The Mother Monster

Baru-baru ini, para ormas-ormas tertentu sedang ribut dengan kedatangan Lady Gaga. Dari polisi, sampai mantan Presiden RI juga ikut terlibat. Saling berbagi opini masing-masing mengenai kedatangan penyanyi dari Amerika ini. Jujur, buat saya Lady Gaga memang unik, extreme, tapi menurut saya itu hanya untuk entertain. Sebuah hiburan belaka. Jadi, alasan Lady Gaga itu terlalu seksi menurut saya berlebihan.

Begini, saya suka dengan band Queen. Saya juga suka dengan perform dari Freddie Mercury. Tapi, dia punya 'kekurangan' , dia dikatakan homo dan meninggal karena AIDS. Apa karena saya mengidolakan Freddie Mercury lalu saya akan berubah menjadi homo? Melakukan sex bebas, memakai narkoba lalu meninggal karena AIDS juga? Tentu saja tidak. 

Saya suka film action. Saya suka jagoan menembaki musuh dengan senjata apinya. Lalu, apakah saya akan mendekati orang yang saya benci lalu menembakinya dengan penuh amarah? Tentu saja tidak.

Menurut saya ini tentang 'kedewasaan' kita saja untuk menghargai sebuah seni, untuk dapat memilih mana yang harus diambil, ditiru, dan mana yang harusnya ditinggalkan. Mungkin jika almarhum Gus Dur masih hidup, beliau akan setuju-setuju saja dengan kedatangan Lady Gaga ke Indonesia. Karena beliau menghargai perbedaan. 

Sekarang, konser Lady Gaga resmi dibatalkan dan itu terjadi karena permintaan dari Lady Gaganya sendiri, katanya dengan alasan keselamatan. Penolakan yang berbau politik ini pun berhasil untuk beberapa pihak, ya contohnya ormas-ormas yang menolak Lady Gaga itu sendiri. Mungkin mereka merasa menang dengan pembatalan ini. Tapi, ada satu hal yang pasti, yaitu Lady Gaga semakin terkenal di Indonesia. Terkenal dari kontroversi yang dibuatnya tentunya. Sebagai contoh, 

"Lady Gaga kenapa ga boleh konser di Indonesia sih?"
"Katanya sih terlalu seronok, ada lagunya yang mendukung tentang homo lah, yang ngehina agama."
"Gila? Itu beneran?"
"Yup, cari aja di internet."

Mengerti maksud saya?

Meskipun konsernya batal, orang Indonesia akan tetap akan tahu dengan Lady Gaga. Karena, namanya semakin booming. Ya gara-gara ormas 3 huruf itu juga. Mereka (ormas 3 huruf) tidak memikirkan efek domino dari tindakan yang mereka lakukan.

Dulu pernah mereka bilang menolak Miyabi datang ke Indonesia. Hasilnya, malah seluruh Indonesia tahu dengan nama Miyabi dan dengan mengetik namanya di Google pun mereka bisa mengerti dia dulu adalah 'artis' apa.

Kesimpulannya, The Mother Monster telah melakukan hal yang benar karena membatalkan konser di Indonesia. Jika memaksakan untuk konser mungkin malah ada korban berjatuhan dan kerusuhan. Lady Gaga saja bisa bersikap dewasa, semoga kita semua bersikap dewasa juga.

Saya tutup post ini dengan ucapan Lady Gaga, "You laugh at me because I'm different. I laugh at you because you're the same." Semoga anda bisa mengambil hikmah positif dari kutipan Lady Gaga tadi.

Post a Comment

munggah