Tanya Jawab Tentang VLOG



Beberapa hari yang lalu, sekitar minggu kedua Mei, saya diinterview sama teman saya dari Solo. Tema interviewnya seputar VLOG. Nggak seperti interview pada umumnya, yaitu tatap muka dan ngobrol bareng, saya diinterview lewat Whatsapp. :)))

Ini terjadi karena ada perbedaan jarak. Saya di Bogor, dan teman saya (Faya) di Solo. Jadilah diambil jalan tengah, interview ala LDRan ini. 

Kalo saya, sih, tetep semangat aja, karena pertama kali di interview dan pertama kali masuk koran, hehe. Walaupun, agak minder juga, masih vlogger amatir, tapi udah diinterview segala. Yah, harapannya, semoga hasil interviewnya nanti bisa bermanfaat dan menginspirasi banyak orang buat ngevlog *amin*



Rencananya, saya mau beberin interviewnya sama persis kayak yang di Whatsapp, tapi karena nggak sengaja kehapus (dasar nasib), jadinya saya share saya aja artikel dan linknya di bawah ini. Selamat membaca.



***


Zetizen.com - Jangan dikira guru itu cupu dan gaptek ya. Mereka juga bisa kok jadi vlogger. Contohnya Aldy Pradana, guru Sekolah Alam Bambu Item (SABIT) Bogor. Cowok asal kampung Badran, Surakarta ini rajin bikin vlog lho. Salah satunya berjudul TVLOG, Teacher’s Video Blog. “Karena aku seorang guru, jadi temanya seputar keseharian guru. Biasanya bahan utama vlog lebih ke acara atau kegiatan yang ada di sekolah. Kayak camping atau pas ada science fair,” ujar Aldy.
Aldy sengaja ngangkat cerita guru saat bikin vlog. Alasannya karena terinspirasi oleh penulis buku best seller di Indonesia, Raditya Dika. “Aku ceritain karakter dan semua kegiatan guru yang memang jadi pekerjaanku. Radit pernah bilang “jadilah yang beda”. Menurutku, vlog tentang guru itu beda, makanya saya bikin,” beber cowok 23 tahun tersebut.
Bagi Aldy, vlog nggak hanya buat share cerita aja. Di vlog, dia bisa sekaligus belajar edit video dan dokumentasi kegiatan. Tak heran, tampang Aldy jarang keliatan di vlog.

“Aku seringnya di belakang kamera. Nggak kayak vlogger lain yang sering muncul wajahnya. Belum pede, euy,” kelakarnya.

Bikin vlog, modal Aldy ala kadarnya. Hanya berbekal kamera poket merk Canon seri IXUS 175. Karena yang sering diangkat aktivitas anak didiknya, banyak orang tua murid yang suka. “Maksimalkan barang yang ada. Kalo nunggu punya kamera bagus baru bikin vlog, malah nggak bikin-bikin dong. Pake ini aja udah banyak yang suka,” koar Aldy.

Aldy bilang, vlog ini bisa jadi hal positif jika diisi dengan konten positif. Semisal ada Zetizen yang hobi main skateboard. Buat aja vlog yang isinya tips and trick cara main skateboard. Atau Zetizen yang kuliah di kedokteran gigi, bikin vlog tentang tips merawat gigi, dll. “Sayang aja kalo vlog isinya cuman jalan-jalan ke mal,” lanjut Aldy. (aya/fer radar solo/web)


http://www.zetizen.com/show/1876/kabar-dari-solo-guru-juga-nge-vlog

***



Begitulah hasil dari interview saya tentang vlog. Saat selesai interview, Faya bilang, "Nggak salah pilih narasumber, nih! Jawabanmu bagus-bagus, Dy!"

Padahal, saya sendiri jawab begitu mikirnya tujuh keliling. (-.-")

Selepas itu semua, ini pengalaman baru banget. Saya merasa diapresiasi. Karya saya (VLOG) ternyata menarik untuk dimasukin koran. Dari ini, saya akan berusaha bikin video yang lebih baik lagi, dan saya akan berusaha agar kontennya lebih berisi juga bermanfaat. 

Buat yang belum tau video saya, bisa dicek video terakhir saya di bawah ini. Sekalian subcribce, comment, dan like ya!

TVLOG - Proses Menuju Peneliti Cilik [Science Fair 2016]





Follow my blog: aldypradana.com

FB + Instagram + G+

2 comments

Wah keren nih ada guru nge-vlog. Ditunggu tips dan trik mengajar yang baik :)

Reply

Sepertinya ilmu dan pengalaman saya belum cukup untuk berbagi tips & trick mengajar (^^")a

Reply

Post a Comment

munggah