Menuju Pemilu 2014, Menjadi Pemilih Cerdas atau Golput


Pada akhir-akhir ini, sepertinya guemau menulis hal-hal yang serius dulu, untuk tulisan nyeleneh nya mungkin absen dulu sebentar. Setelah kemarin gue ngomongin sedikit tentang Indonesia, sekarang gue mau ngomongin tentang pemilu taun 2014 besok. Jadi gini, ehem... gue sering denger temen-temen gue  bilang mau golput, atau bilang kalo mereka pesimis sama pemilu taun 2014 nanti, atau bahkan mereka mau  milih, tapi gak tau mau milih siapa, jadinya asal nyoblos tanpa pertimbangan yang matang. Menurut gue ya, kita sebagai orang yang punya hak suara, harus menggunakan suara kita dengan baik dan benar. Kita harus memakai suara kita dengan cerdas agar hasilnya juga bagus juga. Kalo misalkan nyoblosnya asal-asalan jangan kaget kalo pejabat yang kita duduk 'disana' asal-asalan juga.

Yakin masih mau milih asal-asalan?
Kenapa gue bilang gini? Karena gue pernah ngerasain hidup di era pemimpin yang beneran cerdas, yang beneran kerja, yang bisa mengubah, pemimpin itu ialah Jokowi. Saya hidup di Solo dari kecil, TK saya di Solo, terus SMP sampe SMA saya di Solo, saya bisa ngerasain bedanya Solo waktu era sebelum Jokowi dan sesudah Jokowi. Jelas, Jokowi membuat Solo berbeda. Alhamdulillah, lebih baik. 


Jokowi dengan tangan 'metal'nya
Itu bukti bahwa SELALU ADA pemimpin yang bisa merubah Indonesia. Jangan pesimis terus, jangan mikir negatif terus. Gue gak bermaksud membela Jokowi ini dan itu, tapi gue mengungkapkan fakta. Jokowi itu "beneran" kerja. Solo berubah, jadi lebih tertata, lebih berkembang, dan sekarang juga lebih macet, hehe. Ternyata, jumlah penduduk jadi tambah banyak semenjak era Jokowi, atau mungkin yang make motor tambah banyak kali ya, itu tuh anak SMP tapi ga punya SIM, yang orang tuanya ngijinin mereka buat naik motor.

Anak SMP, naik motor, ga pake helm, dan ga punya SIM.

Balik lagi ke topik utama, saran gue, jangan deh golput, atau pesimis dan hal-hal negatif itu. Pemimpin yang baik itu ada kok, pemimpin cerdas itu ada kok, tinggal rakyatnya aja cerdas ga? Kalo rakyat cerdas memilih, pasti ada tuh pemimpin yang bisa bikin Indonesia lebih baik. Terus optimis, terus berdoa yang baik-baik, dan terus melakukan hal yang baik aja terus.

Sekarang, kita harus jadi pemilih cerdas. Milih siapa yang layak duduk di kursi DPR, siapa yang jadi presiden kita. Mereka kan bisa kepilih karena rakyat yang milih, kalo yang kepilih jelek, kok bisa yang kepilih jelek? Rakyatnya gimana tuh kok bisa milih dia? Dibayar kah? Dikasih baju terus langsung milih dia kah? Karena sodaraan terus milih dia, walaupun tau sebenernya dia jelek kah? Karena masih ada aja, suara rakyat dibeli sama 'mereka'. Dibilangin, "Mas, nanti milih Tante Megaloman ya, ini saya kasih 200 ribu." Eh, kebeli suaranya. Jangan ya kayak gini. Inget, jadi pemilih cerdas. Jangan mau dibeli suaranya.




Kalo misalkan calonnya jelek semua, ya pilih yang jeleknya paling sedikit, jangan golput. Contoh, ada capres namanya Prabrewok dan Bakirikiri. Katakanlah, mereka itu jelek semua. Bagaimanapun keadaannya, kita tetep harus milih salah satu dari mereka kan? Ya pilih siapa yang jeleknya paling sedikit, search Google nama mereka, liat track record mereka, cari berita tentang mereka di koran, cari sedalam-dalamnya tentang mereka, lalu pilih mana yang lebih baik. 




Bagaimanapun keadaannya, kita tetep harus milih.  Kalo golput, berarti kita diam, berarti kita tidak peduli, kita membiarkan siapa aja yang menang, lalu punya mindset jelek seperti ini, "Paling Indonesia kalo dipimpin dia ga ada perubahan." , kalo mindset anda gitu, ya jangan kaget kalo ga ada perubahan. Kita harus optimis Indonesia ada perubahan, caranya dengan berpikir positif dan bertindak positif.  Belajar politik, search Google dan berita tentang tokoh-tokoh yang akan mencalonkan diri sebagai presiden, itulah perilaku yang benar sebagai rakyat Indonesia. Jadilah pemilih yang pintar, yang mengerti siapa calon pemimpinnya, jangan asal nyoblos.

Follow me on twitter @aldypradana17

Share & Follow my blog :D

Post a Comment

munggah