Singkat, Jelas & Padat

Aldy Story 06 | Singkat, Jelas & Padat



Saat upacara, ada sesi pengibaran bendera, sesi berdoa, dan sesi amanat. Pada sesi amanat, umumnya guru atau kepala sekolah maju di depan para siswa, dan menyampaikan suatu pesan.

Saya masih ingat, ketika saya masih sekolah, amanat bagi saya menimbulkan banyak reaksi.

Misalnya,
“Lama banget amanatnya.”
“Pegel nih kaki.”
“Duh, pas banget kena sinar matahari. Panas.”

Atau versi yang lain,

“Yee… boleh duduk.”
“Yes, udah selesai amanatnya.”
“Lucu banget gurunya, hahahaha.”

Ada banyak reaksi. Apakah itu termasuk reaksi positif atau negatif? Silakan disimpulkan sendiri di benak masing-masing.

Kamis, 30 Maret 2017, saya berkesempatan untuk pertama kalinya menjadi inspektur upacara.

Artinya, saya akan maju, berdiri, di depan siswa, lalu menyampaikan satu-dua kata.

Mengingat saya pernah merasakan bagaimana upacara sebagai murid, ketika sesi amanat berlangsung, saya lalu menyampaikan pesan yang sederhana saja. Agar saat amanat, kata-kata saya yang tertanam di kepala mereka, bukan keluhan yang terpendam di hati mereka.

Di depan siswa, saya lalu bicara tentang pentinya rapi, tertib, dan disiplin. Isi pesan saya pun tidak dipanjang-panjangkan, tidak pula terlalu dipendek-pendekan. Saya memegang mic, dan bicara cukup santai. Meski rasa grogi masih terasa di dalam dada.

“Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.” tutup saya, lalu dijawab oleh para siswa.

Saya lalu mematikan mic, dan mundur satu langkah. Ketika itu semua selesai, di benak saya, ada suara kecil yang berkata, “Buat saya, amanat seharusnya begitu. Cukup singkat, jelas & padat.”


- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Penikmat Film | Storyteller
Follow my blog: aldypradana.com
FB + Instagram + G+ + Twitter Youtube  

Post a Comment

munggah