- short description about the writer-
Cafe PICNIC: Coffee and Tea Speciality (Cafe Sidoarjo) [Instagram: @picnic_sda]
3 Hal Yang Bisa Saya Ambil Dari Buku “Kata Dochi: Sebuah Memori” (Dochi Sadega Pee Wee Gaskins)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saya akan memulai blog ini dengan bercerita tentang band Pee We Gaskins.
Saya berkenalan dengan band ini saat pensi di SMA. Saya masih kelas 1 waktu itu. Saya tidak pernah mendengar band pop punk ini. Cuma katanya, band ini adalah rising star. Band pensi yang tampil dari sekolah ke sekolah.
Dari melihat penampilan dan mendengar lagunya di pensi, saya kemudian membeli CD album Pee Wee Gaskins berjudul The Sophomore. Berlanjut membeli album mereka yang kedua, mengikuti mereka di social media, dan menaruh band ini sebagai salah satu band favorit saya.
Saya membeli buku ini dengan harga yang lumayan (Rp 110.000,00). Buku ini punya banyak warna dan gambar di dalamnya, menjelaskan kenapa harganya segitu.
Saya sendiri sebenarnya lebih penasaran tentang Dochi dan dunia musiknya di Pee Wee Gaskins. Di buku ini, ternyata bercerita lebih banyak. Kata Dochi membahas awal mula nama Dochi, band emo, awesome things & facts about penulis, dan masih banyak lagi.
Dari semua itu, ini yang bisa saya ambil.
#1 Berani Beda
Di buku Kata Dochi, bagian ini dimulai dengan tulisan “revenge” besar memenuhi dua halaman. Namun, saya justru mengambil kesimpulannya, Dochi berani beda.
Dochi membuat band baru, setelah band sebelumnya “tidak berjalan”, dengan lagu pop punk berjudul Here Up On The Attic. Dari lagu itu, ia perdengarkan ke Sansan, yang masih vokalis Kiling Me Inside waktu itu.
Di bawah ini mengapa ia berani beda.
Sansan harus mengisi vokal dan gitar. Ia juga tidak boleh scream. Tujuannya? Untuk beda dengan Killing Me Inside. Satu lagi, Dochi mencari drummer yang mainnya tidak double pedal.
“It was different than the other kids were playing.”
“Everybody was trying to be the hardest metal sounding band and we’re exactly the opposite.”
Cerita ini di bawah ini mungkin bisa ditemukan di Google, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa sejarah nama Pee Wee Gaskins itu penting untuk dicantumkan.
Pee Wee Gaskins adalah nama serial killer.
Dochi memakai nama band serial killer, tapi ingin orang-orang lupa kalau ini nama serial killer. Ia pakai graphic berwarna dan musik yang lebih ceria. Terceminkan pada lagu-lagunya di album pertama, sangat dekat dengan cerita remaja SMA dan kuliah.
“So that was it. With the name of serial killer, we try to make killer music.”
Sebelum lanjut, saya mau mempromosikan jualan online saya di Arsenio Store ID. Tempat menjual apparel, seperti T-Shirt, Sweater, dan Hoodie yang simple dan minimalis. Cocok banget buat traveling dan nongkrong bareng temen. Bisa cek produknya di Instagram: @arsenio.store.id dan Tokopedia: Arsenio Apparel Store
Instagram: @arsenio.store.id
Tokopedia: Arsenio Apparel Store
#2 Cara Dochi Menulis Lagu
Seperti musisi lain, Dochi beranggapan bahwa ide dapat datang dari mana saja. Bisa cerita pribadi, bisa cerita teman. Ia juga menambahkan banyak tips lain, tapi ada dua yang paling menarik: menambahkan keterangan waktu dan keterangan tempat (atau suasana tempat).
-> Pee Wee Gaskins - Sebuah Rahasia
Jam berhenti di 12,
Ku habiskan gelas demi gelas,
Membuat pahit sisa yang manis,
Sampai akhirnya ku lupa.
Keterangan waktu bisa berupa tanggal atau jam. Sesuai lirik di atas, penambahan keterangan waktu membuat lagunya terasa personal. Penggunaan angka 12 bagi saya juga tepat. Jam 12 malam, mencoba melupakan seseorang, terasa “dekat” bagi beberapa orang
-> Pee Wee Gaskins - Selama Engkau Hidup
Suara pesta yang bergema (hilang semua duka)
Riang canda membuat lupa (ajalmu kan tiba)
Berkurang satu usiamu kawan,
Semakin dekat akhir hidupmu.
