Jadi Baik Tak Selalu Berujung Baik



Dari kecil, saya diajarkan untuk menjadi orang baik. Membantu orang tua, menolong teman, dan menyeberangkan nenek.


Tontonan saya sejak dini sudah mengandung pesan moral tinggi. Dimana kebaikan akan selalu di atas kejahatan.


Seiring tumbuh dewasa, ini sudah menjadi pegangan hidup. Hal yang dipercayai, sampai sudah tertanam di dalam diri.


Lucunya, di dunia nyata, jadi baik tak selalu berujung baik. Terlalu baik saat tugas kelompok, hanya berujung mengerjakan sendirian. Sedangkan, lainnya malah santai tak karuan. Terlalu baik di dunia kerja, dimanfaatkan luar biasa. Disuruh ini itu, dari pagi sampai bertemu pagi lagi.


Ternyata, hidup tak seindah tontonan TV. Tidak ada ustadz yang datang di penghujung cerita, memberitahu tentang pesan moral yang bisa diambil hari ini. Jika memang harus mengambil hikmah, mungkin bukan kata-kata mutiara yang keluar, tapi kata-kata berbau kebun bintang.


Mau berbuat hal tak baik pun, kepala sudah melekat majalah Hidayah. Cerita azab menghajar logika. Orang jahat tersiksa sedemikian rupa, melebihi film horror gore pada umumnya. 


Jadilah saya tetap berusaha baik, tapi tak terlalu baik. Tinggal berharap saja, semoga happy endingnya bisa datang segera.


Post a Comment

munggah