Hobi Yang Dibayar

Aldy Story 04 | Hobi Yang Dibayar


Saya punya teman bernama Abid, dia dari SMA sudah berniat berprofesi sebagai guru. Setelah lulus, akhirnya ia masuk ke jurusan FKIP Bahasa Indonesia. Sekarang, Abid sudah menjadi guru dan wali kelas di suatu sekolah dasar. 

Melihat apa yang teman saya lakukan sebenarnya menarik. Dia sudah punya tujuan, sudah punya rencana, dan sudah tercapai pula tujuan serta rencananya. 

Dulu, SMA saya tidak tau arah saya ke mana. Saya tidak ada bayangan menjadi guru, eh sekarang menjadi guru. 

Ada suatu masa, ketika saya cuma ngeblog seharian, bangun pagi cuma buat download film, ngover lagu orang, dan nonton youtube (dulu cuma nonton, masuk 2016 baru mulai upload video youtube). 

Tampak seperti membuang waktu, tapi pada waktu itu, cuma itu cara saya untuk mengisi waktu. 
Memasuki dunia kerja, berprofesi sebagai guru, tahun pertama saya berpikir kalau dulu saya mengisi waktu dengan hal-hal kosong. Hobi yang percuma. 

Namun, tahun 2017 ini, ternyata pikiran saya diputar balikkan. 


Mengetahui saya suka ngeblog, saya diminta untuk mengupdate website sekolah. Mengetahui saya suka upload video youtube (TVLOG), saya diminta untuk mengupdate youtube sekolah. 

Akhirnya, saya mulai "ngeblog" di website sekolah. Mulai ngutak-ngatik channel youtube sekolah, dan upload video. Di sekolah, saya juga jadi ajang pembelajaran saya untuk memfoto dan merekam video. Bahkan, saya baru-baru ini memberikan tugas film pendek ke murid SD kelas 6.


Dari pengalaman ini, saya sadar kalau saya dikasih jalan, diberi arah yang cocok dengan saya. Dan saya juga baru sadar, kalau saya ternyata melakukan profesi yang saya senangi, yaitu hobi yang dibayar





- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Penikmat Film | Storyteller
Follow my blog: aldypradana.com

FB + Instagram + G+ + Twitter Youtube  

Post a Comment

munggah