir, yang fenomenal, Quicksilver. Banyak dan terbagi rata. Mantap. 


Sedangkan yang mendapatkan peran lebih, terdapat beberapa nama, Wolverine, Charles Xavier (Prof. X), Erik (Magneto), Raven (Mystique), dan Hank (Beast). Merekalah titik utama film. Untuk Hank, mungkin tidak sesentral yang lain, tapi perannya cukup membantu di sepanjang film. Lalu Raven, dia menjadi tokoh yang dikejar-kejar disini. Wanita yang bisa berubah rupa ini bermisi membunuh Bolivar Trask, aktingnya tidak perlu dipertanyakan lagi, she is Jennifer Lawrence by the way. 


Ada Wolverine, sebagai manusia yang paling sering nongol di seri X-Men, mendapatkan misi sebagai pengajak Charles dan Erik untuk mencari Raven, mencegahnya membunuh Trask. Harus berbagi dengan lulusan X-Men: First Class tidak bermasalah bagi Hugh Jackman. Ia tetap menonjol, tapi ia tetap tidak bisa mengalahkan pesona Charles dan Erik muda. They stole the movie!

  
Kemudian Erik, tahanan amerika ini, memang mau membantu mencegah Raven membunuh, tapi dengan cara membunuh Raven itu sendiri. Saya jujur suka Erik (Magneto) disini. Sangat powerful, licik, dan kekuatannya benar-benar ditumpahkan di film ini. Terima kasih buat penulis film X-Men: Days of Future Past dan pemeran Erik sendiri, kalian telah memberikan versi Magneto yang lebih baik. 


Dan Charles, kita akan melihat dia bertransformasi dari seorang pria gagal menjadi seorang motivator ala Professor X. Ia akan membujuk Raven tidak membunuh dan akan berhadapan langsung dengan Erik, temannya sendiri, agar tidak membunuh Raven. Selain Erik, Charles benar-benar keren sekali disini. Sempat berpikir bahwa ia tokoh utama disini, dan baru tersadar di akhir film, "Oh iya ya, tokoh utamanya kan Wolverine." 



Selain kelebihan diatas, ada kelebihan lainnya yang terangkum dalam kesimpulan singkat berikut ini: film ini keren, wajib ditonton, efeknya bagus, ceritanya rumit tapi keren, flashback film-film x-men yang lama membuat saya ingin menonton lagi, film superhero terbaik 2014, endingnya nendang, scene after credit bikin penasaran. Itu dia. Saya tidak menemukan kekurangan di X-Men: Days of Future Past, karena seperti inilah seharusnya film superhero dibuat.   

Score: 90 

Silakan follow blog saya disini: aldypradana.com atau follow twitter saya: @aldypradana17 untuk mengetahui postingan terbaru dari saya (itupun jika anda berminat sih). Kalo ingin berpendapat, silakan komen dibawah. :) 




Post a Comment

munggah