The LEGO Movie, Kehidupan Lain dari Dunia Mainan



The Lego Movie adalah film yang cukup ambisius. Trailernya cukup banyak dan memperlihatkan banyak mainan dari tokoh superhero terkenal seperti Batman dan Superman. Tidak seperti film kartun lain yang berusaha memberikan gambar sebagus mungkin, di film ini, malah gerakan kaku ala lego tetap dipertahankan. Apakah berdampak bagus untuk keseluruhan filmnya? Jawabannya ada dibawah ini, lengkap beserta poin-poin yang saya ambil dari film kartun ini.

Baca sinopsisnya disini

- Gerakannya kaku. Seperti yang saya katakan diatas, untuk sebagian orang mungkin mengganggu, untuk sebagain orang mungkin malah membuat filmnya jadi bagus. Dan dari sudut pandang saya, film ini menjadi lebih menarik dengan gerakan kaku tersebut. Hampir keseluruhan film memakai mainan lego, membuatnya film ini keren dan sangat berwarna. Grafisnya menjadi unik, semacam ciri khas dari The Lego Movie. Pada paruh pertama, film ini sedikit memaksa untuk terlihat "ramai". Seperti ingin seaction mungkin, lalu membuat banyak efek dari mainan lego tersebut. Jatuhnya malah bikin mata capek buat ngikutin semua "keramaian" itu. Pergerakan yang sangat cepat juga membuat saya tidak menikmati aksi dari Emmet dan kawan-kawan. Untungnya, di paruh kedua dan seterusnya, gerakan diperpelan, sehingga saya bisa mengikuti tiap adegan dengan baik.


- Banyak banget mainannya! Batman, Superman, Wonder Woman, Green Lantern, Kura-Kura Ninja, Cleopatra, Dumbledore, Gandalf, Abraham Lincoln, Patung Liberty, Indiana Jones, Han Solo, Chewbacca, Shaquille O'Neal, dan masih banyak lagi! Yang agak disayangkan, hanya sebagian kecil yang mendapatkan peran yang menonjol di The Lego Movie. Saya tidak merasa Superman dan Green Lantern pamer kekuatan di film ini. Yang paling menonjol dari semua mainan terkenal diatas hanya Batman, karena "He is The Hero You Deserve." Hehehe


- Barusan saya bilang kalo filmnya banyak unsur actionnya, ga hanya itu, The Lego Movie juga banyak jokesnya. Filmnya lucu banget! Permasalahannya, ada jokes yang saya yakin semua orang akan mengerti, tapi juga ada yang segmented jokes. Seperti plesetan dari quote The Dark Knight, ga semua orang hapal dialog dari film itu kan? Lalu, faktor subtitle. Jokes akan lebih lucu jika subtitlenya bahasa inggris. Kenapa? Saat saya mendengar salah satu dialog, saya ketawa, bersamaan dengan itu, saat saya melihat subtitle bahasa Indonesianya, ternyata ga begitu sesuai dengan dialog aslinya, akhirnya malah dialognya jadi ga lucu. 

- Great twist! Ini yang bikin filmnya hidup. Twistnya bikin filmnya jadi manuasiawi banget. Karena twistnya itu juga, endingnya juga jadi manis dan menyentuh. The Lego Movie menjadi film yang jauh lebih kuat gara-gara twist dan endingnya. 


Cuma segitu aja poin dari saya. Film ini sangat layak ditonton. Mungkin akan lebih baik jika ditonton di bioskop 3D, saya hanya menonton versi 2D nya, tapi saya bisa merasakan banyak yang pop out, jadi boleh lah dicoba 3Dnya. 

Score: 85

Follow my twitter: @aldypradana17

Post a Comment

munggah