Big Fish (2003)




Sinopsis

Bercerita tentang Edward Bloom, dan anaknya Will Bloom. Sejak kecil, Edward bloom selalu menceritakan kisah tentang dirinya yang luar biasa kepada anaknya. Pada mulanya, si anak percaya dengan cerita dari ayahnya. Dari cerita memancing ikan besar dengan cincin emas sampai bertemu penyihir yang bisa meramalkan kematian. 

Sampai si anak, Will Bloom, sudah dewasa dan menikah, semua itu berubah. Will Bloom mulai jenuh dengan cerita dari ayahnya. Will menganggap cerita itu hanyalah kebohongan belaka. Will ingin tau cerita yang sebenarnya dari ayahnya. Akhirnya, saat ayahnya, Edward Bloom, mulai sakit-sakitan, Will memutuskan untuk mengetahui kebenaran dari cerita ayahnya itu.



Saya membuat tulisan review dengan model plus-minus, tentu saja plus artinya kelebihan dari film ini dan minus adalah kekurangannya.

(+)

Genrenya itu Adventure-Drama-Fantasy-Comedy. Dan diceritakan ala dongeng dongeng gitu. Kalo buat saya bagus sih. Ada alur maju mundurnya, dari yang pertama cerita tentang Edward Bloom waktu muda, lalu kembali ke masa sekarang, dimana Edward bloom udah tua. Itu sangat-sangat menarik buat saya.

Komedi. Memakai cukup banyak adegan bernuansa komedi membuat film ini tidak terasa membosankan. Dialog-dialog yang pintar dan bernuansa ala dongeng jadi kelebihan dari film ini.

Karakter Edward Bloom jelas menjadi sosok yang membuat saya kangen dan penasaran dengan apa yang cerita dia berikutnya. Entah yang berumur 18 sampe yang kakek-kakek, Edward Bloom sukses mengambil perhatian saya.


(-)

Nonton Big Fish saya langsung teringat Forrest Gump. Ada beberapa plot mirip-miriplah sama Forrest Gump. Walaupun, kalo dibandingin, Big Fish akan kalah telak sama Forrest Gump. Bagi saya, Big Fish seakan-akan jadi versi lain dari Forrest Gump, tapi dengan cerita yang lebih ‘fantasy’ aja.

Hubungan antara ayah dan anaknya kurang ‘nyatu’ menurut saya.  Emang sih, anaknya ga suka sama cerita dongeng ayahnya, tapi saya ngerasa kurang mantep aja chemistrynya.


Beberapa hal ada yang menggampangkan (sangat menggampangkan). Terus ada di beberapa adegan, saya ngerasa aneh sama adegannya. Ini emang bergenre Fantasy tapi ga tau kenapa ada yang bikin saya ngerasa, “Kok aneh gini ya filmnya?”. Saya ga bisa nerima logika-fantasy yang diberikan di film ini. Ga tau tuh kenapa.


Kesimpulan

Big Fish, atau dalam bahasa Indonesianya itu Ikan Besar. Film Ikan Besar ini termasuk kategori “Recommended movie”. Saya sempet mikir Ikan Besar itu film jadul, ya antara taun 80an 90an gitu. Eh, ternyata ini film taun 2003, settingannya doang yang emang dibikin jadul. Saya sukses tertipu oleh film ini.

Bingung euy mau ngomong apa lagi. Intinya filmnya bagus kok.

Rate 4/5

6 comments

Nice Article, Lagi belajar nulis juga semoga bisa kaya sampean. hehe http://leonardfresly.blogspot.com/

Reply

Makasih pujiannya, tapi saya juga masih belajar kok, jadi mari belajar bareng-bareng ya :D

Reply

Jadi cerita ayahnya itu fakta atau cuma dongeng?

Reply

tanpa bermaksud spoiler, menurut gue itu fakta sih, liat aja endingnya.

Reply

Cerita nya bagus banget nih.... top recomennded dah....

Reply

Post a Comment

munggah