Lirik di atas menggambarkan suasana tempat, yaitu pesta ulang tahun. Liriknya punya sudut pandang yang unik, dimana Dochi mengajak orang untuk berpikir tentang kematian saat sedang berulang tahun.
Versi Podcast: https://open.spotify.com/episode/7bJrXLnRSK18Lgzvhnlusj?si=rS42NOigTcSKV1gd1FK-ig&dl_branch=1
#3 From Band to Brand
“Membangun sebuah brand adalah tentang memperkenalkan dan melengkapi sebuah kebutuhan dengan cara orang lain tidak bisa.”
Dochi menggunakan Pee Wee Gaskins sebagai kendaraan untuk berkembang. Dari sana, ia bisa kerja sama dengan brand, menghitung statistik dari data media sosial, menarget audience, dan akhirnya menciptakan brand yang bisa mengisi kebutuhan audiens tersebut.
Siapa yang menyangka Personal Branding Dochi adalah suatu perencanaan yang matang?
Kacamata frame tebal, topi snapback, dan baju sehari-hari yang semua orang bisa pakai.
Tertuang di bukunya, brand pertama bukanlah clothing line, tapi dirinya sendiri. Personal branding adalah praktik untuk mempromosikan diri, karir, dan pencapaian sebagai sebuah brand.
Dari personal branding yang kuat lahirlah brand lain, seperti Sunday Sunday co, HomeRibs, dan One Triple Nine. Masing-masing punya cerita dan pendekatan yang berbeda. Ini juga butuh visi, dedikasi, dan ketelitian lebih.
“Lo harus menguasai cara untuk menyampaikan sebuah cerita, bisa ngumpulin orang, dan terus relevan.”
Itu saja yang bisa saya ambil dari buku Kata Dochi.
Di bukunya masih ada cerita tentang Tasya (istrinya), tentang hubungan Dochi dengan keluarganya, dan tentunya, tentang hubungannya dengan tiap personil Pee Wee Gaskins. Itu semua bisa dibaca sendiri dengan membeli bukunya.
Sekian dari saya. Semoga postingan ini bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Kalau kamu suka tulisan ini, kamu bisa follow akun KaryaKarsa saya di sini. Dan kamu bisa mengapresiasi kreator, dengan cara memberikan tip di KaryaKarsa. Have a nice day 🙂
- short description about the writer-
4 Minutes Review of Tas Fujioka 45L (Travel Backpack dari TORCH ID) + Packing Organizer
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabakaratuh
Tas Fujioka 45L ini sebenarnya sudah lama saya beli. Saya beli pada awal pandemi, Maret 2020. Sebelum memiliki Travel Backpack ini, saya sempat mengumpulkan beberapa Packing Organizer dari TORCH ID.
Berikut adalah review saya.
0:00 Intro
0:25 Tampilan depan Tas Fujioka
0:45 Tampilan belakang Tas Fujioka
1:17 Tampilan samping Tas Fujioka
1:33 Isi Tas + Packing Organizer
2:03 Toiletries (pouch)
2:18 Underwear Pack (pouch)
2:31 Clothing Pack (pouch)
2:45 Charger Pack (pouch)
3:03 Memasukkan Packing Organizer ke Tas Fujioka
3:44 Arsenio Store ID
- short description about the writer-
Review Helm Retro JP Signature
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ini pertama kalinya saya mereview helm. Saya biasanya cuma memakai helm bawaan dari Honda. Dari helm honda yang cakil, sampai yang helm half face paling baru.
Saya juga kurang punya pengalaman tentang helm. Ini adalah helm kedua yang saya beli, sebelumnya saya sempat membeli helm hitam half face murah zaman SMA. Jadi, saya akan mereview helm berikut dari sudut pandang orang awam.
Helm JP Retro Signature Solid Black Metallic/Gold bagi saya cocok buat touring. Melindungi sepenuhnya di bagian kepala. Bahannya ABS, bersetifikat SNI.
