Masihkah Madrid Butuh Kaka?



Sebagai seorang madridista, sepertinya saya perlu menulis opini saya tentang pemain bernomor 8 di Real Madrid, pemain itu adalah Ricardo Kaka.  Pemain yang udah berada 3 musim di Madrid ini sedang mengalami surut performa dan jumlah bermain di Real Madrid. Dan saya merasa ada beberapa alasan yang mungkin harus dipertimbangkan Ancelotti (itu juga kalo di baca tulisan saya), tentang perlukah Kaka tetap berada di Real Madrid. Silahkan disimak. 

1. Real Madrid Udah Punya Ozil


Mesut Ozil, pasangan serasi CR7. Setia memberi assist untuk para pemain Madrid lainnya. Bersinar terang saat dibawah asuhan Mou. Posisi gelandang serang udah jadi langganan untuk dia. Dan dibawah Mou juga, Ozil bisa mengisi sayap kanan, walaupun tidak secermelang saat Ozil berada di tengah. Kaka tidak bisa bersaing sama sekali saat Ozil datang ke Real Madrid. 

2. Modric, Cabe Rawit seharga 30 juta Pounds


Bermain biasa-biasa aja di setengah musim pertama, tapi langsung menggebrak di setengah musim terakhir. Modric membuat Kaka menjadi 'cadangan dari pemain cadangan'. Sejak ada Modric masuk Real Madrid, Kaka masuk ke bench aja makin sulit. Sedikit lemah jika ditaruh di gelandang tengah, tapi sangat lincah saat jadi gelandang serang. 

3. Kedatangan Isco ke Real Madrid


Udah ada Ozil dan udah Modric, sekarang ditambah lagi sama yang namanya Isco, semakin bertumpuklah posisi gelandang serang di Real Madrid. Isco bisa jadi AMF, RMF, dan LMF. Komplit. Dengan adanya Isco, sebenernya udah ga usah ngeluarin banyak uang untuk beli Bale. 

4.  Kaka Perlu 4-4-2 Diamond



Di formasi 4-2-3-1 karya Mou, Kaka tidak bisa bermain bagus. Keharusan ikut bertahan saat Madrid diserang, bukan kebiasaan Kaka. Kaka sangatlah buruk saat bertahan. Tacklenya kacau, dan malas mengejar bola. Saat menyerang pun, Kaka tidak bisa membuka ruang untuk teman-temannya. Kaka hanya bagus saat membawa bola. Dan musim kemarin adalah musim terburuknya di Real Madrid. Sulit jadi starting eleven, dan masuk bench juga sama susahnya. Mungkin, Kaka perlu formasi 4-4-2 Diamond. Saat masih diasuh Pellegrini, Kaka sering bermain sebagai penyerang lubang di formasi itu, dan dia bermain bagus. 

5. Kaka Gajinya Mahal 



Harusnya om Florentino Perez mulai mikirin ini, gajinya terlalu besar untuk menghiasi bangku cadangan. Mungkin, bisalah Kaka 'menjual' wajah gantengnya, sehingga jersey bertuliskan Kaka dan 8 tetap laku di pasaran. Tapi pertanyaannya sekarang, mau sampai kapan gitu terus? 

Itu aja udah cukup kali ya, 5 alasan yang harusnya dibaca sama Ancelotti dan om Perez. Saya sebagai madridista hanya menuangkan opini saya agar Real Madrid kembali lagi mendapatkan gelar juara, terutama gelar UCL. Semoga Real Madrid terus jaya selalu. Amin. Hala Madrid



Post a Comment

munggah