Festival Literasi SABIT 2019 (Sekolah Alam Bambu Item)


Sabtu, 23 Maret 2019, Sekolah Alam Bambu Item (SABIT) mengadakan acara puncak dari Festival Literasi SABIT 2019. Pada hari itu, teman-teman dipersilakan untuk memakai pakaian sesuai dengan buku cerita buatan mereka. Diperbolehkan juga memakai kostum dari film/buku/tokoh kesukaan.

Akhirnya beragam kostum dari pemadam kebakaran, polisi, tentara, kelinci, pejuang, putri, penyihir, dan masih banyak lagi



Acara dimulai jam 8, Miss Semi membuka acara sebagai MC pada hari itu. Lalu, Falhan (SD 4) & Sasa (SD 5) membacakan tilawah dan sari tilawah. Pak Juli, selaku kepala sekolah SABIT, memberikan beberapa kata untuk menyambut para orang tua dan siswa yang telah datang. Dengan resmi, Festival Literasi SABIT 2019 dibuka dengan Pak Juli memotong pita emas yang terbentang di atas panggung.




Untuk membakar semangat, tim perkusi SABIT (Gema Suara Percussion) menggebrak dengan memberikan beberapa lagu. Kali ini tim perkusi diisi dari kombinasi guru dan murid agar memberikan suasana yang berbeda. (Tim perkusi: Khanza, Fina, Azka, Rayyis, Pak Hadi, Bu Maulida, Bu Ifa)

Setelah perkusi, diumumkan pemenang dari lomba yang sudah dilaksanakan. Ada lomba mendongeng, mengeja, dan banyak lagi.


Ini adalah para pemenang dari lomba mendongeng untuk kelas besar (kiri ke kanan: Kenzi, Binar, Rizky)


Teman-teman SABIT maju sesuai dengan urutan, memamerkan buku buatannya. Pada tahun ini, buku bikinan para siswa SABIT bermacam-macam, membahas dari pengalaman pribadi, cerita fiksi, hewan kesukaan, sampai cerita fabel.



(Foto: Sinar dengan kostum dan buku bertema kucing)


Pak Rahman mengisi salah satu sesi pada Festival Literasi kemarin. Pak Rahman menjadi pendongeng, memberikan peran kepada teman-teman SABIT untuk menyuguhkan sandiwara di panggung.




Ada yang jadi petani, tentara, pedagang, dan Raja. Video FULLnya bisa dilihat di YouTube Sekolah Alam Bambu Item.


Selama Festival Literasi SABIT berlangsung, teman-teman SABIT boleh membaca hasil tulisan yang terdapat di reading corner tiap kelas. Contohnya, seperti Nadya dan Nafeeza ini. Mereka membaca buku karya teman-teman SABIT sambil bersantai di reading corner kelas 4.





Tidak hanya teman-teman SABIT, para orang tua pun ikut membaca hasil tulisan para siswa Sekolah Alam Bambu Item. Pada acara kemarin, para fasilitator SABIT membuat reading corner semenarik dan senyaman mungkin agar menjadi tempat yang menyenangkan untuk membaca buku


Reading corner dengan ciri khas masing-masing, tersusun rapi dari TK, SD 1-5 di dekat saung kelas SD. Menjadi tempat terpajangnya buku-buku teman SABIT, juga menjadi spot yang enak untuk membaca.



Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar. Semua berkat kerja sama kita semua. Dari para fasilitator SABIT, orang tua murid, dan teman-teman SABIT.



Acara Festival Literasi memang sudah selesai, tetapi semangat membaca harus tetap membara. Terus membaca buku, terus menulis cerita. Sampai jumpa di Festival Literasi berikutnya.



Tulisan di atas adalah tulisan saya, yang menjadi 9 postingan secara terpisah di instagram @sekolahalambambuitem




- short description about the writer -

Guru Bahasa Inggris & Komputer | Movienthusiast
Follow my blog: aldypradana.com


Kumpulan postingan, label, dan kategori bisa dilihat di sini

Post a Comment

munggah