Pacific Rim 3D


Sedikit telat, tapi tak apalah. Tanggal 29 Juli 2013 baru nonton Pacific Rim bukan suatu dosa yang besar. Pacific Rim yang menuai banyak pujian dari kritikus Indonesia (atau biasanya mereka disebut movieblogger), bikin saya penasaran dengan film yang ceritanya tentang jaeger dan kaiju ini. Dan setelah menonton film ini,  saya mempunyai pendapat yang sama dengan mereka dan pendapat yang sedikit berbeda dengan mereka. Agar cepat, saya copy paste saja dari 21cineplex, biar lebih jelas dan lebih mengerti ceritanya.


Sinopsis

Sejumlah monster, dikenal sebagai Kaiju, muncul dari dasar laut, dimulainya perang yang merenggut jutaan nyawa dan merebut sumber daya yang ada. Untuk melawan raksasa tersebut, sebuah senjata khusus dipersiapkan: sejumlah robot dengan sebutan Jaegers yang dikendalikan oleh dua pilot. Namun Jaegers tak berdaya melawan Kaiju.  Di ambang kekalahan, pasukan manusia tidak memiliki pilihan selain mengambil alih melawan Kaiju. Seorang mantan pilot (Charlie Hunnam) dan pilot yang belum teruji (Rinko Kikuchi), keduanya adalah harapan terakhir manusia menyelamatkan bumi.


(+) 

Itu dia sinopsisnya, sekarang saya mau berbagi pendapat saya mengenai film Pacific Rim. 1) Pertama saya mau tanya, ini yang punya ide cerita seliar dan segila ini siapa ya?! Keren banget! Monster menghancurkan dunia dan untuk melawan monster tersebut 'kita' pun bikin monster sendiri, dikendalikan oleh 2 orang, dan terciptalah jaeger vs kaiju. Salah satu pertarungan terbesar taun ini. Film ini dibuat dengan sangat megah, dengan adegan action dibikin dengan skala yang sangat besar. For me, this is the best summer movie of the year! 




2) Filmnya ada unsur transfomernya, karena ada robotnya. Ada unsur ultraman / power rangernya, karena ada monster besar yang menghancurkan kota. Digabungkanlah 2 poin itu dan  terwujudlah menjadi film Pacific Rim yang luar biasa ini. Grafisnya bagus banget, puas sekali saya nonton fight scene nya. Saya nonton yang 3D dan juga terpuaskan dengan kualitas 3D nya. Mungkin inilah film 3D terbaik yang pernah saya tonton. Keren banget! Jadi penasaran kalo nonton film ini di IMAX, pasti jauh lebih keren lagi.  3) Dari segi akting tiap pemain,  semuanya bagus, terutama akting dari sang pemimpin, Stacker Pentecost yang diperankan oleh Idris Elba. Adegan dia selalu berasa 'mahal' dan speechnya dia juga selalu mengena. 

(-) 

Nah, sekarang saya mau ngasih pendapat yang berbeda dengan teman movieblogger yang lain. Kebanyakan dari mereka jarang menulis sisi yang kurang dari film Pacific Rim. Saya dikit aja nulis tentang itu disini. 1) Meledak-ledak di bagian fight scene, agak melempem di bagian ceritanya. Ada hubungan ayah dan anak yang menurut saya belum digali lebih dalam, sehingga saat adegan pemuncak, saya tidak begitu peduli dengan akhir dari hubungan mereka. Cerita dari Raleigh, Mori, dan Stacker sudah pas, tapi untuk ayah dan anak ini, saya masih belum merasa 'dekat' dengan mereka. 2) Robot lain atau jaeger kurang diekspos. Ada 4 jaeger, tapi hanya 2 jaeger yang mengeluarkan jurus-jurus yang mereka punya. Untuk 2 jaeger lain masih mengeluarkan sedikit doang jurusnya. Ga tau kenapa saya pengin liat lebih banyak jurus yang mereka punya. Keliatan banget ini kayak pendapat pribadi, tapi jiwa anak-anak saya menginginkan sesuatu yang lebih dari para jaeger tercinta kita ini. 3) Is just me or the jokes never works well here? :/



Kesimpulan

Kalo yang belum nonton Pacific Rim, mending nonton segera di bioskop dan yang 3D, kalo misalkan sedang berada di jakarta, nonton yang IMAX aja sekalian. Film ini diciptakan untuk penggemar action, fantasy, dan sci-fi. Durasi 2,2 jam buat saya bukannya lama, tapi malah kurang. Saya merasa film ini bisa bisa lebih besar lagi dan lebih dahsyat lagi. Sebagai penutup, saya punya quote dari sang pemimpin yang elegan, bapak Stacker Pentecost. "Today at the edge of our hope, at the end of our time. We have chosen to believe in each other. Today we face the monsters that are at our door, today we are cancelling the apocalypse!"

Score: 85

- @aldypradana17 

Post a Comment

munggah