Saya membeli ukuran XL. Tapi seperti helm full face biasa, ukurannya cukup ngepas di kepala. Masuknya lumayan sempit, tapi saat dipakai pas banget. Tidak terlalu longgar, tidak terlalu ketat.
Bagian busa mudah sekali untuk dilepas, mudah juga untuk dipasang. Bagian penguncian pakai Double D ring. Saya pertama harus belajar lagi cara memasang dan melepas kunciannya. Lama-lama terbiasa, dan menganggap Double D ring lebih mudah.
Bisa dilihat di bagian atas ada tiga titik untuk memasang “cap” atau topi. Itu ada pasangannya, yang mudah sekali untuk dibongkar pasang. Saya sendiri lebih cocok dilepas, karena kalau dipakai ngebut, bagian topi seperti terbawa angin. Menghalangi ketika motor sedang kencang. (Tapi lumayan terpakai saat kondisi dengan hujan).
Pandangan sangat jelas. Terlihat bagian mata sangat lebar. Lebih besar daripada helm full face pada umumnya. Nggak panas, dan nggak begitu bikin keringetan.
Ada kaca helm yang bisa diturunin. Kacanya cukup bagus, agak gelap, dan tidak murahan. Kaca helm lumayan unik, dimana menutup mata dan hidung, tapi tetap ada rongga sedikit yang terbuka. Jadi, saat kehujanan air tetap bisa masuk. Saran: gunakan masker yang oke, jadi saat air masuk tidak langsung membasahi muka.
Oke, itu saja review dari saya.
Helm full face retro yang oke banget.
Sekian dari saya. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
- short description about the writer-
3 Minutes Review of Sidekick Project - Premium Rush (Messenger Bag)
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Di 2020, saya sempat membeli tas selempang baru.
Awal mula ceritanya, tentu karea saya butuh tas baru. Tas daily yang saya miliki, terasa kurang pas untuk kebutuhan di Sidoarjo. Makanya, saya mencari tas selempang yang beda, dan modelnya belum pernah saya coba.
Saya cari, cari, cari, bertemulah saya dengan produk dari Sidekick Project, dengan nama Premium Rush.
Ini adalah tas selempang dengan sistem roll top (bagian atas bisa digulung). Ada dua buckle yang mengunci bagian depan. Terdapat dua saku di bagian depan, bisa ditutup dengan velcro.
Di samping tas, ada pegangan untuk dijinjing. Kalo ini dipake, tas akan berdiri secara vertikal. Cocok untuk ditaruh di motor (di bagian depan motor matic atau bebek. Kalo motor kopling ya susah).
Untuk bagian isinya, sederhana. Hanya satu tempat besar, dan satu tempat untuk laptop. Saya sebelumnya pernah punya tas selempang 3 in 1 dari Eiger.
Tasnya isinya terbelah dua (kompartmen utama terbagi dua). Resleting pertama untuk bagian menaruh barang, resleting kedua untuk bagian laptop. Karena terbelah dua, jadi saya tidak menaruh banyak barang. Padahal, kalo tidak terbelah, saya bisa menaruh banyak barang di tas 26L itu. (Btw, sekarang tasnya sudah saya berikan ke teman saya).
Nah, di tas Premium Rush ini, hanya 22L. Tapi satu kompartmen saja. Tidak terbelah. Jadi bisa menaruh banyak barang, karena lebih lega. Terus saya juga punya tas-tas kecil untuk menaruh barang-barang saya. Jadi ada kumpulan tas kecil di dalam tas Premium Rush saya ini.
Contoh: 1 Tas kecil khusus untuk powerbank + charger. 1 Tas kecil khusus untuk menaruh sajadah + sarung. Dst.
Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat di video berikut:
Semoga review ini membantu. Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
- short description about the writer-
Cafe Yang Memulai Semuanya (Cafe Makmu Sidoarjo)
![]() |
| Brisik.id |
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yah, namanya juga pasangan baru. Banyak sekali cerita yang ingin dikenang atau didokumentasikan. Seperti tempat kami pertama bertemu. Setelah tidak bertemu beberapa tahun, kami bertemu lagi di suatu cafe.
Cafe ini kemudian menjadi cafe andalan. Kalo bingung mau kemana, pasti terpilihlah cafe ini.
Cafenya bernama Cafe Makmu (Sidoarjo).
Cafe Makmu punya dua area, indoor dan outdoor. Makanannya beragam, dari nasi goreng, steak, bubur madura, dan masih banyak lagi.
Kalau saya sendiri, biasanya memesan steak. Sedangkan, Amel biasanya memesan mie kluntung kuah.
Tapi, saat kami terakhir ke sana, kami memesan nasi goreng mawut dan mie kluntung goreng.
Lebih lengkap ceritanya bisa dlihat di video berikut ini:
Cafe Makmu terlihat minimalis, tapi bersejarah bagi kami.
Saya sebenarnya termasuk jarang keluar untuk makan di cafe, tapi karena Amel suka jajan, saya jadi ketularan untuk mencoba banyak cafe di sekitar Sidoarjo. Mungkin, kami bisa banyak bercerita lagi tentang cafe di kota ini.
Sekian dari kami.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
- short description about the writer-
Review Buku Unmarketing
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabakatuh.
Efek saya berjualan online, membuat saya banyak membaca buku. Salah satunya, buku Unmarketing karya Scott Stratten.
Satu hal saya suka dari buku ini adalah kalimat “Bangunlah ikatan”. Mungkin, kalimatnya tidak sama persis, tapi ini berhubunglah dengan orang-orang di media sosial. Berkomunitaslah. Tidak cuma share produk, tapi saling beropini dengan baik, saling berkabar dengan baik. Gunakan media sosial untuk menghubungkan satu sama lain. Bukan cuma tempat untuk menampilkan barang dagangan anda.
Saya sempat menuliskan beberapa bab dari buku tersebut. Saya perlu merangkum karena ingin punya catatan sendiri, yang paling penting bagi saya. Yang bisa saya baca ulang, tanpa harus membuka bukunya.
Jika Kamu Percaya Bisnis Dibangun Dengan Sebuah Hubungan, Maka Hubungan Itu Akan Membangun Bisnismu
Semakin Tinggi Kepercayaan, Semakin Banyak Orang Akan Menjalin Hubungan Bisnis Denganmu
7 Dosa Social Media Yang Mematikan
https://aldypradana.medium.com/7-dosa-social-media-yang-mematikan-86185269833c
Berbisnis Dari Twitter? Memang Bisa?
https://aldypradana.medium.com/berbisnis-dari-twitter-memang-bisa-27936c4d26ba
Begini Cara Menghadapi Haters di Social Media
https://aldypradana.medium.com/begini-cara-menghadapi-haters-di-social-media-6beee3249f3c
Bagaimana Cara Menciptakan Konten Yang Berkualitas?
https://aldypradana.medium.com/bagaimana-cara-menciptakan-konten-yang-berkualitas-feb4fdaafebf
3 Bentuk Konten Paling Efektif di Social Media
https://aldypradana.medium.com/3-bentuk-konten-paling-efektif-di-social-media-7dde4157538a
Rahasia Mencapai Marketing Viral
https://aldypradana.medium.com/rahasia-mencapai-marketing-viral-99f8548415f6
Semoga rangkuman di atas membantu dan dapat menggambarkan isi dari buku Unmarketing. Gaya penulisannya tidak sama persis, malah kebanyakan menggunakan gaya bahasa saya sendiri untuk menjelaskan suatu hal.
Semoga tulisan saya membantu. Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Kalau kamu suka tulisan ini, kamu bisa follow akun KaryaKarsa saya di sini. Dan kamu bisa mengapresiasi kreator, dengan cara memberikan tip di KaryaKarsa. Have a nice day 🙂
- short description about the writer-
Review Hotel de’Lobby Batu
Hotel de’Lobby menjadi tempat saya dan Amel berbulan madu. Hotel ini termasuk hotel yang bagus menurut kami (hotel ini berbintang 3, btw).
Secara lokasi, hotel ini dekat dengan pom bensin, alfamart, indomaret, dan Lippo Plaza Batu.
Dari view-nya sendiri, ada beberapa pemandangan gunung dari jendela hotel dan jendela kamar hotel.
Hotelnya termasuk kecil. Tempat parkir ada untuk beberapa mobil, begitu juga dengan motor, bisa beberapa motor. Kami dapat nomor 511, lantai 5. Ada lobby, hall, dan kolam renang.
- short description about the writer-















































